spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8033

Lima Inovasi Jabar Ini Berpeluang Raih Budhipura

0
(HUMAS JABAR)

JAKARTA, FOKUSJabar.id : Lima komoditi unggulan berbasis Iptek hasil pengembangan Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Jawa Barat berpeluang meraih penghargaan anugerah Budhipura dari Kementerian Ristekdikti.

Kelima komoditi unggulan tersebut, inovasi percepatan produksi benih kentang, inovasi rekayasa genetik pada ikan mas Marwana (ras Wanayasa), inovasi teknologi dry aging daging sapi pasundan menjadi daging premiun, inovasi tractor pack di lahan berbukit dan inovasi kongflakes: pangan fungsional pengganti terigu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa memaparkan, kelima inovasi tersebut dihadapan tim juri penilaian anugerah Iptek 2018 di kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jumat (27/07/2018).

Untuk saat ini, Jabar masuk lima besar nominator peraih Budhipura bersama lima provinsi lainnya. Penghargaan Budhipura akan diberikan pada saat puncak acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-23 di Riau 10 Agustus 2018 mendatang.

Iwa menungkapkan, sistem inovasi daerah telah diterapkan dan dikembangkan di Jabar pada berbagai sektor sesuai dengan potensi wilayah. Komoditi unggulan difokuskan pada pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi. Antara lain di bidang pertanian, perikanan, peternakan dan permesinan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah produk.

” Kami di Jabar telah menerapkan Iptek berbasis kebutuhan masyarakat sebagai solusi percepatan pembangunan,” kata Iwa.

Penerapan inovasi telah menunjukan hasil. Diantaranya, pada inovasi percepatan produksi benih kentang, mampu memperpendek waktu produksi 16 kali lebih singkat, produktivitas meningkat 9,6 kali lebih tinggi dan harga benih menjadi dua kali lebih murah.

Inovasi teknologi dry aging daging sapi pasundan menjadi daging premiun mampu meningkatkan kualitas dan harga daging sehingga terjadi pergeseran pasar dari pasar tradisional ke hotel, restoran dan cathering. Sedangkan pada inovasi tracktor pack di lahan berbukit, mampu meningkatkan efisiensi dalam pengolahan tanah dan menumbuhkan kembali IKM suku cadang permesinan.

Inovasi kongflakes: pangan fungsional pengganti terigu, meningkatkan nilai tambah komoditi singkong sebesar 70% dan tersedianya makanan alternatif untuk autism serta menumbuhkan IKM baru di Jabar. Untuk inovasi rekayasa genetik pada ikan mas marwana (ras Wanayasa) mampu meningkatkan pertumbuhan sebesar 100% dan tahan terhadap penyakit.

“Pemprov Jabar secara konsisten telah menetapkan kebijakan dan menjalankan program inovasi ini untuk meningkatkan daya saing daerah,” ujar Iwa.

Menurutnya, hasil inovasi tersebut telah berhasil mendayagunakan kemajuan Iptek untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, meningkatkan nilai tambah produk dan menciptakan lapangan kerja baru.

Pemprov Jabar telah meraih penghargaan Budhipura tiga tahun berturut-turut dari tahun 2015 sampai 2017. Untuk tahun 2017 inovasi berbasis Iptek yang telah meraih penghargaan yaitu budidaya ikan patin, lele sangkuriang, kopi java preanger, tanaman indigofera dan budidaya ayam sentul. Iwa optimistis, di Hakteknas 2018 ini Jabar kembali akan mengulang sukses dengan meraih Budhipura keempat kalinya.

” Insya Allah, kita akan kembali raih Budhipura tahun ini,” ucap Iwa.

Budhipura merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemerintah Provinsi sebagai apresiasi atas pengembangan inovasi berbasis Iptek di berbagai bidang.

(Bam’s)

Koperasi di Jabar Terapkan RAT Online

0
(HUMAS JABAR)

KARAWANG, FOKUSJabar.id : Seluruh koperasi di Jawa Barat kini telah menerapkan program Rapat Anggota Tahunan (RAT) Online. Pemanfaatan teknologi informasi pada koperasi ini mampu mengefektifkan RAT dan efisien dari segi anggaran karena dilakukan dengan cara teleconference.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa mengungkapkan, di era millennial koperasi dituntut untuk beradaptasi dengan kecepatan perubahan.

