spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8326

Istri Cagub Deddy Mizwar Keturunan Galuh

0
Istri Cagub Demiz Keturunan Galuh. (FOKUSJabar/Husan Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Calon Gubernur nomor urut 4, Deddy Mizwar melakukan ziarah ke makam leluhur keluarga di pemakaman Bupati Galuh Pertama, Dusun Cigadung, Desa Imbanagara, Kecamatan/Kabupaten Ciamis.

Menurut Deddy Mizwar, kedatanganya ke makam leluhur keluarga istrinya tersebut untuk bertaqziah qubur mendoakan leluhurnya yang telah mendahuluinya.

“Saya datang kesini untuk berdoa kepada kakek buyut istri saya,” katanya, Rabu (28/3/2018).

Deddy mengatakan, taqziah kubur yang dilaksanakanya tersebut sudah biasa dilakukanya bersama keluarganya.

“Saya dan keluarga bukan hanya kali ini berziarah ke makam leluhur, tapi sudah sering,” katanya.

Deddy menyebut, istrinya adalah keturunan Raja Galuh ke-16 dalam silsilah keluarganya.

“Istri saya ini memang keturunan Galuh ke 16 atau Bupati Pertama Galuh Ciamis,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Soal Ancaman OPM, Menhan Nyatakan RI Siap Perang

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku tidak gentar dengan ultimatum perang yang dikeluarkan oleh Gerakan Separatis Operasi Papua Merdeka (OPM).

Melansir CNN, Rabu (28/3/2018), Ryamizard mengatakan kekuatan militer Indonesia lebih kuat dibandingkan kekuatan militer OPM.

“Mereka (OPM) ajak perang? Ya perang aja. Orang ajak perang masa makan soto sih,” kelakar Ryamizard di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu (28/3).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menyebut ultimatum perang ini merupakan tugas TNI karena sudah mengancam keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pokoknya kalau keselamatan bangsa kemudian kedaulatan rakyat, keutuhan bangsa terganggu itu urusan tentara,” kata Ryamizard.

Sebelumnya, pada 27 Februari 2018, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM, mengunggah video yang berisikan ultimatum perang di akun resminya. Adapun salah satu tuntutan TPNPB adalah agar PT Freeport dan seluruh perusahaan asing ditutup.

(Agung)

Kanada akan Melegalkan Ganja pada Akhir September

0
ilustrasi (web)

KANADA, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kanada bersiap untuk melegalkan mariyuana atau ganja pada akhir musim panas ini, meski keputusan tersebut ditentang kalangan konservatif.

Sekretaris Parlemen bagi Menteri Keamanan Publik Mark Holland mengatakan bahwa Kanada akan dapat membeli ganja mulai akhir September.

“Kami bekerja sama erat dengan Senat, dan kami merasa yakin, dalam kerangka waktu akhir musim panas kita akan melihat rezim yang mengendalikan dan melegalisasi ganja,” kata Holland, seperti dilansir CNN, Rabu (28/9/2018).

Warga Kanada telah membahas legalisasi ganja sejak partai liberal mengajukan platform legalisasi. Selanjutnya, pemerintah akan menyelidiki undang-undang mariyunana tersebut di Komite Senat. Tenggat waktu legislasi di Senat adalah 7 Juni mendatang.

Pemerintah federal Kanada memberi waktu bagi aparat provinsi untuk menciptakan infrastruktur ganja sendiri. Hal ini berarti mempersiapkan polisi lokal dan memutuskan batasan penjualan mariyuana dan konsumsinya.

(Agung)

‘Profesor Halal’ Indonesia Terima Penghargaan King Faisa

0
'Profesor Halal' Indonesia Terima Penghargaan King Faisal Prof. Dr. Irwandi Jaswir berhasil menyabet penghargaan bergengsi di dunia Arab dan Islam 'King Faisal International Prize 2018' yang diserahkan Raja Salman di di Hotel Faisaliyah, Riyadh, pada Senin (26/3). ( Ist/KBRI Riyadh)

ARAB SAUDI, FOKUSJabar.id: Ilmuwan asal Indonesia, Prof. Dr. Irwandi Jaswir uang terkenal sebagai ‘ Profesor Halal’ berhasil meraih penghargaan bergengsi di dunia Arab dan Islam ‘King Faisal International Prize 2018’.

Irwandi menyabet penghargaan dalam kategori Pelayanan Kepada Islam (Service to Islam). Penghargaan disampaikan langsung oleh Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud dalam sebuah acara megah yang diselenggarakan di Hotel Faisaliyah, Riyadh, pada Senin (26/3/2018) lalu.

Duta Besar RI merangkap Wakil Tetap Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Agus Maftuh Abegebriel, yang turut hadir sebagai undangan menyatakan kebanggaannya yang luar biasa.

