spot_img
Kamis 5 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7556

Ini 20 Pemain yang Disiapkan Persib Menghadapi Perserang

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Perserang Serang akan menjadi lawan tanding Persib Bandung pada pertandingan uji coba yang berlangsung di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Kamis (1/3/2018).

Menurut Asisten Pelatih Persib, Fernando Soler, pada pertandingan uji coba kali ini, Persib akan menyiapkan sebanyak 20 pemainnya termasuk Febri Hariyadi.

Michael Essien tidak dibawa ke Serang karena baru pulih dari cedera lutut.

Ke-20 pemain tersebut, Henhen, Bojan (Malisic), Wildansyah, Puja (Abdillah), Hariono, Dedi, Eka, Supardi, Atep, Ghozali, Febri, In-Kyun, Ezzechiel, Airlangga, Muchlis, Zola, Indra, Wildan, Deden (M. Natshir) dan Made.

(Arif/Bam’s)

AMPG : Pengangkatan Tiga Direksi PDAM Langgar PKPU No 15 Tahun 2017

0

GARUT, FOKUSJabar.id : Karena melabrak aturan, pengangkatan tiga Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut batal secara hukum.

Demikian diungkapkan Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Garut (AMPG), Abu Musa Hanif Muttaqin. Menurut dia, pengangkatan tiga Direksi tersebut cacat hukum. Dengan begitu, gugur dengan sendirinya.

” Jelas itu sudah melanggar aturan. Dan pengangkatan tiga Direksi gugur dengan sendirinya,” kata Abu kepada FOKUSJabar melalui pesawat telpon, Selasa (27/2/2018) malam.

Perlu diketahui lanjut dia, jika akan menggunakan Peraturan Bupati (Perbup) maka tidak boleh bertentangan dengan peraturan di atasnya, seperti Perda, Pergub dan yang lainnya.

Ditambahkan Abu, setiap pengamatan dalam Perda baik itu perubahan struktur kelembagaan tetap harus dikomunikasikan dulu dengan jajaran DPRD.

Selain itu, pengangkatan tiga Direksi PDAM momennya tidak tepat dan berbau politik.

” Jelang Pilkada, petahana tidak boleh mengangkat atau merotasi jabatan yang tertuang dalam PKPU No15 tahun 2017,” terangnya.

Pihaknya akan terus mengawal serta menyuarakan kejanggalan yang ada di Kabupaten Garut. Selain sudah melaporkan ke Panwaslu juga pihaknya akan audiensi dengan DPRD.

” Rencananya, hari Kamis akan beraudiensi dengan jajaran Komisi A DPRD Garut,” pungkasnya.

(Andian/Bam’s)

Gratifikasi di Pilkada Garut, Polisi Segera Memanggil Calon

0
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana (foto WEB)
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana (foto WEB)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kepolisian Daerah Jawa Barat terus memburu pelaku lainnya yang terlibat gratifikasi di Pemilihan Bupati Garut 2018. Polisi pun akan memanggil pasangan Soni Sondani-Usep Nurdin yang diduga kuat terlibat dalam kasus itu.

Untuk diketahui, polisi telah menetapkan tiga tersangka terkait suap untuk meloloskan kandidat tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana menyebut bahwa pihaknya akan memanggil Soni-Usep pada Rabu (28/2/2018) ini. Pemanggilan itu diperlukan untuk menggali keteranga dari kedua calon tersebut. Kaitannya dengan tersangka baru, pihaknya belum mau membukanya, meski menurut dia hal itu tidak menutup kemungkinan.

“Kita ikuti alat bukti saja. Kalau tersangka baru, pengakuannya ada, tapi sepihak. Makanya kita tunggu perkembangan dari alat bukti,” jelas dia.

Kepolisian pun akan meminta informasi dari beberapa bank untuk mengetahui pasti aliran suap.

“Kita kirim surat ke beberapa bank terkait, untuk mengetahui informasi beberapa rekening. Akan kita kembangkan. Dana lari ke mana saja, sumber dana dari mana,” katanya.

Lebih lanjut, dia memastikan bahwa kepolisian terus memantau pelaksanaan Pilkada lainnya di Jawa Barat, terlebih pihaknya banyak menerima laporan kasus serupa di daerah lain. Selain dari masyarakat umum dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), pihaknya pun menerima laporan langsung dari aparatur sipil di penyelenggara pemilu.

“Informasi banyak masuk. Kita dalami satu per satu. Satgas anti money politic kita terus bergerak. Semua dalam pengawasan kita. Kita minta masyarakat tidak segan melapor, baik ke polres, polda,” tutur dia.

Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat optimistis kasus gratifikasi ini tidak memengaruhi jalannya Pilkada di Kabupaten Garut. Terlebih seluruh unsur terkait sudah berkoordinasi untuk menjaga kelancaran ajang demokrasi tersebut.

“Kami berjanji akan berkomitmen untuk melaksanakan tugas. Apalagi saat ini semuanya sudah berjalan baik,” jelas Yayat.

