spot_imgspot_img
Jumat 1 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 411

Bekti Alamsyah: Program Kedepan Fokus Arahan Bupati Tasikmalaya

0
Bekti alamsyah bupati tasikmalaya@fokusjabar.id
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin bersama Direktur Perumda Air Minum Tirta Sukapura, Bekti Alamsyah.(foto; Yud's/fokusjabar.id)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Setelah di lantik Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin sebagai Direktur Perumda Air Minum Tirta Sukapura di Pendopo Baru. Rabu (31/12/2025). Bekti Alamsyah menyampaikan, bahwa kepercayaan dan amanah ini sebagai tanggungjawab besar.

“Kepercayaan juga amanah ini adalah sebuah tanggung jawab besar, yang harus saya emban. Dengan penuh integritas dan dedikasi,” ungkap Direktur Perumda Air Minum Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya, Bekti Alamsyah kepada FOKUSJabar.id.

Pada kesempatan tersebut, Bekti Alamsyah juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wabup Tasikmalaya. Atas kepercayaan yang telah di berikan untuk memimpin Perumda Air Minum Tirta Sukapura.

Baca Juga: Bupati Tasikmalaya Lantik Direksi Perumda Tirta Sukapura Periode 2025–2030

“Atas rahmat dan ridho Allah SWT, saya tentunya beryukur. Juga terimaksih kepada panitia seleksi (Pansel), Plt. Direktur atas dedikasi serta kontribusinya selama menjabat,” ucapnya.

Bekti juga mengatakan, bahwa momentum pelantikan, merupakan sebuah hal yang penting bagi dia. Untuk berkomitmen penuh dalam peningkatan pelayanan publik di bidang penyediaan air minum bagi masyarakat.

“Sesuai arahan dari Bapak Bupati Tasikmalaya (Cecep Nurul Yakin-red), yang juga sebagai KPM (Kuasa Pemilik Modal-red). Maka kami akan bergerak cepat untuk segera menyusun rencana bisnis kedepan,” jelasnya.

Selain itu, Bekti Alamsyah juga menjelaskan bahwa Perumda Air Minum Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya, akan fokus terhadap tiga faktor.

“Pertama, Peningkatan kapasitas layanan. Yaitu 3K (Kuantitas, Kualitas & Kontinuitas), perluasan cakupan layanan & pertambahan pelanggan, Penurunan Kehilangan Air, dan Digitalisasi proses bisnis,” tuturnya.

Kemudian yang kedua adalah Tata kelola Perusahaan dan penguatan sumber daya, antara lain, lanjut Bekti. Yaitu terkait Penguatan serta pengembangan potensi SDM melalui diklat berbasis kompetensi, serta pengamanan sumber air baku.

Baca Juga: Pagi ini, Bupati Tasikmalaya akan Melantik Direktur Perumda Air Minum Tirta Sukapura

“Selanjutnya yang ketiga yaitu, Diversifikasi usaha antara lain. Peningkatan usaha kolam renang, terminal air dan mobil tangki, serta air minum dalam kemasan,” tegasnya.

Teamwork yang Solid

Untuk mewujudkan rencana kerja tersebut, Bekti menegaskan, bahwa. Pihaknya akan membuat teamwork yang solid dengan seluruh pegawai Perumda Air Minum Tirta Sukapura.

“Selain itu dukungan dan kerjasama Pemerintah Pusat, Pemprov Jabar dan Pemkab Tasikmalaya. Peran aktif juga sinergitas dengan masyarakat dalam mewujudkan Perumda yang lebih baik dan modern,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, Bekti menambahkan, bahwa. Perumda Air Minum Tirta sukapura akan menjadi perusahaan daerah yang sehat, profesional.

“Juga mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat di Tasikmalaya. Dan saran dan kritik membangun tentu juga di harapkan guna penyempurnaan kinerja di masa mendatang,”pungkasnya.

(Yud’s)

    Kriminalitas di Kabupaten Tasikmalaya Naik! Sepanjang 2025 Polres Tangani 402 Kasus, Narkoba dan Laka Lantas Jadi Sorotan

    0
    polres tasikmalaya fokusjabar.id
    Kapolres AKBP Haris Dinzah, SH, SIK, MH didampingi Wakapolres Kompol Sukmawijaya, S.Sos, MH, merilis kinerja Polres Tasikmalaya akhir tahun 2025.

    TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Tasikmalaya mengalami peningkatan sepanjang tahun 2025.

    Dalam rilis akhir tahun yang dipimpin Kapolres Tasikmalaya, AKBP Haris Dinzah, SH, SIK, MH, tercatat 402 kasus tindak pidana terjadi, naik 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya .

    Meski demikian, Polres Tasikmalaya mengklaim kinerja penegakan hukum tetap optimal. Dari total kasus tersebut, 320 perkara berhasil diselesaikan, atau setara 80 persen tingkat penyelesaian perkara.

    BACA JUGA: Malam-Malam Gasak Avanza, Sindikat Pencuri Mobil Dibongkar Polres Tasikmalaya

    Laka Lantas Tertinggi, Korban Tewas Justru Turun
    Kasus kecelakaan lalu lintas menjadi penyumbang terbesar dengan 119 kejadian.

    Namun kabar baiknya, jumlah korban meninggal dunia turun drastis hingga 44 persen, menandai efektivitas langkah preventif dan penindakan di jalan raya.

    Tak hanya itu, pelanggaran lalu lintas juga menurun tajam. Tilang turun 25 persen, sementara teguran merosot hingga 71 persen dibandingkan tahun 2024.

    Perang Terhadap Narkoba dan Tambang Ilegal

    Di sektor narkoba, Polres Tasikmalaya membongkar 30 kasus dengan 40 tersangka. Barang bukti yang disita meliputi sabu, ganja, hingga ribuan pil obat keras yang beredar ilegal.

    Polres juga menindak tegas tambang emas ilegal di Kecamatan Salopa. Sejumlah tersangka ditetapkan, lokasi tambang ditutup, dan dilakukan sosialisasi serta penegakan hukum sesuai undang-undang pertambangan.

    Kasus Menonjol: Pembunuhan dan Oplosan Gas

    Dua kasus besar turut mencuat sepanjang 2025, yakni kasus pembunuhan di Cipatujah yang telah dinyatakan P21 serta pengungkapan praktik oplosan gas LPG subsidi dengan barang bukti ratusan tabung gas dan kendaraan operasional.

    BACA JUGA: Dugaan KKN Desa Rejasari, Inspektorat Kota Banjar Butuh Keterangan Tambahan

    Polres Tasikmalaya menegaskan komitmennya mendukung program nasional dan menjaga stabilitas keamanan daerah, termasuk suksesnya pengamanan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Tasikmalaya yang berjalan aman dan kondusif.

    (FKamil)

    IPM Garut Rendah, Deden Sopian Bilang Begini

    0
    Deden Sopian fokusjabar.id
    Deden Sopian

    GARUT, FOKUSJabar.id: Mantan Ketua Fraksi Golkar DPRD Garut, Deden Sopian (Kang Deden) mengatakan, tahun 2025 merupakan tahun pergantian kepemimpinan mulai dari tingkat pusat hingga daerah yang perlu menjadi bahan instropeksi bersama.

    Bagaimana tidak, aksi unjuk rasa yang menjadi pemicu kemarahan massa pada bulan Agustus lalu karena adanya ketidakadilan dan kesenjangan sosial rakyat selalu di suguhkan oleh kemewahan dalam situasi ekonomi yang menghimpit.

    BACA JUGA:

    Polres Garut Berlakukan Penyekatan dan Car Free Night

    Selanjutnya kejadian bencana longsor yang menimpa Aceh, Sumut dan Sumbar yang memperlihatkan kerakusan dari pengusaha yang tidak memperdulikan dampak dari kerusakan lingkungan yang memporak porandakan hunian masyarakat kecil yang sudah lama menetap di sana.

    Terbukanya kasus tambang di Morowali yang melukai kita sebagai penduduk Indonesia yang di kuasai oleh negara asing hingga buruh yang di rendahkan martabatnya.

    Dengan kejadian itu, aparatur negara dan daerah ada yang terhenyak hingga bereaksi. Namun ada juga yang santai bahkan menyembunyikan kebusukannya.

    Di daerah pun hampir sama. Kita sebagai warga Kabupaten Garut terhenyak dengan data-data yang muncul. Di mana masyarakat yang menempati posisi desil 1 (miskin ekstrem) melonjak hingga 317.000 jiwa. Dan masyarakat miskin desil 1-5 berjumlah 1.8 juta jiwa atau 85 persen dari jumlah penduduk Garut (2,8 juta jiwa).

