spot_imgspot_img
Sabtu 17 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8046

Desa Lewobaru Malangbong Bangun Jalan untuk Sejahterakan Warga

0

GARUT, FOKUSJabar.id : Kepala Desa Lewobaru Kecamatan Malangbong menyebutkan, infrastruktur jalan akan meningkatkan roda perekonomian sekaligus mensejahterakan warga.

Oleh karenanya, pihaknya terus berbenah. Berbagai kegiatan pun terus dilakukan guna mensejahterakan masyarakat.

Kepala Desa Lewobaru, Dadi Wiguna, mengatakan, pihaknya terus berbenah diberbagai bidang. Mulai pembangunan sarana jalan, segi pelayanan serta program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

” Kami berkomitmen guna mensejahterakan masyarakat,” kata Dadi kepada FOKUSJabar.id, dilokasi kegiatan, Minggu (22/7/2018).

Dadi menyebutkan, baru baru ini pihaknya membangun jalan Desa yang menghubungkan Desa Lewobaru dengan Desa Sanding sepanjang 500 meter lebar 90 cm x 90 cm.

” Kami sengaja memprioritaskan jalan tersebut karena dinilai sangat vital bagi warga dalam aktivitas sehari-hari,” imbuhnya.

Dijelaskan Dadi, jalan tersebut dalam kesehariannya biasa dilalui oleh anak sekolah, kendaraan yang mengangkut bata serta mengangkut hasil tatanen warga.

” Biaya produksi bisa ditekan maka kesejahteraan warga akan meningkat,” pungkas dia.

(Andian/DAR)

Gomez Akui Tak Mudah Hadapi Barito Putera

0
ilustrasi (web)

BANJARMASIN, FOKUSJabar.id : Persib Bandung akan berhadapan dengan tuan rumah Barito Putera pada laga tandang Liga 1 2018 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (22/7/2018).

Menurut pelatih Persib, Mario Gomez pertandingan tandang tersebut tidak mudah. Pasalnya, tim tuan rumah dihuni pemain yang berkualitas dan sehingga patut untuk diwaspadai.

” Iya, mereka punya pemain bagus, mereka punya gelandang dan penyerang yang bagus,” ucap Gomez.

” Dan ini game sulit bagi kita karena bermain tandang, tapi juga sulit buat mereka. Ini akan bisa jadi good game,” jelasnya.

Meski akan menjadi laga sulit, pelatih berusia 61 tahun ini memastikan pasukannya siap menampilkan permainan terbaiknya dan mengamankan poin penuh di pertandingan tandang tersebut.

“Sangat sulit bertanding di Banjarmasin, tapi kita tetap menargetkan kemenangan,” tegasnya.

(Arif/Bam’s)

Ketua DPD Gerindra Jabar: Proses Seleksi Komisioner KPU Jabar Harus Diulang

2
Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, H Mulyadi. (FOKUSJabar/Boip)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Mulyadi merasa prihatin dan menyampaikan protes keras atas ditunjuknya Muradi sebagai Ketua Tim Seleksi Calon Komisioner KPU Jawa Barat.

Menurutnya, Muradi adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merangkap Komisaris BUMN, Staf Kantor Sekretariat Presiden (KSP) dan merupakan bagian timses pemenangan Jokowi-JK di Pilpres 2014.

Di samping itu, diduga juga yang bersangkutan merupakan Timses Jokowi untuk 2019 yang tergabung di dalam kelompok aktivis 98 yang mengadakan rembuk nasional mendukung Jokowi dua periode.

” Penunjukkan Tim Seleksi KPU daerah, apalagi saudara Muradi dipilih sebagai Ketua Timsel KPU Jabar, menunjukkan bahwa KPU RI tidak independen. KPU RI harus mengevaluasi Timsel KPU Jawa Barat,” kata dia dalam siaran persnya, Sabtu (21/07/2018).

Dia menambahkan, timsel sebagai panitia yang ditunjuk oleh KPU RI wajib independen dan tidak memihak siapapun. Jika tidak kata Mulayadi bisa merusak demokrasi di Indonesia secara. umum.

