spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7967

Caringin laksanakan pelayanan KB gratis

0
Ground Breaking Puskesmas PONED Sukasari oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.

SUKABUMI, FOKUSJabar.id: Sosialisasi keluarga berencana terus disosialisasikan pada masyarakat. Kali ini, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, sabtu (25/08/18). dipilih sebagai tempat pelaksanaan program bertemakan promosi dan pelayanan KBKR dalam era JKN.

Berbeda dengan kegiatan sosialisasi KB lainnya, kegiatan yang dimulai dari jam 08.00 WIB pagi ini turut menyediakan pelayanan KB bagi masyarakat secara gratis.

Menurut Aisah yang tak lain adalah Kepala OPD KB Kabupaten Sukabumi, pemberian pelayanan KB gratis ini dimaksudkan untuk mendorong jumlah akseptor KB di lapangan.

“Kita berharap, tidak ada lagi alasan untuk tidak mengikuti program KB, khususnya bagi mmereka yang selama ini terkendala faktor biaya untuk mengikuti program KB.”

Turut hadir dalam acara ini, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi beserta Ribka Tjiptaning. Teguh Santoso, selaku Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa menjelaskan bahwa kgiatan serupa akan yerus dilaksanakan secara serentak di berbagai Kota dan Kabupaten di Jawa Barat.

“Kegiatan ini merupakan program pemerintah pusat yang akan dilaksanakan secara serempak dan menasional. Kami (BKKBN Provinsi Jawa Barat) berkomitmen untuk mengoptimalkan program KBKR ini untuk memastikan adanya peningkatan secara kuantitatif jumlah akseptor KB di lapangan, sekaligus memastikan kualitas program KB terjaga kualitasnya.” Tandasnya.

Di akhir acara, panitia membagikan berbagai dorprize yang kali ini dibagikan langsung oleh Ribka Tjiptaning. Selepas berakhirnya acara, ketika diwawancarai Anggota DPR dari fraksi PDIP itu mengaku senang bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat, dan berharap pemerintah terus mengkampanyekan program KB dengan bentuk-bentuk kegiatan lainnya.

(Budi)

Ini Kriteria Calon Ketua Timses Jokowi

0
ilustrasi (web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga bakal calon presiden RI menyatakan, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) dirinya di Pilpres 2019 bisa saja berasal dari kalangan anak muda.

“Bisa saja,” kata Jokowi saat ditemui wartawan usai resmikan acara Young On Top National Conference (YOTNC) 2018 di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (25/8/2018).

Jokowi mengatakan yang terpenting sosok tersebut adalah ide dan gagasannya. Jokowi sendiri sebenarnya tidak mempermasalahkan mau dari kalangan muda maupun tua.

“Yang paling penting sekarang ini kan ide dan gagasan, bukan masalah muda dan tua. Muda pun kalau gagasannya jadul ya gimana? Tua tapi gagasan idenya muda, kekinian? Ya itu,” kata Jokowi, seperti dikutin Detik.

Namun, Jokowi sendiri belum mau memberikan jawaban atas pertanyaan ini.

“Nanti. Nanti kalau sudah tiba saatnya akan saya sampaikan,” katanya.

Seperti diketahui, tim koalisi Jokowi-Ma’ruf telah menyerahkan daftar struktur lengkap tim kampanye nasionalnya kepada KPU pada Senin (20/8/2018) lalu. Namun hingga saat ini posisi ketua tim kampanye belum ditetapkan.

(Agung/Bam’s)

Hina Nabi Muhammad, Polisi di Sumut Ditahan

0
ilustrasi (web)

MEDAN, FOKUSJabar.id: Aipda SP, seorang personel Satuan Sabhara Polres Asahan, ditahan karena diduga menghina Nabi Muhammad SAW.

Ujaran yang dinilai menghina itu ditulis Aipda SP di akun Facebook miliknya.

“Oknum polisi yang menghina Nabi Muhammad di medsos sudah kita tahan dan telah kita lakukan pemeriksaan pidana kode etik profesi Polri,” kata Plh Kabid Humas Polda Sumatera Utara AKBP MP Nainggolan, Sabtu, (23/8/2018).

“Kita akan beri sanksi tegas,” tambahnya.

melansir Detik, Aipda SP ditangkap setelah masyarakat melaporkan perbuatannya. Warga marah dengan status Facebook yang ditulis Aipda SP.

