spot_imgspot_img
Selasa 28 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 363

LBH Swadarma Universitas Galuh Ciamis Resmi Berdiri

0
galuh ciamis@fokusjabar.id
Launching LBH Swadarma Galuh.

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Masyarakat yang membutuhkan pendampingan atau konsultasi hukum di persilahkan datang ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Swadarma Galuh, Fakultas Hukum (FH) Universitas Galuh Ciamis Jawa Barat.

Hal tersebut di sampaikan, Dekan Fakultas Hukum Universitas Galuh Ciamis, Dewi  Mulyanti,SH.MH, setelah launching LBH Swadarma FH Unigal Ciamis. Jumat (9/1/2026).

“Saat ini Fakultas Hukum (FH) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis  telah secara resmi mempunyai Lembaga Bantuan Hukum (LBH),” ungkapnya.

Baca Juga: Jadi Penyebab Banjir, Damkar Rancah Ciamis Bersihkan Gorong-gorong

LBH Swadarma, lanjut Dewi, tentu akan membantu masyarakat dalam berbagai perkara juga konsultasi hukum.

“Hari ini LBH Swadarma Galuh telah secara resmi sudah
bisa melayani masyarakat yang tengah menghadapi perkara hukum,” ucapnya..

LBH Swadarma memberikan pelayanan gratis, bagi siapa saja masyarakat yang sedang menghadapi perkara hukum. Dewi juga menegaskan, bahwa hal itu merupakansalah satu bentuk pengabdian dari Universitas Galuh.

Baca Juga: Roti MBG Dari SPPG Bunirasa Ciamis Diduga Sudah Kadaluarsa

“Kampus dalam perannya selain berdampak kepada mahasiswa, juga kepada masyarakat. Dan di resmikannya LBH Swadarma Galuh membawa dampak baik bagi masyarakat,” tuturnya.

Untuk bisa mendapatkan pendampingan hukum non legitimasi dari LBH Swadarma Galuh, Dewi menambahkan, bahwa masyarakat harus dulu mengakses website yang sudah tersedia di Fakultas Hukum Universitas Galuh.

“Untuk proses awal silahkan masyarakat kunjungi website kami. Dan nanti akan di arahkan sesuai tujuan masyarakat,” pungkasnya.

(Husen Maharaja) 

Polres Ciamis Intensifkan Patroli Anti premanisme

0
polres ciamis@fokusjabar.id
Personel Kepolisian Polres Ciamis saat patroli di Pasar Banagara

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kepolisian Resort (Polres) Ciamis Polda Jawa Barat  melalui Satuan Samapta terus menunjukkan komitmennya. Dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengintensifkan patroli biru yang menyasar aksi premanisme.

Kegiatan tersebut di laksanakan pada pukul 10.30 WIB hingga selesai. Patroli di fokuskan pada kawasan Pasar Imbanagara yang di nilai memiliki potensi kerawanan gangguan kamtibmas.

Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif Polri untuk mencegah terjadinya tindak kriminal yang di lakukan oleh kelompok yang di duga preman.

Baca Juga: Jadi Penyebab Banjir, Damkar Rancah Ciamis Bersihkan Gorong-gorong

Antara lain seperti, penyerangan, pengrusakan, penjarahan, tawuran, peredaran minuman keras. Serta kejahatan C3 atau pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.

Dalam pelaksanaannya, petugas patroli melakukan pemeriksaan identitas terhadap para pengamen yang berada di sekitar lokasi. Juga memberikan imbauan kamtibmas agar masyarakat senantiasa menjaga ketertiban.

Dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Kehadiran personel kepolisian di tengah aktivitas masyarakat di harapkan mampu menekan. Niat dan kesempatan pelaku kejahatan serta menciptakan rasa aman di ruang publik.

Sasaran Premanisme

Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah melalui Kasat Samapta Polres Ciamis IPTU Zezen Zaenal Mutaqin. Menuturkan, patroli dengan sasaran premanisme merupakan bagian dari upaya Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

“Polri hadir secara aktif di tengah masyarakat untuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan. Sekaligus memastikan tidak ada ruang bagi aksi premanisme yang meresahkan warga,”katanya. Jumat (9/1/2026).

