spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8000

Obor Asian Games Menginap Semalam di Gedung Sate

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Obor Asian Games XVIII 2018 sudah tiba di Kabupaten Purwakarta, Jumat (10/8/2018) kemarin. Setelah dari Purwakarta, Sabtu (11/8/2018) Obor Asian Games akan dibawa ke Kota Bandung dan diinapkan di Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, sampai Minggu (12/8/2018).

Penjabat Gubernur Jabar, M. Iriawan mengatakan, kedatangan Api Obor Asian Games akan disambut dengan meriah.

“ Kita sudah siapkan, lihat besok saja. Obor di sini gak ke mana-mana lagi,” ujar Iwan di Gedung Sate, Kota Bandung.

Iriawan juga akan ikut secara langsung mengarak pawai obor dengan target jarak tempuh kurang lebih 500 meter menuju Gedung Sate.

“ Kalau tidak ada aral merintang, kita akan lakukan di sini dan saya akan membawa obor itu dari (jarak) 500 meter cukup. Yang jelas saya akan mengawal obor itu memasuki wilayah kita dan keluar dari wilayah kita,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar Yudha M Saputra menuturkan, di Kota Bandung Obor Asian Games akan disambut dengan berbagai atraksi kesenian dan beberapa komunitas.

”Saat diarak keliling Kota Bandung, sejumlah atraksi kesenian, komunitas dan warga akan mengiringi selama perjalanan. Lalu di Gedung Sate, obor akan diserahkan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil kepada Pj Gubernur Jabar, M Iriawan untuk diinapkan,” tambahnya.

‎Setelah satu malam diinapkan di Gedung Sate, ucapnya, obor Asian Games kembali melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Garut. Di Kota Dodol itu, akan menjalani prosesi serupa dan diarak keliling kota sejauh 10 kilometer.

(Ibenk/Bam’s)

Lima Atlet asal Jabar Tampil di Asian Games XVIII, Ikasi Minta Doanya dari Warga

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Sebanyak lima atlet Anggar asal Jawa Barat akan membela Indonesia pada ajang Asian Games XVIII tahun 2018.

Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Jawa Barat berharap dukungan dan doa masyarakat. Dengan begitu, para atlet bisa mempersembahkan medali bagi Indonesia.

Ketua Umum Pengprov Ikasi Jabar, Asyanti Rozana Thalib menuturkan, lima atlet anggar Jabar tersebut menjadi bagian timnas Anggar Indonesia untuk Asian Games XVIII/2018 yang berjumlah 22 atlet. Kelima atlet tersebut, Derry Renanda Putra Siahaan di nomor degen putra, Dennis Ariadinata Satriana (floret putra), Muhamad Nizar (sabel putra), Ihsan Solihin (floret putra) dan Leoda Winona di nomor floret putri.

“Kami cukup bangga dengan lima orang atlet Jabar yang akan berlaga di Asian Games XVIII tahun 2018 mendatang sekaligus menjadi salah satu daerah penyumbang atlet terbanyak di timnas Anggar. Kita mohon dukungan dari masyarakat sehingga atlet kita bisa meraih medali di ajang Asian Games XVIII,” ujar Asyanti saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung.

Asyanti menambahkan, dari kelima atlet tersebut, beberapa diantaranya berhasil meraih medali pada saat Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016 lalu bagi Jabar. Diantaranya Derry Renanda Putra Siahaan yang meraih medali perak di nomor degen beregu putra dan Dennis Ariadinata Satriana yang meraih medali perunggu di nomor floret perorangan putra serta medali emas di nomor floret beregu putra.

“Kami pun berharap, atlet-atlet kami bisa menyumbangkan medali bagi Indonesia pada ajang Asian Games XVIII yang akan dibuka 18 Agustus mendatang. Mereka telah berhasil melewati proses seleksi yang ketat, minimal bisa menembus jajaran lima besar,” terangnya.

