spot_imgspot_img
Selasa 5 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 477

Produk Lokal Garut Makin Percaya Diri, Aprindo Siap Buka Akses Pasar

0
Keterangan Foto: Wakil Bupati, Putri Karlina hadur langsung pada kegiatan agenda Kurasi Produk UMKM/IKM di Mal Pelayanan Publik Garut, Kamis (18/12/2025).
Keterangan Foto: Wakil Bupati, Putri Karlina hadur langsung pada kegiatan agenda Kurasi Produk UMKM/IKM di Mal Pelayanan Publik Garut, Kamis (18/12/2025).

GARUT,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Garut terus memacu daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar nasional. Melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM), Pemkab Garut menggandeng Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) untuk menggelar Kurasi Produk UMKM dan IKM di Mal Pelayanan Publik Garut, Kamis (18/12/2025).

Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata tindak lanjut kunjungan kerja Pemkab Garut ke Kementerian Perdagangan, sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Putri Karlina Ajak Pemuda Garut Pulang Kampung dan Berkontribusi untuk Daerah

Kuasai Pasar Domestik Lebih Dulu

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang mengikuti kegiatan secara daring, menegaskan besarnya potensi pasar dalam negeri dengan jumlah penduduk mencapai 240 juta jiwa. Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan secara optimal oleh produk lokal sebelum melangkah ke pasar global.

“Di sinilah peran Aprindo dengan jejaring retail yang kuat dan tersebar di seluruh Indonesia. Berperan membantu memperkenalkan produk UMKM Garut melalui jaringan ritel modern,” ujar Syakur.

Ia berharap, kerja sama ini tidak sebatas membuka akses etalase ritel. Namun juga menyertai pendampingan terkait standar operasional dan kualitas produk. Hingga menyertai mutu kemasan dan penyajian agar produk UMKM Garut mampu bersaing dengan produk industri besar.

Akses Pasar Jadi Kunci

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyoroti tantangan utama pengembangan UMKM yang selama ini kerap terabaikan. Menurutnya, persoalan mendasar bukan terletak pada produksi, melainkan keterbatasan akses pasar.

“Membuat produk makanan dengan modal kecil itu relatif mudah. Namun yang sulit adalah menemukan pasar yang mau membeli. Selama ini inkubasi bisnis sering berhenti di permodalan, padahal yang paling krusial adalah mempertemukan UMKM dengan market,” jelas Putri.

Mengingat sekitar 90 persen UMKM Garut bergerak di sektor food and beverage (FnB), Pemkab Garut menyiapkan strategi collective brand atau merek kolektif. Skema ini ditujukan bagi UMKM berskala kecil yang belum mampu memenuhi permintaan volume besar dari ritel nasional, sehingga tetap bisa masuk pasar dengan membawa nama besar Garut.

Apresiasi dari Aprindo

Wakil Ketua Umum Aprindo, John Ferry, mengapresiasi kualitas produk UMKM Garut yang dinilai telah matang, baik dari sisi mutu maupun mentalitas usaha.

“Kami mendapat mandat dari Kementerian Perdagangan untuk melakukan kurasi produk UMKM. Bagi Aprindo, ini justru menjadi peluang karena retail modern membutuhkan produk lokal berkualitas untuk ditawarkan kepada konsumen,” ujar John.

Saat ini, Aprindo membawahi sekitar 90 ribu gerai ritel di berbagai daerah. Semuanya siap menjadi mitra strategis bagi produk UMKM unggulan.

Dorong Peningkatan Produksi

Kepala Disperindag ESDM Garut, Ridwan Effendi, menyampaikan bahwa sekitar 60 produk unggulan mengikuti proses kurasi kali ini. Sejumlah ritel besar turut hadir, di antaranya Lotte Grosir, Asia Plaza, Yomart, Yogya Group, Indomaret, Alfamart, Transmart, Superindo, hingga Aksesmu.

“Produk Garut sebenarnya sudah banyak yang masuk minimarket dan supermarket dengan volume puluhan ribu. Melalui kurasi ini, kami berharap jangkauannya semakin luas sehingga produktivitas UMKM Garut terus meningkat,” tutup Ridwan.