(LIN)

DPP Gerindra Fokuskan Kemenangan Asyik di Dapil VIII

0

CIREBON,FOKUSJabar.id: DPP Partai Gerindra fokuskan kemenangan pasangan Asyik Sudrajat-Syaikhu di daerah pemilihan (Dapil) VIII, bahkan menargetkan kemenangan telak di daerah pantura (Pantai Utara) itu.

Untuk diketahui, Dapil VII terdiri dari Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu semua kader dari daerah tersebut dikumpulkan oleh DPP untuk malasanakan Rapat Koordinasi dapil VIII di Hotel Apita, Selasa (27/2/2018).

Sekretaris Jendral DPP Gerindra Ahmad Muzani mengatakan bahwa dalam PKPU disebutkan bahwa pasangan calon berhak mengajukan gugatan mahkamah konstitusi jika selisih raihan suara sebesar 2 persen. Dengan demikian, kata dia, kemenangan pasangan Asyik harus dengan selisih lebih dari 2 persen.

“Jadi harus menang dengan selisih di atas 2 persen bahkan harus telah agar tidak ada gugatan saat ada hasil pemenang nanti,” kata Muzani.

Dia pun meyakini bahwa mesin partai akan berjalan maksimal dengan tiga pola yang akan dilakukan Gerinda mulai dari tingkat ranting. Pertama pengurus ranting harus mendata semua hak pilih per satu TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang jumlah nya 500 orang. Kemudian mendata pemilih yang benar-benar memilih pasangan Asyik.

Gerindra pun harus memilah pemilih yang belum menentukan pilihan dan yang tidak memilih Asyik, selanjutanya ranting mengajar agar pemilih yang belum menentukan pilihan memilih pasangan Asyik.

“Artinya, yang tidak memilih biarkan, nah kita yakinkan kepada pemilih yang belum menentukan pilihan agar memilih Asyik dengan kampaye yang sehat,” kata dia.

Kemudian pola ketiga, yakni mengamankan pemilih yang sudah pasti memilih pasangan Asyik serta mengamankan raihan suara di TPS nantinya, hal tersebut menjadi tugas saksi yang ditunjuk oleh partai nantinya.
Hal itu pentinga agar suara yang sudah didapat tidak hilang di TPS.

“Jadi nanti suara harus utuh dengan data yang kita sudah pegang,” tutur dia.

Pihaknya pun percaya kepada dua partai pengusung Asyik, yakni PAN dan PKS. Dua partai ini sangat solid, sehingga mesin partai pendukung Asyik akan berjalan sempurna. Artinya, dua PAN dan PKS ini sudah tidak diragukan lagi kerjanya, terbukti pada Pilgub 2017 di DKI Jakarta.

Hal serupa dikatakan Cagub Jabar Sudrajat. Menurut dia, militansi PKS dan PAN sangat bagus, belum lagi pasangan Asyik pun mendapat dukungan dari PPP dan PBB.

“Saya yakin dengan mesin partai pendukung Asyik saat ini akan menyempurnakan kemenangan di dapil VIII umumnya di Jabar,” kata dia.

Sebelumnya, Sudrajat mengatakan bahwa jumlah suara dari koalisi partai Gerindra, PAN dan PKS mencapai 5,6 juta kemudian di tambah dengan PPP dan PBB mencapai 6,1 juta, maka itulah kekuatan pasangan Asyik di Jabar.

“Dengan dukungan suara partai yang berkoalisi saya yakin bisa memenangkan Pilgub Jabar,” kata Sudrajat.

(AS/LIN)

Pulang dari Tasik, Persib Keluhkan Match Fee

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Setelah melakoni pertandingan uji coba menghadapi Priangan Selection di Stadion Wiradadaha, Tasikmalaya, Sabtu (24/2/2018) lalu, pelatih Persib Roberto Mario Gomez mengeluhkan masalah match fee yang belum didapat pasukannya.

Menurut Asisten Pelatih Persib, Fernando Soler, match fee tersebut seharusnya didapat oleh tim Maung Bandung. Karena untuk mengundang Persib, Panpel harus mengeluarkan biaya. Terlebih, pada laga uji coba tersebut Bobotoh dikenakan tiket.

” Seperti kemarin coach bilang ini tim besar, kita mau kemana-mana cuma buat anak-anak (pemain) itu dikasih berapa uang, kalau ada-ada (uang) it’s oke kita bawa tim inti,” kata Soler di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Selasa (27/2/2018).

Asisten yang sempat bermain untuk Persebaya ini berharap, Persib tidak lagi mengalami hal serupa pada pertandingan uji coba menghadapi Perserang, di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Kamis (1/3/2018) mendatang.

” Kita tidak mau salah lagi seperti Tasik,” pungkasnya.

