spot_imgspot_img
Selasa 28 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 364

Inilah 8 Kandidat Calon Rektor Unsil Tasikmalaya, Siapa Terkuat?

0
rektor unsil tasikmalaya@fokusjabar.id
Kampus Unsil Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, FOKUSJabar id: Bursa Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Siliwangi (Unsil) periode 2026–2030 mendadak makin panas. 

Pada detik-detik terakhir penutupan pendaftaran, muncul nama Prof. Dr. Nandang Alamsyah, Guru Besar FISIP Universitas Padjadjaran (Unpad), resmi masuk ke dalam daftar bakal calon rektor.

​Hadirnya figur eksternal ini seolah memberi “warna baru” sekaligus meningkatkan tensi kompetisi demokrasi di kampus kebanggaan masyarakat Tasikmalaya tersebut.

Baca Juga: Waspada! Virus Super Flu, Ini Langkah Kadinkes Kota Tasikmalaya

​Bagi publik Unsil, nama Prof. Nandang sebenarnya bukan sosok asing. Ini merupakan kali kedua beliau mencoba peruntungan untuk memimpin Unsil. 

Sebelumnya, ia sempat ikut berkompetisi pada Pilrek periode 2022–2026, meski langkahnya terhenti sebelum masuk babak empat besar.

​Ketua Pelaksana Pilrek Unsil, Dr. Nanang Rusliana, mengonfirmasi bahwa pendaftaran Prof. Nandang dilakukan secara daring tepat di hari pamungkas masa pendaftaran, Kamis (8/1/2026).

​”Pada hari terakhir pendaftaran, Prof. Nandang mendaftar secara online,” ujar Nanang saat memberikan keterangan, Jumat (9/1/2026).

​Dengan masuknya nama Prof. Nandang, total ada delapan kandidat yang akan memperebutkan kursi pimpinan tertinggi di Unsil. Angka ini mencatatkan peningkatan partisipasi dibandingkan periode sebelumnya yang hanya diikuti oleh tujuh calon.

​Berikut adalah daftar lengkap 8 Bakal Calon Rektor Unsil periode 2026–2030:

​Dr. Drs. Ade Rastiana, M.Si.

​Dr. Asep Suryana

​Dr. Nana, M.Pd.

​Dr. Ai Sri Kosnayani, S.Pd., M.Si.

​Dr. Acep Zoni Saeful Mubarok

​Dr. Iman Hilman, S.Pd., M.Pd.

​Prof. Dr. Eng. Ir. Aripin, IPU.

​Prof. Dr. Nandang Alamsyah (Unpad)

​Nanang Rusliana menyampaikan rasa syukurnya karena antusiasme pendaftar melampaui ekspektasi panitia.

 “Alhamdulillah, jumlah bakal calon rektor yang mendaftar sudah melebihi target,” tambahnya.

Apa Tahapan Selanjutnya?

​Setelah masa pendaftaran ditutup, genderang persaingan akan berlanjut ke meja verifikasi. Berikut adalah poin-poin penting tahapan berikutnya:

​Verifikasi Administrasi: Selama 10 hari kerja, panitia akan memeriksa keabsahan dan kelengkapan dokumen seluruh pendaftar.

​Laporan ke Senat: Hasil verifikasi akan diserahkan kepada Senat Universitas Siliwangi.

​Penetapan Calon: Senat akan menetapkan minimal empat nama yang lolos verifikasi untuk diusulkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

​Pengundian Nomor Urut: Setelah penetapan, para calon akan mendapatkan nomor urut resmi untuk memulai masa sosialisasi dan penyampaian visi-misi.

Baca Juga: Kota Tasikmalaya Siap Bentuk Pengurus SOIna

​Masuknya akademisi dari luar lingkungan internal (Unpad) diprediksi akan membuat perdebatan gagasan semakin tajam dan berkualitas. 

Publik kini menanti, siapakah dari kedelapan nama ini yang mampu membawa transformasi besar bagi Universitas Siliwangi di masa depan.

​Dengan rekam jejak para kandidat yang mumpuni, Pilrek Unsil 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang suksesi kepemimpinan, tetapi juga momentum untuk melahirkan pemimpin yang visioner dan mampu menjawab tantangan pendidikan global.

