spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8008

‎Jadwal Kick Off Persib Menghadapi Mitra Kukar Dimajukan

0
kamerun fokusjabar.id
foto web
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung akan melakoni pertandingan tandang kompetisi Liga 1 2018 menghadapi Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat (10/8/2018).
Pertandingan pekan ke-20 tersebut di majukan menjadi pukul 15.30 WIB, setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku oprator kompetisi secara resmi mengubah jadwal kick-off.
Perubahan kick off pertandingan tersebut dalam laman Persib, dilakukan atas pertimbangan dan permintaan host broadcaster. Keputusan itu tertuang dalam pemberitahuan resmi PT LIB yang tercantum dalam Circular #13 pada 6 Agustus 2018.
Rombongan tim kebanggaan Bobotoh ini rencanannya akan berangkat menuju Tenggarong pada Rabu (8/8/2018). Sesi latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Selasa (7/8/2018) menjadi persiapan terakhir di Bandung.
(Arif/Bam’s) 

Mang Oded Ajak Warga Makin Sadar Kelola Sampah melalui Bank Sampah

0
Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial (Mang Oded) mengajak warga untuk semakin sadar mengelola sampah dari hulu ke hilir. Dengan demikian, kualitas kebersihan lingkungan Kota Bandung semakin terjaga dan meningkat.

” Terus terang, konsentrasi saya ke depan itu akan mengurusi masalah sampah. Saya akan semakin masif mengajak masyarakat Kota Bandung untuk bersama-sama menjaga kebersihan kota Bandung dari mulai sampah rumah tangga sampai ke TPA,” ujar Mang Oded saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Selasa (7/8/2018).

Oded menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan terus mengembangkan model pengelolaan sampah. Salah satunya dengan menghadirkan bank sampah yang sudah terbukti jitu dalam mendidik warga memperlakukan sampah dengan tertib sejak dari rumah tangga.

Dengan program bank sampah, lanjutnya, masyarakat bisa mendapatkan insentif penghasilan tambahan. Selain itu, masyarakat pun akan semakin terbiasa memilah jenis sampah sejak dari rumah tangganya masing-masing. Jika model pengelolaan sampah dengan bank sampah ini semakin diperluas skalanya, Mang Oded cukup yakin jika separuh beban masalah penanganan sampah di Kota Bandung sudah dapat ditangani.

” Bank sampah ini bisa menjadi pendapatan tambahan bagi warga. Kalau dilihat dari hasil, memang belum seberapa. Tapi semangat untuk berbuat demi lingkungan sekitar lah yang dituju dan banyak warga yang sudah membuktikannya,” terangnya.

Untuk kerjasama pengelolaan sampah di Kota Bandung, Mang Oded mengaku jika Pemkot Bandung telah bekerjasama dengan berbagai instansi yang fokus mengelola sampah. Salah satunya dengan Mother Earth Foundation Filipina dan Pemerintah Kota Kawasaki Jepang.

“Kedepan, kita akan merumuskan regulasi dalam pengelolaan sampah serta berupaya meningkatkan kesejahteraan petugas pengelola sampah. Itu harus kita pikirkan bersama, tentunya dengan Dinas Lingkungan Hidup sebagai leading sektornya, termasuk kerjasama dengan berbagai instansi terkait,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Ratusan Atlet Ambil Bagian Gelaran Sirkuit Anggar I Jabar Tahun 2018

0
(FOOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) terus berupaya melahirkan bibit atlet potensial melalui berbagai program pembinaan. Salah satunya dengan menggelar kompetisi secara rutin. Yakni, gelaran Sirkuit Anggar I Tahun 2018 yang digelar di GOR Tri Lomba Juang, Jalan Pajajaran Kota Bandung, sejak Minggu (5/8/2018) hingga Rabu (8/8/2018) besok.

Ketua Pengprov Ikasi Jabar, Asyanti Rozana Thalib menuturkan, gelaran sirkuit Anggar kali ini merupakan gelaran ketiga yang dilaksanakan sejak tahun 2017. Pihaknya pun menargetkan gelaran sirkuit Anggar bisa dilaksanakan secara rutin tiap tahun secara bergantian di seluruh kota/kabupaten di Jabar.

“Untuk sirkuit Anggar pertama di tahun 2018 ini, diikuti oleh 250 atlet yang berasal dari 15 kota dan kabupaten di Jabar. Mereka akan bertanding di beberapa kelompok usia yakni kelompok usia pra-kadet, kadet, pemula, U-17, U-20 hingga kelompok usia senior,” ujar Asyanti saat ditemui di sela-sela pelaksanaan Sirkuit Anggar I Jabar tahun 2018 di GOR Tri Lomba Juang, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Selasa (7/8/2018).

