spot_img
Kamis 5 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7557

Polri: The Family MCA ‘Goreng’ Isu PKI dan Penganiayaan Tokoh Agama

0
Aksi warga membakar bendera PKI, di Taman Apsari, Surabaya, 2017. Polri menyebut, kelompok The Family MCA menggarap isu penyerangan terhadap tokoh agama dan kebangkitan PKI. (Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Irwan Anwar mengatakan, grup percakapan daring The Family MCA (Muslim Cyber Army) merupakan kelompok yang ‘menggoreng’ isu penyerangan terhadap sejumlah tokoh agama dan rumah ibadah.

” Iya, The Family MCA adalah pelaku penggoreng isu ulama diserang orang gila,” ujar Irwan seperti dilansir CNN.

Irwan pun mengonfirmasi The Family MCA sebagai penyebar isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), penculikan ulama dan pencemaran nama baik presiden, pemerintah serta tokoh-tokoh tertentu.

Para pelaku pun diduga menyebarkan virus yang dapat merusak perangkat elektronik pihak penerima.

Penyidik telah menangkap sebanyak enam orang anggota kelompok Muslim Cyber Army yang tergabung dalam grup ‘The Family MCA’ di enam provinsi berbeda.

Mereka adalah ML (40) ditangkap di Jakarta Utara, RSD (35) ditangkap di Bangka Belitung, RA (39) ditangkap di Bali, dan YUS ditangkap di Jawa Barat.

Dua tersangka lainnya masih dalam proses pendataan identitas. Mereka ditangkap di Sulawesi Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

(Agung)

Dorong Anak Perempuan Turki Jadi Martir, Erdogan Dikecam

0
Acara kongres partai AK, yang menampilkan anak perempuan berseragam militer itu, disiarkan langsung lewat TV. (EPA)

TURKI, FOKUSJabar.id: Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mendapat kecaman setelah mengatakan kepada seorang anak perempuan yang mengenakan baju tiruan seragam militer bahwa dia akan menjadi terhormat jika gugur dalam pertempuran.

“Jika dia menjadi martir, mereka akan menaruh bendera di atasnya,” kata Erdogan kepada anak perempuan yang menangis itu dalam kongres Partai AK pimpinannya yang disiarkan di TV, seperti dilansir Detik, Selasa (27/2/2018).

Anak perempuan berseragam militer menarik perhatian Presiden Erdogan, dan memintanya naik ke panggung. (EPA)

“Dia juga punya bendera Turki di sakunya… Jika dia menjadi martir, mereka akan menaruh bendera di atasnya, Insya Allah,” katanya dalam kongres di kota Kahramanmaras, Turki Selatan, Sabtu (24/02/2018) lalu.

“Dia siap untuk semuanya, iya, kan?” dan anak perempuan itu menjawab, “Ya’.

Pernyataan Erdogan itu pun dikecam oleh beberapa pihak dan dinilai sebagai ‘penganiayaan anak’.

“Memalukan, amat buruk. Dia hanya seorang anak, Anda tidak mengharapkan dia mati dan Anda tidak mengatakan Insya Allah untuk itu!” cuitan salah satu pengguna Twitter.

Erdogan masih belum menanggapi kritik-kritik itu.

Bukan pertama kali komentar Erdogan terkait martir memicu kontroversi di Turki, Endorgan selalu menyarankan semua tentara atau polisi yang tewas saat bertugas sebagai martir.

(Agung/Vetra)

Trump: Bush dan Obama Tak Berbuat Apapun Terkait Korut

0
ilustrasi (web)

AMERIKA SERIKAT, FOKUSJabar.id: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritikan untuk para pendahulunya, mantan Presiden George W Bush dan Barack Obama, terkait cara menangani ancaman Korea Utara (Korut). Trump sendiri membanggakan kepemimpinannya.

“Pemerintahan Bush tidak melakukan apapun,” kata Trump saat berbicara di hadapan para gubernur negara bagian di Gedung Putih, seperti dilansir CNN, Selasa (27/2/2018).

“Pemerintahan Obama ingin melakukan sesuatu. Dia memberitahu saya bahwa ini merupakan masalah tunggal terbesar. Mereka tidak melakukan apapun. Akan jauh lebih mudah pada hari-hari itu dibanding sekarang,” tambahnya.

Trump kemudian membandingkan dua pemerintahan AS sebelumnya dengan pemerintahannya.

“Kita sudah sangat keras terhadap mereka (Korut-red),” ujar Trump, merujuk pada sanksi terbaru yang dijatuhkan AS terhadap Korut yang bertujuan mengisolasi Korut.

Sebelumnya, pada Jumat (23/2/2018) lalu, pemerintah Trump mengumumkan sanksi-sanksi baru terhadap aset perkapalan terkait Korut. Trump menyebut paket sanksi ini sebagai ‘sanksi terberat’. Sanksi ini masih menjadi bagian dari kampanye ‘tekanan maksimum’ terhadap Korut untuk menghentikan program rudal dan nuklir rezim komunis itu.

(Agung/Vetra)

Kapolri Umrah, Bertemu Habib Rizieq?

0
(foto Detik)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Kapolri Jenderal Tito Karnavian tengah melaksanakan umrah, padahal baru Agustus 2017 Tito menunaikan ibadah haji. Apakah ada pertemuan dengan Habib Rizieq?

“Iya, umrah memang iya,” kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal mengutip Detik, Selasa (27/2/2018).

Kapolri berangkat pada Minggu (25/2/2018) lalu. Jenderal Tito dan istrinya ada kemungkinan pulang pada Rabu (28/2/20018) atau Kamis (1/3/2018) mendatang.

