spot_imgspot_img
Selasa 5 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 468

HUT BRI ke-130 di Ciamis Hadirkan Bazar UMKM 100% Cashless

0
Pemimpin Cabang BRI Ciamis, Bramastya Gadiansah
Pemimpin Cabang BRI Ciamis, Bramastya Gadiansah

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-130 Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kantor Cabang BRI Ciamis, Sabtu (20/12/2025) dipastikan akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya menggelar seremoni, BRI Cabang Ciamis menghadirkan inovasi modern melalui bazar UMKM dengan sistem transaksi digital sepenuhnya atau 100% cashless.

Berlokasi di kawasan Jalan Ir. Juanda, sebanyak 12 UMKM unggulan dari Ciamis siap memamerkan produk-produk terbaik mereka. Uniknya, seluruh transaksi dalam bazar ini dilakukan tanpa uang tunai. Seluruh pembayaran menggunakan ekosistem digital BRI, terutama BRImo dan QRIS.

Baca Juga: Triliunan Rupiah Mengalir, Manfaat Tak Terpikir, Bupati Ciamis Sebut Leuwi Keris Jadi Tumpukan Sampah

“Laboratorium Hidup” Edukasi Finansial Digital

Pemimpin Cabang BRI Ciamis, Bramastya Gadiansah, menjelaskan bahwa bazar digital ini dirancang sebagai sarana edukasi finansial langsung bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

“Bazar ini kami konsep sebagai laboratorium hidup. Kami ingin masyarakat merasakan kemudahan transaksi digital. Seluruh pembayaran dilakukan melalui QRIS dan aplikasi BRImo,” ujar Bramastya, Jumat (19/12/2025).

Aman, Praktis, dan Efisien

Penerapan sistem cashless bukan sekadar mengikuti tren, namun ditujukan untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih aman dan nyaman:

  • Pengunjung tidak perlu membawa uang tunai yang rawan hilang.
  • Proses pembayaran berlangsung cepat hanya dengan memindai QR code.
  • UMKM tidak lagi kesulitan menyediakan uang kembalian, sehingga pelayanan jauh lebih lancar.

Dorong UMKM Ciamis “Naik Kelas”

Melalui kegiatan ini, BRI ingin memperkuat budaya transaksi digital di kalangan UMKM lokal. Dengan seluruh transaksi terekam secara otomatis, pelaku usaha memiliki catatan finansial yang lebih rapi, sehingga memudahkan mereka mengakses pembiayaan perbankan di kemudian hari.

Warna Humanis dalam Perayaan HUT BRI

Selain menghadirkan teknologi modern, HUT BRI ke-130 juga diisi kegiatan sosial berupa khitanan massal untuk 130 anak. Menariknya, setiap peserta mendapatkan tambahan saldo tabungan BRI sebagai bagian dari edukasi literasi keuangan sejak dini.

“Di usia ke-130 ini, BRI tetap berkomitmen melahirkan inovasi yang merakyat namun tetap modern,” kata Bramastya.

Bazar digital ini diharapkan menjadi pengalaman menarik bagi masyarakat Ciamis yang ingin berbelanja produk lokal dengan cara yang lebih praktis dan kekinian.

(Abdul)

Triliunan Rupiah Mengalir, Manfaat Tak Terpikir, Bupati Ciamis Sebut Leuwi Keris Jadi Tumpukan Sampah

0
Ketpot: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat acara penyerahan alat usaha pertanian
Ketpot: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat acara penyerahan alat usaha pertanian

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bendungan Leuwi Keris, proyek raksasa bernilai triliunan rupiah yang diharapkan menjadi penopang pertanian dan pengendali banjir, kini justru lebih dikenal sebagai tempat menumpuknya sampah. Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, tidak menyembunyikan kekecewaannya.

Saat menyerahkan alat usaha pertanian di Dinas Pertanian Ciamis, Jumat (19/12/2025), Herdiat menegaskan keberadaan bendungan megah itu masih jauh dari harapan awal. Alih-alih menjadi sumber kehidupan petani, bendungan kini lebih menyerupai kolam besar yang tak memberikan manfaat berarti.

Baca Juga: Khitanan Massal Super Special BRI Ciamis Kerahkan 10 Dokter dan Fasilitas Antar-Jemput

“Anggarannya sangat besar, triliunan rupiah. Tapi manfaatnya belum terasa oleh masyarakat. Ini harus segera kita optimalkan,” tegas Herdiat.

