spot_imgspot_img
Rabu 6 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 483

Stop Beroperasi, Gubernur Jabar Beri Kompensasi Abang Becak, Delman dan Sopir Angkot

0
Gubernur Jabar fokusjabar.id
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) akan memberikan kompensasi kepada pemilik angkutan kota, sopir angkot dan sopir cadangan di kawasan Puncak Bogor.

Mereka diminta berhenti beroperasi sementara selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

BACA JUGA:

Hari Ini Gubernur Jabar Jemput 45 Warga Terdampak Banjir Aceh

Tujuannya, untuk memperlancar arus lalu lintas di kawasan Puncak yang sangat padat. Terutama saat libur panjang.

Gubernur Jabar mengatakan, pemberian kompensasi menyasar angkot yang melayani rute kawasan Puncak. Baik di wilayah Kabupaten Bogor maupun Cianjur.

Kebijakan serupa pernah diterapkan saat mudik Idul Fitri 2025.

“Kebijakan ini akan diberlakukan kembali,” kata Gubernur Jabar.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Diding Abidin menambahkan, pemberian kompensasi untuk mengganti pendapatan sopir angkot berhenti beroperasi selama libur Nataru 2026.

Kompensasi diberikan selama empat hari. Yakni, 24, 25, 30 dan 31 Desember 2025. Selama periode tersebut, angkot diminta tidak beroperasi di jalur wisata Puncak.

BACA JUGA:

Atasi Banjir, Gubernur Jabar Bakal Pulihkan Sempadan Sungai

Pemprov Jabar menyiapkan kompensasi Rp200 ribu per orang per hari. Jadi, setiap sopir angkot bakal mendapat Rp800 ribu.

“Jumlah seluruhnya sebanyak 1.825 orang. Mereka adalah pemilik angkot, sopir utama dan sopir cadangan,” ungkap Diding.

Tak hanya angkot di kawasan Puncak, kebijakan serupa rencananya menyasar moda transportasi tradisional di sejumlah daerah di Jawa Barat.

Pemprov Jabar bakal memberikan kompensasi kepada pengemudi delman dan becak di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Garut, Tasikmalaya, Kuningan dan Kabupaten Cirebon.

“Total delman dan becak di enam daerah sekitar 1.470,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan.

Untuk memastikan efektivitas kebijakan tersebut, Dishub Jabar akan melakukan pengawasan langsung selama masa libur Nataru.

Monitoring dilakukan guna memastikan angkot, becak dan delman penerima kompensasi benar-benar berhenti beroperasi sesuai ketentuan.

“Kita akan monitoring,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Gubernur Jabar Imbau Siswa Belajar di Alam Terbuka

Sebelumnya kebijakan tersebut terbukti efektif pada mudik Idul Fitri 2025 lalu.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Jawa Barat menunjukkan terjadi peningkatan kecepatan kendaraan selama masa mudik.

Misalnya, kecepatan rata-rata perjalanan Garut–Bandung (lintas Limbangan–Malangbong) meningkat menjadi 20–30 km per jam dari 10–20 km per jam pada 2024.

Sementara lintas Garut–Tasikmalaya meningkat menjadi 30–40 km per jam dari 20–30 km per jam.

(Bambang Fouristian)

Kisah Sukarelawan dan Misi Air Kehidupan PMI Garut di Tanah Sumatera

0
bencana sumatera fokusjabar.id
David dan dua orang Sukarelawan PMI Garut

ACEH, FOKUSJabar.id: Ditengah puing dan trauma pascabencana Sumatra dan Aceh, air bersih sering kali menjadi kemewahan yang sulit dijangkau.

Namun berkat tangan dingin dan semangat kemanusiaan kebutuhan paling mendasar itu tersalurkan.

BACA JUGA:

Muhammadiyah Garut Galang Donasi Bencana Sumatera Melalui Jalan Sehat

David Mohammad Yusup, staf Markas PMI Kabupaten Garut, bersama Marhapi Ali Nurdin dan Asep Hidayatullah merupakan wajah dibalik misi distribusi ‘Air Kehidupan’ selama tiga bulan penugasan.