Pertandingan cabang olahraga Anggar pada Asian Games XVIII tahun 2018 sendiri akan digelar di arena Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta mulai Minggu (19/8/2018) sampai Jumat (24/8/2018) mendatang. Asyanti berharap, masyarakat bisa memberikan dukungan langsung bagi para atlet saat berlaga.

“Ikasi Jabar akan menyediakan transportasi, akomodasi, hingga tiket nonton gratis bagi mereka yang ingin mendukung langsung aksi atlet anggar Jabar di Asian Games XVIII. Kami dari Ikasi Jabar akan mengoordinasi mereka yang mau mendukung langsung ke Jakarta,” tegas anggota Komisi V DPRD Jabar tersebut.

Memfasilitasi masyarakat yang ingin memberikan dukungan langsung kepada para atlet anggar saat berlaga, lanjut Asyanti, menjadi salah satu bentuk dukungan bagi perjuangan atlet di ajang multieven olahraga terakbar se-Asia ini. Menonton dan memberikan semangat langsung kepada atlet Indonesia di ajang Asian Games pun menjadi kesempatan langka yang belum tentu akan bisa diulang dalam 50 tahun ke depan.

“Semoga saja dengan banyaknya masyarakat yang memberikan dukungan langsung, mereka bisa tampil lebih bersemangat, lebih termotivasi dan akhirnya bisa meraih medali,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Luncurkan BSC, Pemkot Bandung Gandeng Delapan Bank

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Senin (13/8/2018), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan meluncurkan Bandung Smart Card (BSC) sebagai alat pembayaran non-tunai yang dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi.

Untuk BSC sendiri, Pemkot Bandung bekerjasama dengan delapan bank. Yakni, bjb, Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, BCA, Bank Woori Saudara, dan Bank Mega.

” Fungsi BSC sendiri sama seperti kartu uang elektronik. Kelebihannya, kartu ini telah terintegrasi dengan delapan bank yang sudah kerjasama dengan Pemkot Bandung sehingga dapat digunakan di merchant-merchant yang bekerja sama dengan delapan bank tersebut. BSC ini bisa digunakan di mesin parkir, bike sharing, Trans Metro Bandung, dan juga e-toll,” ujar Kepala Bidang Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Srie Dhiandini saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung.

Srie menambahkan, kartu BSC bisa digunakan siapa saja, baik warga Bandung maupun pendatang. Untuk bisa mendapatkan kartu BSC, masyarakat dapat mengunjungi bank terdekat atau melalui minimarket dengan membeli seharga Rp20 ribu hingga Rp25 ribu dan tidak perlu membuat akun bank terlebih dahulu.

“Secepatnya, kita akan distribusikan kartu ini sedekat mungkin dengan masyarakat,” tambahnya.

Kepala Tim Pengawasan Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusi Bank Indonesia, Hermawan Novianto menuturkan, kartu ini merupakan bentuk dukungan Pemkot Bandung dalam mendukung Gerakan Nasional Non Tunai. Dengan adanya kartu BSC ini, diharapkan warga mulai beralih dari transaksi tunai ke non tunai.

“Transaksi non tunai ini relatif lebih aman. Masyarakat tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar ke mana-mana. Cukup dengan satu kartu ini saja,” ujar Hermawan.

Untuk mengisi kartu dengan nominal uang, warga dapat melakukan top-up melalui ATM. Besaran top-up mulai Rp25 ribu sampai Rp1 juta dan dalam satu kartu maksimal nominal adalah Rp2 juta.

“Kita batasi sampai Rp2 juta untuk perlindungan konsumen,” tambahnya.