    Selain itu, pengangguran masih tinggi, pemandangan jompo terlantar dan fakir miskin yang rumahnya roboh hamper setiap hari berseliweran di media massa.

    Begitupun dengan pemandangan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), fasiltas infrastruktur jalan yang hamper 1.700 km atau 42 persen rusak berat, tingginya anak putus sekolah, bencana longsor akibat kerusakan hutan, penambangan galian C yang masih belum tertata yang mengancam bencana hingga banyaknya warga yang terjerat rentenir.

    BACA JUGA:

    Diduga Ada Mafia Tanah, Ormas GAS Lapor Kejari Garut

    Semua yang terjadi ini tentunya butuh pemikiran dan pengorbanan kita semua sesuai slogan Pembangunan Pentahelix (pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat dan media).

    “Semua komponen terlibat sesuai dengan kafasitasnya masing-masing. Dan kita tidak perlu saling menyalahkan karena setiap jenjang kepemimpinan pasti ada kelebihan dan kekurangannya,” kata Wakil Ketua 1 bidang Organisasi DPD Partai Golkar Kabipaten Garut, Rabu (31/12/2025).

    “Saat ini butuh kebersamaan dan kekompakan untuk mengisi Pembangunan. Rangkul semua pihak agar terlibat dalam Pembangunan menuju Garut yang maju dan Sejahtera,” Kang Deden menambahkan.

    Kenapa prestasi kejuaraan yang selalu ditorehkan Pemda tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat? Hal ini tentunya perlu kajian bersama. Karena tujuan bernegara dan pemanfaatan anggaran harus ditujukan sebesar-besarnya untuk kesejahtraan masyarakat.

    Sejak era reformasi 1998, pemerintah menerapkan penilaian kapasitas daerah. Mulai dari penamaan daerah tertinggal. Kini berubah melalui penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

    BACA JUGA:

    Sekda Garut: Pentingnya Perubahan Pola Pikir Bagi Aparatur Pemerintah

    “Walaupun pahit kita harus menerima kenyataan bahwa Kabupaten Garut pernah masuk penilaian daerah tertinggal. Saat ini IPM Garut masih rendah walau ada kenaikan. Yakni berada di urutan 26 dari 27 Kabupaten/Kota sejak dua decade lamanya,” ungkap Kang Deden.

    Dengan kenyataan seperti itu, tentunya di tahun 2026 Garut butuh arah pembangunan yang lebih tajam dan terorganisir di bidang pertanian yang melibatkan semua SDM yang ada sebagaimana diperlihatkan dalam logo Kabupaten Garut.

    Yakni, potensi hamparan pertanian yang luas dan subur, bentangan laut yang panjang dan indah dan gunung yang hijau sebagai pemasok air kehidupan. Seperti sering diungkapkan bahwa pesona Garut (Gurilap).

    BACA JUGA:

    Fenomena Inden PPDB SDIT Al Mashduqi hingga 2028, Ini Kata Bupati Garut

    Dia menyebut, sistem pemerintahan yang harus dipedomani saat ini yaitu ada pesuruh rakyat, ada wakil rakyat dan ada rakyat. Masyarakat Garut mempunyai hak untuk sejahtera yang berkeadilan.

    “Selamat tahun baru 2026. Mudah-mudahan tahun ini membawa kebahagiaan, kesuksesan dan keberkahan,” pungkas Kang Deden.

    (Bambang Fouristian)

    Libur Dapat Kompensasi Rp500 Ribu, Begini Kata Sopir Angkot Bandung

    0
    sopir angkot bandung@fokusjabar.id
    Sopir Angkutan Kota (Angkot) Saat Mengambil Kompensasi Rp.500 di Sport Jabar Arcamanik Kota Bandung Rabu (31/12/2025).(foto;Yusuf Mugni/fokusjabar.id)

    BANDUNG, FOKUSJabar.id: Di tengah sepinya penumpang dan mahalnya biaya operasional, kompensasi Rp500 ribu dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi angin segar bagi para sopir angkutan kota (Angkot) yang di liburkan selama dua hari.

    Seorang sopir angkot, Dedi mengaku bantuan tersebut jauh lebih besar di bandingkan penghasilan harian yang biasa ia peroleh.