“Koperasi harus memanfaatkan teknologi sehingga mampu sejajar dengan sejumlah e-commerce dan pemanfaatan koperasi kedepan tidak memudar. Bahkan, koperasi kita menjadi yang terbaik,” kata Iwa usai membuka puncak peringatan hari koperasi ke-71 tingkat Jabar di lapangan Karangpawitan Karawang, Jumat (27/7/2018).

Iwa mengatakan, koperasi di Jabar terus berkembang dan mengikuti perubahan jaman seperti telah diterapkannya sistem online di setiap koperasi di Jabar yang saat ini berjumlah 25.468 dengan jumlah anggota sebanyak 9 juta orang. Dari jumlah tersebut telah ditetapkan sebanyak 100 koperasi berskala besar yang beroperasi di 27 Kota/ Kabupaten di Jabar.

Menurut Iwa, peran koperasi sangat besar terhadap perekonomian. Hal itu bahkan telah diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2010 lalu.

“PBB telah mengakui bahwa koperasi telah meningkatkan pertumbuhan, membuka lapangan kerja dan menurunkan tingkat kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dilakukan launching koperasi Makmur Mandiri dari Bekasi yang telah memanfaatkan aplikasi program RAT Online yang kemudian dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (Muri) karena kebaruannya dan terbanyak di Indonesia.

Sistem RAT Online koperasi di Jabar ini kemudian diapresiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI. Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring menuturkan, koperasi di Jabar memiliki kelebihan dibanding di daerah lain.

“Untuk koperasi di Jabar saya lihat ada kelebihan, perkembangan ilmu teknologi bisa diterapkan oleh insan-insan koperasi di Jabar. Koperasinya sudah mulai meningkatkan pemanfaatan teknologi,” ujar Meliadi.

Hal itu menurutnya, memang menjadi sebuah keharusan bahwa bila koperasi ingin maju tidak ada pilihan lain selain harus memanfaatkan teknologi informasi. Meliadi berharap penerapan IT pada koperasi di Jabar dapat menjadi percontohan koperasi lain di Indonesia.

“Ini harus menjadi contoh bagi koperasi di daerah lain bagaimana memanfaatkan teleconference dalam pelaksanaan RAT, bisa dibayangkan bagaimana efisiensi biayanya,” tuturnya.

Pada tahun 2014 jumlah koperasi di Indonesia mencapai 212 ribu lebih unit koperasi. Namun saat ini telah berkurang menjadi 152.714 koperasi, dimana sebanyak 80 ribu koperasi telah melaksanakan RAT dan 72 ribu unit belum melaksanakan RAT. Koperasi yang telah yang telah dibubarkan berjumlah 40013 unit.

“Kami meminta kepada para kepala daerah untuk mendorong koperasi di daerahnya melakukan RAT agar semua koperasi menjadi sehat,” kata Meliadi.

Untuk pengembangan koperasi, lanjut Meliadi, pemerintah pusat terus melakukan pembinaan. Bahkan saat ini sudah ada koperasi yang omsetnya mencapai puluhan triliun rupiah. Ada pula koperasi yang sudah masuk bursa efek dan koperasi yang sudah membeli saham bank pemerintah.

“Kontribusi koperasi terhadap PDB nasional di tahun 2014 berjumlah 1,71%, tahun 2016 meningkat jadi 3,99% dan tahun 2017 meningkat lagi jadi 4,48%,” pungkasnya.

(Bam’s)

Jokowi Lantik 1.456 Pamong Praja Muda Baru

0
(HUMAS JABAR)

SUMEDANG, FOKUSJabar.id : Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Mochamad Iriawan mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi melantik 1.456 Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Daerah Negeri (IPDN) Angkatan XXV Tahun 2018 di Kampus IPDN Jatinangor Sumedang, Jumat (27/7/2018).

