spot_imgspot_img
Jumat 20 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7756

Venue Panahan Eks PON XIX/2016 akan Dimanfaatkan Perpani Jabar

0
Ketua Umum Perpani Jabar M Yusuf (foto Ageng)
Ketua Umum Perpani Jabar M Yusuf (foto Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jawa Barat berencana menjadikan eks venue Panahan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di komplek stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung sebagai sentra latihan dan pembinaan cabang olahraga (Cabor) panahan di Jabar. Pihak Perpani Jabar sudah berkoordinasi dengan pihak Pemkab Bandung sebagai pemilik lahan serta KONI Jabar.

Ketua Umum Perpani Jabar M Yusuf berharap venue itu bisa dikelola dan dimanfaatkan Peparni. Selain sarana prasarana, pihaknya pun akan memanfaatkan peralatan pertandingan eks PON XIX/2016 itu.

“Kita melihat banyak peralatan eks PON XIX terbengkalai. Kita sudah minta peralatan dan sekretariat dipindahkan ke Jalak Harupat, tapi butuh persetujuan dari Pemkab Bandung. Saya sudah bicara ke Pak Dadang Nasser (Bupati Bandung) dan intinya beliau setuju,” kata M Yusuf di Sekretariat Perpani Jabar, komplek olahraga KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Kamis (8/2/2018).

Pihaknya pun sudah menyurvei venue panahan di Jalak Harupat. Dari pantauannya, terlihat beberapa sarana di venue itu kurang terpelihara sehingga dibutuhkan perbaikan. Apalagi saat ini venue tersebut terhalang benteng.

Sambil menunggu proses perbaikan di venue panahan si Jalak Harupat, saat ini komplek olahraga KONI Jabar di Jalan Pajajaran Kota Bandung masih menjadi alternatif berlatih atlet. Baik bagi atlet-atlet yang dipersiapan Jabar untuk berbagai even maupun bagi klub-klub panahan yang ada di Kota Bandung dan Jabar.

“Kita berharap perbaikan secepatnya bisa selesai, sehingga secara perlahan bisa pindah ke sana. Lokasi sentralisasi ini sangat penting bagi kami untuk melahirkan dan mempersiapkan atlet menghadapi PON XX tahun 2020 di Papua,” kata dia.

(Ageng/LIN)

Lagam: Kinerja PMD Sukawening Buruk

0
ruang kasi PMD Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut
ruang kasi PMD Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut

GARUT, FOKUSJabar.id : Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Garut Mandiri (Lagam) Yudi Setia Kurniawan mempertanyakan kinerja pelayanan publik di Kecamatan Sukawening Garut. Pasalnya hingga pukul 09.47 WIB, ruangan Kasi PMD Sukawening masih terkuci dari luar.

“Saya mempertanyakan kinerja pelayanan publiknya,” kata Yudi, Kamis (8/2/2018).

Pihaknya pun meminta Camat Sukawening sebagai atasanya harus menegur, bahkan memberikan sanksi jika petugas di PMD itu tidak bekerja memberikan pelayanan kepada publik. Menurut dia, penghargaan yang diraih Kabupaten Garut dari pusat terkait pelayanan publik, maka sangat bertolak belakang dengan kondisi di lapangan.

“Penghargaan tersebut buat apa, kamuflase, pelayanan di tingkat kecamatan sangat buruk, bahkan ruangnya masih terkunci, padahal sudah sangat siang,” jelas dia.

Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD Garut Dadang Sudrajat mengatakan bahwa camat sebagai atasannya berkewajiban menegur dan membina Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti itu.

(Andian/LIN)

Nilai Kinerja Gubernur Lima Tahun, DPRD Jabar Bentuk Pansus

0
Waras Wasisto (web)
BANDUNG, FOKUSJabar.id: DPRD Jawa Barat tengah membentuk Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir masa jabatan Gubernur periode 2013-2018.

Pansus itu dibentuk untuk mengetahui capaian kinerja Pemrov Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) selama lima tahun terakhir ini.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar Waras Wasisto mengatakan bahwa dalam laporan itu akan dibahas seluruh hasil kinerja kepala daerah secara komprehensif dan tidak parsial.