(Y.A. Supianto)

Modus Uang Jajan, Pengusaha Rental di Banjar Diduga Rudapaksa Sejumlah Anak

0
Caption: Terduga pelaku asusila inisial K (baju merah) sedang di introgasi oleh warga di Balai Desa Mekarharja
Caption: Terduga pelaku asusila inisial K (baju merah) sedang di introgasi oleh warga di Balai Desa Mekarharja

BANJAR,FOKUSJabar.id: Warga Kota Banjar, gempar dengan dugaan rudapaksa terhadap anak di bawah umur yang melibatkan seorang pengusaha rental mobil berinisial K. Peristiwa yang mencuat, Rabu malam (17/12/2025) itu sempat memicu emosi warga hingga nyaris berujung aksi main hakim sendiri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan perbuatan bejat tersebut tidak terjadi secara sporadis. Aksi terduga pelaku diduga telah berlangsung sejak Agustus 2025 dengan korban sedikitnya empat anak, mulai dari usia balita hingga siswa sekolah dasar kelas satu sampai kelas tiga.

Baca Juga: Inspektorat Minta DPUTR Kota Banjar Uji Lab Pekerjaan Desa Rejasari

Keresahan orang tua mulai mencuat seiring perilaku terduga pelaku yang semakin berani. K kerap terlihat berbaur dengan anak-anak yang tengah bermain di sekitar lingkungan rumah. Dengan alasan mengajak jalan-jalan, ia membujuk anak-anak menggunakan uang jajan dalam nominal kecil, namun memberikannya dengan berulang kali.

Ketua RT setempat, Fajar Firdaus, yang juga merupakan orangtua salah satu korban, menuturkan pada awalnya warga tidak menaruh curiga. Sikap terduga pelaku yang ramah dan sering membantu membuat keberadaannya warga anggap wajar.

“Anak-anak sering mendapat uang Rp2.000 sampai Rp3.000. Karena sudah sering, terlihat biasa saja. Anak-anak pun jadi mau ikut ketika diajak pergi,” ungkap Fajar.

Penemuan Luka Fisik yang Tidak Wajar

Namun, kekhawatiran mulai muncul setelah diketahui beberapa anak kerap diajak ke luar wilayah, bahkan hingga ke daerah Dobo. Kecurigaan warga semakin menguat ketika ditemukan luka fisik yang tidak wajar pada salah satu anak.

“Dari beberapa anak, sementara ini baru satu yang terlihat jelas lukanya. Dari situlah warga mulai sadar bahwa ini bukan hal yang normal,” tambahnya.

Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kemarahan warga. Puluhan orang mendatangi lokasi dan hampir melakukan aksi kekerasan terhadap terduga pelaku. Untuk menghindari situasi yang semakin memanas, warga kemudian mengamankan K ke Balai Desa setempat.

Tak lama berselang, petugas patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Polres Banjar tiba di lokasi dan langsung membawa terduga pelaku ke Mapolres Banjar guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

(Agus)

Putri Karlina Ajak Pemuda Garut Pulang Kampung dan Berkontribusi untuk Daerah

0
Keterangan Foto: Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan Garut Youth Innovation Forum 2025 yang berlangsung di Aleyra Hotel and Villa’s Garut, Jalan Pembangunan, Rabu (17/12/2025).
Keterangan Foto: Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan Garut Youth Innovation Forum 2025 yang berlangsung di Aleyra Hotel and Villa’s Garut, Jalan Pembangunan, Rabu (17/12/2025).

GARUT, FOKUSJabar.id: Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, mengajak generasi muda untuk tidak melupakan daerah asal meskipun menempuh pendidikan maupun berkarier di luar Garut. Ia menegaskan, pencapaian tertinggi dalam proses aktualisasi diri adalah ketika seseorang mampu memberi dampak nyata bagi kemajuan tanah kelahirannya.

Ajakan tersebut disampaikan Putri saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Garut Youth Innovation Forum 2025 yang berlangsung di Aleyra Hotel and Villa’s Garut, Jalan Pembangunan, Rabu (17/12/2025).

Baca Juga: Bupati Garut Targetkan Angka Pengangguran Turun Signifikan di 2027

“Silakan menimba ilmu dan pengalaman di mana saja, baik di Jakarta, Bandung, bahkan luar negeri. Namun ketika sudah memiliki kapasitas dan pengetahuan, jangan lupa pulang dan berkontribusi untuk Kabupaten Garut,” ujar Putri di hadapan peserta forum.

Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia merupakan proses berkelanjutan yang menuntut semangat belajar tanpa henti. Putri mendorong pemuda agar tidak cepat merasa puas, serta aktif mengikuti pelatihan, lokakarya, dan berbagai forum pengembangan diri lainnya.

“Ketika kebutuhan pribadi sudah tercukupi, biasanya akan tumbuh kesadaran untuk memberi manfaat bagi lingkungan. Saat itulah kontribusi nyata untuk Garut harus diwujudkan,” tambahnya.