Baca Juga: Petugas dan Warga Binaan Lapas IIB Ciamis Tes Urine, Ada Apa?

Zezen mengatakan, masyarakat menyambut baik kegiatan patroli anti premanisme yang di lakukan oleh Polres Ciamis. Warga menilai kehadiran anggota kepolisian di lapangan memberikan rasa aman. Dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri dalam menjaga ketertiban umum.

“Kehadiran polisi juga di nilai efektif dalam mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini,” ucapnya.

Zezen mengatakan, selama pelaksanaan patroli biru dengan sasaran premanisme tersebut, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif.

“Polres Ciamis melalui Sat Samapta menegaskan akan terus hadir dan berperan aktif dalam menjaga keamanan wilayah. Sebagai bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan harkamtibmas yang mantap dan berkelanjutan di Kabupaten Ciamis,”tegasnya.

(Husen Maharaja) 

Persib Bandung, Persija Jakarta dan Borneo FC, Siapa Juara Paruh Musim?

0
persib bandung fokusjabar.id
(foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kabar baik bagi Persib Bandung dan Persija Jakarta menyusul kekalahan yang di derita Borneo FC di kandang Persita Tangerang, Jumat (9/1/2026) sore tadi.

Laga pamungkas putaran pertama Super League 2025/2026 di menangkan Laskar Pendekar Cisadane dengan skor meyakinkan 2-0.

BACA JUGA:

Persib Siap Hadapi Persija dan Targetkan Kemenangan 

Dua gol kemenangan Persita Tangerang masing-masing di cetak Javlon Guseynov dan Aleksa Andrejic.

Tambahan tiga poin membuat Persita Tangerang menempati posisi lima besar. Sementara Borneo FC masih berada di puncak klasemen dengan 37 poin.

Posisi puncak Borneo FC bisa di kudeta Persib Bandung dan Persija Jakarta yang bakal bermain pada Minggu (11/1/2026).

Persib Bandung dan Persija memiliki poin yang sama (35 poin). Sehingga kedua kesebelasan tersebut berpeluang menjadi juara paruh musim Super League 2025/2026.

Duel panas Maung Bandung versus Macan Kemayoran bakal digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar).

BACA JUGA:

Wagub Jabar Imbau Bobotoh Gelar Nobar

Anak asuh Bojan Hodak lebih diuntungkan dalam laga pamungkas tersebut. Bagaimana tidak, Thom Haye dan kawan-kawan bermain di hadapan para pendukungnya (Bobotoh).

Posisi striker, Persib Bandung mengandalkan Ramon Tanque. Pasalnya Andrew Jung harus absen pada laga pamungkas.

Sementara di posisi sayap, Bojan Hodak memiliki banyak senjata rahasia pemain pengganti Saddil Ramdani yang terkena merah.

Selain ada nama Uilliam Barros dan Berguinho, Persib juga bisa memainkan Beckham Putra Nugraha yang dapat menjadi inisiator serangan balik.

Terlebih, lima pemain andalan Persib Bandung sudah kembali bergabung.

Alhasil, Maung Bandung memiliki peluang besar kembali merebut puncak. Di mana sebelumnya sempat dikudeta Borneo FC pada pekan lalu.

BACA JUGA:

Persib Bandung vs Persija Bobotoh Diminta Jaga Keamanan

Andai menang dari Persija, anak asuh Bojan Hodak bisa saja mengulang momen pada musim lalu. Yakni, juara paruh musim.

Saat itu, Maung Bandung menang 1-0 dalam lawatannya ke markas Persis Solo di Stadion Manahan, Solo.

(Bambang Fouristian)

Korban TPPO Kamboja, Oki Warga Kota Tasikmalaya Akhirnya Bisa Pulang 

0
TPPO Kamboja Tasikmalaya@fokusjabar.id
Ilustrasi: Terjebak Neraka di Kamboja, Oki Warga Kota Tasikmalaya Akhirnya bisa Pulang

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Oki Warisman (40) warga Kota Tasikmalaya korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), akhirnya bisa kembali ke tanah air setelah melewati masa mencekam di Kamboja.

​Oki tidak sendirian, ia tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (8/1/2026) dini hari bersama tiga rekannya. Namun, di balik kepulangannya, tersimpan cerita pilu tentang penipuan, ancaman, hingga aksi nekat melarikan diri demi bertahan hidup.

