spot_imgspot_img
Kamis 26 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7657

Tekuk KINO 1-2, JNE Bandung Incar Juara Lipesia 2018

0
Tekuk KINO 1-2, JNE Bandung Incar Juara Lipesia 2018. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Tim JNE Bandung berhasil melaju ke babak final Liga Pekerja Indonesia (Lipesia) 2018 setelah mengalahkan tim KINO dengan skor 2-1 pada babak semifinal yang digelar di stadion SPOrT Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (13/3/2018). Dua gol dari tim JNE Bandung dicetak mantan pemain Persib, Irwan Wijasmara pada menit 27 dan Jejen Zaenal Abidin pada menit 39, sedangkan gol balasan tim KINO dicetak Roby Jamaludin pada menit 30.

JNE Bandung sendiri melaju ke babak semifinal setelah memuncaki klasemen grup A Lipesia 2018 usai meraih dua kemenangan. Di babak final yang akan digelar pada Kamis (15/3/2018) di tempat yang sama, JNE Bandung akan menghadapi tim kuat lain, BNI.

Menghadapi Lipesia 2018 sendiri, JNE Bandung diperkuat beberapa mantan pemain Persib U21, Arema Malang, Persikab U21 serta Sriwijaya U21. Sebut saja nama-nama seperti Irwan Wijasmara, Jejen Zaenal, Irfan Gilang, Sofyan Nugraha, Asep Nurhidayat, Galang Alex, Dudi Hidayat, dan beberapa pemain lain. Bahkan Irwan dan Jejen sempat tercatat sebagai pemain Persib Senior saat tim ditukangi Jaya Hartono.

Kemampuan Irwan dan Jejen pun terbukti pada laga semifinal Lipesia 2018 setelah mencetak dua gol bagi timnya. Irwan yang memiliki postur tubuh tinggi, berhasil mencetak gol melalui sundulan memanfaatkan umpan tendangan bebas Dudi Hidayat. Sedangkan Jejen berhasil memaksimalkan umpan terobosan Dudi Hidayat dengan kecepatannya untuk mengecoh penjaga gawang tim KINO.

“Kehadiran mantan pemain Persib memang menjadi nilai plus bagi tim kami. Tapi sepakbola permainan tim dan kolektivitas serta kekompakan menjadi senjata utama kami. Bukan individu. Target masuk babak final sudah tercapai, dan sudah kepalang tanggung, kita ingin meraih gelar juara Lipesia 2018,” ujar Pelatih JNE Bandung, Melky Dipura saat ditemui usai laga, Selasa (13/3/2018).

“Dukungan seluruh karyawan dan management memberikan dorongan serta keyakinan kepada kami untuk tampil sebagai juara mewakili Jawa Barat di LIPESIA 2018. Dan bagi kami, setiap pertandingan adalah final match yang dijalani dengan sportif dan optimal serta maksimal. Siapa pun tim lawan yang dihadapi, kami siap karena sudah mempersiapakn diri jauh-jauh hari,” tegas Kapten tim JNE Bandung, Irwan Wijasmara.

Branch Manager JNE Bandung, Iyus Rustandi menambahkan, kegiatan Lipesia 2018 ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus ajang pertandingan persahabatan bagi tim sepakbola karyawan JNE Bandung dengan tim
dari perusahaan lainnya. Sebagai perusahaan nasional, JNE merasa memiliki tanggung jawab sosial untuk turut memajukan bangsa yang salah satunya di bidang olahraga.

“Untuk itu, kami senantiasa menyediakan fasilitas bagi karyawan untuk menyalurkan minat dan bakat mereka di beberapa cabang olahraga. Tidak hanya sepakbola, tapi juga bulutangkis, panahan, bola basket hingga senam zumba. Bahkan tim sepakbola JNE Bandung ini sudah berhasil meraih berbagai prestasi. Tidak hanya di sepakbola, tapi juga futsal yang diantaranya meraih juara I Johari Cup 2016, Juara 1 & 3 Asperindo Cup 2017, Juara ASSA Cup 2016, Juara 2 ASSA CUP 2017, Juara 1 WAAS Cup 2016 dan Juara 2 Giga futsal 2017. Dan semoga di Lipesia 2018 ini, Irwan dan kawan-kawan bisa meraih juara dan mewakili Jabar di level nasional,” pungkas Iyus.

(ageng/DAR)

Sat Lantas Polres Ciamis Sosialisasi Keselamatan Berkendaraan

0
Sat Lantas Polres Ciamis Gelar Sosialisasi Keselamatan Berlalulintas di Sekolah. (FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Sejumlah personel Polisi dari Satuan lalu lintas Polres Ciamis kunjungi SMAN 3 Ciamis yang beralamat di Jalan Bojonghuni, Kelurahan Maleber Kecamatan/Kabupaten Ciamis, Selasa (13/3/2018).

Menurut Kasat Lantas Polres Ciamis, AKP Agoeng Ramdhani, pihaknya memberikan soasialisasi pemahaman tentang aturan berlalu lintas yang baik kepada para pelajar.

