spot_imgspot_img
Sabtu 3 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8384

Ibu Pengidap HIV/AIDS Melahirkan di RSUD Ciamis

0
Proses ODHA melahirkan di RSUD Ciamis, Rabu (7/3/2018) lalu. (via facebook Nova Dahliana)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Seorang bayi dari ibu yang terjangkit virus HIV/AIDS berhasil dilahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ciamis, Rabu (7/3/2018) lalu. Hal tersebut merupakan prestasi yang patut diapresiasi.

Padahal, pada tahun 2015 lalu, RSUD Ciamis dituding melakukan tindakan diskriminatif karena telah menolak pasien pengidap HIV/AIDS (Odha) hamil yang hendak melahirkan.

Pada waktu itu, RSUD Ciamis beralasan tidak mempunyai tenaga medis dan peralatan lengkap.

” Sekarang RSUD Ciamis sudah siap untuk menangani Odha yang mau melahirkan, patut diapresiasi. Pernah ada kasus kemarin penolakan pas hari AIDS, sehingga si-pasien harus dirujuk ke RSUD Banjar. Pokoknya itu kado terindah bagi Kabupaten Ciamis untuk memperbaiki kualitas pelayanan,” ujar Kasi Pengelola Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Ciamis, Nova Dahliana, kepada FOKUSJabar.id melalui sambungan telpon.

Dia mengatakan, pengidap HIV/AIDS yang melahirkan di RSUD Ciamis Rabu lalu itu berasal dari Ciamis dan sudah memiliki empat anak. Ketiga anaknya yang lain sudah dites HIV/AIDS, hasilnya negatif.

Sementara, bayi keempat yang dilahirkan belum diketahui status HIV-nya. Bayi baru bisa diperiksa dengan Early Infant Diagnosis (EID) setelah berusia 2-8 minggu.

“Salah satu penularan (HIV/AIDS) dari ibu (Odha) ke anak itu bisa dari plasenta. Bisa jadi dari rahim, atau bisa jadi dari air susu ibu (ASI). Ibu yang Odha itu tidak bisa menyusui, bayi tidak boleh diberi ASI eksklusif,” ucap Nova.

Dengan kejadian itu, ibu hamil diimbau untuk memeriksakan diri sedini mungkin sebelum usia kehamilannya menua. Saat ini, masih ada Odha hamil dengan usia kandungan tujuh bulan dan siap untuk melahirkan di RSUD Ciamis.

“Jadi mereka (Ibu hamil) rata-rata diketahui terinveksi HIV/AIDS saat usia kehamilannya sudah lanjut. Padahal (Odha hamil) dengan diberi obat-obatan antiretroviral (ARV) lebih dini bisa menekan potensi penularan HIV kepada bayi,” ucap Nova.

Sementara pihak RSUD Ciamis sendiri menyatakan bangga atas kelahiran bayi dari Odha.

Kepala Bagian Pelayanan RSUD Ciamis, Asep Kemal Pasha menegaskan, pelayanan di RSUD Ciamis terus ditingkatkan.

“Selain jumlah ruang inap yang terus ditambah. Kami juga memperbaharui dan menambah alat-alat medis lebih canggih, serta menambah jumlah dokter spesialis dan tenaga ahli lainnya,” ujar Asep, Sabtu (10/3/2018).

(Ibenk/Bam’s)

Nelayan Tidak Melaut, Harga Ikan Laut Meroket

0
Yati Pedagang Ikan Laut Segar. (FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Beberapa hari terakhir ini harga sejumlah ikan laut segar di Pasar Ikan terpadu Pasar Manis Ciamis melonjak.

” Beberapa hari terakhir ini harga ikan laut segar dari bakul besarnya terus mengalami kenaikan harga,” kata pedagang Ikan Laut segar, Yati, Sabtu (10/3/2018).

Menurut Yati, kenaikan harga tersebut karena hasil tangkapan nelayan berkurang akibat cuaca ekstrem.

” Informasi dari bandar ikan laut, saat ini stok menipis karena para nelayan banyak yang tidak melaut akibat cuaca ekstrm,” ucapnya.

Melonjaknya harga ikan berimbas pada penghasilannya sehari-hari. Yati mengaku, alami penurunan hingga 50 persen.

“Jelas dengan adanya kenaikan harga ini pendapatan saya menurun,” terangnya.

Sementara itu harga-harga ikan laut segar yang mengalami kenaikan diantaranya, ikan cumi besar dari semula hargnya Rp60 ribu per kilogram kini Rp70ribu, ikan cumi kecil dari Rp40 ribu menjadi Rp60ribu per kilogram.

“Sedangkan untuk harga Kakap merah ada kenaikan sebesar Rp15 ribu per kilogram. Yang semula harganya Rp60 ribu naik menjadi Rp75 ribu per kilogram,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Harga Sayuran di Ciamis Meroket, Ini Penyebabnya

1
ilustrasi (web)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Sejak sepekan terakhir ini, sejumlah komoditas sayuran di Pasar Manis Ciamis mengalami lonjakan harga.

Menurut pedagang sayuran Pasar Manis Ciamis, Henhen, lonjakan harga tersebut dipicu cuaca ekstrem dan menjelang Bulan Rajab.

” Sudah biasa kalau menjelang bulan Rajab harga sayuran merangkak naik karena permintaan pasar cukup tinggi untuk kebutuhan hajatan,” ucapnya, Sabtu (10/3/2018).

