spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8271

Soal Sanksi Arema, Gomez Serahkan Pada Komdis

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez merasa kecewa pertandingan tandang menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018) harus terhenti di masa ijury time, karena penonton masuk ke dalam lapangan.

Menurut pelatih berusia 61 ini, kejadian tersebut sangat merugikan kedua kesebelasan. Karena, baik Arema dan Persib sedang berusaha untuk tampil maksimal, sehingga jalannya laga berlangsung seru.

Meski kecewa, Gomez enggan memikirkan mengenai sanksi yang akan dijatuhkan kepada tim berjuluk Singo Edan ini. Karena, untuk masalah tersebut sudah ada yang menangani yakni Komisi Disiplin PSSI.

Hanya saja, Gomez berharap tim Komisi Disiplin bisa memberikan sanksi yang adil, pasalnya sebelumnya pemainnya Supardi Nasir mendapatkan hukuman larangan bermain, karena dinilai melakukan tandukan kepada wasit saat menghadapi Mitra Kukar.

Apalagi, dia juga menjadi korban leparan yang dilakukan oleh supporter Arema, sehingga mengakibatan kepalanya luka.

“Itu menjadi urusan komisi disiplin, karena kemarin penonton masuk ke dalam dan itu bukan urusan kami. Karena sebelum pertandingan kita kehlilangan Supardi empat pertandingan dan kemarin semua orang bisa masuk ke lapangan dan itu sangat berbahaya, itu menjadi masalah komisi disiplin,” kata Gomez di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin (16/4/2018).

(Arif/DH)

Pelatih Persib Syukuri Hasil Imbang di Malang

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez tetap menysukuri hasil imbang yang diraih pasukannya saat menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018).

Menurut pelatih berusia 61 tahun ini, hasil imbang tersebut patut untuk disyukuri, karena Arema bermain di kandang dengan dukungan penuh supporter dan bisa memberikan perlawanan.

“Tapi ya tidak masalah dan ini jadi poin yang bagus,” kata pelatih berusia 61 tahun ini, Senin (16/4/2018).

Meski begitu, pelatih asal Argentina ini merasa kecewa, karena pada pertandingan tersebut supporter tuan rumah masuk ke dalam lapangan yang membuat laga terpaksa terhenti saat memasuki masa injury time.

Masuknya penonton ke dalam lapangan sangat berbahaya bagi keamanan pemain, bahkan Gomez menjadi korban dan mengalami luka di bagian kepala.

“Tapi masalahnya setelah pertandingan karena ada penonton masuk ke lapangan,” ucap mantan pelatih Johor Darul Ta’zim ini.

(Arif/DH)

Persib Harusnya Bisa Raih Poin Penuh di Malang

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung berhasil membawa pulang satu poin pada pertandingan tandang kompetisi Liga 1 2018, setelah bermain imbang dengan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018).

Menurut pelatih Persib Roberto Carlos Mario Gomez, pada pertandingan pekan keempat ini tim Maung Bandung seharusnya bisa meraih kemenangan.

Pasalnya, pada laga tersebut tim kebanggaan Bobotoh ini seharusnya mendapatkan hadiah penalti. Karena, striker Maung Bandung Jonathan Bauman diganjal di kotak penalti, namun wasit tidak menganggap sebagi pelanggaran.

“Pertandingan kemarin itu pertandingan yang sulit, tapi kami seharusnya bisa memenangkan itu, kalian tahu kita harusnya dapat penalti saat Jonathan Bauman dijatuhkan,” ucap Gomez di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin (16/4/2018).

Selanjutnya, tim kebanggaan Bobotoh ini akan langsung fokus menatap pertandingan kandang menghadapi Borneo FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu (21/4/2018).

(Arif/DH)

Sabil Baru Pertama Naik Rantis ke Stadion

0
Ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung menggunakan kendaraan taktik (rantis) saat berangkat ke Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018) untuk menghadapi tuan rumah Arema FC.

Selain itu, tim kebanggaan Bobotoh ini kembali menggunakan rantis seusai pertandingan untuk keamanan. Apalagi, pertandingan tersebut berakhir ricuh setelah penonton memasuki lapangan pada masa injury time.

Menurut pemain belakang Persib, M Al Amin Syukur Fisabillah, menggunakan kendaraan rantis menjadi pengalaman pertamanya. Karena, sebelumnya hal tersebut belum pernah dialami olehnya.