Soroti Kesehatan Mental Pemuda

Sementara itu, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut, Agil Syahrizal, menyoroti persoalan kesehatan mental sebagai tantangan serius yang kerap menghambat produktivitas pemuda.

Menurut Agil, upaya mendorong kemandirian ekonomi melalui UMKM tidak akan berjalan optimal jika kondisi psikologis generasi muda belum kuat. Ia menyinggung fenomena pengangguran terselubung, yakni pekerja yang kehilangan fokus dan produktivitas akibat gangguan kesehatan mental, hingga berujung pemutusan hubungan kerja.

“Kesadaran terhadap kesehatan mental harus dibangun sejak dini. Ini adalah fondasi utama agar pemuda bisa berkarya secara berkelanjutan,” jelas Agil.

Inisiatif “Rumah Kamu Bercerita”

Sebagai langkah konkret, KNPI Kabupaten Garut merancang program “Rumah Kamu Bercerita” yang akan berfungsi sebagai ruang konseling. Kemudian memberikan edukasi terkait pengelolaan kesehatan mental bagi pemuda di berbagai wilayah Garut.

Agil berharap program tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Garut. Sehingga dapat membentuk ekosistem kepemudaan yang sehat, produktif, serta berdaya saing.

Garut Youth Innovation Forum 2025 sendiri menjadi wadah bagi para inovator muda untuk menyelaraskan gagasan kreatif. Tentunya melalui arah kebijakan pemerintah, demi mendorong pembangunan daerah yang inovatif dan berkelanjutan.

(Y.A. Supianto)

Bupati Garut Targetkan Angka Pengangguran Turun Signifikan di 2027

0
bupati garut@fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, membuka resmi Kick Off Meeting Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Garut Tahun 2027 , di Aula Bappeda, Jalan Patriot.

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, resmi membuka Kick Off Meeting Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2027, di Aula Bappeda, Jalan Patriot, Kamis (18/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Syakur menekankan agar seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menjaga kesinambungan program dari tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, kata Syakur, yaitu fokus utama pada 2027 adalah penurunan angka pengangguran secara signifikan melalui peningkatan iklim investasi.

Baca Juga: Wabup Garut Tegaskan APBD Bukan Segalanya, ASN Diminta Ubah Mindset

Menurutnya, bahwa akselerasi ekonomi akan menjadi pemicu kemajuan bagi sektor lainnya. Ia juga mendorong penguatan pada potensi unggulan daerah seperti sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Fokus kita adalah mendorong pertumbuhan ekonomi. Saya yakin dimensi lainnya seperti pendidikan dan kesehatan akan terbawa secara otomatis. Jika ekonomi terakselerasi, maka peningkatan pembangunan di bidang lain akan lebih mudah tercapai,” ungkapnya.

Dia juga menekankan, pentingnya menciptakan ekosistem yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pada tahun 2027 mendatang.

Selain isu ekonomi, Syakur juga memberikan apresiasi atas keberhasilan implementasi aplikasi Srikandi. Dia menjelaskan, bahwa hal ini merupakan indikator positif kemajuan digitalisasi di lingkungan Pemkab Garut.

Dan terkait budaya digital yang semakin meresap di kalangan ASN dan masyarakat, lanjut dia, itu semua demi pelayanan publik yang lebih nyata.

Sementara, terkait pembangunan fisik, dia menegaskan, bahwa komitmennya adalah untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat.

“Kami akan meminta dukungan melalui Komisi V DPR RI untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Garut,” jelasnya.

Empat Pendekatan Perencanaan

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Garut, Natsir Alwi, mengungkapkan bahwa perencanaan tahun 2027 mengacu pada RPJMD 2025-2029. Tema yang diusung adalah Pemerataan Akses Layanan Dasar dan Peningkatan Produktivitas Daerah.

Baca Juga: Dari Garut ke Negeri Sakura, Kerja Sama Internasional Buka Jalan Tenaga Terampil

Natsir menjelaskan terdapat empat pendekatan utama dalam proses perencanaan antara lain. Pertama, teknokratif berbasis data dan analisis objektif.

“Kedua, artisipatif yaitu melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Ketiga, Politis adalah menyelaraskan dengan arah kebijakan kepala daerah dan DPRD,” ucapnya.

Dan yang terakhir yaitu, top down dan bottom up adalah sinkronisasi kebijakan nasional dengan aspirasi dari tingkat desa dan kecamatan.