“Seperti raport, kami akan sampaikan mana saja yang sudah baik dan mana yang tidak tercapai. Kalau jelek kami nilai jelek, kalau bagus kami sebutkan bagus,” kata Waras di Bandung, Kamis (8/2/2018).

Pansus akan dibentuk seusai DPRD menggelar reses pertama tahun ini. Kemungkinan Maret 2018 akan terbentuk.

Waras menegaskan bahwa Pemprov Jabar harus menyeimbanhkan kinerja mereka dengan jumlah penghargaan yang telah didapat.

Untuk diketahui, selama 9 tahun terakhir ini jumlah penghargaan yang diraih Pemprov Jabar sudah mencapai 250 lebih atau setiap 13 hari satu penghargaan.

“Ya sangat disayangkan kalau jumlah penghargaan itu tidak seimbang dengan target pemerintahan yang mengacu pada RPJMD,” kata Waras.

Saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan kinerja Pemprov Jabar seluruhnya.

Waras berharap pemerintah segera menggenjot pekerjaan fisik pembangunan sejumlah infrastruktur.

Dia mengakui bahwa saat ini pekerjaan infrastruktur ada yang domainnya pusat dan Pemprov Jabar.

“Apa yang sudah dilakukan pusat di Jabar seperti bendungan, tol itu suka tidak suka harus diselesaikan secepatnya karena  itu urgen,” katanya.

Menurut dia, kalau semua pembangunan jalan tol di Jabar selesai, maka akan terkoneksi dengan baik. Dengan begitu damoak ekonomi akan cepat terasa.

Waras mencontohkan, pemerintah harus menggenjot pembangunan tol penghubung Jakarta ke Sukabumi memalui Bogor-Ciawi. Nantinya destinasi wisata Geopark Ciletuh dan kawasan surfing di Kabupaten Sukabumi bisa terjangkau dengan wisatawan lebih cepat.

(LIN)

Cemari Lingkungan, Satpol PP Ciamis Tutup Kandang Ayam

0

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama tim gabungan berencana mengosongkan kandang ayam petelor milik Dedi warga Dusun Cibonteng, Desa Tanjungmulya, Panumbangan, Kabupaten Ciamis.

Kandang ayam itu dianggap telah mencemari lingkungan. Selain itu, pengadilan pun telah memvonis pengusaha tersebut.

BACA JUGA:

Sekda Jabar: Penyusunan RPJPD 2025 – 2045 Jadi Pertaruhan Jabar

“Terpaksa kandang itu kami kosongkan karena telah mencemari lingkungan dan diprotes warga sekitar,” jelas Kasi Dal Ops Satpol PP Kabupaten Ciamis Yudi Brata, Kamis (8/2/2018).

Saat eksekusi nanti, Satpol PP akan dibantu personel Polisi dan TNI agar saat pelaksanaan nanti tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Hari ini kita kosongkan,” jelas dia.

(Husen Maharaja/LIN)

Popularitas Hasanah di Media Naik 28 Persen Sejak Daftar di KPU

0
Ketua Tim Media Hasanah Budiana (foto: LIN)
Ketua Tim Media Hasanah Budiana (foto: LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Ketua Tim Media Center Pasangan Cagub-Cawagub Jabar PDIP TB Hasanuddin-Anton Amanah (Hasanah) Budiana menyebut bahwa trend popularitas Hasan terus meningkat.

“Saat pendaftaran di KPU kita masih 11 persen, dan saat ini sudah 39,8 persen. Artinya tinggal menggenjot dari sisi Pak Anton,” kata Budiana di Bandung, Kamis (8/2/2018).

Kemudian kaitannya dengan hasil survei Cyrus yang menunjukkan hasil 2,5 persen, pihaknya mengatakan bahwa Hasan tidak mempersoalkannya, bahkan Hasanah akan terus berjuang dan menemui masyarakat.

Menurut dia, dengan hanya diusung PDIP atau tanpa koalisi, ini menjadi modal bagus bagi Hasanah, terlebih bisa lebih cepat bergerak dan tak terkendala koalisi.

