spot_imgspot_img
Kamis 2 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7599

Kejar WTP, Pemkot Bandung Lengkapi Dokumen Aset Senilai Rp2,7 Trilyun

0
Sekretaris BPKA Kota Bandung, Budhi Rukmana (ki) dan Kepala Bidang Aset BPKA Kota Bandung, Siena Halim (ka). (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Untuk mengejar target opini Wajar Tanpa Pengecualiaan (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di tahun 2018, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus lakukan pembenahan di berbagai sektor. Salah satunya yakni pembenahan dari sektor aset yang menjadi kegagalan Pemkot Bandung meraih opini WTP di tahun 2017.

Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Bandung Siena Halim mengungkapkan bahwa tahun 2017 lalu, setidaknya terdapat Rp11 trilyun nilai aset milik Pemkot Bandung yang dokumennya belum lengkap. Dari jumlah tersebut, saat ini tinggal Rp2,7 trilyun nilai aset yang masih harus segera dituntaskan.

“Tahun lalu kurang lebih Rp8 trilyun aset yang diterima BPK. Kami memang kesulitan untuk menemukan data, terutama data-data lama sebelum tahun 2005,” kata dia di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Kamis (5/4/2018).

Selain itu, lanjut Siena, setiap sektor memiliki karakteristik dokumennya sendiri. Sepertihalnya sektor piutang pajak yang memerlukan keakuratan data terkait pelimpahan piutang.

BPKA sendiri telah bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk lebih mengoptimalkan proses pendataan aset. Pihaknya optimistis jika pada tahun 2018 ini, target opini WTP dari BPK bisa terealisasi.

“Ini menjadi harapan kita bersama. Kita perlu kolaborasi dengan semua pihak agar cita-cita (meraih opini WTP) ini bisa terwujud,” pungkasnya.

(Ageng/LIN)

Memulai Usaha Butuh Nyali

0
Dewa Eka Prayoga di UPI Bandung. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Praktisi yang juga penggagas komunitas Jago Jualan Dewa Eka Prayoga mengatakan, untuk memulai suatu usaha membutuhkan keberanian. Adapun strategi dan lainnya hanya penunjang usaha berjualan.

Nyali aja dulu. Yang penting tahu apa yang kamu lakukan, dan  pasarnya siapa, produknya apa, trus fashion kamu di mana. hajar aja bleh,” kata Dewa kepada FOKUSJabar.id, Kamis (5/4/2018).

Menurut Dewa, banyak orang yang dilihat dari segi pendidikan dan keilmuan mumpuni untuk melakukan usaha, namun tidak bisa memulai, bahkan terkesan ragu. Pada akhirnya hanya berkutat di teori tanpa mau langsung terjun ke lapangan.

“Seorang pengusaha harus terjun langsung ke lapangan. Ini, lagi-lagi tergantung apa yang dia yakini. Tidak bisa di kotak-kotakan harus paham ilmu ini dan itu, untuk memulai usaha hal tersebut bukanlah yang terpenting,” ucapnya.

Kendati demikian, Dewa menyarankan saat usaha mulai jalan, semua ilmu yang berkaitan dengan dunia usaha harus dimiliki oleh pengusaha. Menurutnya, kesemuanya itu bisa menjadikan usahanya terus berkembang dan berimbang.

” Nah, pas udah mulai baru kita butuh ilmu. Ilmunya macem – macem tidak bisa dipetak-petakan, apakah keuangan, akuntansi atau apalah. Karena pada akhirnya semua ilmu harus dikuasai. Intinya memulai bisnis butuh keberanian, jalani bisnis butuh keilmuan dan untuk itu dua-duanya harus seimbang,” kata dia.

(Budi/LIN)

Incar WTP, Pemkot Bandung Benahi Sejumlah Sektor yang Disoroti BPK

0
Sekretaris BPKA Kota Bandung, Budhi Rukmana (ki) dan Kepala Bidang Aset BPKA Kota Bandung, Siena Halim (ka). (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualiaan (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di tahun 2018. Untuk mengejar target tersebut, beberapa pembenahan telah dilakukan.