Panggilan Kemanusiaan dan Realitas Lapangan

Bagi David, motivasi utama penugasan ini bukan hanya tugas. Melainkan murni panggilan kemanusiaan.

“Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar. Dan saat bencana terjadi, akses terhadap air sering kali menjadi hal pertama yang hilang. Kami merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara terdampak di Sumatera dan Aceh,” kisah David kepada FOKUSJabar.

Namun, realitas lapangan memukulnya. Momen paling mengejutkan saat pertama tiba adalah kondisi sumber air yang tercemar dan jarak pengungsian yang sangat jauh dari akses air layak.

Tantangan awal diperparah dengan medan yang berat dan kondisi psikologis penyintas yang masih trauma.

Menjamin Kualitas Air dengan Standar PMI

Tim PMI Garut yang tergabung dalam tim Water, Sanitation and Hygiene (Wash) bergerak cepat mengatasi masalah tersebut. Mereka menerapkan standar ketat dalam pengolahan air.

BACA JUGA:

45 Warga Jabar Terdampak Bencana Sumatera Segera Dipulangkan

“Kami menerapkan standar PMI dalam pengolahan air. Mulai dari penyaringan, proses klorinasi hingga pengecekan kadar residual klorin secara berkala,” jelas David.

Selain itu, tangki air yang disterilkan dan wadah distribusi yang higienis menjadi prioritas. Edukasi kepada masyarakat tentang cara menyimpan air dengan aman juga menjadi bagian tak terpisahkan dari program tersebut.

Strategi Distribusi di Medan Sulit

Tantangan terbesar yang dihadapi David dan tim adalah akses menuju lokasi pengungsian terpencil. Kerusakan infrastruktur akibat bencana membuat kendaraan besar kesulitan menjangkau lokasi.

“Kami berkoordinasi dengan relawan lokal, menggunakan kendaraan roda dua atau distribusi manual serta membuat titik distribusi terpusat. Tujuannya agar bantuan dan air bisa dijangkau lebih banyak warga secara efisien,” kata David.

Dampak dari ketersediaan air bersih ini terasa sangat besar. David bersyukur, upaya mereka berhasil menekan potensi penyakit. Seperti diare, penyakit kulit dan infeksi saluran pencernaan.

Lebih dari itu, tersedianya air bersih memungkinkan aktivitas sehari-hari. Seperti memasak, mandi dan beribadah bisa kembali dilakukan.

“Secara moral, kehadiran air bersih memberi rasa aman dan harapan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi bencana ini,” ujarnya.

Sambutan warga pun sangat positif. Mereka merasa sangat terbantu dan menerima kehadiran tim relawan dengan tangan terbuka.

“Masyarakat sering mengungkapkan rasa syukur karena bantuan air bersih sangat membantu mereka bertahan di masa darurat. Banyak yang mengatakan, air bersih adalah bantuan paling mereka butuhkan saat itu,” ungkap David.

BACA JUGA:

BNPB Sebut Bencana Sumatera Renggut 916 Nyawa hingga 7/12/2025

Meski sebagian anggota tim sudah berpengalaman, penugasan berskala besar ini menjadi yang pertama bagi beberapa sukarelawan lain. Di tengah keterbatasan, David mencatat hal-hal unik yang membuatnya terharu.

“Hal yang unik adalah cepatnya kedekatan yang terbangun dengan masyarakat setempat. Di tengah kesulitan, warga tetap menyambut kami dengan ramah dan penuh rasa kekeluargaan,” kenang David.

Namun, momen yang paling mengharukan adalah saat melihat anak-anak tersenyum dan berteriak gembira ketika air bersih tiba di pengungsian.

bencana su,matera fokusjabar.id
Aktivitas Pendistribusian Air di Pidie Jaya, Aceh

“Ada juga warga yang meneteskan air mata sambil mengucapkan terima kasih karena akhirnya bisa memasak dan memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Saat dihubungi, David bersama dua rekannya sedang melakukan perjalanan dari Pidie Jaya menuju Nagan Raya Aceh Tengah yang harus ditempuh selama 13 jam.

Hal yang paling menggembirakan adalah melihat kondisi warga mulai membaik dan mereka kembali bisa beraktivitas dengan lebih layak.

