spot_imgspot_img
Selasa 28 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 361

Ini Program Pemkot Bandung Atasi Sampah dan Stunting

0
Pemkot Bandung fokusjabar.id
Wali Kota Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemkot Bandung Jawa Barat (Jabar) memastikan program sirkular pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan masyarakat telah mulai berjalan di sejumlah wilayah.

Program ini mengintegrasikan pengolahan sampah, urban farming serta pemenuhan gizi masyarakat melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat).

BACA JUGA:

Bandung Diambang Bencana? Forum Koridor Angkat Bicara

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah belum meratanya keberadaan Dahsat di tingkat RW.

Oleh karena itu, Pemkot Bandung memprioritaskan pembentukan minimal satu Dahsat di setiap kelurahan sebagai fondasi awal program.

“Kalau Buruan Sae dan pengolahan sampah rata-rata di kelurahan sudah ada. Yang sekarang kita pastikan dulu adalah dapur sehat atasi stunting di tingkat kelurahan,” kata Farhan, Sabtu (10/1/2026).

Menurutnya, Pemkot Bandung juga memberi perhatian khusus kepada kelurahan yang memiliki keterbatasan lahan. Terutama dalam pengelolaan dan pengolahan sampah.

Untuk wilayah tersebut disiapkan skema penanganan khusus agar tetap dapat terlibat dalam program sirkular.

“Memang ada kelurahan yang lahannya terbatas. Penanganannya tidak bisa disamakan dengan wilayah yang lahannya memadai,” katanya.

BACA JUGA:

Puluhan Pabrik RDF di Jabar Jadi Tujuan Pengiriman Sampah Kota Bandung

Secara konsep, program sirkular dirancang membentuk rantai berkelanjutan. Sampah organik diolah menjadi kompos atau media tanam untuk urban farming.

Hasil urban farming kemudian dimanfaatkan oleh dapur sehat untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Khususnya pencegahan stunting. Sisa dari aktivitas dapur selanjutnya kembali masuk ke sistem pengolahan sampah.

“Sebetulnya masing-masing program sudah berjalan sendiri-sendiri. Tinggal kita integrasikan polanya. Dari sampah ke urban farming, dari urban farming ke dapur sehat, lalu sampah dapur kembali diolah,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Bandung juga menyiapkan pengelolaan sampah skala kota melalui pengiriman ke pabrik Refuse Derived Fuel (RDF) di wilayah Jawa Barat, namun di luar Kota Bandung.

BACA JUGA:

Usulan Pilkada Dipilih DPRD, Begini Sikap Wali Kota Bandung

Sampah tersebut akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif industri untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara.

“Banyak pabrik besar. Terutama yang menggunakan mesin uap masih bergantung pada batu bara. Untuk menekan biaya, mereka membangun fasilitas RDF. Ke sanalah sampah kita kirim,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Puluhan Ayam Sentul di Bangbayang Ciamis Mati Diterkam Macan?

0
ayam sentul fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Puluhan ekor Ayam Sentul milik seorang sesepuh Desa Bangbayang di Dusun Bangbayang Kaler Blok Gondang RT05/11, Desa Bangbayang Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) mati.

Ayam Sentul milik Yana diduga diserang Macan atau anjing liar yang turun gunung ke perkampungan untuk mencari makan.

BACA JUGA:

Ayam Sentul dan Pakan Hayati, Inovasi Pemuda Ciamis Menuju Nasional

Kepala Desa Bangbayan, Asep Riki menduga, puluhan ayam tersebut mati karena diserang macan.

“Pagar ram kawat di seputar kandang ayam jebol. Kami  menduga mati karena diserang macan,” ungkapnya.

Dia menyebut, pengurus ayam Sentul menemukan hewan peliharaannya mati berserakan dengan luka bekas cakar.

“Kemarin Kami menerima laporan kematian ayam akibat serangan hewan buas,” katanya, Sabtu (10/1/2026).

Menurut Asep, kematian puluhan ekor Ayam Sentul pertama kali diketahui oleh pengurus unggas, Toto. Waktu itu, Dia akan memberi pakan

“Pak Toto akan memberi pakan ayam. Namun saat masuk kandang, pilihan ayam sudah mati,” ucapnya.

Kades Bangbayan menjelaskan, kasus kematian hewan ternak dimangsa hewan buas bukan kali pertama. Namun sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Di mana 5 ekor kambing mati dimangsa macan.