Menurutnya, optimalisasi bendungan tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Butuh kerja terintegrasi antara pemerintah pusat, Pemkab Ciamis, BBWS Citanduy, hingga kelompok petani yang seharusnya menjadi penerima manfaat langsung.

Dengan pengelolaan yang sungguh-sungguh, kata Herdiat, Bendungan Leuwi Keris semestinya mampu meningkatkan indeks pertanaman, menekan risiko banjir dan kekeringan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Namun kenyataannya, lokasi itu hari ini justru penuh sampah yang menumpuk dari waktu ke waktu.

“Sangat sayang sekali, bendungan yang pembangunannya menggunakan biaya besar ini malah menghasilkan tumpukan sampah. Manfaatnya belum benar-benar warga rasakan,” ucapnya.

Herdiat meminta BBWS Citanduy segera bertindak membersihkan dan memperbaiki pengelolaan area bendungan. Ia menegaskan bahwa bendungan hanya akan menjadi proyek sia-sia jika terus seperti ini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BBWS Citanduy, Roy Panagom Pardede, mengakui persoalan sampah tidak bisa terselesaikan satu lembaga saja. Sampah yang terseret arus Sungai Citanduy berasal dari wilayah hulu dan terus mengalir ke bendungan.

“Kita harus bergerak bersama. Sampah ini datang dari berbagai titik, dan mustahil kami mengatasinya sendirian,” jelas Roy.

(Husen Maharaja)

Jelang Nataru, Dishub Garut Antisipasi Kemacetan di Kota dan Jalur Wisata

0
Keterangan Foto: Kepala Dishub Kabupaten Garut, Satribudi, memberikan keterangan terkait kesiapan menjelang masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Keterangan Foto: Kepala Dishub Kabupaten Garut, Satribudi, memberikan keterangan terkait kesiapan menjelang masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

GARUT, FOKUSJabar.id: Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut mulai memetakan sejumlah titik rawan macet, terutama di kawasan perkotaan dan jalur menuju destinasi wisata favorit. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur panjang.

Kepala Dinas Perhubungan Garut, Satriabudi, mengatakan bahwa titik kepadatan di wilayah perkotaan diprediksi akan terpusat di Bundaran Guntur, Simpang 4 Pramuka (Jl. Bank), Simpang 4 Jl. A. Yani–Bratayudha, serta Bundaran Suci.

Baca Juga: Transformasi Besar Bapenda Garut, Semua Pajak Masuk Satu Aplikasi Terintegrasi

Kepadatan Jalur Wisata & Puncak Arus

Untuk jalur wisata, perkiraan kemacetan terjadi akibat pasar tumpah di sejumlah lokasi, di antaranya:

  • Arah Papandayan & Sayang Heulang: sekitar Pasar Cisurupan dan Pasar Cikajang.
  • Arah Darajat: sekitar Pasar Samarang.

Prediksi puncak arus mudik Natal terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025, sementara puncak arus balik akan berlangsung pada Jumat, 2 Januari 2026.

Pergeseran Moda Transportasi

Menariknya, Satriabudi mencatat adanya perubahan perilaku perjalanan masyarakat. Berdasarkan data tahun lalu, penggunaan kendaraan roda dua dan roda empat justru turun 3,49%. Sebaliknya, penggunaan kereta api meningkat signifikan, dengan penumpang tiba naik 25,9% dan penumpang berangkat naik 10,5%.

Rekayasa Lalu Lintas dan Car Free Night

Dishub menyiapkan rekayasa lalu lintas seperti One Way atau Contra Flow, namun sifatnya situasional mengikuti kondisi di lapangan. Sementara rencana Car Free Night di pusat kota masih menunggu keputusan forum lalu lintas bersama instansi terkait.

Kesiapan Personel & Sarana Prasarana

Dalam 12 hari masa libur Nataru, Satriabudi menyiagakan 90 personel setiap hari dengan sistem dua shift. Kemudian juga memperkuat koordinasi dengan Satlantas Polres Garut, termasuk untuk penempatan petugas di zona rawan dan penyediaan armada derek.

