spot_img
Minggu 19 Mei 2024
spot_img
More

    Link and Match SMK-Industri, Solusi Penyerapan Tenaga Kerja di Jabar

    BEKASI, FOKUSJabar.id : Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasi kerjasama (MoU) Link and Match antara SMK dengan sejumlah Industri di kawasan Cikarang Bekasi. Bagaimana tidak, kerjasama tersebut merupakan salah satu solusi penyerapan tenaga kerja.

    Foto Humas

    ” Saya apresiasi MoU antara SMK dengan industri. Ini sinergitas yang baik untuk penyerapan tenaga kerja,” kata Uu.

    Kerjasama link and match untuk sementara ini dilakukan antara pihak industri dengan SMKN I Cikarang Barat, SMKN 2 Cikarang Barat, SMKN I Karawang, SMKN 6 Bandung dan SMKN 2 Kuningan.

    Pendandatanganan kerjasama dilakukan disela acara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Jabar, di Gedung Teater Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Selasa (16/10/2018) kemarin.

    Uu berharap, jangan sebatas MoU saja. Namun, ke depannya dia meminta laporan jumlah siswa SMK yang sudah dilatih dan diterima bekerja di industri.

    “Jangan sebatas MoU, saya minta laporan berapa ribu siswa yang sudah diterima di industri,” ujarnya.

    Saat ini, 20 persen industri di Indonesia berada di Jabar. Begitu pun jumlah SMK ada hampir 3000 sekolah hadir di Jabar.

    ” Industri yang ada di Jabar harus memprioritaskan tenaga kerja Jabar khususnya lulusan SMK,” tutur Uu.

    Uu mengungkapkan, dalam mewujudkan visi Jabar juara lahir batin tidak hanya mendorong lulusan SMK memiliki keahlian saja, tetapi memiliki karakter dan akhlak yang baik.

    ” Maka, kami ada program memberikan pendidikan agama kepada siswa SMK lewat boarding school, membuat asrama di sekolah ataupun Ajengan Masuk Sekolah (AMS), kalau yang non muslim pendeta masuk sekolah. Yang jelas keimanan pun akan kami berikan secara khusus agar mereka juaranya bukan dunia saja tapi batin nya juga,” ungkap Uu.

    Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud, Muhammad Bahrun menuturkan, jalinan kerjasama antara SMK dengan industri akan memperbesar peluang kerja setelah lulus.

    “Jika bersama-sama dengan industri maka peluangnya akan sangat banyak,” kata Bahrun.

    Dia berharap, pemenang pada Lomba Kompetensi Siswa SMK tingkat Jabar ini, diambil sebagai tenaga kerja oleh industri, karena sudah pasti memiliki kualitas yang baik.

    “Jangan sampai juara LKS masih sulit cari pekerjaan,” tuturnya.

    LKS SMK tingkat Jabar akan berlangsung dari tanggal 16-19 Oktober 2017. Peserta berjumlah 449 siswa perwakilan dari 27 Kabupaten dan Kota. Mereka akan mengikuti 26 bidang lomba dengan juri berjumlah 85 orang dan 400 orang pembimbing.

    Juara lomba akan dikirim untuk mengikuti LKS SMK tingkat nasional ke-27 di Yogyakarta tanggal 7-13 Juli 2019 tahun depan.

    (Bam’s)

    Berita Terbaru

    spot_img