BANDUNG,FOKUSJabar.id: Jaringan Kyai Santri nasional (JKSN) akan sumbangkan suara maksimal untuk pasangan calon Presiden nomor urut satu Joko Widodo – Ma’ruf Amin terutama di Jawa Barat.
Target JKSN adalah menyumbangkan suara untuk calon nomor satu sebanyak 70 persen karena di dalam JKSN ini diisi oleh santri dan kyai kultur yang ada di daerah.
Pembina JKSN Khofifah Indar Parawansa mengatakan, jaringan ini fokus terhadap konsolidasi terutama jaringan kyai kultural. Pasalnya, mereka punya komunitas yang seringkali tidak terkonfirmasi dalam dinamika politik dan ketatanegaraan.
Jawa Barat merupakan satu dari sepuluh titik yang jadi fokus dalam penjaringan. Sejumlah agenda konsolidasi sudah dilakukan. Sukabumi, Cianjur dan Bogor adalah daerah yang akan segera ditindaklanjuti.
“Target ini harus dibangun konsolidasi ya. Ketua JKSN pusat kan minimal 60 persen suara (untuk Pilpres di Jabar). JKSN Jabar pengen 70 persen,” kata dia usai deklarasi JKSN Jabar, di Gor C-Tra, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Kamis (15/11/2018).
Khofifah optimistis, target yang dicanangkan bisa terealisasi. Dari berbagai survei yang diterimanya, ulama punya pengaruh besar dalam suara.
“Saya biasa melangkah based on data. Peran religius leader itu signifikan. Mereka punya komunitas yang tiap hari bertemu,” ucapnya.
Di samping itu, JKSN akan memaksimalkan peran Ustadzah. Mereka berfungsi sebagai pelengkap konten. Menurut dia, forum majelis mereka unlimited, apalagi di musim maulid nabi bisa mendatangi lima titik pengajian dalam satu hari.
Ustadzah harus bisa menyampaikan pesan membangun bangsa, beriringan dengan kehidupan kemasyarakatan dan keagamaan, seimbang dengan toleransi.
“Ustadzah sebagi pelengkap konten. Juga membangun konsolidasi untuk nomer satu (Joko Widodo-Maruf Amin),” katanya.
Mantan Menteri Sosial ini menegaskan bahwa JKSN tidak hanya disiapkan untuk pilpres. Alasannya, religius leader akan berperan aktif dalam proses pembangunan bangsa, selain betugas perekat umat.
(AS/LIN)