“Target untuk meraih WTP dari BPK tahun ini sudah tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RPJMD) kita. Dan kita terus benahi beberapa aspek administrasi yang menjadi sorotan BPK,” kata Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Bandung Budhi Rukmana saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Kamis (5/4/2018).

Budhi menuturkan, setidaknya terdapat empat titik berat proses administrasi yang menjadi sorotan BPK, yakni persoalan piutang pajak, persediaan, aset dan utang jangka pendek.

Menurut dia, persoalan aset menjadi salah satu hal yang tidak mudah dibenahi. Kendati begitu, pihaknya optimistis jika pembenahan itu bisa diupayakan.

Sementara untuk hal lain, Budhi menegaskan jika beberapa di antaranya sudah selesai dikerjakan. Selain itu, hasil pembenahan tersebut pun sudah masuk ke Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

“LKPD sudah kita serahkan pada 29 Maret 2018 ke BPK. Mulai 2 April lalu, BPK sudah mulai mengaudit untuk LKPD 2017,” ungkap dia.

(Ageng/LIN)

Penyaluran Kartu Kombo Tidak Tepat Sasaran?

0
Yusep Mulyana Anggota DPRD Garut dari partai Nasdem (Foto FOKUSJabar)
Yusep Mulyana Anggota DPRD Garut dari partai Nasdem (Foto FOKUSJabar)

GARUT, FOKUSJabar.id: Penyaluran Kartu Kombo pengganti Beras Pra Sejahtera dengan nominal Rp110 ribu per bulan per Kepala Keluarga (KK) belum menyeluruh, bahkan tidak tepat sasaran.

Demikian diungkapkan Anggota DPRD Garut dari Partai NasDem Yusep Mulyana, menyusul banyaknya keluhan dari warga kepada dirinya terkait penyaluran Kartu Kombo itu.

“Seperti halnya di RW 4 Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukawening,  dari 109 KK hanya 9 KK yang mendapatkan Kartu Kombo,” kata Yusep melalui sambungan telepon, Kamis (5/4/2018).

Padahal, kata dia, di RW tersebut ada sembilan orang jompo dan puluhan warga kurang mampu yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Menurut dia, hal itu sangat aneh.

“Kenapa mereka (jompo dan janda tua dan warga kurang mampu) tidak mendapatkan kartu itu. Apakah karena sistem pendataan yang kurang menyeluruh atau ada penyebab lainnya,” jelas dia.

Lebih lanjut dia mengimbau agar kepala dinas terkait mengecek langsung ke lapangan. Jangan sampai program pemerintah itu tidak sampai kepada yang berhak menerima.

(Andian/LIN)

Alumni dan Praja IPDN Harus Miliki Visi yang Baik Dalam Bertugas

0
Mendagri Tjahjo Kumolo saat diwawancarai (foto LIN)
Mendagri Tjahjo Kumolo saat diwawancarai (foto LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Alumni dan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) harus memiliki visi yang baik dalam melaksanakan tugas mulia sebagai abdi negara. Bahkan, mereka dituntut memiliki cita-cita dan imajinasi yang tinggi agar memiliki konsep dan gagasan yang baik.

Demikian diungkapkan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat membuka temu akbar alumni IPDN, di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (5/4/2018). Dia menjelaskan bahwa pemikiran proklamator Soekarno layak menjadi contoh untuk setiap abdi negara dalam melaksanakan tugas.

“Cita-cita dan imajinasi akan melahirkan konsep dan gagasan. Dengan begitu, berani melaksanakan peran dan tugas berdasarkan konsep yang ada. Itulah pemikiran Bung Karno. Ini harus jadi keyakinan dan impian seluruh alumni dan praja IPDN,” katanya seraya meminta alumni dan praja IPDN menyusun konsep dan gagasan yang baik di manapun mereka bertugas.

Dalam kesempatan itu, Mendagri pun menyerahkan penghargaan dari IPDN untuk Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, serta Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Keduanya dianggap berhasil menjalankan tugas pemerintahan dengan baik, sehingga layak dianugerahi tanda Astra Brata Utama. Secara khusus, penghargaan ini diberikan kepala gubernur 2 periode yang dianggap berhasil memenuhi janji-janji politiknya di saat kampanye seperti di bidang infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

Tjahjo meminta alumni dan praja IPDN mampu meniru keberhasilan kepala daerah tersebut dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai abdi negara.

