MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Dewan Pengawas (Dewas) bersama manajemen RSUD Majalengka memperketat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Mereka menyerap aspirasi pegawai dan memantau langsung kendala di lapangan guna mencegah potensi miskomunikasi dengan pasien, Sabtu (07/11/2026).
Kualitas pelayanan rumah sakit tidak hanya bergantung pada kecanggihan fasilitas serta keahlian tenaga medis. Pola komunikasi yang efektif antara petugas, pasien, dan keluarga pasien memegang peran krusial.
Baca Juga: Maman Imanul Haq Minta Gibran Mundur Sukarela, Sebut Ini Jalan Tengah Polemik Politik
Ketua Dewan Pengawas RSUD Majalengka, Gelar S. Ramdhani, menegaskan pentingnya komunikasi langsung dengan para nakes. Langkah ini mempermudah jajaran pengawas mendeteksi berbagai persoalan pelayanan sejak dini.
Masukan dari para tenaga fungsional yang berhadapan langsung dengan pasien setiap hari menjadi bahan evaluasi utama untuk menentukan langkah perbaikan layanan.
Dewas menilai komunikasi yang jelas, santun, serta mudah dipahami menjadi kunci utama dalam menghadirkan kenyamanan sekaligus merawat kepercayaan publik terhadap rumah sakit.
Fokus Empat Aspek Utama Pelayanan
Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Dewan Pengawas RSUD Majalengka menaruh perhatian besar pada empat aspek penting. Aspek tersebut meliputi keselamatan pasien, keselamatan pegawai dan pengunjung, kualitas pelayanan, produktivitas pegawai, serta keberlangsungan keuangan rumah sakit.
“Perhatian terhadap sumber daya manusia juga menjadi bagian dari evaluasi. Aspirasi mengenai kondisi lingkungan kerja dan kesejahteraan pegawai, baik di bidang manajemen maupun tenaga fungsional, turut dihimpun sebagai bahan masukan,” kata Gelar S. Ramdhani, Sabtu (07/11/2026).
Jajaran pengawas akan merangkum seluruh aspirasi serta temuan lapangan tersebut. Selanjutnya, mereka menyerahkan berkas rekomendasi evaluasi secara resmi kepada Direktur RSUD Majalengka.
Warga Sambut Positif Pengawasan Langsung
Salah seorang warga Majalengka, Nana, menyambut baik langkah monitoring langsung yang digelar jajaran Dewan Pengawas rumah sakit.
Ia menaruh harapan besar agar jajaran manajemen RSUD Majalengka segera menindaklanjuti setiap kendala teknis di lapangan. Dengan demikian, masyarakat bisa merasakan perubahan kualitas pelayanan secara nyata.
Aksi pengawasan ini melangkah lebih jauh dari sekadar menghimpun aspirasi. Langkah konkret ini akan menghasilkan perbaikan signifikan pada keselamatan pasien, pola komunikasi petugas, serta kenyamanan masyarakat saat mengakses fasilitas kesehatan.
(Jilly Ortega)