Adapun jenis komoditas sayuran yang mengalami kenaikan diantaranya, cabai merah yang semula dijual Rp30 ribu per kg naik menjadi Rp40 ribu per kg.

Cabai hijau dari Rp18 ribu per kg naik menjadi Rp25 ribu, bawang merah naik Rp8 ribu dari Rp20 ribu per kg.

” Tepat Bulan Rajab nanti, harga sayuran dipastikan kembali naik,” pungkasnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Arema Siap Uji Coba dengan Persib

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Media officer Persib Bandung, Irfan Suyadireja menyebutkan, Persib menjalin komunikasi dengan beberapa klub peserta Liga 1 2018 untuk beruji coba sebelum bergulirnya kompetisi.

Namun menurutnya, Arema FC menyatakan kesiapannya untuk berhadapan dengan tim Maung Bandung pada pertandingan uji coba pekan depan.

“Jadi memang ada keinginan dari pelatih untuk menghadapi tim dari Liga 1 dipertandingan uji coba. Kebetulan yang siap adalah Arema tanggal 18,” kata Irfan saat dihubungi, Sabtu (10/3/2018).

Irfan menuturkan, pertandingan Persib kemungkinan besar akan digelar pada sore hari. Karena, jika digelar pada 18, akan berbenturan dengan acara ulang tahun Persib ke-85 yang akan diisi kegiatan lomba lari.

“Tapi belum pasti untuk jadwal kick offnya tunggu saja. Kalau tanggal 18 juga gak bentrok dengan fun run Hut Persib. Karena itu (fun run) sampai jam 10 pagi. Kemungkinan kita sore uji cobanya,” jelasnya.

(Arif/Bam’s)

Persib Segera Tambah Pemain

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Tim pelatih Persib Bandung akan segera mengambil keputusan untuk menambah pemain striker asing.

Beberapa nama pemain sempat dikabarkan menjadi buruan Persib. Diantaranya, Jonathan Bauman. Selain itu, Jorge Pereyra Diaz yang dikabarkan kabur dari Johor Darul Ta’zim (JDT) juga dikabarkan akan bergabung dengan tim kebanggaan Bobotoh.

Kabar tersebut menyusul karena Roberto Carlos Mario Gomez sempat menjadi pelatih JDT.

” Besok atau lusa keputusannya sudah ada,” kata Asisten pelatih Persib, Fernando Soler di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung.

Tim pelatih juga akan menambah pemain lokal. Pasalnya, musim 2018 Maung Bandung butuh banyak stok pemain.

” Kami lihat tadi beberapa pemain tidak datang karena sakit. Febri dan Henhen. Terlebih kalau mereka dipanggil Timnas, tidak cukup untuk main,” ucapmya.

(Arif/Bam’s)

Kemensos Berikan Bantuan Logistik dan Uang Rp132 Juta untuk Korban Banjir

0
PRFM/Desi Viani

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik dan uang kepada korban banjir di Bandung Selatan. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Sofyan Nataprawira di Baleendah, Sabtu (10/3/2018).

Mewakili Pemerintah Kabupaten Bandung, Sofyan mengucapkan terima kasih kepada Kemensos yang dengan sigap memberikan bantuan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kemensos yang peduli kepada para korban banjir ini,” tutur dia.

Sofyan mengungkapkan, bantuan yang diberikan berupa logistik dan uang. Bantuan logistik ini berupa makanan siap saji, minuman, pakaian dan obat-obatan.

“Sementara bantuan uang senilai Rp132 juta,” lanjutnya.

Dia memastikan bahwa bantuan tersebut secepatnya akan didistribusikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung kepada para korban banjir.

Dia berhara agar persoalan banjir ini bisa segera diselesaikan.

(Agung/LIN)

Korban Banjir Bandung Selatan Kekurangan Bantuan Logistik

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ketua Umum Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kabupaten Bandung Atep Salman Alfarisi menyatakan, bantuan logistik belum memenuhi kebutuhan para korban banjir di tiga kecamatan di Bandung Setalan, yakni Dayeuhkolot, Bojongsoang dan Baleendah, Sabtu (10/3/2018).

Atep mengungkapkan, sejumlah warga sudah bertahan di posko pengungsian selama dua pekan. Pasalnya, di beberapa wilayah tinggi, muka air masih dalam dan tak kunjung surut. Dengan begitu, bantuan logistik dari pemerintah daerah belum memenuhi kebutuhan para pengungsi.

“Bantuan pemerinah belum dapat mengcover para pengungsi. Kami masih membutuhkan logistik seperti makanan, minuman, pakaian dan obat-obatan,” kata Atep seperti dilansir PRFM.

Dia pun siap menerima bantuan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat yang ingin memberikan sumbangan kepada korban banjir. Atep pun memastikan bantuan akan langsung disalurkan.

“Kebutuhannya sangat mendesak. Bantuannya diharapkan berupa makanan instan yang bertahan lama di pengungsian,” terangnya.

Bagi yang ingin membantu, lanjutnya, bisa mengunjungi Posko Al-Huda Jalan Sindangreret No 11 Desa Sukasari, Kecamatan Pameungpeuk, atau ke Gudang Bulog di Dayeuhkolot.

(Agung/LIN)