Dengan tegas Mulyadi mengingatkan KPU sangat perlu berhati-hati agar tidak dituduh sebagai alat penguasa. KPU harus introspeksi dan memperbaiki sistem, menjaga netralitas, serta tidak sembarangan mengambil keputusan, sebab menurutnya masyarakat sekarang sudah sangat kritis.

“Sehubungan dengan hal tersebut, Gerindra Jawa Barat meminta KPU untuk membatalkan Timsel KPU Jabar yang sudah terlanjur terbentuk, untuk kemudian menghentikan seluruh proses seleksi dan mengganti dengan Timsel yang baru dan membuka kembali pendaftaran. Hal ini harus dilakukakn agar legitimasi pemilu ke depan bisa terjaga,” pungkasnya.

(Boip/Bam’s)

 

Emil Bermimpi Jadikan Bandung Sebagai Kota Film

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (Emil) memiliki mimpi untuk menjadikan Bandung sebagai Kota Film. Emil pun mengajak para kreator film untuk menjadikan Kota Bandung sebagai destinasi utama pembuatan film.

” Bandung itu memiliki paket lengkap untuk industri film. Untuk itu, saya imbau para produser dan industri film untuk menjadikan Bandung sebagai top of mind kalau mau shooting,” ujar Emil saat menerima kunjungan pemain film ’13 The Haunted’ di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum Kota Bandung, Sabtu (21/7/2018).

Emil menuturkan, ‎beberapa titik di Kota Bandung bisa menjadi referensi untuk pembuatan dan shooting film. Mulai dari latar kota tua di Jalan Asia Afrika, pegunungan di kawasan utara Bandung, hutan kota, hingga area sekolah zaman dulu.

” Mau tempat romantis banyak, bukit-bukit yang romantis pun banyak, jalan dan bangunan kolonial ada,‎ termasuk daerah yang agak keras pun ada. Jadi lengkap lah, ditambah kotanya menyenangkan,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, ‎pemerintah pun bisa memulai memberikan dukungan untuk menjadikan Bandung sebagai Kota Film. Dukungan tersebut sudah dibuktikannya dengan menjadi cameo di beberapa film yang melakukan syuting di Bandung.

‎” Di film Dilan 1990, saya pun ikut. Termasuk memfasilitasi beberapa perijinan pengambilan gambar. Itu dukungan saya agar Bandung jadi Kota Film serta menjadi top of mind saat syuting,” terangnya.

Selain itu, Emil pun mengimbau warga Bandung untuk terus mendukung film Indonesia karena memberi dampak luar biasa pada industri film tanah air. Dengan demikian, industri film Indonesia pun bisa bersaing dengan negara lain. Atau bahkan “menginvasi’ negara-negara lain.

‎”Dan peningkatan industri film harus dimulai dengan meningkatkan produktivitas. Saya optimis, kualitas dan teknik pembuatan film Indonesia pun akan ikut naik,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Kalahkan Gorgeous, OCBC NISP Boyong Piala Gubernur Jabar 2018

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Tim OCBC NISP Bandung tampil sebagai juara pada Turnamen Baseball ‘Piala Gubernur Jawa Barat 2018’ kategori Open yang digelar di lapangan Baseball SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung sejak 9 Juli lalu. Pada laga final yang digelar Sabtu (21/7/2018), OCBC NISP mengalahkan musuh bebuyutannya, Gorgeous Bandung dengan skor 16-11.

Pelatih OCBC NISP, Dondi Apriliandi mengatakan, laga antara dua klub baseball/softball asal Kota Bandung, Gorgeous dan OCBC NISP, merupakan laga klasik sejak tahun 1990-an‎. Saat atlet dari kedua klub bertandingan lapangan, ada gengsi tersendiri untuk saling mengalahkan.

“Ini terjadi juga pada saya karena anak saya bermain untuk Georgous. Ini yang membuat pertandingan sengit sampai berlangsung 4 jam. Pada turnamen ini, kita sendiri sempat kalah di babak penyisihan, tapi berhasil revans di laga final,” Ujar Dondi saat ditemui usai laga final di lapangan baseball SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu (21/7/2018).

