spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7976

Pj Gubernur Solat Idul Adha bersama Presiden di Bogor PP

0

BOGOR,FOKSJabar.id: Pj Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam pelaksanaan Solat Idul adha 1439/ 2018, di Lapangan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (22/08/2018).

Iriawan mengungkapkan rasa bahagia dan bangga yang tak terkira. Bahwa dua tahun berturut- turut Presiden RI berkenan Solat Iduladha di Wilayah Jawa Barat.

“Tahun 2017 lalu, Pak Presiden Solat Iduladha di Kota Sukabumi. Hal ini tentunya mempererat keakraban masyarakat Jawa Barat dengan pak Presiden,” ungkap Iriawan.

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

Hal tersebut, sambung Iriawan, seiring dengan perhatian khusus untuk Jawa Barat mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, yang berujung pada majunya perekonomian.

Usai Shalat Iduladha yang dipimpin Kiai Haji Zainal Abidin sebagai imam, dan Kiai Haji Muhammad Suhendra sebagai khatib, Presiden Jokowi menyerahkan hewan kurban berupa sapi kepada Dewan Kemakmuran Masjid Baitul Faizin Cibinong secara simbolis.

Pakuan Gelar Sembelih Hewan Kurban

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan, melakukan pemotongan hewan kurban, di Rumah Dinas Gubernur, Gedung Negara Pakuan Bandung, Rabu (22/08/2018).

“Saya ikut nyembelih, melihat, dan membagikan,” kata Iriawan.

Nantinya, daging sapi dan kambing yang disembelih dengan tangannya sendiri itu, akan dibagikan ke warga sekitar, dan juga para karyawan Gedung Pakuan.

“Dagingnya nanti diberikan ke masyarakat sekitar sama karyawan di sini,” katanya.

Pada Iduladha 1439/ 2018 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengkoordinir penyaluran hewan kurban dari Aparat Sipil Negara (ASN). Tercatat ada 1.392 ekor hewan kurban terdiri dari 374 ekor sapi dan 1.018 ekor domba.

Adapun sejumlah hewan kurban yang disembelih, di rumah dinas Gubernur, diantaranya 3 ekor sapi, dan dua ekor kambing.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa, yang hadir pada acara pemotongan hewan kurban di Gedung Pakuan bersama Pj Gubernur, mengatakan hewan kurban yang dikoordinir oleh Pemprov Jabar rencananya akan disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan.

Adapun, sebut Iwa, wilayah yang paling banyak membutuhkan ada di Jawa Barat bagian Selatan.

“Daerah-daerah yang membutuhkan contohnya Jabar Selatan bisa di Garut Selatan, Cianjur Selatan atau Tasik Selatan. Kelihatannya jauh lebih manfaat,” tuturnya.

(HUMAS JABAR)

Hari Raya Kurban, Tumbuhkan Rasa Kesalehan Sosial Antar Sesama

0
Jpeg

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ribuan kaum muslim se-KotaTasikmalaya tumpah ruah memenuhi pelataran Masjid Agung Tasikmalaya bahkan sampai  jalanan untuk melaksanakan sholat Idul Adha 1439 H  Rabu (22/08/18) ini.

Sholat Ied idul adha sendiri dihadiri Walikota Tasikmalaya Budi Budiman, Wakil Walikota Muhammad Yusuf, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Agus Wahyudin serta para pejabat di lingkungan Pemkot Tasikmalaya.

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

Dalam Kesempatan itu Walikota Budi Budiman mengatakan, pelaksanaan ritual hari raya Idul Adha mengandung makna yang sangat mendalam bagi umat islam yang bertaqwa.

”Idul Adha atau hari raya Kurban mengandung nilai filosofis bagi umat islam dari peristiwa yang dialami Nabi Ibrahim yang dengan kesediaannya siap mengorbankan putra kesayangannya Ismail AS demi melaksanakan perintah Allah SWT,”ungkap Walikota.

Tambahnya, peristiwa ruh yang dialami Nabi Ibrahim dapat mengingatkan kita bahwa sesuatu yang dikorbankan tidak berbentuk fisik manusia, namun disini memiliki makna yakni merefleksikan diri kita suntuk membuang sifat-sifat kebinatangan, dengki, rakus, ambisi, menindas serta melanggar norma-norma agama”inilah yang harus kita buang jauh-jauh sebagai makna hari raya Kurban dengan harapan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,”jelas Budi.

