spot_imgspot_img
Selasa 5 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 459

Polres Pangandaran Juara Kapolres Cup 2025, Grand Final Berlangsung Dramatis

0
Poto: Suasana saat tim dari Serena 03 Pangandaran menahan serven dari tim polres Pangandaran.
Poto: Suasana saat tim dari Serena 03 Pangandaran menahan serven dari tim polres Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Suasana GOR Yos Rosbi, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran mendadak bergemuruh saat laga grand final bola voli putra mempertemukan tim Polres Pangandaran dengan Serena 03 Pangandaran. Ratusan penonton dibuat tegang oleh permainan cepat, intens, dan saling balas serangan dari kedua tim.

Turnamen Bola Voli Kapolres Pangandaran Cup 2025 resmi berakhir pada Minggu sore (21/12/2025), dengan tim Polres Pangandaran tampil sebagai juara setelah memenangkan duel panas tersebut. Sorak-sorai suporter turut menjadi energi tambahan bagi tim tuan rumah.

Baca Juga: Hati-hati! Menuju Pantai Batu Karas Pangandaran, Jalannya Berlubang

Menariknya, dukungan penuh juga datang dari Ketua Bhayangkari Pangandaran, Ny. Eki Andri, istri Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan. Ia bahkan turun langsung memimpin semangat para suporter, menari mengikuti irama drum band yang terus menggelegar memenuhi arena pertandingan.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil ngotot. Smash-smash keras, block rapat, hingga aksi diving menyelamatkan bola membuat suasana kian dramatis. Para pemain jatuh bangun mempertahankan ritme permainan, sementara penonton terus menyanyikan yel-yel memberikan dukungan penuh.

Kerja sama tim yang solid, strategi yang matang, dan semangat pantang menyerah menjadi kunci kemenangan Polres Pangandaran. Hasil tersebut mengantarkan mereka naik ke podium tertinggi sekaligus membawa pulang trofi Kapolres Pangandaran Cup 2025 beserta hadiah puluhan juta rupiah.

Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan, mengatakan turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Namun juga menjadi wadah pembinaan atlet serta sarana mempererat silaturahmi antar-klub bola voli.

“Melalui turnamen ini, kami berharap muncul bibit-bibit atlet bola voli yang mampu mengharumkan nama Pangandaran dan Jawa Barat di kancah yang lebih tinggi,” ujarnya, Senin (22/12/2025).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, wasit dan peserta. Juga berterimakasih kepada pihak terkait atas terselenggaranya turnamen yang berlangsung aman, tertib, dan lancar.


(Sajidin)

Strategi Pemkab Garut Tekan Angka Kemiskinan Menuju Kemandirian Ekonomi

0
Kemiskinan Garut fokusjabar.id
KepalaDinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji

GARUT, FOKUSJabar.id: Menutup lembaran tahun 2025, Pemkab Garut melalui Dinas Sosial (Dinsos) mencatatkan progres signifikan dalam upaya penanggulangan kemiskinan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 9,39 persen. Angka tersebut menurun 0,29 persen dari Maret 2024 (9,68 persen).

BACA JUGA:

Bupati Garut Soroti Overcapacity Puskesmas Sindangratu

Jumlah penduduk niskin pada Maret 2025 sebanyak 252,56 ribu orang berkurang 6,76 ribu dari Maret 2024 (259,32 ribu orang).

Meski menunjukkan tren positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tantangan besar masih membentang. Terutama dalam memastikan Bantuan Sosial (Bansos) tidak sekadar menjadi “bantalan” sementara. Melainkan jembatan menuju kemandirian.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji menegaskan, fokus utama sepanjang tahun 2025 adalah transformasi paradigma dari bantuan konsumtif menuju strategi Graduasi Mandiri.

Salah satu pilar utama dalam catatan akhir tahun ini adalah akurasi data.

Aji menjelaskan, validitas data penerima manfaat kini dikawal ketat melalui aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation) sesuai amanat UU No13 Tahun 2011.

“Kami melakukan verifikasi dan validasi secara berjenjang. Melalui SIKS-NG, perbaikan data dilakukan berkala di lapangan agar transparan dan bisa dipantau langsung oleh pemerintah provinsi. Tujuannya, meminimalisir risiko salah sasaran dan memastikan mereka yang benar-benar membutuhkan berada dalam basis data,” ungkap Aji kepada FOKUSJabar, Senin (22/12/2025).