Pelantikan ditandai dengan pengalungan penghargaan Kartika Astha Brata kepada lulusan terbaik Program Diploma IV angkatan tahun 2018, Puspita Dewi Pratiwi Fitrah asal Sulawesi Selatan dan Kartika Pradniya Utama kepada lulusan terbaik Program Sarjana angkatan tahun 2018, Adnan Handaru Anpio Tikoto asal Lampung.

Jokowi juga menyematkan lencana Pamong dan tanda pangkat.

Tahun 2018, 1.456 Pamong Praja Muda yang dilantik terdiri dari 992 lulusan putra dan 364 lulusan putri.  Rincian Program D IV sebanyak 1.241 praja dan Program S1 sebanyak 215 praja.

Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa pelantikan bukan semata-mata hanya sebuah kenaikan status, melainkan juga sebuah peneguhan kewajiban dan tanggung jawab para praja. Baginya, pamong praja adalah abdi bangsa yang menjaga Pancasila serta agen yang akan meningkatkan sekaligus mendorong kesejahteraan seluruh rakyat.

” Tangan kalianlah yang akan menjalankan adaptasi dan reformasi. Hati kalianlah yang akan merawat kedekatan dengan rakyat, yang melayani rakyat. Tekad kalianlah yang akan memperkokoh Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” ujar Jokowi.

Jokowi berpesan kepada seluruh praja muda untuk selalu menunjukkan integritas dan loyalitas pada masyarakat, bangsa dan negara. Dia juga inginkan mereka mampu unjuk kecerdasan, kecepatan dan ketangkasan dalam menghadapi permasalahan sosial masyarakat di tengah perubahan-perubahan zaman.

” Teruslah belajar mengikuti perkembangan zaman, jaga integritasmu sebagai pelayan masyarakat, jaga kehormatan mu sebagai abdi negara. Buatlah orangtuamu bangga, buatlah Indonesia maju dan berjaya. Indonesia menunggu darma bakti mu,” pesan Jokowi.

Sementara itu, dikutip dari pers rilis Kemendagri, Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa seluruh Praja Muda yang dilantik adalah putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia. Mereka diwisuda setelah menjalani pendididikan selama 4 tahun dengan sistem Pengajaran, Pelatihan, dan Pengasuhan (Jarlatsuh), dan nantinya akan ditempatkan di daerah penugasannya dengan sistem cross provinsi.

“Para lulusan IPDN adalah aparatur perekat NKRI. Para lulusan IPDN angkatan XXV akan ditempatkan di daerah penugasan dengan sistem cross provinsi, ini sesuai arahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, ” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Kampus IPDN, di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (27/7/18).

“Para lulusan IPDN ini telah menjalani pendidikan dengan penempatan di 8 Kampus IPDN dengan pola kumpul, sebar dan kumpul,” katanya.

Selama menjalani pendidikan di kampus pamong praja, kata Tjahjo, mereka telah dibekali ilmu dan teori kepemerintahan dan pembentukan mental kepribadian. Para praja IPDN yang diwisuda saat ini, juga telah melaksanakan praktek lapangan satu, dua, tiga, dan empat. Mereka juga telah menjalani Program Bhakti Karya Praja dan KKN.

“Para lulusan IPDN juga telah melaksanakan praktek lapangan membangun rumah masyarakat menjadi layak huni dan penataan administrasi pemerintahan desa, kelurahan dan kecamatan,” ujar Tjahjo.

Tidak hanya itu, para lulusan IPDN angkatan XXV, lanjut Tjahjo, juga dibekali dengan materi revolusi mental. Seperti diketahui, kampus IPDN telah ditetapkan sebagai kampus penggerak revolusi mental. Jadi lulusan IPDN tak lain adalah kader penggerak revolusi mental. Tjahjo pun berharap, sebagai kader penggerak revolusi mental, para lulusan IPDN bisa menjabarkan program Nawa Cita dan Trisakti.

” Mereka juga telah bekerjasama dengan TNI dan Polri serta seluruh komponen bangsa untuk membangun bangsa dan negara melalui Ideologi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan penjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Selain itu, selama di IPDN, kata Tjahjo, para praja dibekali dengan materi kebijakan strategis nasional terkini. Pembekalan oleh pimpinan KPK, Kepala BNN, Panglima TNI dan Kapolri. Dan pembekalan mengenai kebijakan strategis daerah oleh gubernur dan bupati atau walikota yang berhasil.