”Sekarang ini kita harus berani berkorban demi kepentingan yang lebih besar untuk bangsa dan umat demi terbangunnya kebersamaan ukhuwah islamiyah,”tuturnya.

(Seda)

Pemerintah Belum Mampu Turunkan Angka Kemiskinan Sesuai Target

0
Jpeg
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Empat tahun pemerintahan era Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dianggap belum mampu menurunkan angka kemiskinan di Indonesia secara signifikan.

2014 lalu, angka kemiskinan nasional sekitar 11,3 persen dan pemerintahan Jokowi hanya mampu menurunkan 1,5 persen ke 9,8 persen hingga pertengahan 2018.

Demikian disampaikan anggota dewa  pertimbangan Preside  RI Suharso Monoarfa saat menghadiri launching Outreach Therapeutical Infant Foof Agency (OTIFA) di Ballroom Hotel Santika, Jalan Yudanegara, Kota Tasikmalaya, Selasa (21/8/2018).

Kendati begitu, pihaknya mengapresiasi kinerja pemerintah yang mampu menurunkan angka kemiskinan satu digit (9,8 persen).

“Angka ini baru pertama kalinya menyentuh satu digit sejak indonesia merdeka,” kata Suharso kepada Wartawan.

Dia menjelaskan, target penurunan angka kemiskinan secara nasional dari tahun 2014 seharusnya 7,5 persen, namun sampai saat ini pemerintah nasional hanya mampu menurunkan kemiskinan 9,8 persen.

“Sekarang sisa waktu tinggal satu tahun lagi, dan kita tidak mungkin bisa mencapai target angka 7,5 persen itu,” jelas dia.

Namun, pihaknya optimistis pemerintah akan terus berusaha agar tingkat kemiskinan nasional terus menurun. Terlebih kemiskinan adalah bagian dari tanggung jawab  dan usaha bersama untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

(Seda/LIN)

Harus Ada Penghormatan Istimewa bagi ASN Gugur Saat Tugas

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Penjabat Gubernur Jawa Barat (Jabar) M. Iriawan (Iwan) menginginkan adanya penghormatan yang istimewa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meninggal saat bertugas.

Demikian diungkapkan Gubernur Jabar terpilih Ridwan Kamil (Emil) seusai menggelar rapat koordinasi bersama para kepala dinas Pemprov Jabar kemarin.

“Seperti program Pak Iriawan yang dititipkan kepada kami, yaitu memberi penghargaan istimewa jika ada ASN yang meninggal saat bertugas. Jadi tidak hanya dimakamkan begitu saja,” ungkapnya.

Emil menjelaskan, penghargaan bagi ASN yang meninggal dunia saat menjalankan tugas negara akan diupacarakan mirip dengan upacara pemakaman anggota Kepolisian yang meninggal dunia.

“Ada penghargaan lebih seperti Polri. Banyak sekali gagasan selama dua bulan lebih ini, saya apresisasi kepada Pak Iriawan,” ucap Emil.

Sementara itu, Pj Gubernur Jabar M Iriawan mengungkapkan, semua yang sudah dia kerjakan selama menjadi Pj dan program yang sedang disusunnya untuk pembangunan di Jabar disampaikan kepada Emil untuk disinkronkan dengan program Jabar Juara.

“Pembangunan infrastruktur yang Nasional maupun provinsi semuanya saya sampaikan dan nanti disinkronkan dengan program dari Gubernur terpilih. Yang jelas semua untuk Jabar juara,” jelas Iriawan.

(Ibenk/LIN)

Curi Sepeda Motor, Dua Residivis Diciduk

0

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Satuan Reserse Kriminal Polres Ciamis amankan dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) berinisial M (23) dan H (21).

Kedua warga Kampung Ciburial, Desa Mandalajaya, Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya itu diciduk setelah mencuri sepeda motor bernopol Z 4720 UJ milik seorang warga Dusun Karangpaci, Desa Kertayasa, Cijulang, Kabupaten Pangandaran.