” Kami sosialisasi kepada para siswa terkait berlalu lintas yang baik,” katanya.

Agoeng mengatakan, saat ini orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas masih cukup tinggi.

“Agar bisa terhindar dari kecelakan, para siswa harus mematuhi rambu-rambu lalu lintas,” ucapnya.

Agung melanjutkan, dengan sosialisasi berlalu lintas yang baik, mereka diharapkan bisa lebih memahami aturan lalu lintas.

” Dengan memahami aturan, kedepanya tidak ada lagi para pelajar yang melanggar aturan berlalu lintas. Para pelajar yang usianya sudah 17 tahun harus sudah mempunyai SIM,” ungkapnya.

Bagi mereka yang usianya dibawah 17 tahun, sebaiknya tidak diperkenankan mengendarai kendaraan.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Jangan Tinggalkan Nilai-nilai Akhlak dan Moral, Ini Kata Wali Kota Tasikmalaya

0
(FOKUSJabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman menyebut, percepatan pembangunan infrastruktur memang sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

” Pembangunan infrastruktur sangat bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi hal terpenting untuk mendongkrak ekonomi serta pendapatan daerah. Namun hal paling utama, jangan meninggalkan pembangunan nilai-nilai budaya, nilai akhlak dan moral karena ini adalah pembangunan manusia seutuhnya,” kata Budiman di Kampung Plang Sukamah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Selasa (13/3/2018).

Menurut Wali Kota, secepat dan semaju apapun pembangunan yang ada tanpa pembangunan SDM yang baik dan bermoral tidak akan ada manfaatnya.

” Kita ingin pembangunan yang dilaksanakan tidak hanya pembangunan fisik tetapi pembangunan manusia.  Karena, sebaik apapun pembangunan fisik harus ditopang dengan SDM yang memiliki nilai-nilai akhlak, moral dan pembangunan mental serta budaya yang kuat,” tuturnya.

Untuk Itulah, dalam visi misi Kota Tasikmalaya lima tahun kedepan adalah pembangunan tata nilai.

” Prioritas kita kedepan yakni pembangunan akhlak, moral, budaya dan kearifan lokal, nilai-nilai kebangsaan serta nilai -nilai agama. Ini tidak boleh kita tinggalkan,” terangnya.

Setiap daerah, berlomba dalam melakukan percepatan pembangunan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkualitas.

(Seda/Bam’s)

FK-KIM Mesti Bersinergi dengan Diskominfo, Ini Harapan Pjs Sekda Garut

0

GARUT, FOKUSJabar.id : Forum Komunikasi Kelompok Informasi Masyarakat (FK-KIM) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut gelar Rapat Kerja (Raker) pertama, di Aula Media Center Diskominfo, Selasa (13/3/2018).

Raker tersebut mengusung tema “ Sosialisasi dan Konsolidasi menuju FK-KIM yang Solid dan Mandiri.” Tujuannya, membahas AD/ART yang telah dirumuskan sebagai pijakan kerja seluruh anggota.

Menurut Ketua FK-KIM Garut, Janur Muhammad Bagus, selain membahas AD/ART, juga memberikan arahan, petunjuk dan saran peningkatan kualitas serta capaian program di dalam pelaksanaan tugas.

FK-KIM lanjut Janur, merupakan organisasi partisipatif yang dilegitiminasi oleh pemerintah. Karenanya, harus kerjasama dengan Diskominfo menyebarluaskan informasi negatif sekaligus menghindari berita hoax.

Kadiskominfo Kabupaten Garut, Nurdin Yana menegaskan,  Raker tersebut sebagai peletakan pondasi organisasi FK-KIM dan Diskominfo sebagai sandaran informasi dan penawar berita hoax bagi masyarakat.

Dia berharap, FK-KIM bisa bekerjasama dengan Diskominfo untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan maupun kendala informasi yang disampaikan dalam pelaksanaan kegiatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut.

” Semoga FK-KIM dapat bersinergi dengan kami,” harap Nurdin Yana.

Sementara Pjs Sekda Garut, Uu Saepudin mengapresiasi terbentuknya FK-KIM. Menurut dia, FK-KIM harus dapat memberikan informasi yang akurat dan diterima oleh masyarakat.

Uu berharap, semua program yang lahir dari FK-KIM dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pemerintah setempat.

Selain itu, harus bersinergi dengan Diskominfo untuk memenuhi kepentingan masyarakat dan pemerintah.

“ FK-KIM nantinya akan menjadi indikator keberhasilan penyebaran informasi di tingkat nasional. Terlebih, adanya aturan Permendagri tentang KIM,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

Polisi Ciduk Empat Perajin Senpi Ilegal Cipacing

0
kapolda jabar Irjen Pol Agung (foto WEB)
kapolda jabar Irjen Pol Agung (foto WEB)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat menciduk empat perajin senjata api ilegal di Kecamatan Cipacing, Kabupaten Sumedang.‎

Empat perajin, yakni YG, E, DD dan UN mampu membuat senjata ilegal yang dijulal ke daerah – daerah di Indonesia dengan harga kisaran Rp6 sampai Rp9 juta.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto menjelaskan, terdapat beberapa daerah yang terindikasi menjadi lahan pasar para tersangka, yakni Kabupaten Kutai Kalimantan Timur, Purwakarta, Sumedang, Majalengka.