“Sebagai wakil Pemerintah Indonesia di Arab Saudi, saya merasa sangat bangga dan terharu karena setelah sekian lama baru kali ini ada anak bangsa yang kembali memperoleh penghargaan dari Yayasan Raja Faisal. Hebatnya lagi penghargaan ini diserahkan langsung oleh Raja Arab Saudi,” kata Agus Maftuh seperti diliansir CNN, Rabu (28/3).

Profesor Irwandi, pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 48 tahun yang lalu, dinilai berkontribusi besar dalam pengembangan Halal Science, yang berkat penemuannya akan mempermudah ummat Islam dalam mendeteksi unsur haram pada makanan atau produk lainnya seperti obat dan kosmetik.

Profesor Irwandi Jaswir adalah orang kedua setelah Dr. Mohammad Natsir (Perdana Menteri ke-5 Indonesia) yang menerima penghargaan yang seringkali disebut “Nobel” dalam dunia Arab dan Islam.

(Agung)

Jamkrida Jabar Bakal Jamin Kredit PD BPR Kota Bandung

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Direktur Utama Jamkrida Jabar, Tri Budhi Muljawan mengungkapkan, pihaknya telah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan PD BPR Kota Bandung terkait penjaminan kredit modal kerja konstruksi dan pengadaan barang dan jasa.

“Kredit tersebut merupakan kredit modal kerja konstruksi dan pengadaan barang dan jasa yang dibiayai berdasarkan anggaran negara atau daerah,” kata Tri kepada wartawan di Hotel Podomoro Jalan Dipenogoro, Rabu (28/3/2018).

Selain itu, Jamkrida jabar juga melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan lima Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat untuk jaminan kredit pembiayaan proyek -proyek.

” Ini baru lima kabupaten. Kota Bandung, Bandung, Bandung Barat, Cianjur dan Garut. Nantinya kita akan lebih memperluasnya untuk daerah lainnya di Jawa Barat, ” pungkasnya.

(budi/bam’s)

Bio Farma Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan Pakta Integritas untuk Wujudkan Tata Kelola Perusahaan

0
Penandatanganan Pakta Integritas untuk Wujudkan GCG di Bio Farma. (foto istimewa)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Tim Wushu Jawa Barat yang berlaga di Kejurnas Wushu Senior dan Junior Piala Presiden 2018 yang digelar di GOR Among Rogo, Yogyakarta, berangkat tanpa bantuan dana dari pihak KONI Jabar. Kejurnas yang sekaligus menjadi bagian dari seleksi Asian Games 2018 sendiri sudah dimulai hari ini Rabu (28/3/2018) dan berakhir pada Kamis (3/4/2018) mendatang.

Ketua Umum Pengprov WI Jabar, Edwin Sendjaya mempertanyakan bantuan dana dari KONI Jabar untuk keikutsertaan tim wushu Jabar pada kejurnas tersebut. Tim wushu Jabar sendiri sudah berangkat menuju Yogyakarta pada Senin (26/3/2018) kemarin.

“Kami sendiri sudah jauh-jauh hari menyampaikan proposan bantuan dana ke KONI Jabar untuk mendukung keikutsertaan tim wushu Jabar ke ajang kejurnas tersebut. Namun hingga hari keberangkatan tim, kami belum menerima bantuan dari KONI Jabar sebagai induk organisasi cabang olahraga,” ujar Edwin saat ditemui di Grha DPRD Jabar, Jalan Sukabumi Kota Bandung, Rabu (28/3/2018).

Tidak adanya bantuan dari KONI Jabar, diakui Edwin, sangat berpengaruh terhadap persiapan tim untuk berlaga di kejurnas tersebut. Untuk itu, pihaknya sangat menyesalkan dengan kondisi yang terjadi pada saat ini.

“Tapi kami ogah untuk mundur dan menyerah meski dengan dukungan dana seadanya. Kami tetap berangkatkan tim menuju kejurnas dan berharap bisa mencetak prestasi maksimal. Kami tetap optimistis dan semangat menatap kejurnas yang pertama kali digelar PB WI dibawah kepemimpinan Airlangga Hartanto,” terangnya.

Untuk Kejurnas Wushu Senior dan Junior Piala Presiden 2018 sendiri, lanjutnya, pihaknya mengirimkan sebanyak 106 atlet. Mereka akan berlaga di tiga kelompok usia yakni pra-junior, junior dan senior di dua kategori yakni taolu atau jurus dan sanda atau tarung.