“Keduanya diciduk setelah kami mendapat laporan dari pemilik sepeda motor bahwa kendaraannya dicuri di rumah,” kata Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso di Mapolres Ciamis, Selasa (21/8/2018).

Saat ini kedua pelaku mendekam di tahanan Polres Ciamis untuk mempertanggungjawabkan perbuatam mereka.

Keduanya dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan 7 tahun.

“Kedua pelaku ini residivis spesialis ranmor,” kata Bismo.

(Husen Maharaja/LIN) 

LSI: Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno Naik di Kalangan Perempuan

0
Prabowo-Sandiaga

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terbaru menunjukkan, elektabilitas pasangan capres dan cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin masih unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin berada di angka 52,2 persen.

Namun pada segmen pemilih perempuan, elektabilitas Prabowo meningkat menjadi 30 persen dari sebelumnya 25,2 persen. Sementara, pada segmen pemilih muda meningkat menjadi 39,5 persen, dari sebelumnya 34,2 persen. Sedangkan, pada pemilih kaum terpelajar meningkat menjadi 44,5 persen dari sebelumnya 37,4 persen.

“Selisih elektabilitas kedua pasangan cukup telak mencapai dua digit,” kata Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, di Jakarta, Selasa (21/8).

Adjie mengatakan, pascapendaftaran resmi pasangan calon, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf kini sudah mencapai the magic number 52,2 persen atau hampir menyamai perolehan suara Jokowi pada Pilpres 2014, yaitu 53,15 persen. Sementara, elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi sebesar 29,5 persen.

“Selisih kedua pasangan calon masih dua digit, yaitu sebesar 22,7 persen. Sedangkan, responden yang belum menentukan pilihan sebesar 18,3 persen,” tuturnya.

Survei LSI Denny JA dilakukan pada 12-19 Agustus 2018 melalui face to face interview (wawancara tatap muka) menggunakan kuesioner. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error sebesar plus-minus 2,9 persen. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di Indonesia.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengatakan, penetapan Sandiaga Uno sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) ikut meningkatkan elektabilitas Prabowo Subianto. Survei terbaru LSI menunjukkan dukungan terhadap Prabowo meningkat di segmen pemilih perempuan, pemula, dan kelompok terpelajar.

Peneliti LSI Adji Alfaraby menjelaskan, masuknya Ma’ruf sebagai bakal cawapres Joko Widodo (Jokowi) justru membuat elektabilitas capres pejawat itu turun. Sebelum memilih pasangan, elektabilitas Jokowi berada di posisi 53,6 persen. Namun, setelah berpasangan dengan Ma’ruf, elektabilitas pasangan tersebut turun menjadi 52,2 persen.

Adji menjelaskan, dipilihnya Ma’ruf Amin membuat suara Jokowi turun di tiga segmen pemilih. Pada segmen pemilih non-Muslim menjadi 51,5 persen dari semula 70,3 persen. Di kalangan berpendidikan setingkat sarjana atau lebih, suara Jokowi juga tergerus hingga 10,1 persen, dari 50,5 persen menjadi 40,4 persen. Sementara di kalangan pemula, elektabilitas Jokowi berkurang dari 47,1 persen menjadi 39,5 persen.

(dar/antara)

Ditinggal Tidur Setelah Memasak, Rumah Semi Permanen di Ciamis Ludes Terbakar

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Iwa Rosiwa seorang warga Dusun/Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis merugi belasan juta rupiah akibat rumah semi permanen 5 x 10 M2 miliknya habis terbakar.

Menurut petugas Assesment BPBD Kabupaten Ciamis, Yayan, penyebab kebakaran dari tungku api yang lupa dipadamkan.

” Sebelum terjadi kebakaran, istri korban memasak. Setelah itu langsung tidur. Diduga api merembet ke dinding dapur yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar,” katanya, Selasa (21/8/2018).

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

Yayan menambahkan, petugas Damkar yang dibantu warga setempat berjibaku berusaha memadamkan kobaran api.

“Pascakebakaran, kami ikut membersihkan sisa kebakaran dan memberikan bantuan logistik kepada korban,” pungkasnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)