Dua Posko Terpadu telah siap meliputi:

  • GTC Limbangan
  • Perempatan Kubang / Jl. Prof. KH. Anwar Musaddad

Kantong Parkir & Pemeriksaan Angkutan

Untuk mencegah parkir liar, Satriabudi mengungkapkan telah menyiapkan kantong-kantong parkir khusus, terutama di sekitar gereja yang akan menggelar ibadah Natal seperti GII Bratayudha, KKP, Yayasan Bethani, GPDI Immanuel, Gereja Advent, dan Santa Maria.

Seluruh bus AKDP telah melalui Ramp Check, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi.

“Alhamdulillah, armada dan operator siap mengangkut penumpang,” tegas Satriabudi.

Pembatasan Angkutan Barang

Dishub juga menerapkan pembatasan operasional untuk truk sumbu tiga ke atas pada tanggal:
19–20 Desember, 23–28 Desember 2025, dan 2–4 Januari 2026, mulai pukul 05.00–22.00 WIB, sesuai kebijakan pusat.

Imbauan untuk Masyarakat

Di akhir keterangannya, Satriabudi mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan bijak:

  • Berangkat lebih awal untuk menghindari puncak kepadatan.
  • Patuhi petunjuk petugas di lapangan.
  • Manfaatkan aplikasi CCTV ATCS Indonesia untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time.

“Jika tidak ada keperluan mendesak, lebih baik merayakan tahun baru di rumah bersama keluarga,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto

Geng Motor Aniaya Remaja di Cimahi, 15 Pelaku Ditangkap Polisi

0
Foto: Polisi tangkap belasan anggota geng motor yang bacok warga di Cimahi. (Arif)
Foto: Polisi tangkap belasan anggota geng motor yang bacok warga di Cimahi. (Arif)

CIMAHI,FOKUSJabar.id: Polres Cimahi berhasil mengamankan belasan anggota geng bermotor yang terlibat dalam aksi penganiayaan brutal terhadap seorang remaja di kawasan Puri Cipageran Indah, Kecamatan Cimahi Utara. Insiden yang terjadi pada 7 Desember 2025 tersebut sempat menyebar luas di media sosial dan memicu keresahan masyarakat.

Korban berinisial LT, yang juga masih di bawah umur, kini menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Kota Bandung akibat luka serius di beberapa bagian tubuhnya.

Baca Juga: Dugaan Bom di Kosambi Bandung, Ini Hasil Pemeriksaan Tim Gegana

Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra, mengungkapkan pihaknya telah menetapkan 19 orang sebagai tersangka. Sebanyak 15 pelaku berhasil ditangkap, sementara empat lainnya masih dalam pengejaran. Dari jumlah tersebut, enam pelaku yang ditangkap diketahui masih berstatus anak di bawah umur.

Menurut Niko, para pelaku melakukan konvoi tanpa tujuan yang jelas pada malam kejadian. Dalam perjalanan, kelompok tersebut secara acak menyerang siapa pun yang mereka temui.

“Mereka ini hanya mencari korban. Karena sudah larut malam, kebetulan bertemu dengan korban LT yang juga masih di bawah umur,” ujar Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (19/12/2025).

Alat Bukti Senjata Tajam

Para pelaku membawa berbagai jenis senjata tajam, termasuk golok, parang, serta bambu panjang. Seluruh senjata yang digunakan dalam penyerangan telah diamankan sebagai barang bukti.

“Korban diserang menggunakan senjata tajam dan bambu hingga mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh,” jelasnya.

Setelah melakukan aksi tersebut, sebagian pelaku mencoba melarikan diri, bahkan ada yang kabur hingga ke Indramayu untuk menghindari pengejaran polisi. Namun, seluruh pelarian akhirnya berhasil ditangkap di berbagai lokasi, mulai dari Kabupaten Bandung Barat hingga Kota Cimahi.

“Dari operasi yang kami lakukan, 15 tersangka berhasil diamankan dari total 19 pelaku. Empat orang lainnya masih dalam pengejaran Satreskrim dan jajaran Polsek terkait,” tegasnya.