Unggahan ujaran kebencian tersebut muncul pada Selasa (21/8/2018) lalu. Tak lama setelah ujaran itu diunggah, Aipda SP langsung menghapusnya dan membuat permintaan maaf.

Namun status yang menghina Nabi Muhammad SAW itu telanjur di-capture warganet. Aipda SP pun dilaporkan ke polisi dan ditangkap pada Kamis (23/8/2018) malam.

Saat ini, Aipda SP masih menjalani penahanan di Polres Asahan. Dia juga akan menjalani pemeriksaan intensif.

(Agung)

KONI Kab Bandung Bantah Belum Bayar Insentif Bulanan Atlet

0
(foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung menyangkal pengakuan atlet menembak Kabupaten Bandung yang mengaku belum mendapatkan insentif bulanan. Padahal KONI sudah menyiapkan dana insentif atlet sesuai dengan kemampuan.

“Insentif bulanan atlet sudah dibayar untuk enam bulan sejak Januari 2018 sesuai dengan anggaran yang kita miliki dari Pemkab Bandung. Dan insentif itu kita bayar untuk atlet dari cabang olahraga yang mengikuti babak kualifikasi,”kata Ketua Umum KONI Kabupaten Bandung, Herda M Ghani.

Herda menambahkan, kondisi berbeda terjadi di cabang olahraga menembak. Pasalnya, cabang olahraga menembak tidak menggelar babak kualifikasi Porda XIII Jabar tahun 2018 dan hanya menggunakan perhitungan dari hasil kejuaraan daerah.

“Kita tidak bisa memberikan insentif kalau tidak memiliki patokan karena cabang olahraga menembak tidak menggelak babak kualifikasi. Berapa yang harus kami bayarkan ke atlet sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Hal itu pun sudah kita sampaikan dan dipahami semua cabang olahraga, hanya saja pihak pengurus Perbakin (Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesi) Kabupaten Bandung jarang hadir pada saat ada rapat sehingga informasi ini tidak tersampaikan secara utuh kepada para atlet,” terangnya.

Herda menuturkan, pihaknya siap memberikan insentif bulanan bagi atlet menembak jika ada patokan dan jaminan dari cabang olahraga yang bersangkutan. Atlet mana saja yang akan mendapatkan insentif sebesar Rp500 ribu per bulan dan atlet mana saja yang mendapatkan insentif bulanan sebesar Rp250 ribu per bulan.

Insentif bulanan bagi atlet tersebut, lanjut Herda, sudah dibayarkan KONI Kabupaten Bandung kepada atlet untuk periode bulan Januari hingga Juni 2018. Sedangkan insentif untuk bulan Juli sampai September 2018, akan dibayarkan setelah bantuan dana hibah di APBD perubahan sudah diterima oleh KONI Kabupaten Bandung.

“Pihak pengurus Perbakin Kabupaten Bandung sempat menyampaikan ke kami jika ranking atlet dihitung dari hasil kejurda. Tapi kita tidak mendapatkan laporannya hingga saat ini, jadi darimana patokan kita untuk memberikan insentif bulanan bagi atlet. Tapi kalau ada jaminan atlet peraih medali di Porda XIII Jabar dari pihak Perbakin Kabupaten Bandung sudah ada, kami siap memberikan insentif bulanan sama seperti yang diterima cabang olahraga lain yakni enam bulan,” tegasnya.

Sebelumnya diinformasikan jika salah satu atlet menembak Kabupaten Bandung, Kinanti Ulfah mengaku tidak mendapatkan insentif bulanan dari KONI Kabupaten Bandung. Dirinya mengaku, sudah sejak Januari 2018 bersama atlet lain tidak mendapatkan hak yang seharusnya didapatkannya.

Kinanti pun mengaku tidak mengetahui alasan KONI Kabupaten Bandung belum memberikan insentif bulanan tersebut. Dari lima atlet menembak yang disiapkan di nomor pertandingan yang sama, diakuinya tiga diantaranya memiliki hak untuk mendapatkan gaji. Sementara dua atlet lain masih baru dan belum mendapat hak mendapatkan insentif bulanan.