    Menurutnya, pendapatan sopir angkot saat ini sulit di pastikan, terlebih dengan semakin berkurangnya penumpang.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bantuan ini sedikit banyak sangat membantu kami. Pendapatan kami tidak pasti, hari ini bisa setor, besok belum tentu,” kata Dedi Sport Jabar Arcamanik Kota Bandung Rabu (31/12/2025).

    Dedi menjelaskan, persaingan dengan transportasi online serta tingginya biaya operasional membuat kondisi sopir angkot semakin berat. Dalam sehari, penghasilannya sebelum di potong setoran dan bensin kerap kali tidak mencukupi.

    “Kalau dapat Rp100 ribu itu sudah termasuk lumayan. Setoran biasanya Rp100 ribu, bensin sekarang sekitar Rp140 ribuan. Kadang uang yang di bawa pulang cuma Rp50 ribu,”ucapnya.

    Lebih lanjut Dedi mengatakan, saat libur
    seperti ini, pihaknya memilih tetap berada di jalur untuk beristirahat karena jika pulang ke rumah, penghasilannya tidak mencukupi untuk kebutuhan harian.

    Ia menilai kompensasi Rp500 ribu untuk dua hari jelas lebih besar di banding pendapatan normal.

    “Untuk dua hari cukup, tapi kalau keluarga di kampung tetap terasa kurang karena kebutuhan juga banyak,”ungkapnya.

    Hal senada di sampaikan sopir angkot lainnya, Dadan, yang mengaku sangat terbantu dengan kebijakan tersebut. Ia merasa kebijakan ini memberikan ketenangan karena tetap mendapatkan penghasilan meski tidak menarik angkot.

    “Saya senang sekali. Dua hari tidak narik, tapi tetap dapat kompensasi Rp500 ribu. Terima kasih banyak,”ucapnya.

    Kondisi Normal Relatif Kecil

    Dadan yang biasa melayani di jalur Stasiun Bandung- Sadang Serang menyebut pendapatan hariannya relatif kecil karena jalurnya dekat stasiun.

    Dalam kondisi normal, penghasilannya berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu sebelum di potong biaya operasional.

    “Dengan kompensasi Rp250 ribu per hari selama dua hari ini, bagi saya sudah lebih dari cukup. Di suruh libur, tapi tetap dapat uang,”ungkapnya.

    Dadan berharap kebijakan seperti ini dapat terus menjadi perhatian pemerintah, terutama di tengah menurunnya minat masyarakat menggunakan angkutan kota.

    “Untuk pemerintah yang sudah memberikan kompensasi ini saya ucapkan terima kasih banyak,” pungkasnya.

    (Yusuf Mugni)

    Dugaan KKN Desa Rejasari, Inspektorat Kota Banjar Butuh Keterangan Tambahan

    0
    inspektorat kota banjar@fokusjabar.id
    Inspektur Daerah Kota Banjar Agus Muslih.(foto:Agus/fokusjabar.id)

    BANJAR, FOKUSJabar.id: Tim audit Inspektorat Kota Banjar masih terus mendalami laporan warga soal dugaan. Korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)  di Desa Rejasari, Kecamatan Langensari Tahun Anggaran 2025.

    Saat ini, tim audit masih melakukan pemeriksaan mendalam dengan memperpanjang masa penugasan guna memastikan keakuratan dan kelengkapan hasil audit.

    Inspektur Daerah Kota Banjar, Agus Muslih mengatakan, perpanjangan pemeriksaan di lakukan karena tim masih membutuhkan keterangan tambahan. Dari sejumlah pihak serta pengujian terhadap materi laporan yang di sampaikan warga.

    Baca Juga: Teras langit Destinasi Wisata Baru Kota Banjar, Cocok Buat Camping

    “Kami masih memerlukan permintaan keterangan dari para pihak dan melakukan pengujian terhadap materi-materi pengaduan. Termasuk pengujian bukti dari sisi kecukupan dan materialitas,” ungkap, Agus Muslih, Rabu (31/12/2025). 

    Agus menjelaskan, pemeriksaan itu mencakup pihak pemerintah desa, penyedia pekerjaan, serta pihak-pihak lain. Yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan proyek infrastruktur di Desa Rejasari sebagaimana tercantum dalam laporan pengaduan masyarakat.

    “Sudah banyak pihak yang sudah kami minta keterangan, baik dari unsur desa, penyedia, maupun pihak lain. Yang terhubung dengan materi pemeriksaan. Proyek-proyek infrastruktur sesuai materi aduan juga sudah kami panggil pihak penyedianya,” jelasnya.