​Tragedi ini bermula dari iming-iming pekerjaan layak di Thailand. Eros Nuryati, Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan Disnaker Kota Tasikmalaya, mengungkapkan bahwa Oki, warga Panyingkiran, Indihiang berangkat bersama enam warga Kabupaten Tasikmalaya lainnya.

Baca Juga: Asyik! Damkar Kota Tasikmalaya Tempati Gedung Baru

​Segala administrasi, mulai dari paspor hingga tiket, di atur oleh seorang calo di wilayah Merak, Banten.

 “Awalnya janji kerja di Thailand, tapi faktanya mereka justru di bawa ke Kamboja melalui jalur ilegal via Singapura,” ujar Eros pada Jumat (9/1/2026).

​Setibanya di Kamboja, mimpi buruk di mulai. Pekerjaan yang di janjikan hanyalah isapan jempol. 

Kondisi kerja yang tidak manusiawi membuat Oki dan rekan-rekannya protes dan meminta pulang. Bukannya izin yang di dapat, mereka justru di peras.

​”Mereka di minta membayar denda antara Rp5 juta hingga Rp10 juta per orang jika ingin pulang. Jika tidak bayar, mereka tidak di izinkan pergi,” tambah Eros.

Aksi Nekat, Melompat dari Lantai Dua

​Merasa keselamatan nyawanya terancam dan tekanan psikologis kian berat, Oki dan rekan-rekannya mengambil keputusan ekstrem. 

Di tengah kegelapan, mereka melompat dari lantai dua gedung tempat mereka bekerja dan bersembunyi di sebuah rumah kontrakan sebelum akhirnya berhasil menghubungi pihak keluarga.

​Proses pemulangan ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Paspor para korban di tahan oleh pihak perusahaan/calo di Kamboja.

​Pihak Disnaker Kota Tasikmalaya segera berkoordinasi dengan KBRI untuk menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan exit visa.

 “Tanpa dokumen administrasi yang lengkap, mereka tetap tidak bisa terbang meski tiket sudah di pesan dari Indonesia,” jelas Eros.

​Berkat kolaborasi solid antara, Pemerintah Kota Tasikmalaya (Disnaker), Baznas Kota Tasikmalaya, KBRI dan instansi terkait lainnya.

​Empat dari tujuh korban berhasil di pulangkan pada gelombang pertama. Sementara itu, tiga korban lainnya masih menunggu proses administrasi di Kamboja.

Baca Juga: Inilah 8 Kandidat Calon Rektor Unsil Tasikmalaya, Siapa Terkuat?

​Dini Dinesty, istri Oki, tak mampu membendung air matanya saat mengetahui suaminya selamat. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam.

​”Alhamdulillah, suami saya bisa pulang selamat. Terima kasih banyak kepada Pemerintah dan Disnaker Kota Tasikmalaya yang sudah membantu,” ungkapnya haru.

​Rencananya, penyerahan korban secara resmi kepada keluarga akan di lakukan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya pada Senin mendatang. 

Kasus ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap tawaran kerja luar negeri yang tidak jelas prosedurnya.

(Abdul)

Perbaharui Data, Peta Penerima Bansos Kota Bandung Berubah

0
bansos kota bandung@fokusjabar.id
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Yorisa Sativa

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Jumlah penerima bantuan sosial (bansos) di Kota Bandung pada tahun 2025 mengalami penurunan. Kondisi ini sejalan dengan menurunnya angka kemiskinan serta adanya pembaruan basis data penerima bantuan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa mengatakan, saat ini terdapat sejumlah program bantuan sosial yang di salurkan kepada masyarakat.

Program Keluarga Harapan (PKH) tercatat menjangkau 34.811 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sementara Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako di terima oleh 75.978 KPM.

Selain itu, Bantuan Stimulus Ekonomi Triwulan II di berikan kepada 78.362 KPM. Adapun Bantuan Langsung Tunai Subsidi Kesejahteraan Rakyat (BLT Subsidi Kesra) yang di salurkan pada Triwulan IV selama tiga bulan, di terima oleh 146.032 keluarga penerima manfaat.