BACA JUGA:

Peternak Ayam Sentul Ramah Lingkungan Dihargai Bupati Ciamis

“Kami berharap ada solusi tindakan dari pihak BKSDA supaya masyarakat tidak dirugikan,” jelasnya.

Asep mengimbau agar masyarakat yang mempunyai ternak untuk selalu menjaganya. Dan bagi yang akan beraktivitas di sekitar gunung Sawal agar hati hati.

(Husen Maharaja)

Sekolah Sungai Cimanuk Garut Tanam Pohon di Lapang Paris

0
Sekolah Sungai Cimanuk fokusjabar.id
Penanaman pohon di Lapang Paris Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Dalam rangka memperingati Hari Sejuta Pohon Sedunia, Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) Garut Jawa Barat (Jabar) melakukan aksi bersih-bersih dan tanam pohon di lokasi tugu peringatan bencana banjir bandang (Lapang Paris) Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (10/1/2026).

Direktur Sekolah Sungai Cimanuk, Mulyono Khaddafi mengatakan, kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.

BACA JUGA:

Darurat Longsor, Sekolah Sungai Cimanuk Gencar Sosialisasi Mitigasi Bencana

“Dengan menanam pohon, kita dapat membantu menyerap karbon, menghasilkan oksigen dan menjaga keseimbangan alam,” tegas Mulyono kepada FOKUSJabar.

Menurut Dia, Hari Sejuta Pohon sedunia sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Di mana gerakan ini pertama kali dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada 10 Januari 1993.

Sekolah Sungai Cimanuk fokusjabar.id
SSC membersihkan rumput liar di lokasi Tugu Peringatan Banjir Bandang

Tujuan utamanya untuk mengatasi deforestasi dan degradasi lahan.

Mulyono menyebut, pohon memiliki peran vital sebagai penyerap karbon, penghasil oksigen dan penyangga kehidupan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

“Dengan menanam pohon, kita dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim, mencegah banjir dan menjaga keseimbangan alam,” ungkapnya.

“Mari kita jadikan Hari Sejuta Pohon ini sebagai langkah awal untuk hidup lebih selaras dengan alam,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Siswi SMAN 8 Garut Panggil Petugas Damkar ke Sekolah, Ada Apa?

Pihaknya akan terus berupaya merawat dan menjaga tugu peringatan bencana banjir bandang Sungai Cimanuk yang terjadi pada 20 September 2016 lalu.

Saat ini, dipenuhi lumut, rumput liar, sampah. Sehingga nampak terlihat sangat kumuh.

Direktur Sekolah Sungai Cimanuk menyayangkan, tugu yang dibangun dengan biaya besar itu sebagai bentuk peringatan untuk manusia agar mencintai alam.  Dengan begitu, alam juga akan mencintai kita.

“Buat apa dibangun tugu megah dengan biaya besar kalau tidak dijaga dan dirawat? Kami akan tanami pohon secara bertahap supaya ekosistemnya terjaga untuk meminimalisir terjadinya bencana,” janji Mulyono.

BACA JUGA:

KSB Jaringao Garut Gelar Mitigasi Longsor Skala Besar

“Ini juga bagian dari Kami dalam menyosialisasikan mitigasi bencana di Lapang Paris yang diikuti 42 perwakilan Kampung Siaga Bencana (KSB) se-kabupaten Garut,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Rumah Nandang Herdi Warga Sindangsari Ciamis Ludes Terbakar

0
Nandang Herdi fokusjabar.id
Kondisi kebakaran rumah permanen milik Nandang Herdi

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Rumah permanen milik Nandang Herdi di Dusun Kertanegara Desa Sindangsari Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis (Jabar) ludes terbakar, Jumat (9/1/2026) malam.

Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto mengatakan, dalam peristiwa tersebut tidak memakan korban jiwa maupun luka.

“Pemilik rumah mengalami kerugian materi sekitar Rp150 juta,” kata Trisyanto, Sabtu (10/1/2026).

BACA JUGA:

Gaji ASN Ciamis Terlambat, Pemkab Tegaskan Bukan Kendala Daerah

Musibah kebakaran rumah Nandang Herdi diduga dari korsleting arus listrik.