Melawan Disparitas di Garut Selatan

Geografi Garut yang luas. Khususnya wilayah Garut Selatan seringkali menjadi hambatan akses layanan.

BACA JUGA:

Sentuhan Kreatif Irma Ridyawati Bawa Burayot Garut Jadi Camilan Kekinian

Mengatasi hal tersebut, Dinsos meluncurkan berbagai inovasi layanan jemput bola untuk warga miskin ekstrem di wilayah terpencil.

Berikut beberapa terobosan sepanjang 2025:

  • Road Show Pelayanan Publik: Fokus pada akses PBI Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) bagi ibu hamil di pelosok.
  • Aplikasi Polinda: Portal penghubung warga untuk akses jaminan kesehatan secara daring.
  • Pandumas: Layanan pengaduan berbasis WhatsApp untuk respon cepat keluhan masyarakat.
  • Prioritas DTKS Desil 1: Pengusulan masyarakat miskin ekstrem yang belum ter-cover jaminan kesehatan melalui pemetaan desil terbawah.

Dinsos Garut melaporkan, kunci keberhasilan menekan angka kemiskinan di 2025 adalah kolaborasi lintas sektor. Bantuan tunai kini disandingkan dengan peningkatan kapasitas keterampilan (skill).

Program KUBE (Kelompok Usaha Bersama), seperti budidaya ikan nila, menjadi salah satu contoh sukses pemberdayaan lokal.

Selain itu, kolaborasi dengan Disnaker dan Balai Latihan Kerja (BLK) membuka akses bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk masuk ke pasar kerja atau membuka UMKM mandiri.

“Kami memiliki P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga) atau yang sering kami sebut ‘Sekolah PKH’. Di sini, pendamping mendidik KPM mengenai pengelolaan keuangan, kesehatan, gizi hingga perlindungan anak,” jelas Aji.

BACA JUGA:

Inilah Wida Widiayani, Sosok Tangguh Kebanggaan Desa Wanasari Garut

Sebagai catatan penutup tahun, Aji Sukarmaji optimistis bahwa dengan penguatan data dan konsistensi pemberdayaan, angka kemiskinan di Garut dapat terus ditekan.

Fokus tahun 2026 mendorong KPM untuk “lulus” atau graduasi dari status penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi yang berdikari.

“Bantuan sosial adalah pemicu. Namun kemandirian adalah tujuan akhir. Kita ingin warga Garut berangsur mandiri dan keluar dari garis kemiskinan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

Polres Ciamis Amankan Ribuan Botol Miras di Sindangrasa

0
Polres Ciamis fokusjabar.id
Personel Polres Ciamis saat menyita Miras

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Jajaran Polres Ciamis Polda Jawa Barat mengamankan ribuan botol Minuman keras (Miras) berbagai jenis dan merk siap edar.

Ribuan miras siap edar tersebut diamankan dari dua rumah kontrakan di wilayah Lingkungan Kertahayu Kecamatan Ciamis.

BACA JUGA:

Cegah C3, Polres Ciamis Gelar KKYD

Menurut Kapolres Ciamis, AKBP. Hidayatullah, ribuan botol berisi minuman keras tersebut diamankan berkat laporan masyarakat. Mereka mencurigai gerak gerik penghuni kontrakan.

“Mendapat laporan warga, Kami langsung menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi,” katanya.

Petugas kepolisian menemukan ratusan karton miras di rumah kontrakan tersebut.

“Miras itu diduga akan diedarkan pada saat perayaan Natal dan Tahun baru,” ucapnya.

Lurah Sindangrasa, Dery Yusman mengapresiasi warga yang cepat melapor terkait keberadaan miras tersebut.

“Ke depan, kami akan selalu memantau para penghuni kontrakan supaya kejadian ini tidak terulang lagi,” jelasnya, Senin (22/12/2025).

BACA JUGA:

Jelang Nataru, Polres Ciamis Gelar Ngobras Bersama Tokoh Lintas Agama

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang bergerak cepat dalam menindaklanjuti laporan warga.

“Pemilik minuman haram itu berhasil ditangkap di wilayah Tanjungmanggu yang lokasinya tidak jauh dari rumah kontrakan tempat menyimpan Miras,” ungkapnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Polres Ciamis usai melaksanakan operasi Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD).