Dengan banyaknya even kompetisi di cabang olahraga Anggar, Asyanti berharap, munculnya atlet-atlet baru potensial yang akan menjadi penerus sekaligus pelapis para atlet senior. Selain itu, atlet-atlet Anggar di Jabar bisa memiliki jam terbang cukup bagus dalam sebuah kompetisi sebagai bagian dari evaluasi latihan yang telah dilakukan.

“Kita tahu untuk saat ini jumlah kompetisi di cabang olahraga Anggar masih kurang. Sehingga dengan gelaran Sirkuit Anggar Jabar ini, para atlet punya wadah untuk menerapkan hasil latihan yang dilakukan dalam sebuah kompetisi. Selain gelaran sirkuit, kita pun punya beberapa even kompetisi seperti kejurda serta Kejuaraan Anggar ‘Jabar Open’ yang even perdananya digelar di Kabupaten Bogor pada tahun 2017 lalu,” tambahnya.

Pada gelaran kejuaraan Jabar Open tersebut, lanjutnya, atlet anggar Jabar memang belum memperlihatkan prestasi yang memuaskan. Tapi setidaknya, para atlet anggar Jabar sudah memiliki pengalaman bertanding yang cukup banyak. Tidak hanya dengan atlet anggar asal Indonesia, tapi juga luar negeri. Karena gelaran kejuaraan anggar ‘Jabar Open’ tahun lalu diikuti oleh atlet anggar asal luar negeri.

“Di Jabar Open, atlet kita memang tidak meraih juara. Tapi setidaknya para atlet bisa memiliki pengalaman sehingga bisa nanti lahir atlet terbaik yang bisa menjad andalan Jabar di ajang nasional maupun internasional. Salah satunya mempertahankan juara umum di ajang PON,” tuturnya.

Seperti diketahui, tim Anggar Jabar berhasil meraih gelar juara umum pada PON XIX tahun 2016 lalu dengan raihan lima medali emas, dua medali perak, dan tiga perunggu. Lima medali emas tersebut disumbangkan dari nomor floret beregu putra, sabel perorangan putra, degen beregu putri, sabel perorangan putri, dan sabel beregu putri.

Dan untuk Sirkuit Anggar Jabar tahun ini, Pengprov Ikasi Jabar sudah menyiapkan penghargaan dan uang pembinaan tidak hanya bagi atlet tapi juga bagi daerah pembina yang meraih juara umum di setiap kelompok usia. Total uang pembinaan yang disiapkan pun mencapai Rp20 juta lebih.

(ageng/bam’s)

Pemkot Banjar Kampanyekan Pendidikan Sadar Lingkungan Hidup

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Yoyo Suharyono mengatakan, pemerintah terus mengkampanyekan sadar lingkungan kepada masyarakat dari sejak usia dini. Strategi tersebut muncul tidak tanpa dasar. Pasalnya, permasalahan lingkungan hidup selalu menjadi masalah yang terjadi pada setiap daerah.

“Salah satunya dengan mengadakan pameran kesadaran lingkungan hidup. Pameran ini dilaksanakan untuk mengkampenyakan pendidikan sadar lingkungan pada masyarakat dari sejak usia dini,” ungkapnya, Selasa (07/08/2018).

Yoyo mengemukakan pendidikan sadar lingkungan bertujuan untuk menggugah serta memotovasi masyarakat agar bisa memanfaatkan sampah yang tidak terpakai dijadikan sebagai barang yang bernilai. Selain itu, dimulai dari hal sederhana, pemanfaatan sampah terutama yang berbahan plastik perlu adanya satu upaya agar sampah yang tidak dapat terurai dalam tanah ini termanfaatkan bagi kehidupan.

“ Bisa dibuat menjadi tas, tempat duduk serta menjadi bahan-bahan yang bisa dijual dengan nilai ekonomi tinggi,” imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjut Yoyo pada momentum Hari Lingkungan Hidup se-dunia bukan hanya dijadikan sebagai kegiatan saja, tapi harus ada nilai manfaat yang dapat diaplikasikan di kehidupan bermasyarakat.

(Boip/Bam’s)

PMII Kota Banjar Peduli Bencana Gempa Lombok

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Duka bencana gempa yang terjadi di Lombok, NTB mengundang keprihatinan mendalam. Gempa dahsyat 7 skala richter tersebut telah merenggut korban jiwa, bahkan banyak bangunan dan fasilitas lainnya rusak parah dan kini membutuhkan bantuan.

Berangkat dari kerpihatinan tersebut, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar menggalang dana kemanusiaan korban bencana gempa Lombok. Diketahui penggalang dana ini serentak digelar seluruh Indonesia, dan hasilnya akan segera disalurkan pada korban bencana.