(Bam’s)

Ulang Sukses 2014, Tim Tinju Kota Bandung Incar 3 Emas di Popda XII Jabar

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Tim tinju pelajar Kota Bandung siap me‎ngulang sukses Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XI Jabar tahun 2014 saat meraih tiga medali emas, saru medali perak dan dua medali perunggu di ajang Popda XII Jabar tahun 2018. Tim tinju pelajar Kota Bandung dihuni 10 atlet yang akan bertanding di 10 nomor pertandingan.

Pelatih Tim Tinju Pelajar Kota Bandung, Saulus Lacade menuturkan, ‎dari 10 atlet pelajar yang disiapkan, rata-rata merupakan atlet-atlet baru. Hanya satu atlet saja yang merupakan eks Popda XI Jabar tahun 2014 di Kabupaten Bogor. Yakni, Nadya yang akan bertanding di kelas 54 kg putri.

“Memang cukup berat mempertahankan prestasi Popda XI Jabar dengan raihan tiga emas, satu perak dan tiga perunggu di Popda XII Jabar kali ini. Tapi setidaknya, kita sudah melakukan persiapan untuk mencapai target minimal tersebut,” ujar Saulus saat ditemui di sela-sela latihan di lapangan Atletik Pajajaran, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Jumat (27/7/2018).

‎Saulus menambahkan, pihaknya bersama jajaran pelatih sudah melakukan persiapan maksimal untuk menghadapi Popda XII Jabar tahun 2018. Bahkan para atlet sudah sangat siap untuk berlaga di atas ring tinju Popda XII Jabar yang akan digelar selama lima hari mulai Senin (30/7/2018) hingga Jumat (3/8/2018) di GOR Sasakawa, Jalan Pajajaran Kota Bandung.

“‎Para atlet sudah sangat siap bertanding dan tidak ada lagi keraguan untuk bisa mempertahankan prestasi saat di Kabupaten Bogor tahun 2014 lalu. Persiapan sudah maksimal kita lakukan dan di saat terakhir ini, kita fokus menggenjot speed dan teknis serta simulasi laga di atas ring,” tuturnya.

Saulus mengaku, peta persaingan di cabang olahraga tinju tingkat pelajar di Jabar sendiri sudahg sangat ketat. Bahkan peta kekuatan setiap kota/kabupaten pun dinilai cukup merata.

“Kalau pesaing terkuat, kita tetap mewaspadai musuh kita sejak dulu seperti Kota Bekasi, Kabupten Bogor, dan Kabupaten Majalengka. Tapi kami tetap optimistis bisa meraih minimal tiga medali emas dan sudah memiliki gambarannya dari kelas yang mana,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

23 Atlet Pelajar Dinyatakan Tak Sah, Popda XII Jabar Diikuti 3.038 Atlet

0
(dok FOKUSJabar.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Sebanyak 23 atlet pelajar yang didaftarkan kota/kabupaten dinyatakan tidak sah mengikuti gelaran Pekan Olaharaga Pelajar Daerah (Popda) XII Jawa Barat tahun 2018 yang akan dimulai 29 Juli-3 Agustus di Kota Bandung.

Keputusan tersebut berdasarkan rapat Keabsahan Atlet Popda XII Jabar yang digelar pada Kamis-Minggu (19-22/7/2018) lalu.

Sekretaris PB Popda XII Jabar tahun 2018, Nandang Roekanda menuturkan, ke-23 atlet yang dinyatakan tidak sah berasal dari 10 kota/kabupaten dari total 27 kota/kabupaten dan didaftarkan bertanding di delapan cabang olahraga dari 21 cabang olahraga yang dipertandingkan.

“Rata-rata atlet yang dinyatakan tidak sah itu karena usia yang melebihi ketentuan maksimal. Yakni, kelahiran tahun 2001 serta tidak lengkapnya persyaratan terkait keterangan sekolah,” ujar Nandang saat ditemui di sekretariat Popda XII Jabar tahun 2018, Grha Laga Satria, SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (27/7/2018).