(ageng/DAR)

Nurdin Muhammad : Ikadin, Pejuang Advokat Juga Advokat Pejuang

0
Ketua DPD Ikadin Jabar, Nurdin Muhammad (kedua dari kiri) saat kunker ke Ikadin Tasikmalaya. (FOKUSJabar/Nanang Yudi)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jawa Barat, Nurdin Muhammad menyampaikan bahwa Ikadin adalah pejuang Advokat juga Advokat pejuang.

“Ikadin Pimpinan Prof. Dr. Todung Mulya Lubis SH, adalah pejuang Advokat juga Advokat pejuang,” ungkap Nurdin Muhammad dalam acara Kunjungan Kerja (Kunker) ke DPC Ikadin Tasikmalaya yang di gelar di RM.Genah Calik jalan Ir. Djuanda Kota Tasikmalaya, Jumat (24/8/2018).

Dalam kunker tersebut Nurdin Muhammad pun menjelaskan tentang perjalanan berdirinya Organisasi Advokat Ikadin kepada para anggota DPC Ikadin Tasikmalaya.

“Saya berkunjung ke sini (Ikadin Tasikmalaya) bersama pak Izzuddin sebagai Ketua Bidang Organisasi, pak
Djumyadi Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan kang Mifa Singarimbun Wakil Ketua DPD Ikadin Jabar,” jelasnya.

Nurdin Muhammad mengimbau kepada seluruh anggota Ikadin Tasikmalaya untuk menjaga kode etik Advokat dan menjaga nama baik Ikadin.”Sampai saat ini Advokat Ikadin belum ditemukan yang macam-macam,” tegasnya.

(Nanang Yudi/Dar)

Mahasiswa STAI Al- Maarif Ciamis Sembelih Hewan Qurban di Lokasi KKN

0

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Maarif yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ikut melaksanakan ibadah kurban dengan menyembelih kambing. Dagingnya kemudian dibagikan kepada warga Dusun Selaawi Desa Imbanagara Raya Kecamatan/Kabupaten Ciamis.

“Daging qurban ini kami bagikan untuk masyarakat di mana kami sedang melaksanakan KKN,” kata Ketua Badan Executif Mahasiswa (BEM) STAI Al- Maarif Aja Harun, pembagian daging hewan qurban tersebut sebagai kepedulian mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di tengah masyarakat.

Aja mengatakan, sebagaimana mahasiswa sudah seharusnya mempunyai kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan. “Moment Idul Adha ini sangat tepat untuk saling berbagi,” ucapnya.

Adapun hewan yang disembelih oleh mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di Desa Imbanagara Raya tersebut berupa satu ekor kambing. “Alhamdulilah kami bisa melaksanakan qurban walaupun dengan kondisi mahasiswa,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/DAR)

Puskesmas PONED Sukasari Lengkapi Pelayanan Kesehatan di Wilayah Utara Kota Bandung

0
Ground Breaking Puskesmas PONED Sukasari oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Keberadaan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) berkategori PONED (Pelayanan Obstetric Neonatal Emergensi Dasar) di wilayah Sukasari semakin melengkapi pelayanan kesehatan bagi warga Kota Bandung. Pasalnya, wilayah utara Kota Bandung belum memiliki pelayanan kesehatan persalinan ibu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rita Verita mengatakan, pembangunan Puskesmas PONED diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya di bidang kesehatan. Hal ini seiring dengan target Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Sarana dan prasarana dan sumber daya kesehatan yang berkualitas harus ditingkatkan untjuk mencapai apa yang kita inginkan. Hadirnya Puskesmas PONED di Sukasari ini melengkapi pelayanan kesehatan khususnya persalinan ibu di wilayah utara Bandung yang memang belum ada,” ujar Rita usai pelaksanaan Ground Breaking pembangunan Puskesmas PONED oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, Jumat (24/8/2018).

Camat Sukasari, Zamzam Nurzaman merasa bangga dengan adanya Puskesmas PONED di wilayahnya. Dengan demikian, tempat pelayanan kesehatan di wilayah Sukasari pun semakin berkembang.

“Ini penting karena salah satu pelayanan dasar kepada masyarakat yakni kesehatan. Dan pembangunan Puskesmas menjadi salah satu upaya penyelesaian masalah kesehatan. Insha Allah, kesehatan ibu dan bayi akan terjangkau karena Puskesamas ini ada rawat inap,” tegas Zamzam.

(ageng/bam’s)