Kekalahan di babak penyisihan, lanjut Dodi, dijadikan ajang evaluasi sekaligus penjajagan bagi atlet kami yang di laga sebelumnya belum bermain. Sehingga pihaknya bisa mengetahui pemain yang paling siap menghadapi Gorgeous di babak final.

“Itu terbukti. Apalagi di laga final ini‎, kedua tim kehilangan pemain andalannya yang dipanggil untuk masuk pelatnas Asian Games 2018. Kami kehilangan satu pitcher utama kami, begitu pun dengan Gorgeous dua pitcher utama mereka,” tuturnya.

Meski demikian, Dondi mengaku jika pemainnya lebih siap menghadapi laga final dan OCBC NISP memiliki cukup banyak pitcher ‎pengganti. Hal ini berbeda dengan Gorgeous yang hanya menyisakan satu orang pitcher pengganti meski biasanya bermain sebagai catcher.

“Pitcher menjadi salah satu keunggulan kami, selain dari strategi rotasi yang kita lakukan. Tak hanya itu, tim OCBC NISP ini kolaborasi antara junior dan senior sehingga dari sisi mental lebih siap. Berbeda dengan Gorgeous ‎yang rata-rata dihuni pemain muda atau young guns,” tegasnya.

‎Laga final Turnamen Baseball ‘Piala Gubernur Jabar 2018’ kategori open‎ antara Gorgeous kontra OCBC NISP berlangsung ketat hingga inning enam. Perolehan skor kedua tim tidak terpaut jauh, meski Gorgeous memimpin hingga inning enam dengan skor 8-6 atas OCBC NISP.

Namun di inning tujuh, OCBC NISP justru tampil onfire dan berhasil mencetak tujuh angka. Sementara Gorgeous gagal menempatkan pemainnya ke home base.

Dominasi OCBC NISP dengan kombinasi pemain junior-senior makin terlihat ‎dengan menambah tiga poin di inning delapan dan sembilan. Sementara itu, Gorgeous hanya menambah tiga angka di inning sembilan sehingga laga pun ditutup dengan kemenangan OCBC NISP dengan skor akhir 16-11.

‎Ketua Perbasasi Jabar, Fachrudin mengaku cukup puas dengan gelaran turnamen baseball yang didukung Dispora Jabar ini. Meski demikian, pihaknya memiliki catatan untuk perbaikan gelaran turnamen yang akan menjadi agenda rutin tahunan Pengprov Perbasasi Jabar.

“Salah satunya dari sisi jadwal kejuaraan. Jangan sampai bentrok dengan agenda kejuaraan lain sehingga atlet bisa mempersiapkan diri lebih baik kedepan. Kita akan jadikan even ini sebagai turnamen tahunan Perbasasi Jabar sebagai ajang pembinaan sekaligus melahirkan atlet baseball potensial,” tegas Fachrudin.

“Yang sudah meraih juara dan berbagai gelar lainnya, jangan takabur dan sombong. Tetap rendah hati dan terus meningkatkan diri lebih baik kedepan. Dan untuk yang kalah, bisa termotivasi untuk lebih baik kedepannya,” pungkas ‎Kepala Dispora Jabar, Yudha M Saputra‎.

Selain kategori open, Turnamen Baseball ‘Piala Gubernur Jabar 2018’ ini pun mempertandingkan Liga U-18 putra dan Liga U-14 putri. Untuk gelar juara di Liga U-18 putra, diraih oleh tim Bali Red Sox. Dan untuk juara Liga U-14 putri diraih tim Bandung Baseball Girls.

Selain juara untuk setiap kategori yang berhak atas piala, piagam, medali dan uang pembinaan, juga diberikan penghargaan perorangan di setiap kategori. Mulai dari penghargaan Best Hitter, Best Slugger, Best Pitcher, Most RBI dan MVP yang masing-masing berhak atas piala dan uang pembinaan.