Senior Manager Transaction Banking Divisi Transaction and International Banking Bank BJB, Iwa Kustiwa mengatakan, untuk pengguna Bank BJB, BSC bisa berfungsi juga sebagai kartu debit. Pihaknya pun ,menerbitkan dua jenis kartu. Yang pertama, berfungsi sebagai kartu uang elektronik yang tidak perlu meregistrasi atau pembuatan akun. Sementara satu lagi merupakan kartu

(ageng/bam’s)

Api Obor Asian Games 2018 Singgah di Gedung Sate

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSjabar.co.id: Obor Asian Games 2018 tiba di Gedung Sate pukul 11.00 wib usai diarak berkeliling Kota Bandung, Sabtu (11/08/2018). Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan menerima estafet obor dari para atlet nasional yang secara bergantian membawanya mulai dari gerbang tol Pasteur. Torch relay atau kirab api obor Asian Games sebelum tiba di Kota Bandung lebih dulu menyambangi Purwakarta.

Kirab obor Asian Games 2018 akan diteruskan ke Kabupaten Garut esok harinya dan sepanjang hari hingga malam ini mini kalderon api Asian Games disimpan di halaman depan Gedung Sate dengan dijaga oleh Paskibraka.

Pj Gubernur Iriawan mengaku terhormat mendapat kesempatan membawa obor Asian Games sejauh 100 meter dan disimpan di tempat bersejarah Gedung Sate.

“Ini kehormatan dan kebanggaan bagi kita api Asian Games ini singgah di Gedung Sate. Ini bersejarah dimana Asian Games sudah 56 tahun baru ada lagi di Indonesia,” ujarnya.

Beberapa atlet nasional yang membawa obor Asian Games di Kota Bandung diantaranya Ricky Subagja, Taufik Hidayat, Djajang Nurdjaman, Ade Rai, Alexander Pulalo dan sejumlah atlet lainnya. Setelah singgah di Kota Bandung, obor Asian Games akan kembali diarak menuju Garut, Cianjur, Bogor dan berakhir di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

Ada lima Cabang Olahraga yang akan dipertandingkan di wilayah Jabar yaitu sepakbola, paragliding, kano slalom, road bycicle racing dan mountain bike cycling. Meskipun hanya lima Cabor, namun Iriawan meminta agar selama pelaksanaan dilakukan secara maksimal.

“Jabar meskipun Cabornya hanya lima tapi persiapan maksimal baik venues maupun kemanan harus kita siapkan jadi jangan sampai mencoreng nama baik Indonesia,” pintanya.

Iriawan pun menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara Cabor sepakbola dimana kontingen dari Laos dan Hongkong mengaku sangat puas dan memuji atas sambutan, keramahan dan kenyamanan saat mereka bertanding di Stadion Patriot Kota Bekasi kemarin.

“Kemarin membanggakan dalam Cabor selakbola dari Laos dan Hongkong mengapresiasi penerimaan panitia di Bekasi, luar biasa ini berkat kerja keras panitia,” tuturnya.

Iriawan berharap seluruh masyarakat mendukung dan mendoakan agar selama penyelenggaran Asian Games 2018 berjalan sukses, aman dan Indonesia mampu meriah prestasi tertinggi dengan menjadi juara umum.

“Mari sambut dan doakan semoga penyelenggaraan Asian Games lancar sukses aman dan tentunya harapan kita mudah-mudahan Indonesia meraih juara umum,” harapnya. (dar)

Persib Gagal Amankan Poin di Tenggarong 

0

TENGGARONG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung gagal mengamankan poin tandang, setelah takluk dengan skor tipis 1-0 dari Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Tenenggarong, Jumat (10/8/2018).

Pada pertandingan tersebut, skuad Maung Bandung mencoba membangun serangan lebih dahulu untuk mencetak gol melalui duet striker Jonathan Bauman dan Patrich Wanggai.

Namun, peluang yang didapat belum bisa dimaksimalkan menjadi gol.

Tim tuan rumah yang mendapatkan dukungan langsung dari supporternya tak ingin kalah, mereka juga beberapa kali mampu menciptakan peluang. Namun, hingga turun minum tidak ada gol yang tercipta bagi kedua kesebelasan.

Memasuki babak kedua, Persib tidak melakukan perubahan komposisi pemain. Meski begitu, tim kebanggaan Bobotoh ini masih bisa membangun serangan dan menciptakan peluang.