Baca Juga: Bandung Diambang Bencana? Forum Koridor Angkat Bicara

“Jumlah tersebut merupakan penerima bansos yang telah di tetapkan sesuai ketentuan dan basis data masing-masing program,”kata Yorisa Jumat (9/1/2026).

Penetapan Penerima Bansos

Yorisa menjelaskan, penetapan penerima bansos pada 2025 mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 dan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Saat ini, DTSEN masih dalam tahap pemutakhiran dan verifikasi yang di lakukan oleh pendamping program di lapangan, serta di dukung satuan tugas verifikasi dan validasi data.

“Proses ini terus berjalan agar data yang di gunakan benar-benar akurat dan sesuai kondisi riil masyarakat,” katanya.

Menurutnya, penurunan jumlah penerima bansos di sebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah menurunnya angka kemiskinan di Kota Bandung, yang berdampak pada berkurangnya kuota bantuan sosial dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Selain itu, terjadi peningkatan desil kesejahteraan sejumlah KPM dalam DTSEN. Keluarga yang sebelumnya berada pada desil 1 hingga 5 kini beralih ke desil 6 hingga 10, sehingga tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan sosial.

Evaluasi lapangan juga menemukan adanya KPM yang tidak memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya.

“Pemerintah daerah bersama aparat kewilayahan terus melakukan evaluasi dan pemutakhiran data agar bantuan sosial tepat sasaran,”ungkapnya.

Pemasangan Stiker

Selain itu, terkait pemasangan papan atau stiker identitas penerima bansos, Yorisa menyebut kebijakan tersebut pernah di terapkan pada 2021 sebagai upaya transparansi. Namun hingga kini belum di berlakukan kembali karena masih dalam masa transisi dari DTKS ke DTSEN.

“Perubahan data cukup tinggi, sehingga penerima belum bisa di pastikan secara final. Karena itu, pemasangan stiker belum dapat di terapkan,” jelasnya.

Baca Juga: Puluhan Pabrik RDF di Jabar Jadi Tujuan Pengiriman Sampah Kota Bandung

Ke depan, kebijakan tersebut akan di sesuaikan kembali setelah data DTSEN di nilai stabil sebagai bagian dari penguatan pengawasan.

Yorisa menambahkan, penggunaan DTSEN membawa perubahan mendasar dalam penetapan penerima bansos. Penilaian tidak hanya berdasarkan status kemiskinan, tetapi juga kondisi sosial ekonomi secara komprehensif melalui sistem pendesilan.

“Penerima bansos saat ini adalah KPM yang terdaftar dalam DTSEN pada desil 1 sampai 5, dengan tetap memperhatikan kelengkapan administrasi kependudukan dan komponen penerima PKH,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Asyik! Damkar Kota Tasikmalaya Tempati Gedung Baru

0
damkar kota tasikmalaya@fokusjabar.id
Damkar Kota Tasikmalaya di Gedung Baru.

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tasikmalaya kini resmi memiliki “rumah” baru yang lebih representatif. 

Terhitung mulai Jumat, 9 Januari 2026, seluruh aktivitas dan operasional Damkar di pusatkan di gedung baru. Yang berlokasi di Jalan Ir. H. Djuanda.

​Lokasi baru ini di nilai jauh lebih strategis, karena berada tepat di belakang Kantor. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya, memberikan akses yang lebih cepat untuk menjangkau berbagai titik di pusat kota.

Baca Juga: Inilah 8 Kandidat Calon Rektor Unsil Tasikmalaya, Siapa Terkuat?

​Sebelum menetap di lokasi saat ini, pasukan “Yudha Brama Jaya” Kota Tasikmalaya sempat mengalami fase berpindah-pindah tempat (nomaden). 

Mulai dari eks Terminal Cilembang, kawasan Minatirta, hingga Depo Ikan telah menjadi saksi bisu perjalanan tugas mereka.

​Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, H. Hanafi, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tasikmalaya.

​“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta Sekretaris Daerah. Yang telah memfasilitasi kami dengan gedung yang representatif ini,” ungkap Hanafi.

​Meski pembangunan gedung belum rampung 100%, Hanafi menegaskan bahwa. Fasilitas yang ada saat ini sudah sangat layak untuk mendukung tugas-tugas darurat. 