Sebagai langkah lanjutan, kata dia, Pemkab Garut akan menyusun Rancangan Awal yang nantinya disempurnakan melalui Forum Konsultasi Publik pada Januari 2026.

“Kami ingin dokumen yang dihasilkan lebih aspiratif dan berkualitas untuk mewujudkan visi Garut Hebat dan Berkelanjutan,” pungkas Natsir.

(Y.A. Supianto) 

Buntut Penutupan, Karyawan Bandung Zoo Unjuk Rasa ke BBKSDA Jabar

0
bandung zoo@fokusjabar.id
Puluhan Karyawan Bandung Zoo gelar aksi ujuk rasa di Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Jalan Gedebage Kota Bandung.(yusuf Mugni/fokusjabar.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sejumlah Karyawan Bandung Zoo gelar aksi ujuk rasa di Kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Jalan Gedebage Kota Bandung Kamis (18/12/2025).

Aksi damai ini, di lakukan menyusul penutupan Bandung Zoo yang telah berlangsung lebih dari empat bulan dan berdampak luas. Tidak hanya bagi satwa dan karyawan, tetapi juga masyarakat sekitar.

Manager Komunikasi Pemasaran (Markom) Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i mengatakan, rombongan serikat pekerja terlebih dahulu melakukan orasi di halaman kantor BBKSDA Jabar sebelum akhirnya di terima langsung oleh Kepala BBKSDA Jabar.

Baca Juga: Antisipasi Macet Jelang Nataru, Pemkot Bandung Stop Proyek Galian

“Kami menyampaikan aspirasi agar Bandung Zoo bisa kembali di buka secara normal. Pengunjung bisa masuk, melihat satwa dan memanfaatkan fasilitas dengan tiket seperti biasa,” kata Sulhan Syafi’i di lokasi.

Menurutnya, penutupan kebun binatang bukan hanya berdampak pada internal pengelola. Tetapi juga memukul mata pencaharian sekitar seratus pedagang, dan warga yang bergantung pada aktivitas ekonomi di kawasan Bandung Zoo.

“Sudah lebih dari empat bulan para pedagang dan pencari nafkah di sekitar Bandung Zoo terdampak. Ini bukan hanya soal satwa, tapi soal kehidupan banyak orang,” ucapnya.

Sulhan mengungkapkan, dari hasil pertemuan, Kepala BBKSDA Jabar, menyatakan akan segera membawa aspirasi para pekerja ke tingkat pusat.

Meski tengah mengikuti agenda rapat di Jakarta, Kepala BBKSDA Jabar menyempatkan diri kembali ke Kota Bandung untuk menerima perwakilan pekerja sebelum kembali melanjutkan tugas ke ibu kota.

“Aspirasi kami akan di sampaikan ke Dirjen Kehutanan. Harapannya ada keputusan untuk segera membuka kembali Bandung Zoo demi kepentingan satwa, karyawan dan para pedagang,” ucapnya.

Baca Juga: Parkir Liar Kerap Muncul, Pemkot Bandung Perketat Patroli

Keputusan Pembukaan

Namun demikian, Sulhan menyebut, belum ada target waktu pasti yang di berikan terkait keputusan pembukaan kembali kebun binatang tersebut. Ia menegaskan, para karyawan hingga saat ini tetap siaga dan menjalankan tugas seperti biasa.

“Karyawan setiap hari tetap masuk. Pemberian pakan satwa berjalan, meski jadwal libur di lakukan bergantian. Kami tinggal menunggu hasil komunikasi BBKSDA dengan Dirjen Kehutanan karena ini menyangkut produk hukum yang harus di putuskan dengan kehati-hatian,” jelasnya.

Terkait kondisi satwa, Sulhan memastikan seluruh koleksi Bandung Zoo dalam keadaan sehat. Saat ini tercatat ada 711 satwa yang tetap di rawat secara intensif oleh para karyawan di bawah pengawasan BBKSDA Jabar.

“Menjaga satwa adalah kewajiban hukum kami. Tidak boleh ada satwa yang kelaparan apalagi mati. Kami di lapangan dan BBKSDA itu satu tim, mereka mengatur regulasi. Sementara kami menjalankan perawatan dengan pengawasan,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Desa Rejasari di Audit Inspektorat Kota Banjar, Hasilnya Bagaimana?  