(Husen Maharaja)

Hati-hati! Menuju Pantai Batu Karas Pangandaran, Jalannya Berlubang

0
jalan batu karas berlubang@fokusjabar.id
Menuju pantai batu karas pangandaran, jalannya masih ada yang berlubang.(foto;Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pantai batu karas di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. Memang menyimpan pesona dan tempat terindah bagi para pecinta surfing.

Namun, akses menuju pantai batu karas Pangandaran, jalannya banyak yang berlubang. Sehingga para pengemudi kendaraan harus berhati-hati di khawatirkan masuk kubangan.

Bahkan pantauan, FOKUSJabar.id, terlihat jalan berlubang dengan diameter cukup besar. Dan jelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, seharusnya segera dapat perhatian dari pemerintah untuk di perbaiki.

“Iya betul, mulai masuk belok ke jalur jalan menuju pantai batu karas masih ada jalannya yang bolong-bolong jadi memang pengemudi harus berhati-hati,” ungkap Ziyad salah seorang wisatawan asal Bandung, Senin (22/12/2025).

Kemarin siang, lanjut dia, ketika pas turun hujan, posisi jalan yang berlubang tersebut nampak tidak terlihat. Sehingga kendaraan terjebak masuk kubangan air yang ternyata bolong.

“Ini mah masukan saja, jalan menuju pantai batu karas yang banyak lubangnya untuk segera di perbaiki. Supaya memang lebih nyaman bagi para wisatawan,” ucapnya.

jalan berlubang
banyak jalan berlubang menuju akses pantai batu karas Pangandaran. (foto; Yud’s/fokusjabar.id)

Pantai Batu Karas Tempat Relaksasi

Sebelumnya, Pantai Batu Karas yang berada di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran ramai pengunjung, dan tetap menjadi pilihan para wisatawan sebagai tempat untuk relaksasi, surfing atau selancar.

Karena memang, panorama pantai Batu Karas tidak kalah indahnya dari pantai barat dan timur Pangandaran. Dengan ombak lautnya yang ideal untuk surfing, membuat betah bagi peselancar apalagi bagi pemula.

Dengan pemandangan mangrove dan perbukitan hijau, menambah daya tarik bagi pantai batu karas, sehingga membuat candu bagi wisatawan untuk datang melepas penat.

Selain itu, di pantai batu karas, para wisatawan bisa melakukan kegiatan seperti mancing, bermain banana boat, melihat pemadangan laut di atas bukit tenjo. Juga bisa menikmati kuliner seefood segar.

“Suasananya memang membuat relaksasi, di pantai batu karas ini bisa main banana boat ada juga spead boat,” kata Akram, wisatawan asal Tasikmalaya, Minggu (21/12/2025).

Akram juga menyampaikan, bahwa dengan ombak pantai batu karas yang ideal sangat cocok untuk belajar surfing. Dan suasananya pun tidak terlalu ramai seperti di pantai pangandaran.

“Saya ke sini bersama rombongan, dan kenapa pantai batu karas menjadi pilihan kami. Iya itu tadi suasananya menenangkan juga membuat rilek,” ungkapnya.

(Yud’s)

Hoaks hingga Kebocoran Data, Ancaman Baru Bela Negara di Era Digital

0
Ketua Harian DPW Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBN RI) Jawa Barat, H. Demi Hamzah Rahadian, SH, MH.
Ketua Harian DPW Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBN RI) Jawa Barat, H. Demi Hamzah Rahadian, SH, MH.

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Ancaman terhadap kedaulatan negara di era digital tak lagi selalu datang dalam bentuk serangan fisik.

Serangan siber, disinformasi, ujaran kebencian, hingga kebocoran data pribadi kini menjadi ujian nyata bagi ketahanan nasional Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Harian DPW Forum Bela Negara Republik Indonesia (FBN RI) Jawa Barat, Demi Hamzah Rahadian, dalam refleksi Hari Bela Negara ke-77 tahun 2025.

Menurutnya, bela negara hari ini menuntut kesadaran baru yang lebih rasional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Ancaman modern bekerja secara sunyi, bertahap, dan sering luput terdeteksi. Hoaks, manipulasi opini, hingga kebocoran data mampu merusak kepercayaan publik dan memecah kohesi sosial,” ujarnya, Senin (22/12/2025).

BACA JUGA: Akademisi Nilai APBD Kabupaten Tasikmalaya 2025 Tinggi Serapan, Minim Dampak

Ia mengingatkan bahwa penetapan 19 Desember sebagai Hari Bela Negara bukan sekadar simbol seremonial.