Visi Ketangguhan Pasca-Bencana

Koordinasi tim David berjalan melalui posko bersama dan rapat rutin dengan PMI, BPBD, TNI/Polri serta relawan komunitas lokal. Pendistribusian bantuan berjalan efektif dan merata.

BACA JUGA:

Solidaritas Jabar Mengalir ke Sumatera, Kota Bandung Kirim Rp2 M

Melihat ke depan, David memiliki harapan besar.

“Kami berharap ke depan ada pembangunan sistem air bersih permanen. Seperti sumur bor, instalasi pengolahan air atau jaringan pipa yang tahan terhadap bencana. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya pulih, tetapi juga menjadi lebih tangguh dan siap menghadapi kemungkinan bencana di masa depan,” katanya.

Air bersih yang mengalir bukan hanya memadamkan dahaga. Namun juga menumbuhkan kembali harapan dan senyum di tengah trauma berkat tangan-tangan tulus dari relawan kemanusiaan.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, dalam misi ini PMI Garut mengerahkan tiga personel. Terdiri dari Staf Markas (Bidang Relawan) dan dua orang Korps Sukarela (KSR).

Selain personel, PMI Garut juga mengerahkan satu unit armada truk tangki untuk menunjang kebutuhan logistik dan distribusi air bersih di lokasi terdampak.

Ketua PMI Kabupaten Garut, Helmi Budiman menyatakan, misi kemanusiaan ini adalah bentuk komitmen untuk selalu hadir dalam setiap operasi kemanusiaan.

(Y.A. Supianto/Bambang Fouristian)

Ditemukan Tertindih Sepeda Motor, Guru Asal Ciamis Meninggal Dunia di Pangandaran

0
Foto: Proses evakuasi jenazah tergelatak di Blok Cilutung, Kalipucang Pangandaran.
Foto: Proses evakuasi jenazah tergelatak di Blok Cilutung, Kalipucang Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Warga Dusun Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, digemparkan oleh penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia, tergeletak dan tertindih sepeda motor di Blok Cilutung, Selasa sore (16/12/2025).

Korban diketahui bernama Yayan Rusyanto (48), seorang guru asal Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Disparbud Pangandaran Klarifikasi Penyitaan Videotron di Pantai Barat

Salah seorang saksi mata, Herman (38), menuturkan bahwa saat itu dirinya sedang menyadap nira kelapa di sekitar lokasi kejadian. Ia melihat seorang pria tergeletak bersama sepeda motornya. Setelah turun dan melakukan pengecekan, korban diketahui sudah dalam kondisi kaku dan diduga telah meninggal dunia.

Menindaklanjuti laporan warga, Kapolsek Kalipucang IPTU Ridwan bersama Ka SPKT, Pamapta II Polres Pangandaran IPDA Yogi Parhan Nugraha, anggota piket SPKT, Satintelkam, Satreskrim, serta personel Polsek Kalipucang segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Kalipucang selanjutnya melakukan pemeriksaan awal di lokasi. Kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Kalipucang guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik,” ujar IPTU Ridwan.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga dan rekan korban. Almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung dan sebelumnya telah menjalani pemasangan ring jantung.

Sementara itu, sejumlah barang milik korban telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan. Barang-barang tersebut meliputi satu unit sepeda motor Honda Karisma tanpa nomor polisi, tas gendong berisi peralatan memancing, dompet berisi identitas diri, serta satu unit telepon genggam.


(Sajidin)

Ayah Tiri di Ciamis Ditangkap Polisi, Diduga Rudapaksa Anak Sambung hingga Hamil

0
Ayah Tiri di Ciamis Ditangkap Polisi, Diduga Rudapaksa Anak Sambung hingga Hamil, FOTO ILUSTRASI WEB
Ayah Tiri di Ciamis Ditangkap Polisi, Diduga Rudapaksa Anak Sambung hingga Hamil, FOTO ILUSTRASI WEB

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ciamis, Polda Jawa Barat, mengamankan seorang pria berinisial M, warga Ciamis, yang diduga rudapaksa anak tirinya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Carsono, menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan ibu korban yang merasa curiga terhadap kondisi kesehatan anaknya.