    Proses Berjalan Lancar

    Agus menegaskan, sejauh ini proses pemeriksaan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh pihak yang di panggil di nilai kooperatif dan memenuhi permintaan keterangan dari tim audit Inspektorat.

    “Jadi selama ini, tidak ada kendala dalam pemeriksaan. Para pihak semuanya kooperatif,” ucapnya.

    Baca Juga: Wali Kota Banjar: Produk UMKM Harus Masuk Pasar Modern

    Terkait target penyelesaian, Agus menyebutkan bahwa audit masih memerlukan waktu. Karena harus melalui tahapan penelitian, pengujian, analisis, hingga pemaparan hasil sebelum di susun dalam laporan resmi.

    “Setelah seluruh proses selesai, hasil pemeriksaan akan kami laporkan ke pihak desa, pimpinan, serta Wali Kota Banjar. Kemungkinan laporan rampung pada bulan Januari,” tegasnya.

    Selain itu, Agus mengimbau, bahwa pemerintah desa dalam pengelolaan anggaran. Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa, di lakukan secara transparan, akuntabel, serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

    “Pengelolaam DD dan ADD semuanya harus transparan, akuntabel,” pungkasnya.

    (Agus)

    Sindangrasa Ciamis Raih Terbaik Pertama Anugerah Gapura Sri Baduga Jabar

    0
    Kelurahan sindangrasa kabupaten ciamis@fokusjabar.id
    Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya dan Lurah Sindangrasa Derry Yusman.(foto;dok)

    CIAMIS, FOKUSJabar.id:  Menutup tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi Jawa Barat.

    Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, berhasil meraih Pinunjul Kahiji (Terbaik Pertama) dalam ajang Anugerah Gapura Sri Baduga tingkat Provinsi Jawa Barat. 

    Penghargaan tersebut di serahkan di Sabuga ITB Bandung, Selasa (30/12/2025), sekaligus menjadi kado akhir tahun yang istimewa bagi Kabupaten Ciamis. 

    Baca Juga: Ini Hasil Ramp Check dan Test Urine Dishub Ciamis

    Lurah Sindangrasa, Derry Yusman, mengaku tidak menyangka kelurahannya mampu keluar sebagai juara pertama. Pasalnya, dari sisi sarana dan prasarana, Sindangrasa di nilai masih tertinggal di bandingkan sejumlah kelurahan lain di Jawa Barat. 

    “Alhamdulillah, ini menjadi kejutan sekaligus kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Kelurahan Sindangrasa. Meski dengan keterbatasan, kami memiliki modal kuat berupa gotong royong masyarakat, sehingga pelaksanaan program tidak selalu bergantung pada anggaran,” katanya, Rabu (31/12/2025). 

    Derry menjelaskan, keberhasilan tersebut bukan hasil kerja instan, melainkan proses panjang yang telah di rintis sejak dia mulai bertugas sebagai Lurah Sindangrasa pada 2 Januari 2024. Saat itu, tantangan terbesar adalah menjalankan program pemerintah di tengah keterbatasan anggaran. 

    “Saya sempat merasa pesimis, namun kemudian teringat arahan Bupati Ciamis, Bapak Herdiat Sunarya, yang menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam pembangunan agar hasilnya berkualitas dan berkelanjutan. Itu yang kemudian menjadi strategi utama kami,” ungkapnya. 

    Atas raihan prestasi tersebut, Kelurahan Sindangrasa tidak hanya menerima trofi dan piagam penghargaan, tetapi juga memperoleh apresiasi dari Gubernur Jawa Barat berupa bantuan keuangan sebesar Rp9 miliar untuk pembangunan kelurahan. 

    “Saya mewakili masyarakat Kelurahan Sindangrasa mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat atas apresiasi dan bantuan keuangan yang di berikan. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berbuat yang terbaik,” jelasnya. 

    Ke depan, Derry menjelaskan pihaknya telah menyiapkan langkah strategis agar capaian prestasi tersebut dapat di pertahankan secara berkelanjutan.

    Di mulai dari komitmen Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan optimal, hingga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam setiap program pembangunan. 

    “Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ciamis atas dukungan dan bimbingan yang konsisten. Beliau menjadi garda terdepan dalam memastikan pelayanan publik berjalan maksimal,” ungkapnya. 

