spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7931

Dolar Naik, Perajin Tahu dan Tempe di Garut Menjerit

0
kopti fokusjabar.id
Asep Imam Susanto (Foto: Bambang F)

GARUT, FOKUSJabar.id : Para pengrajin Tahu dan Tempe di wilayah Kabupaten Garut menjerit seiring tingginya nilai Dolar AS terhadap mata uang Rupiah. Kondisi tersebut berdampak juga ke berbagai sektor ekonomi, tanpa kecuali bidang usaha skala kecil-menengah yang masih mengandalkan bahan baku impor.

Harga kedelai bahan baku pembuatan tahu tempe meroket. (ilustrasi/web)

Hal itu dibenarkan Ketua Asosiasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (APTTI) Kabupaten Garut, Asep Imam Susanto. Menurut dia, Kedelai merupakan bahan baku utama hingga kini masih tergantung dari pasokan luar negeri.

“ Saat ini Kedelai yang beredar di pasaran dan digunakan pelaku usaha Tahu-Tempe 100 persen produk impor. Maka dengan naiknya nilai dolar sangat berimbas pada harga Kedelai. Ujungnya, para pelaku usaha tahu-tempe menjerit,” beber Asep Imam, Kamis (6/9/2018).

Harga Kedelai naik dari Rp7.400 menjadi Rp8.500 per kg. Alhasil, alami penurunan omzet sekitar 40 persen per hari.

Kedelai lanjut Asep, merupakan salah satu produk yang saat ini mekanisme impornya tidak mendapat intervensi dari pemerintah. Selain itu, penyebab lain kenaikan harga di pasaran diduga akibat ulah importir.

Pengrajin Tahu asal Desa Cihuni, Kecamatan Pangatikan, Jajang menyebut, harga Kedelai kini menembus angka Rp 8.500 per kg. Padahal sebelumnya hanya Rp.7.400 per kg.

Akibatnya, mau tidak mau usaha yang digelutinya terkena imbas. Sebelum naik harga, setiap harinya memproduksi 160 kg. Kini, hanya mampu 100 kg per hari.

“ Jelas berkurang, harga bahan bakunya naik, sementara jumlah produksi dan harganya nggak berubah,” keluh Jajang.

Senada dirasakan pengrajin Tahu asal Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Robi. Sebelumnya, dia mampu produksi 1 kwintal, kini hanya 70 kg per hari.

“ Kami alami penurunan omzet 30 persen,” singkat dia.

(Andian/Bam’s)

RAT Lahirkan Tim Penyaringan dan Penjaringan Ketum KONI Jabar 2018-2022

0
(Dok FOKUSJabar.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Jabar 2018 melahirkan beberapa keputusan penting dalam pembinaan olahraga ke depan. Salah satunya dengan penetapan tim penyaringan dan penjaringan calon Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022.

Ketua Steering Commite (SC, Panitia Pengarah) RAT KONI Jabar 2018 M Budhiana mengatakan, RAT KONI Jabar 2018‎ yang dihadiri sekitar 82 anggota dari 90 anggota KONI Jabar menghasilkan beberapa putusan bahkan menjadi bagian tidak terpisahkan dari setiap kegiatan RAT.

“Ada putusan penting yang ‎berkorelasi dengan pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jabar yang akan datang, yakni penetapan tim penyariangan dan penjaringan calon Ketum KONI Jabar 2018-2022,” kata Budhiana usai pelaksanaan RAT KONI Jabar di Grand Aquila, Jalan Pasteur Kota Bandung, Kamis (6/9/2018).

Tim tersebut beranggotakan sebanyak lima orang yang berasal dari perwakilan KONI Jabar, KONI kabupaten/kota, pengurus cabang olahraga, dan badan fungsional.

‎”Tim ini akan mulai bertugas sejak hari ini (Kamis, 6/9/2018) untuk menerima berkas pendaftaran bakal calon Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022. Sedangkan untuk syarat pendaftaran, sesuai dengan yang diamanatkan AD/ART KONI Jabar yang salah satunya merupakan atau pernah menjadi pengurus cabang olahraga,” tegasnya.

(Ageng/LIN)

Sampaikan Visi-Misi, Emil-Uu Jelaskan “Jabar Juara Lahir Batin”

0
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat menyampaikan visi dan misinya di hadapan Anggota DPRD Jabar

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (Emil) – Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan visi dan misinya di hadapan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar, Kamis (6/9/2018).

Dalam pidatonya, Emil menyampaikan bahwa dalam lima tahun ke depan Ridwan Kamil dan uu Ruzhanul Ulum akan memimpikan Jabar Juara Lahir Batin. Emil menjelaskan bahwa masyarakat Jabar mempunyai semangat tinggi untuk terus berinovasi dan berprestasi. Bukan hanya menjadi manusia biasa-biasa saja.