Nandang mengaku, pihaknya sudah memberikan kesempatan kepada setiap kontingen kabupaten/kota untuk mengganti atlet atau melengkapi persyaratan yang kurang. Namun hingga batas akhir pada Minggu (22/7/2018), kontingen kota/kabupaten yang bersangkutan tidak melakukan hal tersebut.

“Kita sudah tunggu hingga batas akhir serta melakukan ‎konfirmasi kepada tim aju kontingen yang bersangkutan. Tapi tidak ada yang menyatakan keberatan maupun mengganti atau melengkapi persyaratan. Bahkan ketidakabsahan atlet yang bersangkutan diakui kedua belah pihak sehingga kita buatkan berita acaranya yang ditandatangani kedua belah pihak,” terang pria yang menjabat sebagai Kepala Seksi ‎Pembibitan Olahraga Prestasi pada Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Jabar.

Selain kasus ketidakabsahan 23 atlet, lanjut Nandang, ‎terdapat juga kasus atlet pelajar yang didaftarkan kontingen kota/kabupaten tidak sesuai dengan nomor pertandingannya. Seperti atlet yang seharusnya bermain di kelas 54 kg, namun didaftarkan di kelas 52 kg.

“Secara ketentuan usia dan persyaratan mereka sudah sah, tapi salah dari pendaftaran online di kelas pertandingan. Hal itu masih bisa ditukar dan selama aturan di cabang olahraga diperbolehkan ditukar maka kita persilakan,” ‎tuturnya.

Sementara terkait ketentuan usia yang dilanggar kontingen kota/kabupaten saat mendaftarkan atlet mereka, diakui Nandang, lebih karena tidak ada sosialisasi yang dilakukan kota/kabupaten kepada pengurus cabang olahraga di daerahnya. Selain itu, kota/kabupaten melakukan pendaftaran dengan tidak memerhatikan berkas ‎persyaratan atlet yang bersangkutan.

“Tidak menutup kemungkinan juga ada kontingen yang masih coba-coba ‎’bermain’ dengan ketentuan batasan usia ini dan berharap tidak terdeteksi tim keabsahan. Kalau pun masih ada yang tidak puas dengan keputusan ini, kita masih beri ruang bagi mereka untuk menyanggahnya melalui mekanisme di Dewan Hakim Popda XII Jabar,” tegasnya.

Pelaksanaan Popda XII Jabar tahun 2018 sendiri akan dimulai pada Minggu (29/7/2018) hingga Jumat (3/8/2018) dengan mempertandingkan 21 cabang olahraga dan diikuti 3038 atlet pelajar yang sudah dinyatakan sah dari 27 kota/kabupaten. Pembukaan Popda XII Jabar tahun 2018 sendiri akan digelar pada Senin (30/7/2018) di stadion SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik Kota Bandung, dan dibuka secara langsung‎ oleh Pj Gubernur Jabar, M Iriawan.

(ageng/bam’s)