“Gimana ya, itu jadi tantangan saja sih. Awalnya memang tidak terbayang akan menggunakan rantis ke stadion,” kata Sabil, Senin (16/4/2018).

“Saya tidak ada bayangan apa-apa, saya pikir main bola ya main bola aja, ini sampai pakai rantis, dikawal banyak polisi juga. Ini jadi pengalaman baru bagi saya,” tambahnya.

Pemain yang baru bergabung dengan Persib pada musim ini berharap, hal serupa tidak kembali terulang. Karena, sepak bola menurutnya menjadi alat pemersatu.

“Tapi ke depannya jangan ada lagi seperti ini biar kita nyaman bermain sepak bola,” harapnya.

(Arif/DH) ‎

KNPI Harus Dorong Pemilih Pemula Cerdas Menyalurkan Hak Pilihnya

0
Ketua KNPI Jabar, Rio F Wilantara saat menyampaikan sambutan di acara Rapat Koordinasi OKP dan Sosialisasi Pilgub Jabar 2018. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Komisi Pemilihn Umum (KPU) Jawa Barat mengajak Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk mendorong generasi muda sebagai pemilih pemula bersikap cerdas dan menyalurkan hak pilih mereka pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018.

Hal tersebut disampaikan Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat pada acara Rapat Koordinasi OKP dan Sosialisasi Pilgub Jabar 2018 di sekretariat DPD KNPI Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung, Senin (16/4/2018).

Yayat menilai jika penyelenggaraan Pilgub Jabar 2018 cukup berat. Pasalnya, jumlah penduduk dan pemilih di Jabar relatif besar. Dirinya pun menyebut jika pemilih di Jabar hampir sama dengan jumlah pemilih di Spanyol maupun Argentina dan lebih besar dibandingkan pemilih di Australia.

“Jadi sangat wajar jika Gubernur Jawa Barat ini akan berasa seperti Perdana Menteri,” ujar Yayat usai acara Rapat Koordinasi OKP dan Sosialisasi Pilgub Jabar 2018 di sekretariat DPD KNPI Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung, Senin (16/4/2018).

Kompleksitas yang dimiliki Pilgub Jabar, lanjut Yayat, juga terkait dengan daya tarik dan pertarungan elit politik pusat karena wilayah Jabar memiliki nilai strategis. Selain itu, Jabar pun sempat dikategorikan sebagai daerah rawan konflik bersama Papua dan Kalimantan Barat. Meski demikian, Yayat mengaku cukup optimistis semua tantangan yang dihadapi menjelang pelaksanaan Pilgub Jabar tersebut bisa diatasi dengan banyaknya dukungan dari masyarakat.

“Khususnya dari para pemuda yang tergabung di KNPI. Saya harap KNPI harus bisa melindungi hak pemilih muda agar ikut berpartisipasi menyukseskan Pilgub Jabar. KNPI harus mampu melindungi pemuda dari isu SARA yang tidak mendidik serta membebaskan pemuda dari hoax. KNPI pun harus mendorong pemilih pemula untuk bersikap cerdas dalam menggunakan hak pilih,” tegasnya.

(Ageng/DH)

KSEI dan BEI Permudah Investor Melalui Fasilitas AKSes

0
Kepala BEI-PIGP Bandung, Reza Sadat Shahmeini berbincang dengan Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan KSEI, Nina Rizalina. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan sosialisasi dan edukasi pemanfaatan fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) bagi para investor pasar modal di Indonesia.

Saat ini, dari total investor yang memiliki single investor identification (SID) hingga Maret 2018 sebanyak 1.216.278 investor, hanya 12 persen diantaranya yang memanfaatkan fasilitas AKSes.

Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan KSEI, Nina Rizalina menuturkan, fasilitas AKSes merupakan fasilitas perlindungan investor pasar modal Indonesia sekaligus memberikan informasi terbaru terkait pengembangan infrastruktur yang dilakukan KSEI.

Dengan fasilitas AKSes, investor bisa secara langsung memantau portofolio investasinya pada lembaga yang diberikan mandat untuk menyimpan data portofolio investor sesuai Undang-undang Pasar Modal.

“Ibaratnya, investor itu memiliki akses langsung untuk melihat perkembangan investasinya di sistem kami. Dan kenapa kami lakukan sosialisasi di Bandung, karena Jabar sebagai provinsi kedua dengan jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi dengan jumlah 108.790 SID setelah DKI Jakarta,” ujar Nina saat ditemui di salah satu rumah makan di Kota Bandung, Senin (16/4/2018).