(Abdul)

Proyek PJU Disorot Warga Pangandaran”Kumaha Kang Dedi Mulyadi?”

0
pju pangandaran@fokusjabar.id
Pengecoran tiang PJU di Sodongkopo Pangandaran di lakukan manual

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sebuah video berisi keluhan warga terkait proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berdiri di wilayah Jembatan Sodongkopo, Cijulang, Pangandaran, viral di media sosial Jumat, (9/1/2026).

Dalam video tersebut, terdengar seorang warga menyoroti proses pengerjaan proyek PJU yang di duga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Warga menyebut, material pondasi tiang PJU menggunakan batu cabluk (batu berwarna putih). Menurutnya, hal ini berdampak kepada pengurangan volume cor.

Baca Juga: Wacana Pembangunan Terminal Tipe A, Dishub Pangandaran Angkat Bicara

Sementara itu, proses pengecoran di lakukan secara manual tanpa menggunakan alat pendukung yang memadai.

Warga menyayangkan proyek berskala provinsi di kerjakan dengan metode pengecoran manual yang di anggap tidak menjamin kualitas dan kekuatan bangunan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Polres Pangandaran Panen Raya Jagung Kwartal IV Capai 20 Ton

“Parah ini, guys. Proyek provinsi tapi pengecoran nya manual, di tambah batu cabluk. Kumaha ieu, Pak Dedi?” ujar salah seorang warga dalam video yang beredar luas tersebut.

Hingga berita ini di turunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pada pembangunan PJU tersebut.

(Sajidin)

Rumah Ambruk dan Pohon Tumbang Terjadi di Sukaluyu Garut

0
sukaluyu rumah ambruk fokusjabar.id
Eumah ambruk di Desa Sukaluyu Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Hujan deras yang disertai angin kencang selama dua jam menerjang wilayah Desa Sukaluyu Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Jumat (9/1/2026).

Cuaca ekstrem tersebut membuat sejumlah rumah ambruk, banjir dan pohon tumbang.

BACA JUGA:

Sopir Truk Galian C Unjuk Rasa, Ini Janji Bupati Garut

Sekretaris Desa Sukaluyu, Jamhur Rustandi membenarkan kejadian tersebut. Menurut Dia, pihaknya menerima laporan ada beberapa rumah roboh, banjir dan pohon tumbang.

“Kami langsung terjun ke lapangan bersama petugas Polsek Sukawening. Saat ini  tengah mengevakuasi pohon tumbang,” kata Jamhur kepada FOKUSJabar.

sukaluyu fokusjabar.id
Pohon Tumbang di Desa Sukaluyu

Dia mengatakan, berdasarkan hasil asesmen, pohon tumbang terjadi di Kampung Tagog (RW01), dua unit Rumah Roboh (RW09 dan RW10), 3 unit rumah atapnya rusak (RW05) dan pohon tumbang nempel ke rumah  (RW08).

“Tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun kerugian material ditaksir ratusan juta rupiah,” ungkap Jamhur.

Sekretaris Desa Sukaluyu mengaku, belum menerima laporan secara menyeluruh.

“Data yang kami terima baru sebagian RW,” katanya.

BACA JUGA:

2 Kebakaran Hebat Landa Garut, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Ketua RW10 Desa Sukaluyu, Rosadi mengatakan, dapur rumah milik Nenek Uti roboh. Bangunan tua tersebut tak kuat menahan derasnya hujan dan tiupan angin kencang.

“Dapur rumah Nek Uti roboh diterjang hujan yang disertai angin kencang,” singkatnya.

(Andian)

Bandung Diambang Bencana? Forum Koridor Angkat Bicara

0
forum koridor fokusjabar.id
Forum Koridor

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kolektif Riset dan Advokasi Ruang Hijau, Forum Koridor Bandung mengeluarkan peringatan keras terkait masa depan ekologis Kota Bandung Jawa Barat (Jabar).

Peringatan tersebut menyusul pernyataan Wali Kota Bandung,  Muhammad Farhan yang menyebutkan bahwa target pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30 persen adalah hal yang “berat” untuk dicapai.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Tertibkan Kabel Udara

Koordinator Forum Koridor Bandung, Fahreza Alfarizi menegaskan, penyediaan RTH bukan sekadar pilihan kebijakan. Namun mandat konstitusional yang mengikat.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan tersebut. Kewajiban menyediakan minimal 30 persen RTH adalah amanat UU No23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Jika kewajiban hukum dianggap beban, maka integritas sumpah jabatan kepala daerah patut dipertanyakan,” tegasnya melalui keteranga tertulis yang diterima FOKUSJabar, Jumat (91/2026).