Sementara Lahir Batin dari visi misi keduanya bertujuan menyeimbangkan apa yang terlihat dengan yang tidak terlihat. Apa yang ada di dalam jiwa manusia. Dengan kata lain, mental warga Jabar harus bermental baja.

Banyak negara-negara maju, seperti dua negara yang pernah dia kunjungi, yakni Amerika dan Hongkong maju secara teknologi tetapi mempunyai mental yang lemah.

(Ibenk/LIN)

Timnas Senior Akan Uji coba Melawan Mauritius

0
(foto web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id : Setelah tampil di Asian Games 2018, Timnas Indonesia akan melakoni pertandingan uji coba internasional FIFA Match Day menghadapi Mauritius di Stadion Candrabhaga, Bekasi, Selasa (11/9/2018).

Pada pertandingan uji coba tersebut, Timnas Indonesia untuk sementara akan ditangani oleh coach Bima Sakti dan Danurwindo.

Menurut Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha, pertandingan uji coba Mauritius ini merupakan persiapan perdana Timnas Indonesia sebelum tampil di Piala AFF yang akan berlangsung pada November mendatang.

“Pertandingan melawan Mauritius menjadi uji coba perdana Timnas Indonesia Senior sebagai persiapan menghadapi Piala AFF yang berlangsung November mendatang,” kata Tisha dikutip laman PSSI, Kamis (6/9/2018).

Tisha menambahkan, setelah menghadapi Mauritius, skuad Garuda akan kembali mengagendakan pertandingan uji coba menghadapi negara Asia Tenggara.

“Selain melawan Mauritius, PSSI juga telah menyiapkan Timnas Indonesia untuk uji coba melawan Myanmar dan satu negara lainnya,” jelasnya.

(Arif/DAR)

Penuhi Janji Kampanye, Emil akan Langsung Bekerja

0
Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Pj Gubernur Jabar Komjen Iriawan saat Sertijab , Kamis (6/9/2018) (foto LIN)
Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Pj Gubernur Jabar Komjen Iriawan saat Sertijab , Kamis (6/9/2018) (foto LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) berjanji akan langsung bekerja untuk memenuhi semua janji-janji kampanyenya. Bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Emil akan menghadirikan pelayanan maksimal untuk seluruh masyarakat Jawa Barat.

Demikian disampaikan Emil saat memberi sambutan perdananya sesusai serah terima jabatan dengan Penjabat Gubernur Jabar M Iriawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (6/9/2018). Di kantor Pemprov Jabar itu, Emil dan Uu diperkenalkan kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), forum komunikasi pimpinan, dan unsur terkait lainnya di Jawa Barat.

“Kami adalah pelayan warga Jawa Barat, akan melayani dengan adil,” kata dia.

Dia pun akan berada di depan seluruh warga Jabar tanpa melihat latar belakang. Pilkada masa lalu, ‘Jabar Juara’ masa depan. Dirinya tidak akan membeda-bedakan.

“Semua rakyat akan kami urus,” tegas dia.

Lebih lanjut Emil menjelaskan bahwa salah satu masalah utama yang dihadapinya saat memimpin Jabar adalah ledakan penduduk. Saat ini provinsi Jabar memiliki 48 juta warga, sehingga menjadi yang terbanyak di Indonesia.

“Masalah terbesar kita adalah jumlah penduduk yang harus kita layani. (Jumlah penduduknya) dua kali Malaysia dan Australia. Jadi kompleksitas mengelola Jawa Barat, setara dua kali kompleksitas Malaysia,” jelas dia.

Untuk mengatasi persoalan itu, Emil telah menyiapkan lima visi dan misi pembangunan yang diusung. “Visi kami terwujudnya Jawa Barat juara lahir batin. Pendidikannya harus terbaik, SDM-nya harus terbaik, daya saing ekonominya harus terbaik. Kami punya banyak cara,” kata dia.

Emil pun ingin menjadikan warga Jawa Barat memiliki jiwa yang religius dan nasionalis. Yang Pancasilais, toleran, dan kompetitif. Dia pun ingin meningkatkan indeks kebahagiaan warga Jawa Barat.

Dengan niat yang baik dan tekad yang kuat untuk melaksanakan visi dan misinya itu, Emil meyakini dalam lima tahun ke depan Jawa Barat akan menjadi provinsi yang paling maju.

“Jawa Barat harus istimewa. Kami harus semangat menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi terbaik, terhebat se-Indonesia. Hadapai tantangan zaman baru dengan cara baru,” tegas dia.

Sementara itu, Komjen M. Iriawan mengatakan, terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Emil-Uu. Pembangunan infrastruktur menjadi yang paling utama untuk menghadirkan pembangunan yang merata di Jawa Barat.

“Jalan tol, (bandara) BIJB, pelabuhan,” kata Iriawan.