Dengan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan KSEI bersama BEI, lanjutnya, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran investor untuk memanfaatkan fasilitas AKSes. Dengan demikian, para investor pun bisa mencegah penyalahgunaan wewenang dari pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Saat ini, kita pun sedang mengembangkan fasilitas AKSes menjadi AKSes Next Generation (AKSes Next-G) dengan fitur yang lebih menarik dan lebih mudah digunakan. Fasilitas AKSes Next-G pun bisa dimanfaatkan oleh perusahaan efek, bank kustodian, hingga masyarakat umum,” kata Nina.

“Cukup memasukkan NIK (nomor induk kependudukan) maka bisa menggunakan fasilitas AKSes Next-G karena kita sudah bekerjasama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri,” tuturnya.

Sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal Indonesia, KSEI pun terus berupaya membuat aktivasi investasi di pasar modal semakin nyaman dan aman dengan infrastruktur yang memadai.

Untuk itu, lanjut Nina, pihaknya pun sudah meluncurkan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu atau S-INVEST yang merupakan platform dan sistem yang terintegrasi untuk industri reksa dana. Sistem dalam S-INVEST ini mampu menyederhanakan proses yang dilakukan pelaku industri reksa dana dalam melakukan administrasi semua transaksi reksa dana yang lebih efisien dan transparan.

“Kita pun menyiapkan penerapan electronic voting atau e-Voting untuk mengakomodir penggunaan hak suara investor dalam RUPS tanpa perlu kehadiran investor secara fisik. E-Voting ini memudahkan investor yang memiliki lebih dari satu efek atau investor dari luar daerah untuk bisa menyalurkan suaranya pada RUPS yang dilakukan emitennya,” tegasnya.

Berdasarkan data KSEI per akhir Maret 2018, jumlah investor di pasar modal Indonesia telah mencapai 1.216.278 investor. Yang mencakup investor pemilik efek, reksa dana, hingga surat berharga yang diterbitkan Bank Indonesia.

Dari jumlah investor tersebut, investor domestik atau dalam negeri sudah mendominasi pasar modal Indonesia pada tahun 2018 ini dengan porsentasi mencapai 50,81 persen dibanding investor asing dengan porsentase 49,19 persen.

Selain itu, kapitalisasi market pasar modal Indonesia pun kini sudah mencapai Rp6.884 triliun dari jumlah 570 emiten (perusahaan terdaftar di pasar modal) dan transaksi harian yang dicatat mencapai Rp9,554 triliun per hari. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di pasar modal Indonesia pada sepuluh tahun terakhir pun mengalami peningkatan cukup siginifikan mencapai 125,4 persen dan melebihi komoditas emas yang hanya sebesar 116 persen.

(ageng/DH)

Becak dan Delman Wajib Patuhi Aturan Lalu Lintas

0

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Becak dan delman di Kota Tasikmalaya banyak dikeluhkan para pengguna jalan. Mereka semaunya menjalankan beca dan jalan tanpa mematuhi lajur atau aturan lalu lintas. Kondisi itu menjadi salah satu sebab timbulnya kemacetan arus lalu lintas di Tasikmalaya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Aay Zaini Dahlan mengatakan, saat ini Pemerintah Kota Tasikmalaya lagi gencar-gencarnya melakukan perubahan sistem alur demi kelancaran lalu lintas. “Dalam undang-undang (UU) lalu lintas, setiap pengguna jalan wajib mematuhi aturan dan rambu-rambu demi keselamatan dan kelancaran berlalu lintas, ini undang-undang jika melanggar pasti ada sanksinya, pengguna jalan itu termasuk becak dan delman,” ujar Aay Senin (16/04/18).

“Becak dan delman yang acapkali melawan arus lalu lintas sehingga jalan jadi macet ini perlu di peringatkan, tindakan melawan arus jalur itu membahayakan pengguna jalan lainnya sehingga jika kedapatan kami akan ambil sanksi tegas sesuai UU,” tegas Aay.

”Jika melawan arus, siapa pun itu tak terkecuali becak, delman harus diberi sanksi tegas baik sanksi administrasi atau pidana karena telah melanggar undang-undang,” kata Aay.

(Seda/DH)