Beberapa kali Jonathan Bauman mampu menembus pertahanan Mitra Kukar, bahkan pada menit 73 sepakan pemain asal Argentina ini hanya membentur mistar gawang tim Naga Mekes.

Pada menit 80, Gomez melakukan perubahan komposisi pemain dengan memasukan Wildan Ramdani menggantikan Agung Mulyadi. Tujuh menit berselang, Mitra Kukar mampu mengungguli Maung Bandung 1-0 melalui Bayu Pradana.

Persib mencoba mengejar ketertinggalannya, namun hingga pertandingan berakhir skor 1-0 untuk kemenangan Mitra Kukar tetap bertahan.

(Arif/LIN)

Literasi Gizi : Belajar dari Polemik Susu Kental Manis

0

DEPOK, FOKUSJabar.id: Menjawab berbagai informasi simpang siur terkait susu kental manis, Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI menggelar seminar bertajuk ‘Literasi Gizi : Belajar dari Polemik Kasus Susu Kental Manis’ pada Jumat (10/8) di Kampus UI Depok, Jumat (10/8/2018).

Data BPS tahun 2017 menyatakan bahwa konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 16,5 liter per kapita per tahun atau kecil dibandingkan dengan beberapa negara Asean.

Data USDA Foreign Agricultural Service 2016 (PDF) untuk Malaysia (50,9 liter), Thailand (33,7 liter), dan Filipina (22,1 liter).

Produksi susu segar di Indonesia baru mencapai 920.093,41 ton pada 2017 atau hanya naik 0,81 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 912.735,01 ton.

“Dari angka itu, dapat dilihat bahwa budaya minum susu di Indonesia masih rendah. Dari angka tersebut, susu kental manis menjadi jenis yang paling banyak dibeli masyarakat Indonesia,” kata Guru Besar IPB Prof Ahmad Sulaeman.

Dia menyatakan bahwa susu kental manis terbuat dari susu segar, kemudian ada kandungan lain seperti susu skim, susu skim powder, gula, lalu ada susu bubuk whey, buttermilk powder, serta palm oil.

“Susu kental manis adalah produk susu berbentuk cairan kental yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu.

Atau, merupakan hasil rekonstitusi susu bubuk dengan penambahan gula, dengan atau tanpa penambahan bahan lain. Gula yang ditambahkan digunakan untuk mencegah kerusakan produk, kemudian dipasteurisasi dan dikemas secara kedap (hermetis), ” jelas Ahmad.

Pakar gizi Ahmad Syafiq mengatakan bahwa susu kental manis mengandung energi yang diperlukan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, termasuk anak-anak.

Bahkan, kata dia, susu kental manis tidak masalah dikonsumsi secara proporsional. Dengan kata lain, jangan berlebihan.

“Kandungan lemak dan gula dalam susu kental manis sudah diatur dalam Perka BPOM 21/2016 tentang Kategori Pangan dan Standar Nasional Indonesia Nomor 2971: 2011 tentang susu kental manis,” kata Syafiq.

Dalam aturan tersebut, kata dia, disebutkan bahwa kombinasi gula dan lemak pada produk itu adalah 51-56 persen dengan kandungan gula 43-48 persen.

Susu kental manis sebagai minuman harus dicampur dengan air, sehingga setelah dilarutkan sesuai saran penyajian, kandungan susu kental manis memiliki kadar lemak susu tidak kurang dari 3,5 gr, total padatan susu bukan lemak tidak kurang dari 7,8 gr, dan kadar protein tidak kurang dari 3 gr.

Menurut dia, semua jenis makanan saling melengkapi. Artinya tidak ada makanan atau minuman tunggal yang mampu mememuhi kebutuhan gizi seseorang.