Momentum tersebut berakar dari sejarah berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 1948, yang membuktikan bahwa negara mampu bertahan di tengah agresi militer dan krisis nasional.

Namun, medan perjuangan kini telah bergeser ke ruang digital. Dalam perspektif ketahanan nasional, serangan siber dan disinformasi berpotensi mengguncang stabilitas ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya secara bersamaan.

Satu konten hoaks yang viral, kata Demi Hamzah, dapat mendelegitimasi institusi negara dan menumbuhkan distrust yang berbahaya bagi demokrasi.

Secara konstitusional, kewajiban bela negara telah diatur dalam Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 UUD 1945, serta diperkuat melalui UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara dan Perpres Nomor 115 Tahun 2022 tentang Pembinaan Kesadaran Bela Negara.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Pelajar Muhammadiyah Kuasai Literasi, Numerasi, dan Sains di Era Digital

Namun di era digital, mandat tersebut perlu diterjemahkan lebih konkret.

“Bela negara bukan hanya kesiapan fisik, tetapi juga ketahanan kognitif, sosial, dan siber. Literasi digital, etika berdebat, serta disiplin melindungi data adalah bentuk pengabdian sesuai profesi dan peran warga negara,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya literasi informasi sebagai garis pertahanan pertama. Hoaks bukan sekadar informasi palsu, melainkan alat rekayasa emosi dan persepsi publik yang dapat menormalisasi permusuhan.

Oleh karena itu, kebiasaan memverifikasi informasi sebelum membagikannya dinilai sebagai tindakan strategis menjaga persatuan bangsa.

BACA JUGA:

Wabup Garut Soroti Tantangan Dunia Pendidikan di Era Digital dan Bahaya Cyberbullying

Selain itu, ruang digital yang beradab juga menjadi prasyarat ketahanan nasional. Kritik yang tajam tetap sah dalam demokrasi, namun ujaran kebencian dan persekusi sosial harus ditertibkan secara proporsional melalui penegakan hukum, termasuk UU ITE yang telah diperbarui.

Isu krusial lainnya adalah kedaulatan data. Demi Hamzah menegaskan bahwa kebocoran data pribadi bukan hanya soal privasi, tetapi ancaman keamanan nasional karena membuka peluang penipuan finansial, pemerasan, hingga operasi pengaruh berskala besar.

Kehadiran UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi disebutnya sebagai tonggak penting dalam melindungi warga sebagai aset strategis bangsa.

Ia mendorong agar agenda bela negara digital dijalankan secara terukur. Negara perlu memperkuat literasi digital di sekolah, kampus, dan birokrasi.

Dunia usaha wajib menjadikan perlindungan data sebagai indikator kinerja utama. Sementara masyarakat sipil berperan memperkuat ekosistem cek fakta dan perlindungan kelompok rentan di ruang siber.

BACA JUGA: Bupati Garut: Pantai Rancabuaya Aman

“Patriotisme hari ini adalah disiplin menjaga ruang digital. Mengaktifkan autentikasi ganda, waspada phishing, menolak judul provokatif, dan tidak menjadikan viral sebagai ukuran kebenaran,” jelas Demi.

Menurutnya, momentum Hari Bela Negara ke-77, harus menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan dan martabat bangsa di era digital sama pentingnya dengan mempertahankan wilayah di masa lalu.

(F Kamil)

Bupati Garut: Pantai Rancabuaya Aman

0
Bupati Garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, Meninjau kesiapan Pos Pengamanan Layanan Objek Wisata Pantai Rancabuaya

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin usai meninjau Pos Pengamanan Layanan Objek Wisata Pantai Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Minggu (21/12/2025) kemarin.

Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana dalam menyambut lonjakan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

BACA JUGA:

Bupati Garut Soroti Overcapacity Puskesmas Sindangratu

Bupati Garut menegaskan, prioritas utama pemerintah daerah adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Baik warga lokal maupun pengunjung dari luar kota yang hendak menghabiskan waktu bersama keluarga.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang berlibur merasa tenang. Hal ini merupakan bentuk pelayanan kami agar momen liburan Nataru di Garut berjalan kondusif,” ujar Syakur.

Pengecekan Alat Keselamatan dan Mitigasi

Tidak hanya meninjau personel, Bupati Garut juga mengecek secara detail kesiapan alat keselamatan darurat.