(ageng/bam’s)

Ditunjuk Jadi Tuan Rumah BK PON XX, Porserosi Jabar Tunggu Surat Resmi

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Jawa Barat dikabarkan ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksana bagi gelaran Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 Cabang Olahraga (Cabor) Sepatu Roda. Hal tersebut muncul pada saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Porserosi tahun 2018 yang digelar di Malang, Jawa Timur.

‎” Ya, kabarnya memang seperti itu. Tapi kita belum mendapatkan penunjukan resmi dari PB (Porserosi) untuk jadi tuan rumah pelaksana BK PON XX,” ujar Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Jabar, Erry Sudradjat saat ditemui di kawasan SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu (21/7/2018).

Erry menuturkan, saat ini, tuan rumah PON XX tahun 2020, Papua sendiri belum memiliki trek sepatu roda. Sementara sebelum pelaksanaan pertandingan di PON XX, harus dilakukan terlebih dahulu babak kualifikasi untuk menyaring atlet yang berhak tampil di multieven olahraga sei-Indonesia tersebut.

‎”Itu permasalahannya dan yang memiliki trek lintasan itu sebagian besar di Pulau Jawa, salah satunya Jabar. Kita sendiri memiliki setidaknya empat tres sepatu roda yakni di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, ‎dan eks venue PON XIX di Saparua, Kota Bandung. Jadi kita siap saja, tapi tetap harus ada surat resmi dari PB,” terangnya.

Dengan ada surat resmi tersebut, lanjut Erry, pihaknya bisa mempersiapkan sarana prasarana dengan lebih baik. Salah satunya dengan menyiapkan sarana pendukung untuk pelaksanaan pertandingan babak kualifikasi tersebut.

“Termasuk dari dukungan dana. Ini kan hajatnya PB Porserosi, kita tidak mau kena getahnya. Harus ada MoU yang jelas dulu terkait penunjukkan tuan rumah babak kualifikasi ini,” tambahnya.

Terkait lokasi pelaksanaan, Erry mengaku jika pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak PB Porserosi. Apakah akan digelar di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor atau Kota Bandung.

‎”Kalau dari sisi kami, lebih baik digelar di Saparua, Kota Bandung karena dari sisi peralatan pendukung sudah cukup siap meski harus ada beberapa perbaikan. Salah satunya dengan timing system yang sudah tertanam di trek sepatu roda sehingga lebih efisien dari sisi biaya. Berbeda jika digelar di venue yang lain, harus dilakukan penyetelan ulang dan dari sisi biaya akan lebih mahal. Masa untuk sekelas pertandingan nasional menggunakan perhitungan waktu dengan sistem manual,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Tiktik Widawati Fokus Perjuangkan Pekerja Seni

0
Tiktik Widawati

GARUT, FOKUSJabar.id : Berbekal pengalaman menjadi pengurus Partai Politik (Parpol) dan sejumlah organisasi di Kabupaten Garut, Tiktik Widawati kembali mencalonkan diri menjadi Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Garut Daerah Pemilihan (Dapil) 1 dari Partai Demokrat (PD) periode 2019-2024.

Warga Perum Cempaka, Blok 3, RT03/12, Desa Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan yang satu ini mengaku, ketertarikannya dalam dunia politik karena ada unsur seni di dalamnya.

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Bakal Tanam 500 Pohon di Hari Bumi Sedunia

Karenanya, Tiktik jika mendapat kepercayaan masyarakat Kecamatan Cilawu, Garut Kota, Karangpawitan, Sucinaraja, Wanaraja, Pangatikan, Sukawening dan Kecamatan Karang Tengah, dirinya bertekad memperjuangkan kepentingan warga. Khususnya, kepentingan atlet dan pekerja seni.

” Saya akan perjuangkan kepentingan atlet dan pekerja seni khususnya,” kata mantan anggota DPRD Garut periode 2009-2014 sekaligus Koordinator Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Garut, Sabtu (21/7/2018).

Selain itu, mantan Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PD Garut juga ingin melanjutkan program semasa dia menjadi wakil rakyat. Di antaranya, meningkatkan keterampilan warga dan kesejahteraan petani.

“ Jika kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat, saya akan fokus dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” pungkas Tiktik Widawati.

(Andian/Bam’s)