    Baca Juga: 152 Infrastruktur Rusak Akibat Bencana Sepanjang 2025 di Ciamis

    Program Unggulan

    Seperti di ketahui, Kelurahan Sindangrasa yang mewakili Kabupaten Ciamis berhasil masuk lima besar, tahap pemaparan di ajang Anugerah Gapura Sri Baduga Desa dan Kelurahan Tahun 2025 tingkat Provinsi Jawa Barat, bersaing dengan perwakilan dari Kota Cimahi, Kota Depok, Kota Cirebon, dan Kabupaten Bandung. 

    Dalam ajang Anugerah Gapura Sri Baduga 2025, Kelurahan Sindangrasa mempresentasikan sejumlah program unggulan yang lahir dari kebutuhan warga, di antaranya:

    – Penanganan dan pencegahan stunting melalui pendekatan keluarga asuh yang menumbuhkan solidaritas sosial.

    – MASAGI (Masyarakat Sindangrasa Gemar Infaq) sebagai gerakan infaq berkelanjutan berbasis kepedulian warga.

    – Pelayanan HANDAL, pelayanan administrasi yang cepat, responsif, dan humanis.

    – Berbagai inovasi pelayanan publik lain yang terus di kembangkan secara berkelanjutan. Salah satu nilai utama yang di tonjolkan Kelurahan Sindangrasa adalah budaya gotong royong

    (Nank Irawan)

    Bupati Tasikmalaya Lantik Direksi Perumda Tirta Sukapura Periode 2025–2030

    0
    perumda tirta sukapura fokusjabar.id
    Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin resmi melantik Bekti Alamsyah, ST, sebagai Direksi Perumda Air Minum Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya periode 2025–2030.

    TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin resmi melantik Bekti Alamsyah, sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Sukapura (TS) Kabupaten Tasikmalaya untuk masa jabatan periode 2025–2030, Rabu (31/12/2025).

    Bupati Cecep menyampaikan ucapan selamat. Sekaligus menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan hasil dari proses seleksi yang bertujuan menghadirkan pimpinan berintegritas, profesional, dan memiliki visi kuat dalam memajukan perusahaan daerah.

    Cecep berharap, direksi baru mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta membawa kemajuan bagi Perumda Air Minum TS. Khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

    BACA JUGA: 

    Perumda Air Minum Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya, Perusahaan Sehat dan Baik

    “Direksi baru mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta membawa kemajuan bagi Perumda Air Minum Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya lima tahun ke depan,” ujar Cecep Nurul Yakin.

    Peran Strategis dan Tantangan ke Depan

    Ia melanjutkan, Perumda Air Minum TS memiliki peran strategis sebagai penyedia layanan air bersih sekaligus berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    “Hingga tahun 2025, perusahaan daerah ini terus menunjukkan kinerja yang bertumbuh melalui berbagai kerja sama dengan mitra strategis,” kata Cecep.

    Bupati  menekankan sejumlah fokus utama yang harus menjadi perhatian direksi periode 2025–2030. Antara lain peningkatan kualitas dan kontinuitas layanan air bersih, penurunan tingkat kebocoran air atau Non Revenue Water (NRW), serta penerapan inovasi dan digitalisasi sistem layanan dan pembayaran.

    “Selain itu, kami minta direksi juga membangun soliditas internal dan lingkungan kerja yang profesional sebagai fondasi peningkatan kinerja perusahaan,” tegasnya.

    Menurut orang nomor satu di Kabupaten Tasikmalaya ini, Perumda Air Minum TS sebelumnya berdiri sebagai PDAM Kabupaten Tasikmalaya pada 11 Juli 1975 berdasarkan Peraturan Daerah Tingkat II Tasikmalaya Nomor 7 Tahun 1975.

    BACA JUGA: Malam-Malam Gasak Avanza, Sindikat Pencuri Mobil Dibongkar Polres Tasikmalaya

    Pada September 2021, terang Bupati Cecep, melalui Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2021, PDAM Tirta Sukapura resmi bertransformasi menjadi Perumda Air Minum Tirta Sukapura.

    Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pelanggan, atas dukungan yang telah diberikan. Sehingga Perumda Air Minum Tirta Sukapura dapat terus berkembang dan meningkatkan pelayanan publik di Tasikmalaya.

    (F. Kamil)