Para tersangka kini dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak serta Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Mereka terancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

(Arif)

Tuntas! Sengketa Pegadaian Tasikmalaya dan BMR Berakhir Damai Tanpa Merugikan Konsumen

0
Kedua pihak antara PT Pegadaian Tasikmalaya dan pemilik Showroom sepakat menyelesaikan polemik tersebut melalui musyawarah dengan mengedepankan transparansi dan prinsip Good Corporate Governance (GCG)
Kedua pihak antara PT Pegadaian Tasikmalaya dan pemilik Showroom sepakat menyelesaikan polemik tersebut melalui musyawarah dengan mengedepankan transparansi dan prinsip Good Corporate Governance (GCG)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kabar baik datang dari dunia usaha otomotif dan pembiayaan di Kota Tasikmalaya. Perselisihan terkait proses lelang kendaraan antara PT Pegadaian Cabang Tasikmalaya dan Showroom BMR akhirnya menemui titik damai.

Kedua pihak sepakat menyelesaikan polemik tersebut melalui musyawarah dengan mengedepankan transparansi dan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Kesepakatan damai tersebut tercapai dalam pertemuan mediasi, Jumat (19/12/2025), yang digelar di salah satu kafe di Kota Tasikmalaya. Pemimpin Cabang PT Pegadaian Tasikmalaya, Ari Firmansyah, bertatap muka langsung dengan pemilik Showroom BMR, Dendi, didampingi jajaran manajemen dan pihak terkait lainnya.

Baca Juga: Infrastruktur Mandek, Anggaran PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Mengendap Rp74 Miliar

Dendi memastikan bahwa seluruh kesalahpahaman telah diluruskan dan permasalahan selesai secara damai.


“Alhamdulillah, semuanya sudah tuntas dan diselesaikan secara kekeluargaan. Kami sepakat untuk berdamai dan mencari solusi terbaik,” ujar Dendi.

Sebagai wujud tanggung jawab, pihak BMR Motor telah mengganti rugi sepenuhnya kepada konsumen, yakni H. Irsyad, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Di sisi lain, PT Pegadaian menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya praktik dokumen ganda maupun indikasi penipuan dari internal perusahaan. Seluruh operasional tetap berjalan sesuai regulasi resmi.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Dede Kurniawan, turut menegaskan bahwa integritas merupakan prinsip utama yang selalu dijunjung tinggi dalam setiap layanan perusahaan.

Ajakan Edukasi untuk Masyarakat

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih teliti dalam melakukan transaksi bernilai tinggi. Ari Firmansyah mengimbau nasabah untuk melakukan verifikasi berlapis, termasuk pengecekan dokumen kendaraan, status pembiayaan, dan keabsahan data melalui layanan resmi.

Perkuat Sinergi Bisnis

Meski sempat terjadi simpang siur informasi, kedua pihak kini sepakat memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas layanan demi menciptakan ekosistem bisnis yang lebih aman dan terpercaya.

“Kami mengapresiasi keterbukaan Showroom BMR. Hubungan baik ini akan terus kami jaga demi keamanan transaksi di masa depan,” kata Ari.

Baik PT Pegadaian maupun Showroom BMR juga menyampaikan terima kasih kepada media, tokoh masyarakat, dan konsumen yang telah membantu mengawal persoalan ini hingga tuntas. Dengan adanya klarifikasi resmi ini, publik diharapkan dapat mengakhiri spekulasi dan kembali menaruh kepercayaan penuh terhadap proses transaksi kedua belah pihak.

(Abdul)

Infrastruktur Mandek, Anggaran PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Mengendap Rp74 Miliar

0
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H. Ami Fahmi, S.T.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H. Ami Fahmi, S.T.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tasikmalaya tahun 2025 menuai sorotan tajam DPRD.

Data Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) per 12 Desember 2025 mencatat, Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PUTRLH), menjadi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan serapan anggaran terendah.

Dari total 20 SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Dinas PUTRLH hanya mampu menyerap anggaran sebesar 47 persen.

Dari pagu Rp140.246.780.170, realisasi belanja baru mencapai Rp65.937.484.297, menyisakan anggaran cukup besar yakni Rp74.309.295.873 di penghujung tahun anggaran.

BACA JUGA: 

Uang Rakyat Tak Bergerak, Serapan APBD Kabupaten Tasikmalaya Baru 82 Persen

Kondisi ini kontras dengan serapan anggaran SKPD lain. Dinas Kesehatan tercatat menyerap 78,4 persen anggaran dari pagu Rp697.497.419.147 atau terealisasi Rp546.676.051.386, dengan sisa Rp150.821.367.761.