BACA JUGA:

Hari Ini Demokrat Garut Rapat Pengarahan Struktur di 5 Kecamatan

Namun, saat ditanya soal kemungkinan Kapolri bertemu Habib Rizieq, Iqbal mengaku tak tahu.

“Nggak tahu,” ujar mantan Kapolres Surabaya itu.

(Agung/Vetra)

KPU Larang Parpol Pajang Foto Pendiri NU dan Muhammadiyah

0
ilustrasi (web)

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang partai politik memasang wajah dan atau nama presiden dan wakil presiden serta tokoh nasional yang bukan pengurus partai ke dalam alat peraga kampanye.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan larangan itu mencegah terjadinya pelanggaran selama kampanye.

“Dalam alat peraga dan bahan kampanye itu dilarang mencantumkan nama dan gambar presiden dan wakil presiden atau pihak lain yang bukan pengurus parpol,” kata Wahyu, seperti dilansir CNN, Selasa (27/2/2018).

BACA JUGA:

Hari Ini Demokrat Garut Rapat Pengarahan Struktur di 5 Kecamatan

Wahyu menyatakan beberapa tokoh yang dilarang oleh KPU, antara lain mantan presiden Soeharto, mantan Panglima Besar TNI Jenderal Sudirman, mantan presiden BJ Habibie, pendiri NU KH Hasyim Ashari, dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.

Megawati dan SBY masih bisa dimasukkan dalam alat peraga kampanye karena mereka masih tercatat sebagai pengurus partai yang menjabat sebagai ketua umum partai.

“Jadi semua figur (yang) bukan pengurus partai tidak boleh dimasukkan dalam alat peraga,” ujarnya.

KPU akan melakukan pengawasan terhadap seluruh alat peraga yang dibuat oleh parpol untuk kepentingan kampanye. KPU juga meminta parpol menyerahkan desain alat peraga untuk diverifikasi.

(Agung/Vetra)

Lelang Jabatan Sekda Kota Bandung Dilakukan Setelah Ada Pjs Sekda

0
Lelang Jabatan Sekda Kota Bandung Dilakukan Setelah Ada Pjs Sekda (prfm)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dengan mundurnya Yossi Irianto sebagai Sekda Kota Bandung karena maju di Pilwalkot Bandung 2018, maka kekosongan jabatan Sekda kini dijabat oleh pelaksana tugas (plt) sekda kota Bandung Evi S Shaleha.

Namun, menurut Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bandung Muhammad Solihin, sebelum ditunjuknya seorang sekda definitif, pihaknya kini tengah mengajukan pengangkatan pejabat sementara (Pjs) Sekda terlebih dahulu kepada Kementrian Dalam Negri.

“Untuk jabatan sekda memang pada saat ini kita mengajukan untuk penetapan pejabat sementara sekda, karena untuk pengangkatan pejabat definitif harus melalui open bidding (lelang jabatan-red),” ungkap Solihin saat melakukan kunjungan ke Kantor Kecamatan Panyileukan, Selasa (27/2/2018) mengutip PRFM.

BACA JUGA:

Hari Ini Demokrat Garut Rapat Pengarahan Struktur di 5 Kecamatan

Dijelaskan Solihin, proses lelang jabatan sekda ini akan dimulai jika sudah ada Pjs Sekda. Saat ini, pihaknya tengah menyampaikan permohonan penetepan Pjs Sekda ke kementrian dalam negri setelah mendapatkan restu dari pemprov Jabar.

“Pihak kementrian dalam negri meminta setiap pelaksanaan pelantikan pejabat sementara harus dilantik, karena kita harus melanjutkan permohonan ke pihak kementrian dalam negri, dari gubernur sudah diberikan ijin, tinggal dari kementrian dalam negri, kalau itu sudah turun, kita tinggal melaksanakan open bidding jabatan sekda defenitif,” jelasnya.

(Vetra)

Banjir Bandung, 1.840 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

0
Ilustrasi (web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Para pengungsi banjir di Bandung Selatan masih memilih bertahan di pengungsian. Mereka khawatir tinggi muka air kembali naik ketika hujan mengguyur bagian hulu Sungai Citarum.

Demikian disampaikan Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Heru Kiatno, Selasa (27/2/2018).

“Hingga saat ini, jumlah pengungsi dari tiga kecamatan yaitu Bojongsoang, Baleendah dan Dayeuhkolot berjumlah 556 KK dengan rincian 1.840 jiwa yang tersebar di 23 titik pengungsian,” papar Heru.

BACA JUGA:

Hari Ini Demokrat Garut Rapat Pengarahan Struktur di 5 Kecamatan

Menurutnya, bencana banjir di akhir Februari ini lebih parah ketimbang biasanya yang hanya menggenangi tiga kecamatan. Banjir kali ini sempat meluas dan menggenangi sembilan kecamatan.

“Banjir sekarang sempat menggenangi Kecamatan Majalaya, Ibun, Paseh Solokan Jeruk dan Rancaekek, tapi banjirnya tidak lama paling lumpur dan sampah sisa banjirnya saja,” terangnya.

Terkait hal ini, BPBD bekerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya untuk mengevakuasi lumpur sisa banjir. Termasuk bekerjasama dengan Dinas Kesehatan untuk mengecek kondisi kesehatan masyarakat.

“Kita sudah koordinasi dengan Dinas Kebersihan serta Pemadam Kebakaran untuk membersihkan sisa lumpur dan sampah. Kita juga koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengecek kesehatan masyarakat,” pungkasnya melansir PRFM.

(Vetra)