BACA JUGA:

Sekjen GAS Beri Ungkapan Berkelas Soal Pengelolaan Teras Cimanuk

Sarana seperti perahu penyelamat, pelampung hingga peralatan selam dipastikan dalam kondisi siap pakai untuk mengantisipasi situasi darurat.

“Semoga alat-alat ini bisa membantu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada dan mematuhi rambu larangan yang ada di sekitar bibir pantai,” tegasnya.

Kapolsek Caringin, Ipda Indra mengungkapkan, pihaknya telah menyiagakan empat titik pos pengamanan yang tersebar di wilayah Kecamatan Caringin. Yakni di Pantai Rancabuaya, Pantai Cilame, Pantai Ciawi dan Pantai Cidora,

Ipda Indra menekankan, pengamanan ini dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai stakeholder terkait demi menciptakan sinergi di lapangan.

BACA JUGA:

Perbaikan Jalan Cikajang–Sumadra Garut Dikebut, Target Selesai Akhir Desember 2025

Perwakilan Balawista Pantai Rancabuaya, Dimyati menyatakan, timnya dalam status siaga penuh. Selain menyiagakan personel, pihaknya telah menyiapkan pelampung, perahu motor, hingga speed boat sebagai penunjang keselamatan laut.

“Kami mengundang seluruh masyarakat, baik dari Garut maupun luar daerah untuk tidak ragu berkunjung dan menikmati keindahan Pantai Rancabuaya. Kami siap menjaga kenyamanan Anda,” singkat Dimyati.

(Y.A. Supianto)

Sadati Home Stay Tempat Istirahat Rekomended di Pantai Batu Karas Pangandaran

0
sadati home stay batu karas@fokusjabar.id
Sadati home stay batu karas Pangandaran.(foto: Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Sadati home stay merupakan tempat istirahat rekomended bagi para wisatawan yang berkunjung ke pantai batu karas Pangandaran.

Sadati home stay, berada di jalan Sanghiang Kalang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Jarak dari pantai batu karas ke lokasi di perkirakan kurang lebih sekitar 500 meter.

Dan yang lebih menariknya, perjalanan menuju Sadati home stay, di suguhi pemandangan persawahan yang menambah suasana semakin indah.

Baca Juga: Bisa Surfing, Pantai Batu Karas Pangandaran Ramai Dikunjungi Wisatawan

Yang menginap di Sadati home stay, tidak hanya wisatawan lokal saja, tetapi menjadi tempat rekomendasi bagi turis mancanegara.

Sadati home stay, yang bernuansa perkampungan serta di kelilingi pepohonan dan tanaman hijau nan rindang, suasananya memang terasa beda.

“Sadati home stay ini memang sangat rekomended sekali, sangat nyaman, bersih dan asri banget,” ungkap Lita wisatawan asal Tasikmalaya, Senin (22/12/2025).

Lita menyampaikan, bahwa menginap di Sadati home stay seperti kembali ke zaman dahulu. Kenapa demikian, karena suasananya seperti di pegunungan.

“Walaupun memang lokasi Sadati home stay dekat pantai batu Karas namun suasana penginapan seperti di pegunungan,” tuturnya.

Perpaduan Pantai dan Pegunungan

Jadi, lanjut dia, ada dua suasana ketika menginap di Sadati home stay yaitu pantai dan pegunungan. Dan ini menjadi perpaduan yang sangat menarik.

Baca Juga: Jelang Nataru, Satlantas Polres Pangandaran Bikin Inovasi Berbasis Digital

“Kalau di pantai batu Karas cuacanya panas, namun ketika kembali ke Sadati home stay suasana jadi sejuk lagi, pokoknya bikin happy,” jelasnya.

Selain itu, kata Lita, owner dari Sadati home stay sangat begitu ramah, meski berasal dari negara Belgia.

“Yang menginap di Sadati home stay, saya melihat banyak juga turis luar negeri. Mungkin karena memang suasananya perkampungan banget hingga sangat menarik,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Lita menambahkan, bahwa harga menginap di Sadati home stay juga ramah bagi isi kantong.

“Menurut saya sih, ramah bagi isi dompet. Lingkungannya bersih, pokoknya rekomended menginap di Sadati home stay, pagi-pagi sudah di sambut suara kicau burung,” pungkasnya.

(Yud’s)