“Kejadian kebakaran yang menimpa rumah Pak Nandang Herdi pada Jumat malam tadi sekitar pukul 23.45 WIB. Diduga dari korsleting listrik,” ungkapnya.

Petugas piket Damkar WMK Kawali langsung menuju lokasi dengan dua unit Damkar.

“Dua unit mobil Damkar dengan sembilan personel dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk menangani kebakaran itu,” ucapnya.

Menurut Trisyanto, petugas langsung berjibaku memadamkan kobaran api. Mereka dibantu aparat TNI-Polri dan pemerintahan desa serta warga sekitar.

“Api berhasil dipadamkan dengan sempurna,” jelasnya.

BACA JUGA:

Puluhan Tahun jadi Tukang Sol Sepatu, Ini Curhatan Supri Efendi

Menurut keterangan warga, rumah itu dalam keadaan kosong. Karena pemilik rumah sedang berada di luar kota. Api pertama kali diketahui oleh tetangganya.

“Api yang membakar rumah itu pertamakali diketahui oleh tetangganya. Saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke pos Damkar WMK Kawali,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

9 Manfaat Belut untuk Kesehatan

0
manfaat belut fokusjabar.id
Belut (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Belut adalah sejenis ikan panjang licin yang hidup di lumpur. Ikan ini kaya kandungan protein, vitamin A, B12, D, E dan mineral (zat besi, kalsium, magnesium).

Sehingga bermanfaat untuk energi, daya tahan tubuh, kesehatan tulang, mata, otak dan mencegah anemia. Hewan karnivora ini bernapas dengan insang dan kulit.

BACA JUGA:

5 Manfaat Ikan Lele Bagi Tubuh

Belut merupakan jenis ikan yang bisa berubah kelamin (hermafrodit). Saat usia muda berjenis kelamin betina. Dan jika sudah usia tua akan berubah jantan

Jenis ikan dengan nama latin Anguilla rostrata ini umum dikonsumsi masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih kerap  menjadi menu andalan.

Selain itu, ikan yang mudah ditemui di air tawar ini menyimpan berbagai khasiat untuk tubuh.

Berikut manfaat untuk kesehatan:

  1. Kaya Nutrisi

Belut salah satu sumber protein hewani yang tinggi nutrisi.

  1. Baik untuk Kulit

Belut mengandung vitamin E yang memiliki efek antioksidan. Bermanfaat untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet, menjaga kelembapan kulit dan memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan.

  1. Bisa Dijadikan MPASI Anak

Bagi anda yang bingung memikirkan menu Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI), belut bisa jadi salah satu pilihan yang tepat.

  1. Memperbaiki Sel dan Jaringan Tubuh

Sel dan jaringan tubuh pasti akan mengalami regenerasi untuk menjaga fungsinya. Seperti pada rambut, kuku dan kulit.

Sel-sel di kulit, pencernaan dan darah mulai berganti setelah satu minggu. Sehingga butuh diganti oleh sel yang baru.

Manfaat belut untuk memperbaiki jaringan tubuh diperoleh dari kandungan protein di dalamnya. Protein merupakan zat penting dalam proses regenerasi.

  1. Bermanfaat untuk Tulang

Belut menjaga tulang agar tetap kuat. Hal ini karena kandungan vitamin D, kalsium, dan fosfor. Selain tulang, gigi pun juga bisa menjadi sehat.

Pasalnya, mineral yang terkandung sama-sama dibutuhkan. Baik oleh tulang maupun gigi.

  1. Mencegah Kekurangan Sel Darah Merah

Kandungan lainnya, folat dan vitamin B12. Keduanya penting dalam pembentukan sel darah merah.

Bla jumlahnya kurang, maka akan menyebabkan anemia atau kekurangan sel darah merah.

BACA JUGA:

Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan dan Kecantikan

Kekurangan sel darah merah akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, anda bisa mengonsumsinya sebagai salah satu pencegahan anemia.

  1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Manfaat mengonsumsi ikan ini juga bisa dirasakan oleh sistem pencernaan.

Kandungan magnesium bisa membantu meningkatkan kadar air di usus. Dengan demikian, pergerakannya pun menjadi lebih lancar.

  1. Baik untuk Kesehatan Otak dan Saraf

Belut merupakan sumber protein hewani yang memiliki kandungan vitamin B1 dan vitamin B6 yang cukup tinggi.