“Untuk nomor taolu, kita turunkan 15 atlet putra dan putri di kelompok senior serta 72 atlet putra dan putri untuk kelompok usia pra-junior. Sedangkan untuk nomor sanda, kita kirim 8 atlet putra dan putri di kelompok usia senior, serta 7 atlet putra dan putri di kelompok usia junior. Terakhir di kelompok pra-junior nomor sanda, kita kirim 2 atlet putra dan 2 atlet putri. Mereka didampingi 2 orang pelatih taolu, 4 pelatih sanda, dan satu manajer tim,” paparnya

Terkait target yang ingin dicapai pada kejurnas tersebut, Pengprov WI jabar berharap bisa meraih enam medali emas. Peluang tersebut diharapkan bisa diraih dari nomo sanda senior, nomor sanda junior, dan nomor sanda pra-junior.

“Selain atlet yang khusus kita kirim, di pelatnas Asian Games 2018 pun ada tiga atlet kita disana. Yakni Monica Pransisca Sugianto, Selviah Pertiwi, dan Yudi Cahyadi. Semoga para atlet wushu Jabar yang akan tampil di kejurnas tersebut bisa tampil maskimal dan memberikan kebanggaan bagi warga Jabar meski tanpa dukungan dana KONI Jabar,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Tim Wushu Berangkat ke Kejurnas Tanpa Dukungan Dana dari KONI Jabar

0
Ketua Umum Pengprov WI Jabar, Edwin Sendjaya. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Tim Wushu Jawa Barat yang berlaga di Kejurnas Wushu Senior dan Junior Piala Presiden 2018 yang digelar di GOR Among Rogo, Yogyakarta, berangkat tanpa bantuan dana dari pihak KONI Jabar. Kejurnas yang sekaligus menjadi bagian dari seleksi Asian Games 2018 sendiri sudah dimulai hari ini Rabu (28/3/2018) dan berakhir pada Kamis (3/4/2018) mendatang.

Ketua Umum Pengprov WI Jabar, Edwin Sendjaya mempertanyakan bantuan dana dari KONI Jabar untuk keikutsertaan tim wushu Jabar pada kejurnas tersebut. Tim wushu Jabar sendiri sudah berangkat menuju Yogyakarta pada Senin (26/3/2018) kemarin.

“Kami sendiri sudah jauh-jauh hari menyampaikan proposan bantuan dana ke KONI Jabar untuk mendukung keikutsertaan tim wushu Jabar ke ajang kejurnas tersebut. Namun hingga hari keberangkatan tim, kami belum menerima bantuan dari KONI Jabar sebagai induk organisasi cabang olahraga,” ujar Edwin saat ditemui di Grha DPRD Jabar, Jalan Sukabumi Kota Bandung, Rabu (28/3/2018).

Tidak adanya bantuan dari KONI Jabar, diakui Edwin, sangat berpengaruh terhadap persiapan tim untuk berlaga di kejurnas tersebut. Untuk itu, pihaknya sangat menyesalkan dengan kondisi yang terjadi pada saat ini.

“Tapi kami ogah untuk mundur dan menyerah meski dengan dukungan dana seadanya. Kami tetap berangkatkan tim menuju kejurnas dan berharap bisa mencetak prestasi maksimal. Kami tetap optimistis dan semangat menatap kejurnas yang pertama kali digelar PB WI dibawah kepemimpinan Airlangga Hartanto,” terangnya.

Untuk Kejurnas Wushu Senior dan Junior Piala Presiden 2018 sendiri, lanjutnya, pihaknya mengirimkan sebanyak 106 atlet. Mereka akan berlaga di tiga kelompok usia yakni pra-junior, junior dan senior di dua kategori yakni taolu atau jurus dan sanda atau tarung.

“Untuk nomor taolu, kita turunkan 15 atlet putra dan putri di kelompok senior serta 72 atlet putra dan putri untuk kelompok usia pra-junior. Sedangkan untuk nomor sanda, kita kirim 8 atlet putra dan putri di kelompok usia senior, serta 7 atlet putra dan putri di kelompok usia junior. Terakhir di kelompok pra-junior nomor sanda, kita kirim 2 atlet putra dan 2 atlet putri. Mereka didampingi 2 orang pelatih taolu, 4 pelatih sanda, dan satu manajer tim,” paparnya

Terkait target yang ingin dicapai pada kejurnas tersebut, Pengprov WI jabar berharap bisa meraih enam medali emas. Peluang tersebut diharapkan bisa diraih dari nomo sanda senior, nomor sanda junior, dan nomor sanda pra-junior.

“Selain atlet yang khusus kita kirim, di pelatnas Asian Games 2018 pun ada tiga atlet kita disana. Yakni Monica Pransisca Sugianto, Selviah Pertiwi, dan Yudi Cahyadi. Semoga para atlet wushu Jabar yang akan tampil di kejurnas tersebut bisa tampil maskimal dan memberikan kebanggaan bagi warga Jabar meski tanpa dukungan dana KONI Jabar,” tegasnya.

(ageng/bam’s)