TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Anggota DPR RI Komisi I Fraksi PKB, H. Oleh Soleh, menyapa warga Kabupaten Tasikmalaya dalam acara bedah buku bertajuk Sosialisme Islam, Utopia atau Solusi Politik Kemanusiaan? di Kedai Coffeed 19, Kecamatan Singaparna, Sabtu (7/11/2026).
Diskusi hangat ini mengupas dua buku penting, yaitu karya H.O.S. Tjokroaminoto berjudul Islam dan Sosialisme serta gagasan Sosialisme Islam karya Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Baca Juga: Maman Imanul Haq Minta Gibran Mundur Sukarela, Sebut Ini Jalan Tengah Polemik Politik
Para peserta dan narasumber memanfaatkan ruang intelektual ini untuk mendalami hubungan antara nilai-nilai Islam, keadilan sosial, demokrasi, serta perjuangan politik kemanusiaan.
Sejumlah akademisi dan tokoh daerah hadir sebagai pembicara. Mereka antara lain Direktur Aswaja Center Dr. Kyai Yayan Bunyamin, Dr. H. Asep Majidi Taman, Akademisi FISIP Universitas Siliwangi Dr. Akhmad Satori, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya H. Ami Fahmi.
Dalam pemaparannya, sosok yang akrab menyapa warga dengan panggilan Kang Oleh Soleh ini menegaskan bahwa nilai-nilai sosialisme Islam sangat relevan dengan arah perjuangan politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ia menyampaikan bahwa para pendiri PKB merancang partai ini untuk membela masyarakat kecil dan kelompok terpinggirkan demi mewujudkan keadilan sosial.
“Kami tegaskan, perjuangan politik PKB sejak awal sudah sejalan dengan pemikiran dan perjuangan Gus Dur. Politik harus menjadi jalan untuk memperjuangkan kemanusiaan, menghadirkan keadilan, dan membela masyarakat yang lemah. Dan bagi PKB, kekuasaan bukanlah mencari keuntungan, melainkan gerakan untuk menghadirkan kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Oleh Soleh, Sabtu (7/11/2026).
Implementasikan Pemikiran Gus Dur dalam Kebijakan Nyata
Oleh Soleh menilai pemikiran Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid, memberikan fondasi kuat bagi perjalanan politik kebangsaan yang menjunjung tinggi pluralisme, demokrasi, serta keadilan.
Ia mengimbau seluruh kader partai untuk menerjemahkan pemikiran Gus Dur tersebut ke dalam kerja-kerja nyata melalui penyusunan kebijakan publik dan perjuangan legislasi.
“Semangat pemikiran Gus Dur ini, harus terus diimplementasikan dalam kerja-kerja nyata partai, baik melalui kebijakan publik, perjuangan legislasi, maupun keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Legislator PKB dari Daerah Pemilihan Jawa Barat ini mengingatkan bahwa gagasan sosialisme Islam tidak boleh berhenti sebagai wacana akademis belaka.
“Sosialisme islam dengan menghadirkan kebijakan pemerataan akses pendidikan, terlebih peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan ekonomi rakyat, serta perlindungan terhadap kelompok rentan sebagai bagian dari tanggung jawab perjuangan politik,” paparnya.
Benang Merah Dua Tokoh Bangsa
Oleh Soleh melihat benang merah yang sangat kuat antara pemikiran Haji Oemar Said (H.O.S) Tjokroaminoto dan KH. Abdurrahman Wahid dalam menjawab tantangan zaman saat ini.
Gagasan kedua tokoh pendahulu tersebut memegang peranan penting untuk membawa Indonesia menuju negara yang lebih maju, adil, serta sejahtera.
“Gagasan dua tokoh bangsa Haji Oemar Said (H.O.S) Tjokroaminoto dan K.H. Abdulrahman Wahid (Gus Dur) tentang keadilan sosial, kemudian semangat kemanusiaan universal yang diperjuangkan keduanya menjadi fondasi krusial untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera,” tandasnya.
(Seda)