Menurut Dia, salah satu poin krusial yang disoroti adalah ketidaksinkronan data luasan RTH yang disampaikan pemerintah.

Wali Kota Bandung mengeklaim, angka RTH saat ini telah mencapai 17 persen. Dan diproyeksikan menuju 22-24 persen melalui perapihan catatan aset dan penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) dari pengembang.

Sementara berdasarkan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka jauh lebih rendah dan cenderung stagnan.

“Menurut BPS, luasan RTH kita sangat jauh dari angka 17 persen,” tegas Fahreza Alfarizi.

Menepis Alasan Keterbatasan Lahan dan Anggaran

Pemerintah Kota Bandung sering kali berdalih pada keterbatasan lahan dan anggaran.

Menanggapi hal tersebut, pihaknya membedah data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2025. Di mana ada sekitar 1.898 hektar lahan milik Pemkot Bandung yang saat ini sedang disewakan kepada pihak ketiga.

“Lahan seluas itu seharusnya bisa dikaji ulang fungsinya untuk dikembalikan menjadi RTH publik. Bukan terus menerus disewakan untuk kepentingan komersial,” katanya.

BACA JUGA:

Akses Jalan Bawah Flyover Nurtanio Kota Bandung Ditutup Permanen

Pihaknya juga membandingkan kapasitas fiskal Bandung yang memiliki APBD sekitar Rp7 triliun, terbesar kedua di Indonesia untuk level kota setelah Surabaya.

Namun performa penambahan RTH-nya justru kalah oleh kota kecil seperti Banjar.

Secara global, pihaknya juga merujuk pada keberhasilan kota-kota padat penduduk lainnya yang mampu menjaga proporsi hijau di atas 30 persen. Seperti Singapura (47 persen), Hong Kong (40 persen) dan London (33 persen).

Kritik atas “Kanibalisme” Ruang Hijau dan Solusi Teknis

Forum Koridor melayangkan kritik tajam terhadap praktik yang mereka sebut sebagai “kanibalisme” lahan RTH.

Praktik ini merujuk pada pembangunan taman beton atau kolam retensi di atas lahan yang sebelumnya merupakan ruang hijau alami bervegetasi pohon.

“Taman tematik dan kolam retensi memang penting. Tapi jangan dibangun dengan mengorbankan pepohonan yang sudah ada. Berdasarkan Indeks Hijau Biru Indonesia (IHBI), nilai ekologis lahan tanah bervegetasi jauh lebih tinggi daripada kolam buatan,” jelasnya.

Kegagalan solusi teknis juga terlihat pada kasus banjir di Pagarsih. Meskipun telah dibangun danau retensi dan pelebaran gorong-gorong, banjir tetap terjadi karena minimnya daerah resapan alami.

BACA JUGA:

Bantuan Pemprov Terhenti, Farhan Telusuri Status Aset dan Anggaran Masjid Raya Bandung

Forum Koridor mengingatkan, tanpa RTH yang cukup, tanah kehilangan fungsi ekologisnya untuk melakukan infiltrasi air.

Seruan “Tobat Ekologis” dan Langkah Konkrit 2026

Senada dengan seruan “tobat ekologis” dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang menyoroti krisis lingkungan akibat alih fungsi lahan yang masif, pihaknya mendesak Wali Kota untuk berani mengambil kebijakan radikal.

Forum merujuk pada keberhasilan masa kepemimpinan Dada Rosada (2003-2013). Dia mampu menambah ratusan hektar RTH melalui pembelian lahan permanen. Seperti Sawah Abadi di Cibiru seluas 32,4 hektar pada 2008 dan lahan 35 hektar pada 2012.

“Tahun 2026 adalah tahun pertama kekuasaan anggaran ada di tangan Wali Kota Farhan. Kami menuntut adanya alokasi APBD yang signifikan untuk pengadaan lahan hijau baru,” tegasnya.