Baca Juga: Ketua KDMP Muktisari Ciamis Hibahkan Tanah untuk Aset Desa dan Program Pemerintah

“Kasus ini terungkap setelah ibu korban mencurigai kondisi anaknya, lalu membawa yang bersangkutan ke klinik untuk pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui bahwa korban positif hamil,” ujar AKP Carsono, Selasa (16/12/2025).

Mengetahui hasil tersebut, ibu korban kemudian menanyakan kepada anaknya mengenai siapa yang bertanggung jawab atas kehamilan tersebut. Dari pengakuan korban, Polisi menduga perbuatan tersebut dilakukan oleh ayah tirinya, yang tak lain adalah suami dari ibu korban.

“Mendengar pengakuan anaknya, ibu korban sangat terpukul dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” jelas Carsono.

Berdasarkan laporan itu, petugas Satreskrim Polres Ciamis bergerak cepat melakukan penyelidikan. Tidak berselang lama, Petugas berhasil mengamankan terduga pelaku untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

AKP Carsono menambahkan, kehamilan korban awalnya terungkap saat korban dalam kondisi sakit dan Ibunya membawanya untuk memeriksakan kesehatan ke bidan.

“Saat ini korban anak tengah mendapatkan pendampingan, kemudian konseling dari KPAID Jawa Barat yang berkolaborasi dengan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.

Pihak kepolisian menegaskan akan menangani perkara ini secara serius. Serta memastikan hak-hak korban anak tetap terlindungi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


(Husen Maharaja)

Disparbud Pangandaran Klarifikasi Penyitaan Videotron di Pantai Barat

0
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha, memberikan klarifikasi terkait penyitaan sebuah videotron yang terpasang di pintu masuk kawasan wisata Pantai Barat Pangandaran oleh aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan.

Dadan menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui secara rinci kronologi penyitaan tersebut, lantaran peristiwa itu terjadi jauh sebelum ia menjabat sebagai Kepala Disparbud Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga: Peristiwa Rudapaksa Terjadi di Kawasan Wisata, Disparbud Pangandaran Perketat Pengawasan

“Terkait videotron tersebut, saya tidak mengetahui kronologinya secara detail. Karena kejadiannya terjadi sebelum saya menjabat,” ujar Dadan, Selasa (16/12/2025).

Ia menjelaskan, seluruh proses hukum terkait penyitaan videotron tersebut sepenuhnya berada dalam kewenangan Polres Metro Jakarta Selatan. Dadan juga mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan penyitaan dilakukan oleh aparat kepolisian dari luar wilayah Jawa Barat.

Meski demikian, Dadan menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Terutama jika berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap citra Pangandaran sebagai daerah tujuan wisata.

“Jika menyangkut nama baik daerah wisata Pangandaran, tentu kami merasa prihatin. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kemudian kami berharap Pangandaran tetap aman, nyaman, tertib, serta menyenangkan bagi para wisatawan,” ucapnya.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan menyita sebuah videotron yang terpasang di depan pintu masuk kawasan wisata Pantai Barat Pangandaran. Penyitaan tersebut ditandai dengan pemasangan spanduk besar berwarna merah dengan tulisan hitam yang ditempel langsung pada videotron.

Dalam spanduk tersebut disebutkan bahwa videotron disita terkait dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan, sebagaimana diatur dalam Pasal 378 dan/atau Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).


(Sajidin)

Tingkatkan Mutu Pendidikan Nonformal, PKBM Sangkanhurip Bekali Tutor Lewat Workshop

0
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sangkanhurip, Kabupaten Bandung, menggelar Workshop Pengelolaan Pembelajaran Program Kesetaraan Tahun 2025
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sangkanhurip, Kabupaten Bandung, menggelar Workshop Pengelolaan Pembelajaran Program Kesetaraan Tahun 2025