“Saat ini kami semakin besar mendapat dukungan dari eksternal partai, sepertihalnya Paguyuban Pasundan yang memperlihatkan dukungannya, khususnya kepada Kang Hasan di Pilgub Jabar 2018,” kata dia.

Ini, kata dia, menjadi bukti bahwa persiapan Hasanah semakin hari semakin matang, apalagi Hasanah (PDIP) hanya berkoalisi dengan rakyat. Dia berharap pada waktunya nanti Hasanah bisa meraih kemenangan.

Kendati survei Cyrus menunjukkan pasangan Hasanah di bawah kandidat lain, Hasanah tetap optimistis. Bahkan, kata Budiana, Maret 2018 ini akan terjadi lonjakan, begitupun dari sisi popularitas di media yang terus meningkat.

“Sistem kampanye yang tidak terpaku zona pun menjadi keuntungan sendiri bagi kami tim Hasanah,” jelas dia.

(LIN)

Bek Persib Sambut Baik Latihan di Jepara

0
ilustrasi (web)

JEPARA, FOKUSJabar.id : Persib Bandung  sedang menggelar pemusatan latihan selama sepakan, untuk persiapan menghadapi kompetisi Liga 1 2018 yang akan bergulir  Maret mendatang.

Menurut pemain belakang tim berjuluk Maung Bandung, Tony Sucipto dalam laman resmi Persib, pemusatan latihan tersebut sangat bagus untuk membangun kekompakan tim. Apalagi saat ini tim Persib baru merekrut beberapa pemain anyar seperti Muchlis Hadi Ning.

“Itu yang kita bangun. Kebersamaan waktu di hotel, waktu kita latihan, kita makan, sering kumpul, sering ketemu. Komunikasi itu yang kita bangun. Bukan hanya di lapangan,” kata pemain yang menggunakan nomor punggung 6 ini, Rabu (7/2/2018).

Pada pemusatan latihan kali ini, Persib tidak membawa Victor Igbonefo, pemain naturalisasi ini sedang menjalankan progam pemulihan cedera. Absennya, Victor tidak terlalu mengganggu program latihan yang diberikan oleh pelatih Mario Gomez.

“Kita tidak harus mengandalkan satu orang. Meskipun dengan satu orang cedera, mungkin pemain yang akan menggantikannya bakalan menampilkan performa maksimal,” ucap Tony.

“Dia juga akan membuktikan bahwa dia juga layak bermain,” jelas pemain asal Surabaya ini.

(Arif)

Persib Sambut Piala Indonesia

0
Persib Sambut Piala Indonesia fokusjabar.id
ilustrasi (web)

JEPARA,FOKUSJabar.id: Persib, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) berencana akan menggelar kembali turnamen Piala Indonesia tahun ini, turnamen tersebut sudah vakum sekitar enam tahun.

Maung Bandung akan ikut berpartisipasi pada turnamen tersebut. Bahkan menurut asisten pelatih Maung Bandung, Fernando Soler dalam laman resmi menyebutkan, tim pelatih sudah mempersiapkan program untuk menghadapi ajang tersebut.

“Liga memang menjadi fokus utama kami. Tapi, jangan lupa nanti ada Piala Indonesia juga. Kami tentu sudah pikirkan itu semua, dan tahu apa yang harus dikerjakan,” kata Soler.

Baca Juga: Liga 1, Persib Tunggu Informasi PSSI

Soler menambahkan, selain Piala Indonesia, Persib juga akan berlaga di Liga 1 2018, sehingga tim pelatih harus mematangkan persiapan tim Maung Bandung sebelum tampil di dua ajang tersebut.

“Tahun ini perjalanan kita cukup berat dan melelahkan. Makanya, kita harus bangun tim untuk liga dan turnamen,” jelasnya.

Piala Indonesia menurutnya sangat bagus untuk menambah jam terbang pemain muda. “Ini tentu sangat bagus, terutama untuk perkembangan pemain-pemain muda yang kita punya. Mereka akan punya kesempatan dalam turnamen ini,” pungkasnya.

(Arif/dar)