“Keberhasilan tersebut itu harus ditiru praja IPDN. Anda (Praja) penggerak revolusi mental. Kita sukseskan infrastruktur ekonomi dan sosial yang diinstruksikan Bapak Jokowi dan Jusuf Kalla. Ini semata-mata untuk mengejar ketertinggalan kita,” jelas dia.

(LIN)

Tol Purbaleunyi-Gedebage Segera Terhubung

0
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Sekda Jabar Iwa Karniwa, Pjs Wali Kota Bandung M solihin, Kadis Bina Marga Jabar M Guntoro beserta Presdir Summarecon resmikan pembangunan awal exit toll Gedebage (Foto LIN)
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Sekda Jabar Iwa Karniwa, Pjs Wali Kota Bandung M solihin, Kadis Bina Marga Jabar M Guntoro beserta Presdir Summarecon resmikan pembangunan awal exit toll Gedebage (Foto LIN)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pembangunan jalan penghubung KM 149 Exit Tol Gedebage dimulai oleh PT Summarecon Agung Tbk, Kamis (5/4/2018). Akses tol tersebut akan menghubungkan Tol Padaleunyi dengan kawasan Gedebage, termasuk dengan rencana pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR).

Pembangunan jalan sepanjang 2,5 kilometer tersebut dilakukan di atas lahan yang sudah dibebaskan Oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pembangunan dilakukan oleh PT Mahkota Permata Perdana (Summarecon Bandung) dengan anggaran Rp100 milyar.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan bahwa pola pembangunan jalan melalui kerja sama antara pemerintah dan swasta ini telah dilakukan dua kali di Jawa Barat. Pertama, dilakuakan untuk membangun jalan layang bersama Summarecon di Bekasi, kemudian yang kedua adalah proyek pembangunan akses tol Gedebage. Menurut dia kerja sama tersebut sangat baik.

“Summarecon membantu pemerintah membangun jalan, dan ini yang kedua di Jawa Barat. Lahannya sudah dibebaskan oleh pemprov, pembangunan tahap awal sudah oleh pemerintah pusat, tinggal sisa ke jalan penghubung dengan Gedebage sampai 2.480 meter,” kata Aher saat groundbreaking jalan penghubung Exit Tol Gedebage KM 149 di kawasan Summarecon Bandung.

Aher berharap pembangunan tersebut akan meningkatkan aksesibilitas warga di kawasan Bandung Timur. Dengan begitu, transportasi orang maupun barang di kawasan tersebut semakin lancar. Selain menjadi akses ke kawasan permukiman, jalan itu pun akan terhubung dengan Masjid Al Jabbar.

(LIN)

Mahasiswa Faperta Buka Stand Produk UMKM Ciamis

0

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Dalam rangka mempraktekan hasil edukasi perkuliahan Fakultas Pertanian Universitas Galuh Ciamis mendirikan stand produk UMKM Ciamis melalui mahasiswa jurusan Agri Bisnis.

Sejumlah produk UMKM Ciamis seperti sistik buah naga, seroja rasa seblak dan kacang serta produksi unggulan lainya dipamerkan sekaligus dipasarkan kepada para Raja Nusantara dan Mahasiswa Asing dalam gelaran Diesnatalis Unigal ke-20 di halaman Gedung Auditorium.

Mahasiswa Faferta Jurusan Agri Bisnis, Mety Supriatini mengatakan, saat ini momen spesial untuk mempraktekan hasil edukasi selama perkuliahan dan mengenal lapangan langsung. Terlebih, dihadapan konsumen para Raja dan Mahasiswa Asing.

” Ini momen special. Kita harus mengambil pelajaran berharga dari kegiatan ini,” ucapnya, Kamis (5/4/2018).

Mety berharap, produk UMKM Ciamis bisa lebih dikenal di seluruh Nusantara dan Luar Negeri.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)