Iriawan berpesan kepada kedua pemimpin baru ini agar fokus mengatasi kemiskinan. Selama menjabat dua bulan 16 hari, Iriawan mengaku sudah banyak berkeliling Jawa Barat untuk mengetahui situasi yang sesungguhnya di masyarakat.

“Pengentasan kemiskinan di Jawa Barat selatan. Jawa Barat selatan amat sangat miskin. Ekonominya kurang maju, infrastrukturnya kurang, pendidikan, dari 100, hanya 20 yang bisa masuk ke SMA/SMK. Padahal alamnya sangat indah,” ungkap dia.

(LIN)

Emil Akan Fokus Koordinasi di 100 Hari Pertama

0
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat diwawancarai (foto LIN)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat diwawancarai (foto LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) akan fokus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur terkait di Jawa Barat pada 100 hari pertama kepemimpinannya.

Emil bahkan akan mendatangi satu per satu lembaga terkait, baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mau pun vertikal. Emil mengakui bahwa dirinya tidak akan bisa langsung bekerja tanpa melakukan hal ini.

“Di mana-mana, nggak mungkin bisa langsung tune in,” kata Emil seusai serah terima jabatan dengan Penjabat Gubernur Jawa Barat M. Iriawan, di Gedung Sate, Bandung, Kamis (6/9/2018).

Dalam serah terima jabatan itu, Emil dan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum disambut oleh Iriawan dan unsur pimpinan lainnya di Pemprov Jabar. Dalam pengoordinasian itu, Emil akan berkunjung ke lembaga vertikal seperti kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan Kodam III/Siliwangi.

Selain itu, dia pun akan berkenalan dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang kini berada di bawah kepempinannya.

“Saya akan keliling ke dinas-dinas,” kata dia.

Tidak hanya itu, dia pun berjanji akan lebih intensif berkomunikasi dengan bupati/wali kota di Jabar untuk memaksimalkan program dan pembangunannya. Emil pun akan membuat grup WA untuk meningkatkan komunikasi antara dirinya dengan kepala daerah.

“Komunikasi ini yang tidak saya rasakan selama lima tahun terakhir,” jelas dia.

Dia pun berjanji akan menempatkan bupati/wali kota sebagai mitra kerjanya, bukan sebagai bawahan. Untuk menyerap aspirasi masyarakat, pihaknya akan membentuk tim untuk merespons permintaan masyarakat. Tim yang disebut ‘Quick Respons’ itu akan menghimpun dan menyerap keluhan masyarakat.

Kendati begitu, dirinya menyebut bahwa saat ini telah menyiapkan program yang sudah bisa diaplikasikan kepada masyarakat, khususnya untuk meningkatkan perekonomian warga.

“100 hari pertama ini sudah bisa satu desa satu perusahaan, satu pesantren satu produk,” jelas dia.

Pihaknya pun sudah menyiapkan aplikasi untuk meningkatkan digitalisasi di desa. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan satu telepon seluler pintar (Smartphone) kepada setiap kepala desa.

Nantinya, kepala desa akan melakukan digitalisasi, seperti dalam perdagangan. Dengan begitu, kepala desa bisa menyerap hasil petani, kemudian menjualnya secara online,” tutur dia.

(LIN)

Ridwan Kamil: Besok, Kami Mulai Ngantor di Gedung Sate

0
Gubernur Jawa barat, Ridwan Kamil (Foto Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id :  Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang baru dilantik, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum akan mulai ngantor di Gedung Sate, Jumat (7/9/2018) besok.

Wakil Gubernur Jawa Barat (Foto Ibenk)
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) dalam acara pisah sambut dan serah terima jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar periode 2018-2023, di halaman Gedung Sate, Kamis (6/9/2018).
Menurut Emil, tujuh hari pertama sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar bersama Uu, akan diisi dengan berbagai kegiatan untuk mengetahui budaya kerja di wilayah Pemerintah Provinsi Jabar.
Kegiatan pertama, melakukan komunikasi kepada seluruh pegawai Pemerintah Provinsi Jabar, Anggota DPRD, Partai Politik, tokoh masyarakat dan tokoh agama.
” Kami ingin mengetahui terlebih dahulu kultur Jabar ini. Karena saya adalah mantan Wali Kota Bandung dan Pak Uu mantan Bupati Tasikmalaya. Tentunya harus menyesuaikan dengan karakter di Provisi Jabar. Setelah itu, kami ngabrèt kerja menyelesaikan target program kita,” kata Emil.
Dia menjelaskan, kata “ngabrèt” akan menjadi ikon dan istilah yang menjadi motivasi dalam menyelesaikan program-program Ridwan Kamil-Uu lima tahun ke depan. Lima Program utama siap dipenuhinya.
(Ibenk/Bam’s)