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sangkanhurip, Kabupaten Bandung, menggelar Workshop Pengelolaan Pembelajaran Program Kesetaraan Tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan nonformal. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kantor PKBM Sangkanhurip, Jalan Bumi Sukagalih Permai No. 76, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Workshop ini dihadiri oleh Pembina Yayasan Dra. Nuraisyah, Ketua PKBM Sangkanhurip H. Subur Binyati, SE, Penilik Kecamatan Katapang Euis Nurjanah, M.M.Pd., Ketua Pelaksana Tiffany Estherlita, S.Pd., serta seluruh tutor program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Kehadiran para tutor mencerminkan komitmen PKBM Sangkanhurip dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

Ketua PKBM Sangkanhurip, H. Subur Binyati, SE, dalam sambutannya menegaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kualitas pembelajaran. Ia menilai peran tutor sangat strategis dalam menentukan keberhasilan program kesetaraan, sehingga perlu terus dibekali dengan kompetensi dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik warga belajar.

“Workshop ini kami selenggarakan untuk meningkatkan kompetensi tutor, khususnya dalam mengelola pembelajaran yang efektif, humanis, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik dewasa,” ujarnya, Selasa (16/12/2025)

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang pendidikan, yakni Dr. Ansori, M.Pd. dan Dinno Mulyono, M.Pd. Keduanya memaparkan materi yang berfokus pada penguatan kapasitas tutor dalam mengelola pembelajaran program kesetaraan secara profesional dan berorientasi pada hasil belajar.

Pentingnya Perencanaan Pembelajaran Sistematis

Dr. Ansori, M.Pd. menyampaikan materi tentang pengelolaan pembelajaran program kesetaraan. Ia menekankan pentingnya perencanaan pembelajaran yang sistematis, mulai dari perumusan tujuan, pemilihan metode pembelajaran, hingga evaluasi hasil belajar. Selain itu, ia juga mengulas strategi pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) agar kompetensi warga belajar dapat tercapai secara optimal.

“Pengelolaan pembelajaran yang baik akan membantu tutor memahami capaian belajar warga belajar. Sehingga proses pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Dinno Mulyono, M.Pd. memaparkan materi mengenai pendekatan andragogi dalam pembelajaran kesetaraan. Menurutnya, warga belajar memiliki latar belakang dan pengalaman hidup yang beragam. Sehingga pendekatan pembelajaran harus menempatkan peserta sebagai subjek utama dalam proses belajar.

“Dalam pendekatan andragogi, tutor berperan sebagai fasilitator. Pembelajaran harus kontekstual, partisipatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari warga belajar,” ungkap Dinno.

Ia juga mendorong para tutor untuk lebih kreatif dan adaptif dalam menerapkan metode. Serta memanfaatkan media pembelajaran agar proses belajar menjadi lebih menarik dan bermakna.

Workshop berlangsung secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, serta berbagi pengalaman antar tutor. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan karena materi yang disampaikan dinilai selaras dengan tantangan pembelajaran di lapangan.

Melalui workshop ini, PKBM Sangkanhurip berharap para tutor mampu mengimplementasikan hasil kegiatan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Sehingga kualitas program kesetaraan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi serta kesejahteraan warga belajar di Kabupaten Bandung.

STIKOM Bandung dan KPID Jabar Sepakati Kerja Sama, Dorong Literasi dan Regulasi Penyiaran

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Bandung, dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat sepakati kerja sama, Selasa (16/12/2025).

Adapun kolaborasi yang dilakukan, yakni memperkuat keberlangsungan dunia penyiaran yang beregulasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang komunikasi dan media di Jawa Barat.

Ketua STIKOM Bandung, Dedy Djamaludin, mengatakan dunia pendidikan saat ini berada dalam pusaran kapitalisasi. Kondisi tersebut, menurut dia, harus disikapi secara bijak oleh perguruan tinggi dengan tetap mengoptimalkan substansi pendidikan.

“STIKOM harus memaksimalkan perannya sebagai perguruan tinggi, termasuk memperluas kerja sama agar mampu melahirkan lulusan yang mandiri,” kata Dedy.

BACA JUGA: Stikom Bandung Gandeng Lapas Perempuan untuk Pengabdian Masyarakat

Dedy menuturkan, harapan orang tua terhadap masa depan mahasiswa semakin tinggi, baik untuk memperoleh pekerjaan maupun membuka lapangan kerja sendiri.