BACA JUGA:

Warga Keluhkan Penutupan Total Akses di Flyover Nurtanio Bandung

Forum mengajak warga Bandung untuk terus menyuarakan isu ini melalui media kreatif dan kampanye digital dengan tagar #SaveBandung dan #TambahLuasanRTH.

“Masa depan Bandung hanya bisa diselamatkan jika keberanian politik berpihak pada alam dan rakyat. Bukan pada retorika administratif,” pungkasnya.

(Alpin Septian)

Puluhan Pabrik RDF di Jabar Jadi Tujuan Pengiriman Sampah Kota Bandung

0
sampah Bandung fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa pengiriman sampah dari Kota Bandung tidak dilakukan ke luar kota secara umum, melainkan ke pabrik pengolahan Refuse Derived Fuel (RDF).

Farhan menyebut, pabrik RDF tersebut berada di wilayah Jawa Barat, namun lokasinya di luar Kota Bandung dan tersebar di sejumlah kawasan industri.

Hingga saat ini, ia mengaku masih melakukan pengecekan terhadap titik-titik tujuan pengiriman sampah tersebut.

Baca Juga: Usulan Pilkada Dipilih DPRD, Begini Sikap Wali Kota Bandung

“Bukan ke luar kota, itu ke pabrik RDF. Di Jawa Barat juga, tapi di luar Kota Bandung. Saya mesti ngecek dulu ke mana saja, karena tidak hanya satu titik,” kata Farhan Jumat (9/1/2025).

Farhan menjelaskan, pabrik-pabrik besar yang menggunakan mesin uap umumnya masih mengandalkan batu bara sebagai bahan bakar. Untuk menekan biaya operasional, sejumlah pabrik membangun fasilitas pengolahan RDF sebagai bahan bakar alternatif.

Baca Juga: Tiket Habis, Pemkot Bandung Gelar Nobar Persib vs Persija di Seluruh Kecamatan

“Nah, mereka ini untuk mengurangi biaya pembelian batu bara, membuat fasilitas pengolahan RDF. Kepada merekalah kita kirim,” katanya.

Farhan menegaskan, pengiriman sampah dari Kota Bandung dilakukan ke banyak pabrik RDF, bukan hanya satu lokasi.

“Ada beberapa puluh, tidak hanya satu titik. Ini pabrik,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Waspada! Virus Super Flu, Ini Langkah Kadinkes Kota Tasikmalaya

0
virus tasikmalaya@fokusjabar.id
Kadinkes Kota Tasikmalaya dr. Asep Hendra (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tasikmalaya dr. Asep Hendra menuturkan, varian virus Super Flu yang saat ini menjadi momok menakutkan masyarakat, belum terdeteksi masuk ke wilayah Kota Tasikmalaya.

“Virus Super flu varian H3N2 yang sedang booming saat ini, belum terdeteksi masuk Kota Tasikmalaya,”ungkap dr. Asep Hendra usai Senam Sehat di Halaman Balekota Tasikmalaya, Jumat (9/1/2026).

Ia mengaku, Walau hingga hari ini belum terdeteksi virus Super flu tersebut namun, pihaknya mengaku terus melakukan langkah-langkah pencegahan agar, varian virus flu baru tersebut tidak hinggap di Tasikmalaya.

Baca Juga: Kota Tasikmalaya Siap Bentuk Pengurus SOIna

“Kami terus melakukan pencegahan dengan mengeluarkan surat edaran ke masyarakat terkait kewaspadaan peredaran kasus super flu termasuk mengoptimalkan edukasi dan promosi di Puskemas dan fasilitas kesehatan lainnya kepada masyarakat agar, segera di lakukan penanganan serta pencegahan jika ada warga yang mengalami gejala virus tersebut,”ujarnya.

Ia memaparkan, Super flu ini memang bisa menyebar dan menular cukup cepat namun, tingkat resiko untuk kematian sangat rendah tetapi, ini harus tetap di waspadai bersama.

“Kalau memang terkena H3N2 varian baru ini, pencegahannya mudah seperti gunakan masker, istirahat di rumah, makan yang bergizi, tidur yang cukup dan jangan lupa cuci tangan secara teratur untuk menghindari Penyebaran,”paparnya.