Gali Atlet Potensial, Ikasi Jabar Akan Gelar Sirkuit I Anggar Tahun 2018

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Keberhasilan meraih lima medali emas sekaligus menjadi juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Cabang Olahraga (Cabor) Anggar, berupaya dipertahankan Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Jabar ‎di PON XX tahun 2020 di Papua.
Salah satunya dengan memperbanyak kompetisi untuk melahirkan atlet Anggar potensial dan dalam waktu dekat akan menggelar Sirkuit I Anggar tahun 2018.
‎Pada gelaran PON XIX tahun 2016, tim Anggar Jabar berhasil merebut lima medali emas dan menjadi juara umum. Lima medali emas tersebut, disumbangkan dari nomor floret beregu putra, sabel perorangan putra, degen beregu putri, sabel perorangan putri, dan sabel beregu putri.
Wakil Ketua II Pengprov Ikasi Jabar, ‎Iwan Kartiwan menuturkan, gelaran turnamen dalam bentuk sirkuit ini merupakan gelaran di tahun kedua setelah sebelumnya digelar pada tahun 2017. Sirkuit Anggar sendiri bertujuan untuk menggali atlet-atlet anggar potensial dari seluruh kota/kabupaten di Jabar.
“Untuk Sirkuit I Anggar tahun 2018 ini, rencananya akan kita gelar di GOR Tri Lomba Juang mulai tanggal 5 sampai 8 Agustus. Kita akan pertandingkan untuk semua jenis senjata mulai dari kelompok usia kadet, pemula, U-17, U-20 sampai usia senior,” ujar Iwan saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Jumat (27/7/2018).
Iwan menambahkan, pada tahun 2018,pihak Pengprov Ikasi Jabar berencana untuk menggelar sirkuit ini minimal sebanyak dua kali. Dengan demikian, dalam satu tahun, minimal ada empat gelaran kompetisi di cabang olahraga Anggar.
‎”Sirkuit Anggar beserta kejuaraan daerah tersebut, akan menjadi ajang seleksi atlet untuk mempersiapkan kontingen di ajang lebih tinggi seperti kejurnas. Dari kompetisi tersebut, kita akan lakukan perankingan atlet di setiap kelompok usia sehingga saat ada kejurnas pun atlet kita sudah siap,” terangnya.
Iwan menuturkan, ‎pihaknya akan menjadikan sirkuit dan gelaran kejurda menjadi agenda rutin dalam setiap tahun. Dengan semakin banyaknya kompetisi yang diiikuti atlet, secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas maupun pengalaman bertanding atlet.
“Pengalaman bertanding itu sangat dibutuhkan atlet sebagai evaluasi dari hasil latihan yang mereka lakukan dan kita dari pengprov mencoba fasilitasi itu. Dengan semakin banyak kesempatan bertanding, setidaknya kualitas atlet pun akan ikut meningkat. Itu pulalah yang dialami atlet Anggar kita saat dipersiapkan untuk PON XIX dengan menjalani latihan serta uji tanding di Korea Selatan sehingga bisa meraih juara umum,” pungkasnya.
(ageng/bam’s)

Kampung Bright Ikon Mengangkat Potensi Batik

0
kampung
Taman Cipedes Akan Disulap Menjadi Kampung Bright Yang Menjadi Ikon Sentra Batik Tasikmalaya (fokusjabar-Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id (kampung): PT. Pertami‎na MOR III Jawa Barat akan menggarap dan menyulap Taman di Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya menjadi Kampung Bright.

Taman dengan luas sekitar 1.000 m3 tersebut akan dibangun dan disulap menjadi kampung Bright dengan pemandangan yang indah dan cantik yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk mendukung promosi produk industri kerajinan Batik, khususnya di wilayah Cipedes.

Officer CSR Pertamina More III Jawa Barat, Taufik Kurniawan mengatakan, pembentukan bersumber dari program CSR perusahaan untuk membantu masyarakat meningkatkan industri batik di wilayah Cipedes.

”Kampung Bright ini merupakan ruang publik terbuka berupa taman yang dilengkapi berbagi fasilitas yang menarik agar menjadi daya tarik untuk dikunjungi. Diantaranya, tempat berswafoto dan tempat bermain anak. Selain itu, dilakukan juga pemugaran Gapura sesuai dengan warna Bright Gas,” kata Taufik Kurniawan didampingi Sales Eksekutif Elpiji Pertamina Tasikmalaya, Ketua Hiswanamigas serta Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Tasikmalaya, Jumat (27/7/2018).

Menurutnya, Kampung Bright akan menjadi icon di wilayah sentra Batik khas Tasikmalaya. Hal itu untuk mengangkat potensi lokal daerah. Harapannya,  mendatangkan wisatawan.

Pembangunan lanjut dia, merupakan bagian untuk menyadarkan masyarakat menggunakan gas non subsidi.

” Kita mau mengedukasi warga untuk menggunakan gas non subsidi 5,5 kg. Dimana para pengrajin merupakan keluarga mampu. Jadi tidak perlu menggunakan gas bersubsidi. Kelurahan ini menjadi percontohan yang tidak menggunakan gas subsidi karena masuk dalam keluarga mampu dan ini bisa ditiru tempat-tempat lainnya,” tuturnya.

(Seda/Bam’s)