Ada beberapa alasan mengapa kantor baru ini di anggap ideal, aksesibilitas tinggi terletak di koridor utama Jalan Ir. H. Djuanda memudahkan armada besar bergerak cepat.

​Gedung Keberadaannya dekat sumber air di sekitar lokasi sangat vital untuk mempercepat proses pengisian tangki armada damkar. Dan berdekatan dengan Diskominfo memudahkan koordinasi informasi kebencanaan.

Komitmen Meningkatkan Pelayanan Publik

​Gedung ini pada awalnya di rencanakan untuk perluasan kantor Diskominfo. Namun, melihat urgensi fungsi pemadam kebakaran dan penanggulangan bencana. Pemanfaatan gedung ini akan di kaji lebih lanjut agar bisa menjadi kantor permanen BPBD dan Damkar.

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Bidik Akselerasi Ekonomi dan Transformasi Pelayanan Publik

​Hanafi berharap, dengan suasana kantor yang baru dan lebih nyaman, semangat para petugas di lapangan akan semakin meningkat.

​“Dengan menempati gedung ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi potensi bencana di Kota Tasikmalaya adalah prioritas utama kami,” pungkasnya.

​Bagi warga Kota Tasikmalaya yang membutuhkan bantuan darurat pemadaman kebakaran atau penyelamatan (rescue). Kini bisa berkoordinasi langsung ke kantor baru di Jalan Ir. H. Djuanda (Belakang Diskominfo).

(Abdul) 

Sepanjang 2025, Dinsos Pangandaran Tangani Puluhan Kasus Orang Terlantar dan ODGJ

0
dinsos pangandaran@fokusjabar.id
ODGJ (ilustrasi by web)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sejumlah kasus orang terlantar dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Di kawasan pariwisata masih kerap terjadi, termasuk di Kabupaten Pangandaran.

Sepanjang tahun 2025, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pangandaran telah menangani puluhan kasus orang terlantar dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Berdasarkan datanya, tercatat puluhan orang terlantar dan ODGJ yang mendapat penanganan. Mulai dari evakuasi hingga proses pemulangan ke daerah asal masing-masing.

Baca Juga: Proyek PJU Disorot Warga Pangandaran”Kumaha Kang Dedi Mulyadi?”

Kepala Dinas Sosial PMD Kabupaten Pangandaran, Drs. Trisno, mengatakan hingga kini pihaknya telah menangani sekitar 20 orang terlantar dan ODGJ, termasuk memfasilitasi pemulangan mereka ke kampung halaman.

“Untuk proses pemulangan orang terlantar, yang terjauh pernah kami tangani hingga Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Dan Palembang, Sumatera Selatan,” kata Trisno Jumat, (9/1/2026).

Ia menjelaskan, sebelum proses pemulangan di lakukan, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Sosial di daerah tujuan.

Hal itu di lakukan untuk memastikan proses serah terima berjalan lancar dan yang bersangkutan benar-benar di kembalikan kepada keluarganya. Begitu pula dengan penanganan kasus ODGJ.

Modus Terlantar

Trisno mengungkapkan, dalam praktiknya petugas juga kerap menemukan modus orang yang mengaku terlantar. Dengan alasan tidak memiliki uang untuk pulang ke kampung halaman.

Baca Juga: Wacana Pembangunan Terminal Tipe A, Dishub Pangandaran Angkat Bicara

“Ada juga yang pura-pura terlantar dengan harapan mendapat bantuan uang transportasi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, petugas Dinas Sosial mendampingi langsung saat proses pengantaran ke daerah asal,” jelasnya.

Selain itu, Dinas Sosial PMD Kabupaten Pangandaran juga menangani kasus evakuasi ODGJ dari sebuah rumah terapi. Yang di tutup sementara karena tersandung dugaan kasus meninggalnya seorang pasien ODGJ.

“Dari total 92 orang yang berada di rumah terapi tersebut, sebanyak 39 ODGJ kami tangani melalui. Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, untuk di pindahkan ke rumah terapi di Sukabumi,” ujarnya.

Sementara itu, untuk ODGJ lainnya, pihak Dinas Sosial menyerahkannya kembali kepada keluarga masing-masing untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

(Sajidin)