Langkah Screening

dr. Asep menambahkan, Terkait langkah lebih jauhnya yakni screening, hal ini belum perlu di lakukan sampai tahap itu karena sejauh ini belum ada indikasi pasien yang terkena.

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Bidik Akselerasi Ekonomi dan Transformasi Pelayanan Publik

“Ini sebenarnya kayak flu-flu biasa yang acap kali kita alami sehari-hari, ini juga di sampaikan Pa Menkes bahwa ini flu biasa yang terjadi di negara-negara empat musim, itu kata Pa Menteri,”tutur dr. Asep Hendra.

Ia mengaku, Pasien yang terkena virus super flu di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Jawa Barat, di laporkan tidak mengalami hal terburuk dan sembuh akhirnya bisa pulang dari rumah sakit.

“Terpenting saat ini, kita semua harus membiasakan diri untuk hidup sehat dan bersih dengan menjaga kesehatan melalui rutin berolahraga setiap hari dan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap harinya,”pungkasnya.

(Seda)

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah, DPRD Garut Berikan Catatan Prioritas

0
mendikdasmen fokusjabar.id
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, menandatangani prasasti

GARUT, FOKUSJabar.id: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti meresmikan program revitalisasi Satuan Pendidikan SD Muhammadiyah 1-5 Garut, Kamis (8/1/2026) kemarin.

Mendikdasmen menyatakan, pemerintah sedang melakukan percepatan revitalisasi di seluruh Indonesia. Dengan target 16.171 satuan pendidikan rampung pada Januari 2026.

BACA JUGA:

Apdesi Merah Putih Garut Bantu Korban Bencana Aceh Tamiang

“Alhamdulillah, sudah 95 persen selesai dikerjakan. Insya Allah akhir Januari tuntas 100 persen,” ungkapnya.

Menurut Dia, sistem pengerjaan dilakukan secara swakelola. Hal itu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan begitu, bisa menyerap tenaga kerja lokal. Selain itu, kualitas yang lebih tepat sasaran.

Menanggapi program tersebut, Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Gerindra, Tatang Sumirat mengapresiasi potensi peningkatan kualitas pendidikan melalui alokasi dana Rp133,9 milyar untuk 156 sekolah di Garut.

BACA JUGA:

Ini Penyebab Rumah Warga di Banjarwangi Garut Ludes Terbakar

Meski begitu, pihaknya memberikan catatan mengenai skala prioritas.

Komisi 4 DPRD Garut fokusjabar.id
Tatang Sumirat (foto: dok)

“Jumlah SD dan SMP di Kabupaten Garut lebih dari 1 ribu unit. Anggaran Rp133,9 milyar untuk 156 sekolah rincian penggunaannya seperti apa. Apakah difokuskan sepenuhnya pada infrastruktur, pengadaan peralatan atau menyentuh peningkatan kualitas guru?,” kata Tatang kepada FOKUSJabar, Jumat (9/1/2026).

BACA JUGA:

Sopir Truk Galian C Unjuk Rasa, Ini Janji Bupati Garut

Tatang berharap, program tersebut tidak hanya sekadar perbaikan fisik. Namun benar-benar mampu meningkatkan aksesibilitas pendidikan di daerah terpencil.

“Semoga memberikan dampak manfaat nyata bagi masyarakat Garut. Terutama dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif ditengah keterbatasan fasilitas yang masih ada di sekolah lainnya,” ungkap Tatang.

Senada dengan kekhawatiran DPRD, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin memaparkan tantangan besar terkait angka putus sekolah.

Data menunjukkan, minat melanjutkan ke jenjang SMP turun 20 persen dan jenjang SMA merosot hingga 40 persen. Penyebabnya, faktor ekonomi dan sosial.

mendikdasmen fokusjabar.id

“Kami berkomitmen menyelaraskan kuantitas fisik bangunan dengan kualitas literasi dan numerasi melalui berbagai kompetisi cerdas cermat,” tegas Bupati.

BACA JUGA:

2 Kebakaran Hebat Landa Garut, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah Garut Kota, Dede Hidayat menyambut baik revitalisasi yang menyasar lima sekolah di lingkungannya.

Menurut Dia, bantuan tersebut adalah langkah nyata transformasi pendidikan karakter bagi peserta didik di Kabupaten Garut.

(Y.A. Supianto)