Sementara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencatatkan serapan tertinggi sebesar 81,7 persen dari pagu Rp1.324.231.063.033 atau terealisasi Rp1.081.992.370.180.

Rendahnya serapan anggaran di sektor infrastruktur tersebut memicu kritik keras DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Wakil Ketua DPRD, Ami Fahmi, menilai kondisi ini merupakan akumulasi dari berbagai persoalan mendasar dalam tata kelola pemerintahan.

BACA JUGA:

Tamparan Keras Bagi Orang Waras, ODGJ Menegur Warga Tasikmalaya Lewat Aksi Bersih-Bersih

Menurutnya, kebijakan cut off anggaran yang digulirkan Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin dengan alasan efisiensi dan evaluasi menjelang APBD Perubahan, menjadi salah satu faktor penghambat realisasi belanja.

Selain itu, budaya kerja birokrasi yang kerap menumpuk pelaksanaan program di akhir tahun anggaran, turut memperparah situasi.

“Kalau manajemennya ditata ulang, ini tidak akan terjadi. Misalnya program PU ada 100 dalam setahun, dibagi progresnya secara periodik. Dampaknya jelas, perputaran uang negara akan menggerakkan ekonomi dan daya beli masyarakat,” tegas Ami Fahmi, Jumat (19/12/2025).

Politikus Fraksi PKB ini menilai rendahnya serapan anggaran PUTRLH, secara langsung menghambat realisasi visi pemerintahan Cecep–Asep, khususnya misi “jalan kasep” yang dijanjikan tuntas dalam dua tahun.

“Infrastruktur adalah wajah utama pemerintahan Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wabup Asep Sopari Al Ayubi saat ini,” ucap Ami.

BACA JUGA: 

Jabatan Vital Ditinggal, DPRD Kabupaten Tasikmalaya Desak BKPSDM Buka Suara

Ia juga menyinggung polemik internal di tubuh Dinas PUTRLH, termasuk mundurnya Kepala Bidang Jalan dan Jembatan yang berperan strategis sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

“Kondisi ini jelas mengganggu kelancaran administrasi dan eksekusi proyek,” kata Ami.

Tak hanya itu, kebijakan membiarkan Dinas PUTRLH dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) di akhir tahun anggaran dinilai sebagai langkah tidak terukur.

Plt, menurut Ami Fahmi, tidak memiliki kewenangan penuh seperti Kepala Dinas sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), terutama dalam aspek administratif yang membutuhkan tanda tangan PPTK dan KPA.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Aef Syarifudin, memilih enggan berkomentar terkait persoalan tersebut.

Pandangan berbeda disampaikan Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Fraksi PKB, Asep Muslim.

BACA JUGA:

Kasus Dugaan Rudapaksa Oknum Kepala SDN, ICMI Kabupaten Tasikmalaya Usulkan Regulasi

Ia menilai rendahnya serapan anggaran di Pemkab Tasikmalaya disebabkan oleh perencanaan yang tidak matang, regulasi yang menghambat, serta lemahnya konsolidasi birokrasi pasca Pilkada.

“Regulasi cut off bupati di APBD murni 2025, buruknya perencanaan di APBD Perubahan, serta tidak tuntasnya konsolidasi internal birokrasi pasca Pilkada membuat serapan anggaran akhir tahun masih rendah,” ungkap Asep Muslim.

Ia juga menyoroti rotasi dan mutasi pejabat yang dinilai tidak menyentuh dinas-dinas vital, terutama Dinas PUTRLH dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang hingga kini masih dipimpin Plt.

Hal itu sambung dia, memicu pertanyaan publik, terutama terkait realisasi janji politik peningkatan infrastruktur jalan.

Ia bahkan menyinggung adanya indikasi retaknya hubungan antara Bupati dan Sekretaris Daerah, yang berdampak pada kosongnya jabatan kepala dinas di dua SKPD strategis tersebut.

“Rotasi mutasi yang berbau balas dendam dan balas jasa politik berpotensi melahirkan SDM yang tidak optimal karena kurang kompeten,” tegasnya.

