TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ratusan taekwondoin dari berbagai Dojang di wilayah Priangan Timur memadati Gelanggang Olahraga Mayasari Hall Center, Sabtu (7/11/2026). Mereka antusias menguji ketangkasan dalam Kejuaraan Taekwondo KONI Championship 2026.
Sejak pagi hari, arena pertandingan di Jalan Lewo Babakan, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya ini dipenuhi atlet, pelatih, hingga suporter. Gemuruh sorak penonton dari atas tribune membakar semangat para atlet yang berlaga di atas matras.
Baca Juga: Oleh Soleh Bahas Sosialisme Islam dan Pemikiran Gus Dur di Tasikmalaya
Ketua Panitia Pelaksana, Taupik Nurjamil, mengungkapkan bahwa animo masyarakat terhadap bela diri Taekwondo terus melambung tinggi.
“Animo masyarakat terhadap olahraga bela diri Taekwondo cukup tinggi, baik pada kejuaraan skala lokal maupun nasional, ini terbukti banyaknya serta tingginya animo peserta dalam mengikuti kejuaraan kali ini sangat besar,” kata Taupik Nurjamil, Sabtu (7/11/2026).
Ajang KONI Cup 2026 ini berhasil menyedot lebih dari 900 atlet dari 66 Dojang. Para peserta datang dari Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, hingga Kabupaten Ciamis.
Lonjakan jumlah peserta ini membuktikan bahwa Taekwondo makin populer di kalangan anak-anak dan remaja. Fenomena ini memicu kemunculan Dojang-Dojang baru di berbagai wilayah kecamatan.
Sajikan Pertandingan Adil Sesuai Kelompok Usia
Panitia membagi kompetisi ke dalam beberapa kategori, mulai dari kelas Super Gift (TK/RA), Pra Cadet A (SD kelas 1-3), Pra Cadet B (SD kelas 4-6), Cadet, Junior (SMA), hingga kelas Dewasa.
“Pembagian kelas berdasarkan usia dan jenjang pendidikan ini membuat pertandingan berjalan adil dan kompetitif. Setiap peserta bertanding melawan lawan yang selevel, sehingga kemampuan teknik, mental, dan fisik benar-benar teruji dan lebih sportif,” ujar Taupik.
Peserta cilik di kelas Super Gift tampil percaya diri memperagakan tendangan serta pukulan dasar. Sementara itu, laga kelas Pra Cadet hingga Dewasa menyajikan duel sengit dengan variasi teknik tendangan berputar yang memukau penonton.
Taupik menyebut ajang ini sebagai sarana pemanasan yang ideal bagi para atlet sebelum melangkah ke level profesional.
“Meski kejuaraan ini tidak berjenjang, namun kejuaraan ini tidak kalah penting untuk mengasah kemampuan bagi para taekwondoin. Kejuaraan ini menjadi ajang pemanasan sekaligus pengalaman bertanding yang sangat berharga sebelum mereka terjun ke kejuaraan yang lebih tinggi dan profesional,” ucapnya.
Wadah Pembinaan Atlet dan AJang Silaturahmi
Melalui kejuaraan ini, para pelatih dan pengurus dapat menjaring bibit atlet potensial yang memiliki mental juara.
“Kejuaraan ini menjadi wadah pembinaan untuk melihat potensi atlet berprestasi, yang akan dipersiapkan untuk bisa terjun dalam event kejuaraan yang lebih tinggi,” papar Taupik.
Ia menekankan bahwa mencetak atlet berprestasi membutuhkan proses pembinaan berkelanjutan dan kompetisi yang rutin.
“Kejuaraan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi antar Dojang. Para pelatih bisa saling bertukar ilmu, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan pembinaan yang lebih kuat di wilayah Priangan Timur,” pungkasnya.
(Seda)