0
audit inspektorat@fokusjabar.id
Petugas dari DPUTR Kota Banjar saat melakukan pengujian pekerjaan di Desa Rejasari.(Agus/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Warga Desa Rejasari Andri Setiawan masih menunggu hasil audit dari Inspektorat Kota Banjar. Terkait dugaan KKN yang terjadi di Pemerintah Desa (Pemdes) Rejasari, Kecamatan Langensari.

“Saya masih menunggu hasil dari Inspektorat Kota Banjar terkait laporan dugaan KKN Desa Rejasari,” ungkap Andri Setiawan, Kamis (18/12/2025).

Dalam kesempatan itu, Andri mengaku, bahwa dirinya akan mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku. Sejak laporan di sampaikan hingga audit dinyatakan selesai.

Baca Juga: Inspektorat Minta DPUTR Kota Banjar Uji Lab Pekerjaan Desa Rejasari

“Sebagai warga sekaligus pelapor, saya akan mengikuti proses dan tahapan pemeriksaan. Sampai ada hasil yang jelas dari Inspektorat Kota Banjar,” jelasnya. 

Tidak hanya itu, Andri juga berharap, Inspektorat Kota Banjar dapat memberikan kepastian informasi terkait perkembangan audit dugaan KKN Desa Rejasari.

“Keterbukaan informasi sangatlah penting, agar fungsi pengawasan berjalan secara transparan, akuntabel. Dan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran desa,” tuturnya. 

Andri juga menilai, bahwa laporan dari masyarakat seharusnya menjadi bagian dari penguatan pengawasan. Dan bukan semata-mata di pandang sebagai bentuk tudingan.

“Dengan proses audit yang profesional dan objektif, saya berharap persoalan ini dapat segerta di selesaikan secara tuntas dan jelas,” tegasnya. 

Baca Juga: Pemuda Pancasila Kota Banjar Gelar Turnamen Sepakbola U-40

Sementara itu, Kepala Inspektorat Daerah Kota Banjar, Agus Muslih, saat di konfirmasi menjelaskan. Bahwa, hasil uji laboratorium menjadi bagian dari pemeriksaan dan tidak dapat di publikasikan kepada publik karena bersifat rahasia.

“Hasil pemeriksaan tidak dapat di publikasikan karena bersifat rahasia. Saat ini proses audit masih berjalan dan belum selesai,” ujarnya. 

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa Inspektorat akan menjalankan tugas sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku.

“Proses audit di lakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu untuk memastikan hasil pemeriksaan. Sehingga dapat di pertanggungjawabkan secara administrasi maupun teknis,” tegasnya.

(Agus)

Antisipasi Macet Jelang Nataru, Pemkot Bandung Stop Proyek Galian

0
pemkot bandung@fokusjabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Bakal Tutup Sementara Proyek Galian Jalan Jelang Libur Natal dan Tahun Baru.(Yusuf Mugni/fokusjabar.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan memprioritaskan pengendalian potensi kemacetan. Dan penanganan sampah  dalam persiapan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, bahwa langkah paling penting saat ini adalah memastikan seluruh pekerjaan galian. Dan pekerjaan sipil yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas dapat di selesaikan sebelum puncak libur Nataru.

“Yang paling penting sekarang saya akan keliling memastikan pekerjaan-pekerjaan galian dan pekerjaan sipil. Termasuk pekerjaan DSDABM, yang bisa menimbulkan potensi kemacetan sudah di selesaikan dulu. Untuk sementara, setelah tanggal 4 Januari baru akan di mulai lagi,”kata Farhan Kamis (18/12/2025).

Baca Juga: Parkir Liar Kerap Muncul, Pemkot Bandung Perketat Patroli

Selain persoalan lalu lintas, Kota Bandung akan kembali menghadapi potensi krisis sampah. Mulai 11 Januari 2026, seiring pengurangan kuota pengiriman sampah ke TPA Sarimukti.

“Mulai tanggal 11 Januari kita akan memasuki krisis sampah lagi. Karena kuota pengiriman sampah ke TPA Sarimukti akan di kurangi,” katanya.

Baca Juga: Teras Cihampelas Kian Terabaikan, Ini Kata Warga dan Pedagang

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkot Bandung tengah menghitung berbagai upaya. Agar sebelum 11 Januari dapat mengalihkan sekitar 200 ton sampah per hari untuk diolah dan tidak dikirimkan ke TPA.

“Salah satunya caranya dengan pengadaan 11 mesin insinerator. Titik-titiknya masih belum di tentukan. Total maksimal dari 11 titik itu hanya sekitar 77 ton per hari. Sehingga kita masih harus mencari solusi untuk sekitar 130 ton sampah lainnya,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)