spot_imgspot_img
Senin 11 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jadi Tuan Rumah BK PON XX, Tim Gantole Jabar Minim Dukungan Peralatan

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sebanyak delapan atlet Gantole Jabar akan berjuang memperebutkan tiket untuk bisa berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua pada Babak Kualifikasi (BK) yang rencananya digelar di Landasan Udara Sulaiman, Kabupaten Bandung, 14-24 Oktober 2019.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dirgantara (Pordiga) Gantole, Mohamad Agit Aryakusuma menuturkan, BK PON XX Cabang Olahraga (Cabor) Gantole akan mempertandingkan dua kategori. Yakni, Nomor Lintas Alam (cross country) serta ketepatan mendarat.

” Dua nomor tersebut dipertandingkan di kategori A menggunakan pesawat High Performance atau pesawat gantole layar ganda serta kategori B yang menggunakan pesawat intermediate pesawat gantole layar tunggal. Jadi, total medali yang akan diperebutkan sebanyak 4 medali emas,” kata  Agit

Meski pelaksanaan BK PON XX sudah dipastikan digelar di Jabar, Agit mengaku masih menunggu kepastian lokasi pertandingan dari setiap nomor. Terutama untuk nomor lintas alam atau cross country.

” Untuk nomor ketepatan mendarat, sudah bisa dipastikan akan digelar di Lanud Sulaiman. Tapi untuk lintas alam, kita masih mencari lokasi yang tepat. Apakah digelar di Lanud Sulaiman juga atau di Batu Dua, Sumedang,” tambahnya.

Dari setiap nomor pertandingan di masing-masing kategori, akan diambil sembilan atlet terbaik. Sehingga atlet yang akan berlaga di PON XX tahun 2020 di Papua di setiap nomor sebanyak 36 orang atlet, diluar atlet asal Papua.

” Meski Jabar menurunkan delapan atlet, tapi setiap daerah hanya dibatasi kuota maksimal atlet itu hanya enam orang yang bisa tampil di PON XX. Sehingga kalaupun kedelapan atlet Jabar ini bisa lolos ke PON XX, kita tetap harus coret dua atlet. Jumlah atlet gantole yang berlaga di setiap nomor pada PON XX sendiri, mengalami pengurangan antara 10-15 atlet dibandingkan PON XIX/2016,” terangnya.

Terkait peta persaingan sendiri, Agit mengaku cukup berat. Pasalnya, selain dari pelaksanaan latihan yang terlambat, juga dari sisi dukungan peralatan latihan maupun pertandingan masih sangat minim.

” Hingga kini, kita masih menggunakan peralatan latihan maupun pertandingan, terutama pesawat, itu bekas PON XIX tahun 2016 silam. Kalau daerah lain seperti DKI Jakarta, Banten, Sumbar, Jateng, maupun Jatim, sudah menggunakan peralatan terbaru dan pelaksanaan pelatda sudah dimulai sejak 2017,” tegasnya.

Meski demikian, Agit mengaku jika kondisi tersebut tidak lantas membuat semangan pihaknya dan para atlet menurun. Dengan segala keterbatasan yang ada, tim gantole Jabar pun menyatakan siap berjuang semaksimal dan sebaik mungkin untuk mengulang sukses PON XIX/2016 dengan raihan 3 medali emas, 5 medali perak, dan 2 medali perunggu dari total 6 nomor yang dipertandingkan.

” Target awal kita meloloskan semua atlet di BK. Setelah itu, baru menentukan strategi ke depan untuk PON XX tahun 2020. Harapan ke depan, semoga pihak Pemprov maupun KONI Jabar bisa lebih memperhatikan persiapan atlet termasuk dari dukungan peralatan yang memadai sehingga penampilan atlet pun bisa optimal,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

spot_img

Berita Terbaru