Pengalaman Cetak Lulusan Bekerja

Pengalaman STIKOM dalam mencetak lulusan yang terserap dunia kerja menjadi modal penting dalam menjawab tantangan tersebut.

Stikom
Stikom Bandung Gandeng KPID Jabar untuk Literasi dan Sosialisasi Regulasi (LIN)Sangat banyak alumni STIKOM yang kini menempati posisi pimpinan di berbagai instansi. Hal itu turut berdampak pada perekrutan lulusan baru yang memiliki kompetensi serupa dengan almamater tempat mereka menimba ilmu.

Terkait Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), STIKOM berharap kerja sama dengan KPID Jabar dapat mengisi kebutuhan SKPI secara berkelanjutan dan relevan dengan perkembangan zaman. Terlebih, industri media saat ini dituntut beradaptasi agar tetap bertahan di tengah disrupsi.

Dedy juga menyoroti pentingnya konvergensi media. Meski radio masih memiliki pendengar setia, praktik penyiaran ke depan membutuhkan integrasi lintas platform agar dapat berkembang bersama.

“Bagaimana mengelola mahasiswa dengan visi STIKOM yang berorientasi praktis, berbasis akademis, dan berpijak pada nilai-nilai luhur kebangsaan. Praktiknya memang lebih banyak praktik, namun tetap berbeda dengan pembelajaran otodidak,” katanya.

Menurut dia, nilai kebangsaan menjadi fondasi penting agar mahasiswa fokus pada proses belajar dan praktik, tanpa terkontaminasi budaya negatif yang kerap memengaruhi generasi muda.

Lebih lanjut Dedy menilai bahwa Ketua KPID Jabar sangat jelas eksistensinya, termasuk kompeten, meski ekosistem belum sepenuhnya sama.

“Mungkin perlu ada kunjungan ke media massa untuk sekaligus mensosialisasikan regulasi, termasuk mengadvokasi guna mendukung terwujudnya visi-misi bersama,” kata dia.

Sementara itu, Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamet menegaskan, kerja sama yang lakukan bersama Stikom, merupakan ikhtiar bersama untuk memajukan institusi.

KPID Jabar, kata dia, membuka diri untuk berkolaborasi demi membesarkan kedua belah pihak.

“Kami siap saling membantu dan saling membesarkan,” kata Adiyana.

Di sisi lain, dia menyinggung lemahnya pengawasan ruang siber yang berdampak pada maraknya disrupsi informasi. Karena itu, KPID Jabar memandang pentingnya tanggung jawab moral dalam pengelolaan media.

Adiyana menilai, saat ini banyak konten kreator yang belum memahami regulasi sehingga berpotensi terjerat masalah hukum. Di sisi lain, regulasi media digital di Indonesia masih memiliki banyak celah.

“Kami melihat perlu ada ruang magang bagi mahasiswa, khususnya terkait regulasi dunia maya, agar ketika terjun ke dunia media mereka memiliki tanggung jawab regulasi yang bisa diterapkan dengan baik dan benar,” kata dia.

Dia menambahkan, hingga kini belum ada kampus komunikasi yang secara spesifik menerapkan pembelajaran regulasi media secara komprehensif.

Adiyana juga memaparkan hasil riset KPID Jabar tahun 2024 tentang prevalensi konsumsi media lintas generasi. Generasi X cenderung menonton YouTube, generasi Y atau milenial masih dominan menonton televisi, sementara generasi Z mulai berpindah ke berbagai platform media sosial.

Berdasarkan riset tersebut, sejak 2000 hingga 2024 durasi menonton televisi masyarakat Indonesia rata-rata mencapai 4 jam 25 menit per hari.

“Kendati teknologi tidak bisa dibendung, faktanya banyak proses media yang masih berjalan secara konvensional,” kata dia.

Melalui kerja sama ini, KPID Jabar dan STIKOM Bandung berencana segera mengimplementasikan nota kesepahaman (MoU). Salah satu program yang disiapkan adalah pembentukan sekolah regulasi, yang mengajarkan perspektif media massa sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita berharap semua bisa dilakukan dengan baik dan lancar,” kata dia.

(LIN)