Ketua PMII Kota Banjar, Siroj menerengkan bahwa PB PMII mengintruksikan seluruh kepengurusan dari mulai PKC-PC se-nusantara untuk turun aksi galang dana Lombok. Intruksi tersebut direspon pula oleh PC PMII Kota Banjar bahwa bencana alam NTB adalah sebuah kesedihan mendalam.

“ Tentu ini duka mendalam bagi semua masyarakat Indonesia. Tentu sebagai wujud mengobati kesedihan itu kami turun jalan menggalang dana membantu korban bencana gempa Lombok,” kata dia, Selasa (07/08/2017).

Menurut dia, penggalangan dana ini akan dilakukan dalam 2 hari kedepan. Hasilnya nanti di kirim untuk korban bencana melalui posko yang sudah di dirikan oleh PMII.

“Kami berharap bantuan yang terkumpul nanti dari warga Banjar bisa membantu korban bencana luka mereka luka kita semua,” pungkasnya.

(Boip/Bam’s)

Usai Dikukuhkan, Dua Guru Besar FPOK Ini Diarak Naik Kuda Tunggang

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dua guru besar yang baru saja dikukuhkan dari Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI yakni Yudha Munajat Saputra dan Herman Subarjah langsung didapuk untuk menaiki kuda yang sudah disiapkan, Bandung, Selasa (7/8/2018).

‎Seperti diketahui, UPI mengukuhkan sebanyak empat guru besar. Keempat guru besar tersebut berasal dari dua fakultas yakni FPOK dan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS).

Usai prosesi pengukuhan usai, keempat guru besar tersebut langsung disambut civitas akademika dari fakultas masing-masing. Mereka menyambut keempat guru besar dengan nyanyian dan beberapa atribut penyambutan lainnya.

“Minggir dong, minggir dong, minggir dong. Profesor FPOK mau lewat. Bajunya pake toga, profesor olahraga. Minggir dong, minggir dong, minggir dong,” nyanyian para mahasiswa FPOK menyambut dua guru besar terbaru mereka sessat keluar dari gedung Achmad Sanusi Kampus UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Selasa (7/8/2018).

Bahkan para mahasiswa FPOK pun sudah menyiapkan dua ekor kuda tunggang untuk membawa dua guru besar ke kampus FPOK UPI. Kedua guru besar pun langsung naik ke punggung kuda untuk menuju ke Kampud FPOK UPI diiringi para mahasiswa yang tak henti-henti menyanyikan nyanyian penyambutan.

Sementara dua guru besar asal FPIPS, disambut dengan alunan angklung oleh para mahasiswa FPIPS yang sudah menunggu sejak proses pengukuhan besar dilaksanakan. Kedua guru besar FPIPS, Didin Sarifudin dan Abas Asyafah berjalan kaki menuju kampus FPIPS yang hanya terhalang satu gedung dari lokasi pengukuha.

Keempat guru besar tersebut pun, disambut kembali oleh upacara penyambutan di masing-masing fakultas.

‎(ageng)

Tambah Guru Besar, UPI Incar Visi Leading and Outstanding University 2020

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSaJabar.co.id : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus meningkatkan kualitas untuk mengejar visi sebagai Leading and Outstanding University di tahun 2020. Salah satunya dengan meningkatkan jumlah guru besar minimal 10 persen dari jumlah dosen di UPI atau sekitar 130 orang guru besar.

Kepala Biro Kepegawaian UPI, Sahroni‎ menuturkan, saat ini UPI memiliki sebanyak 110 orang guru besar di delapan fakultas dan dua sekolah. Jumlah tersebut, termasuk empat orang yang dikukuhkan sebagai guru besar pada Selasa (7/8/2018) ini serta empat orang yang akan dikukuhkan pada Rabu (8/8/2018) besok.

“Selain delapan dosen yang dikukuhkan sebagai guru besar pada hari ini dan besok, kita masih menunggu waktu pengukuhan bagi tujuh orang dosen lain yang sudah menerima SK. Delapan dosen yang dikukuhkan sebagai guru besar pada hari ini dan besok, merupakan pengajuan di tahun 2016 dan 2017,” ujar Sahroni saat ditemui di sela-sela Pengukuhan Guru Besar di lingkungan UPI di Gedung Achmad Sanusi Kampus UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Selasa (7/8/2018).

Selain itu, lanjutnya, UPI sendiri sedang melakukan proses pengajuan Guru Besar bagi sekitar 10 orang dosen.

“Kita masih menunggu penilaian bagi 10 dosen ini, apakah mereka disetujui sebagai guru besar atau tidak,” tambahnya.

Dari total 110 guru besar yang saat ini dimiliki UPI, lanjutnya, paling banyak berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS). Sedangkan jumlah guru besar ‎paling rendah di Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD).

(ageng)