Asep Muslim berharap pemerintah daerah segera melakukan konsolidasi birokrasi lintas sektor agar program pembangunan dapat berjalan optimal dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

“Perbaikan hubungan antara Bupati dan Sekda serta konsolidasi birokrasi harus segera dilakukan. Atau pembangunan akan terus tersendat,” ujar Asep Muslim.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUTRLH belum memberikan keterangan resmi. Sekretaris Dinas PUTRLH, Ela Komala, serta mantan Kepala Dinas PUTRLH, Aam Rahmat Selamet, belum merespons upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan.

(F Kamil)

Uang Rakyat Tak Bergerak, Serapan APBD Kabupaten Tasikmalaya Baru 82 Persen

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Nanang Romli, S.Ip. (Dokumen Pribadi)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar,id: Rendahnya serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya hingga pertengahan Desember 2025, menuai kritik tajam DPRD.

Data resmi Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) menunjukkan, hingga 12 Desember 2025 realisasi belanja daerah baru mencapai Rp2.875.853.762.746 dari total pagu APBD sebesar Rp3.497.144.796.596.

Artinya, masih terdapat sisa anggaran sebesar Rp621.291.033.850 atau sekitar 17,8 persen yang belum terserap, meski tahun anggaran 2025 hanya menyisakan hitungan hari. Secara akumulatif, tingkat serapan APBD baru mencapai 82,2 persen.

BACA JUGA: Dikirim di Tengah Krisis Anggaran, 6 Petinju Kabupaten Tasikmalaya Tantang Nasib di BK Porprov Jabar 2025

Demikian hal itu dikatakan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Nanang Romli, kepada wartawan, Jumat (19/12/2025).

Ia menilai, kondisi tersebut sebagai cerminan lemahnya perencanaan dan buruknya manajemen pelaksanaan anggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

“Waktu tahun anggaran tinggal hitungan jari. Tapi serapan anggaran masih rendah. Ini akibat perencanaan yang bobrok dan kebijakan cut off anggaran yang diberlakukan hingga Oktober 2025,” tegas Nanang.

Menurutnya, berdasarkan data BPKPD, sejumlah SKPD mencatatkan serapan tinggi. Seperti Badan Kesbangpol dengan realisasi 95,8 persen, Satpol PP 92 persen, BPKPD 91,7 persen, serta Disparpora 91,5 persen. Namun, kondisi tersebut tidak merata di seluruh perangkat daerah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencatatkan serapan sebesar 81,7 persen dari pagu Rp1.324.231.063.033 dengan sisa anggaran Rp242.238.692.853. Dinas Kesehatan menyerap 78,4 persen dari pagu Rp697.497.419.147 atau menyisakan Rp150.821.367.761.

Sorotan tajam tertuju pada Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PUTRLH) yang menjadi SKPD dengan serapan terendah.

Dari pagu Rp140.246.780.170, realisasi belanja baru mencapai Rp65.937.484.297 atau 47 persen, menyisakan anggaran sebesar Rp74.309.295.873.

Nanang menegaskan, rendahnya serapan anggaran, khususnya pada belanja modal dan infrastruktur, berdampak langsung terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah.

BACA JUGA:

Tamparan Keras Bagi Orang Waras, ODGJ Menegur Warga Tasikmalaya Lewat Aksi Bersih-Bersih

“Belanja pemerintah, terutama belanja modal dan infrastruktur adalah motor penggerak ekonomi. Ketika anggaran tidak terserap, daya beli masyarakat melemah, pelayanan publik menurun dan risiko pengangguran meningkat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak lanjutan dari dana APBD yang tidak terserap dan justru mengendap di perbankan.

Menurutnya, kondisi ini merugikan masyarakat karena anggaran seharusnya berputar disektor riil dan memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan warga.

“Uang rakyat menganggur di bank. Padahal seharusnya hadir dalam bentuk jalan yang layak, layanan pendidikan dan kesehatan yang optimal serta pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM),” katanya.

Nanang menegaskan, persoalan serapan anggaran ini harus disikapi secara serius dan menjadi evaluasi menyeluruh bagi pemerintah daerah.

BACA JUGA: 64 Klub Siap Adu Kuat di Kejuaraan Bola Voli Jabar XI Tasikmalaya 2025

Ia mengingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah akan semakin tergerus.

“Kalau dibiarkan seperti ini, apa kata dunia? APBD seharusnya menjadi alat percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, bukan justru simbol kegagalan perencanaan dan eksekusi kebijakan,” ujar Nanang.

(F Kamil)