“Siapa saja boleh mengonsumsi susu kental manis dalam jumlah tidak berlebihan. Namun perlu diingat, susu kental manis tidak cocok untuk bayi (0 – 12 bulan) dan bukan untuk menggantikan ASI. Susu kental manis boleh disajikan sebagai minuman, tetapi tentu untuk balita harus disesuaikan penyajiannya dan bukan sebagai asupan tunggal, ” jelas Syafiq.

Survei Diet Total yang digelar Kemenkes tahun 2015 menunjukkan data bahwa masyarakat Indonesia masih kekurangan pasokan energi.

Itu belum termasuk kekurangan asupan gizi lainnya, sehingga konsumsi gula secara wajar tidak menjadi persoalan karena unsur makanan ini adalah sumber energi.

Kondisi tubuh yang kekurangan energi justru berbahaya bagi tumbuh kembang anak. Sebab, tubuh secara otomatis akan memenuhi kebutuhan energinya dengan mengambil protein dan lemak pada tubuh.

Survei Diet Total tahun 2014 pun menemukan bahwa pada anak balita di Indonesia rata-rata konsumsi susu kental manis tergolong rendah, yaitu hanya 9,4 gram per hari dan hanya memberikan kontribusi konsumsi gula yang juga rendah yaitu hanya 5 gram per hari.

Angka itu masih jauh di bawah anjuran WHO mengenai konsumsi gula tambahan yang dibolehkan yaitu 50 gram per hari.

Anggota Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ahli Gizi (PERSAGI) Dr. Marudut Sitompul MPS menjelaskan, susu kental manis memiliki dua karakteristik dasar, yaitu kadar lemak susu tidak kurang dari 8 persen serta kadar protein tidak kurang dari 6,5 persen (plain).

Namun, sejumlah data tidak resmi yang beredar menyebutkan bahwa kandungan gula dan lemak di susu kental manis lebih dari 70 persen dimana kandungan gula melampaui 60 persen.

“Data ini memunculkan persepsi yang salah mengenai susu kental manis, sehingga berpotensi menimbulkan polemik,” kata dia.

Menyikapi polemik terkait susu kental manis, semua pakar gizi ini sepakat bahwa baik pemerintah maupun masyarakat harus terus meningkatkan upaya peningkatan literasi gizi serta terus melaksanakan upaya menyusun kebijakan berbasis evidens.

Dalam seminar ini selain menyampaikan fakta bahwa susu kental manis adalah susu, diperlukan juga adanya komunikasi, informasi, edukasi, dan advokasi (KIEA) gizi agar tidak ada pengambilan keputusan dan pilihan keliru baik oleh masyarakat maupun pemerintah.

(LIN)

Pemprov Jabar Latih Pelaku Usaha Kecil Agar Mampu Bersaing di Era Digital

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menggelar Cooperatif Fair ke-15 di Halaman Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Bandung, 10-12 Agustus 2018.

Penjabat Gubernur Jabar, M. Iriawan mengatakan, gelaran tahunan ini merupakan cara Pemprov Jabar untuk mendidik pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi agar bisa menyesuaikan dengan era digital.

“Saya sudah sampaikan sekarang ini eranya sudah digital. Nah konsep pelaku UMKM ini harus menyesuaikan ke era yang sama ini,” kata Iriawan seusai membuka acara Cooperatif Fair di halaman Gedung Sate.

Menurutnya, sekarang adalah era ketika dimana jual beli dilakukan tanpa mempertemukan penjual dan pembelinya karena sudah bisa secara online.

“UMKM harus menyesuaikan, memanfaatkan era digital ini. Maka Pemprov Jabar harus melatihnya. Tadi ada pelatihnya menjelaskan kalau penjualan online bisa lebih murah dan menguntungkan,” kata Iriawan.

Dia juga menjelaskan, Cooperatif Fair bertajuk “Digitalisasi dan Modernisasi UMKM” ini diikuti oleh 27 kabupaten/ kota se-Jawa Barat dan 33 provinsi se-Indonesia merupakan wadah bagi para UMKM dan Koperasi untuk memasarkan produknya.

(Ibenk/Bam’s)