Kedua jenis vitamin B tersebut bermanfaat untuk jaga fungsi otak tetap baik.

Vitamin B1 dan B6 dapat memaksimalkan kemampuan kognitif maupun kemampuan mengingat.

  1. Baik untuk Sistem Imun

Belut bermanfaat untuk memperkuat sistem imun. Berbagai kandungan vitamin di dalamnya akan menguatkan sistem pertahanan tubuh. Sehingga tidak mudah sakit.

Selain itu, mineral seperti zinc dan selenium dapat membantu mencegah infeksi virus maupun bakteri.

(Bambang Fouristian/berbagai sumber)

Duh! Produksi Jagung di Sulawesi Utara Turun 3,84 Persen

0
Sulawesi Utara fokusjabar.id
Panen Raya Jagung di Sulawesi Utara (foto: web)

SULAWESI UTARA,FOKUSJabar.id: Produksi jagung di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) turun 3,84 persen pada tahun 2025.

Demikian dikatakan Wakapolda Sulawesi Utara, Brigjen Pol Awi Setiyono saat menghadiri panen raya Jagung di Kelurahan Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari Kota Bitung, Jumat (9/1/2026).

BACA JUGA:

Panen Raya Jagung di Pangandaran Sukses, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Mengutip republika, produksi jagung pada tahun 2024 mencapai 112,77 ton. Sementara pada tahun 2025 108,93 ton.

“Penyebab penurunan karena alih fungsi lahan dari Jagung ke tanaman Nilam,” kata Awi Setiyono.

Panen raya Jagung kali ini dilaksanakan di lahan seluas 4 hektar dengan perkiraan produksi mencapai 12 ton.

Secara keseluruhan, luas lahan panen jagung kuartal IV tahun 2025 mencapai 22,6 hektar yang tersebar di berbagai wilayah. Total hasil panen diperkirakan mencapai 57,5 ton.

Untuk tahun 2026, direncanakan penanaman jagung di lahan seluas 35 hektar yang tersebar di 17 titik di Sulawesi Utara.

BACA JUGA:

Polres Ciamis dan PKK Gelar Panen Raya Jagung, Hasil Capai 58,4 Ton

Acara panen raya ini juga dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung melalui zoom meeting. Dia didampingi Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi dan Menteri Pertanian.

(Bambang Fouristian)

Lagi, Aceh Utara Diterjang Banjir

0
aceh utara banjir fokusjabar.id
Aceh Utara kembaliditerjang banir (foto: web)

ACEH UTARA, FOKUSJabar.id: Hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh kembali dilanda banjir.

Mengutip kompas.com, sebelumnya daerah Aceh Utara mengubah status dari tanggap darurat menjadi transisi darurat bencana sejak 6 Januari–5 Februari 2026.

BACA JUGA:

Gunung Ile Lewotolok Nusa Tenggara Timur Erupsi

Melihat kondisi banjir dalam dua hari terakhir, Pemerintah Kabupaten mengembalikan status menjadi tanggap darurat sejak 10-24 Januari 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah rapat pimpinan daerah di Pendopo, Jumat (9/1/2026) kemarin.

Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi menegaskan, perkembangan dua hari terakhir banjir meluap ke sejumlah kecamatan. Sehingga perlu penanganan darurat untuk masyarakat.

“Perubahan keputusan ini berdampak pada kerja-kerja darurat. Termasuk evakuasi korban banjir,” ungkapnya.

Menurut Tarmizi, kondisi banjir berdampak semakin rusaknya drainase, tambak, jalan dan jembatan.

“Dampak banjir sebelumnya juga belum ada penanganan. Kini ditambah lagi dengan banjir susulan,” katanya.

Untukitu, Dia mengajak seluruh peserta rapat untuk terus mempercepat pendataan dan memastikan seluruh korban banjir terpenuhi.

“Data telah kami kirim bertahap ke BNPB. Pendataan terus kami rampungkan,” imbuhnya.

Dia berharap BNPB segera membangun hunian sementara (huntara) secara serentak. Sehingga tidak menimbulkan kecemburuan di kalangan pengungsi korban banjir.

Sebelumnya, banjir merendam empat kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, Kamis (8/1/2026).

Keempat kecamatan tersebut, Langkahan, Tanah Jambo Aye, Baktiya dan Kecamatan Lhoksukon.

(Bambang Fouristian)