“Beberapa wilayah lainnya sedang dilakukan pendalaman,” kata Agung di Bandung, Selasa (13/3/2018).

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti dari masing-masing pelaku. Dari YG polisi mengamankan empat pucuk senpi jenis Made Call 22 mm, satu pucuk jenis Makarov, sembilan butir amunisi Call dan buku tabungan.

Di Tangan E, barang bukti satu pucuk senpi jenis Walter Call 9 mm dan satu jenis glock. Sedangkan DD terdapat satu pucuk senpi jenis made call 22 mm, satu jenis Walter call 9 mm, satu revolver call 22., 300 butir amunisi call 9 mm, 50 butir amunisi call 22 mm, empat amunisi call 38 dan satu unit handphone.

“Tersangka UN alias Andik hanya diamankan satu Hape. Dalam satu bulan, hanya 2 atau 3 senpi yang dibuat. Dibuatnya pun by order,” tambah Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana.

“Ini baru antar provinsi, belum ke Internasional. Menurut pengakuan tersangka, mereka membuat senpi ilegal sejak 2015,” tambahnya.

Akibat perbuatannya empat pelaku dijerat pasal ayat 1 ayat 1 Undang – undang Darurat nomor 12/1951 dengan ancaman 20 tahun penjara.

(Adie/LIN)

PO Bus Budiman Terbakar, Kerugian Diduga Capai Puluhan Milyar

0
Kerugian Akibat Kebakaran Pul Bus Budiman Mencapai Rp. 10 Miliar. (FOKUSJabar/Boip)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kerugian akibat kebakaran PO Bus Budiman di Pangandaran, Selasa (13/03/2018) diprediksi mencapai Rp10 miliyar. Terlebih tidak hanya bus yang terbakar, tetapi puluhan kendareaan roda dua pun ikut terbakar.

Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadi mengatakan, atas insiden itu tiga unit bus dan 10 sepeda motor terbakar.

“Kami prediksi kerugian materi mencapai Rp10 milyar,” kata dia melalui pesan singkat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun dua unit damkar sempat kewalahan memadamkan api, karena banyak material yang mudah terbakar.

Hingga saat ini, polisi masih mengidentifikasi penyebab terjadinya kebakaran. Sebelumnya diduga berasal dari percikan api pengelasan dan menyambar pada sebuah bensin dekat dengan kendaraan.

(Boip/LIN)

Pasangan Deddy-Dedi Dianggap Tak Gamblang Beberkan Hal Penting Pemerintahan

0
Ilustrasi LIN/FOKUSJabar.id
Ilustrasi LIN/FOKUSJabar.co.id

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pasangan DM 4 Jabar mendapat kritik dari pakar ilmu pemerintahan dari Unpar Bandung Asep Warlan Yusuf. Pasangan ini dikritik karena Deddy Mizwar dianggap tidak terlalu gamblang membeberkan banyak hal penting dalam pemerintahan seandainya dalam posisi sebagai gubenur saat ini. Padahal dia bisa mengungkapkan upaya perbaikan banyak hal.

“Jangan hanya membela diri, tapi ungkapkan juga banyak hal yang bisa diselesaikan selama ini. Ini juga kesempatan baik untuk Dedi Mulyadi untuk meluruskan kabar-kabar miring tentang dirinya,” kata Asep di Bandung, Selasa (13/3/2018).

Deddy Mizwar, katanya, jangan hanya membela petahana, tapi juga memberikan solusi atas berbagai masalah yang ada saat ini, dalam posisi jika dirinya menjabat sebagai gubernur. Dedi Mulyadi, kata Asep, sudah bisa berbagi porsi dengan baik bersama Deddy Mizwar dan menjabarkan solusi atas berbagai permasalahan.

Menurut dia, para calon petahan ini boleh saja mengungkapkan prestasi-prestasinya saat memimpin daerah masing-masing. Namun semua diungkapkan dalam porsi yang cukup.

“Ridwan Kamil contohnya menunjukkan dia kompeten di sejumlah bidang. Tapi jangan tentang Bandung lagi Bandung lagi. Nanti masyarakat bilang itu mah Bandung, bukan Jabar,” tutur dia.

Adu argumen dalam debat tersebut, kata dia, tidak sampai menyerang secara personal. Hal ini dinilai baik karena masih dalam batas wajar dan menampilkan fakta-fakta di lapangan, tidak sampai keluar jalur substansi yang dibutuhkan masyarakat.

Debat publik kedua dan ketiga akan dilaksanakan pada Mei di Cirebon dan Juni di Bogor. Debat kedua mengambil tema sumber daya manusia seperti kesehatan, pendidikan, dan pariwisata. Debat ketiga akan mengambil tema sumber daya alam seperti tata ruang dan lingkungan.

(LIN)