(Arif/Bam’s)

Didukung Pekat IB, Cawagub Anton Charliyan Komitmen Wujudkan Keamanan Lewat Turkamling

0
Cawagub Jabar Anton Charliyan (Foto IST)
Cawagub Jabar Anton Charliyan (Foto IST)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Organisasi Masyarakat (Ormas) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Jawa Barat mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Cagub-Cawagub nomor urut 2 TB Hasanuddin (Kang Hasan) -Anton Charliyan (Kang Anton) Amanah (Hasanah).

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pekat IB Jabar Abidin menyampaikan kesiapannya memenangkan Hasanah.

Pihaknya siap mengerahkan segenap kekuatan Pekat IB untuk mengantarkan Hasanah memimpin Jabar lima tahun ke depan.

“Kami sebagai adik, akan memberikan dukungan terbaik untuk Pasangan Hasanah,” tegas Abidin usai mendeklarasikan dukungannya di Gedung Japnas, Selasa (27/2/2018).

Dengan berbagai strategi yang disiapkan, Abidin optimistis mampu meraih suara sesuai target kemenangan Hasan.

Setelah deklarasi, Abidin mengajak seluruh pengurus IB se-Jawa Barat untuk langsung bergerak memenangkan Hasanah.

“Dengan berbagai strategi yang kita siapkan, maka kemenangan Hasanah akan kita raih,” tegasnya.

Sementara itu, Cawagub yang juga Dewan Penasihat Pekat IB Anton Charliyan mengatakan, berbagai program yang akan digulirkan untuk membangun daerah dan masyarakat.

Salah satu programnya, yakni sekolah gratis yang ditujukan untuk pendidikan umum dan keagamaan dengan menyiapkan dana Rp1 trikyun per tahun untuk pondok pesantren.

“Program itu hasil aspirasi dari masyarakat saat kunjungan saya ke pesantren dan masyarakat di berbagai daerah di Jabar,” kata Anton.

Selain itu, dia berkomitmen menjaga kondusifitas keamanan di Jabar dengan menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila serta melestarikan kebudayaan Jabar.

Anton pun memiliki program Turkamling atau infrastruktur dan keamanan lingkungan yang menjadi program unggulan.

“Keamanan ini penting untuk masyarakat dan dunia usaha agar terjaga dan nyaman hidup di Jabar,” jelas dia.

(LIN)

Bangun SRA, Netty Ingin SMA/K se-Jabar Prioritaskan Tiga Hal

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No82 tahun 2015 tentang Sekolah Ramah Anak (SRA), Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan terus mendorong pembangunan SMA/SMK dari segi infrastruktur maupun tenaga kependidikan.

Menurut peraturan tersebut, SRA harus memenuhi tiga unsur. Yakni, infrastruktur (hardware), bahan ajar atau kurikulum (software) dan SDM tenaga kependidikan (brainware).

Mengingat ketiga unsur tersebut cenderung sulit dan butuh proses yang panjang untuk diimplementasikan, maka Bunda Literasi Jawa Barat, Netty Heryawan melakukan tiga hal dalam mewujudkan SRA.

Penyambutan dan penerimaan guru terhadap muridnya. Bagi Bunda Netty, menjalin pendekatan dengan peserta didik akan membawa rasa nyaman dan suasana yang bersahabat. Dengan begitu, siswa akan senang dan bersemangat menjalani kegiatan di sekolah.

” Minimal tanya kabar siswa dan ungkit hal-hal yang disukainya. Sambutlah mereka sebagaimana kita menyambut anak-anak kandung kita,” kata Bunda Netty saat menjadi narasumber SRA sebagai Rumah Kedua dan Sekolah Tanpa Kekerasan, di SMAN 10 Bandung, Jalan Cikutra No77 Bandung, Selasa (27/02/2018).

Selain itu, proses belajar yang menyenangkan bagi siswa menjadi poin penting kedua yang harus diprioritaskan dalam mewujudkan SRA. Saat Netty bertanya mata pelajaran yang paling disukai, jawaban mereka beragam. Alasannya, karena guru mata pelajaran tersebut ramah, asyik, supel dan bersahabat.

Yang terakhir, penanganan masalah.

Meski SMAN 10 Bandung sudah memiliki delapan guru bimbingan konseling yang kompeten di bidangnya, namun baik siswa maupun guru harus paham bagaimana dan kemana mereka harus melapor jika terjadi sesuatu yang tidak mampu ditangani oleh pihak konseling.

“Jangan sampai ada penghapus papan tulis melayang di kelas, jangan sampai terjadi seperti di provinsi lain dimana seorang siswa tega menghabisi gurunya sendiri,” ujar Netty.

Kepala SMAN 10 Bandung, Ade Suryaman menuturkan, sekolahnya telah dijadikan sekolah rujukan sejak tahun 2016. Karenanya, pihaknya berkomitmen untuk menjadi sekolah ramah anak.

Memaksimalkan fungsi SRA, sejak awal 2017 SMAN 10 bermetamorfosa menjadi sekolah terbuka olahraga.

” Kami mengambil dan membimbing atlet, mereka diberi kesempatan untuk latihan sekaligus belajar, sehingga bisa berprestasi secara akademik juga,” singkat Ade.

(Bam’s)