PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Warga sebuah kompleks perumahan di Desa Cibenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, hidup dalam kecemasan. Pembobol misterius menyatroni 13 rumah warga dalam beberapa hari terakhir, Sabtu (7/11/2026).
Pelaku tak hanya membobol pintu dan mengacak-acak isi rumah, tetapi juga memicu keresahan karena aksi anehnya. Sejumlah korban mengeluhkan kehilangan laptop, HP, uang tunai, hingga batu akik.
Baca Juga: BMKG Hadirkan WRS Engine dengan Fitur Lebih Canggih di Pangandaran
Korban pertama, Ifan Owen Suliawan, mendapati kondisi rumahnya berantakan saat pulang kerja pada Sabtu malam.
“Awal kebobolan itu hari Sabtu kemarin, ketahuan pas saya pulang kerja pada Sabtu malam. Tidak ada kehilangan dari kejadian itu,” kata Ifan, Sabtu (7/11/2026).
Ifan menemukan sabun berserakan di lantai, sandal terperangkap di dalam freezer kulkas, serta tepung dapur berhamburan. Pelaku juga meninggalkan sisa buah alpukat di meja makan, padahal Ifan tidak pernah menyimpan buah tersebut.
Belakangan terungkap pelaku mengambil alpukat itu dari rumah tetangganya yang jebol pada hari yang sama. Rumah tetangganya juga mengalami kerusakan serupa dengan sabun berhamburan di lantai.
Seminggu berselang, Ifan mendengar ketukan mencurigakan dari pintu belakang. Ia memergoki seseorang yang berusaha menyusup masuk sebelum akhirnya pelaku kabur ke area gelap.
Pada hari yang sama, pembobol menggondol uang Rp100 ribu, TWS, serta beberapa batu akik dari rumah warga lain. Meski warga menggiatkan ronda malam, aksi pembobolan tetap berlanjut.
Rabu berikutnya, pelaku membobol dua hingga tiga rumah di blok berbeda tanpa menggasak barang berharga. Namun pada Kamis dan Jumat, aksi pelaku makin merugikan penghuni perumahan.
“Untuk kejadian hari Kamis dan Jumat, ada pemilik rumah yang mengaku kehilangan laptop, HP, dan uang tabungan yang berada dalam celengan,” ujar Nony, warga perumahan setempat.
Akses Terbuka Tanpa Satpam Mudahkan Aksi Pelaku
Pendataan internal warga mencatat total 13 rumah menjadi korban pembobolan. Nony menduga celah akses masuk perumahan yang minim pengawasan menjadi penyebab utama maraknya kasus ini.
Perumahan tersebut belum memiliki tenaga satpam dan hanya mengandalkan ronda swadaya malam hari. Padahal, dugaan kuat menunjukkan pelaku melancarkan aksinya pada siang hari saat pemilik rumah pergi bekerja.
Salah seorang korban telah melaporkan kasus ini ke Polsek Parigi. Petugas kepolisian sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP serta penyelidikan lebih lanjut.
Warga berharap kepolisian segera menangkap pelaku pembobolan agar ketenteraman di lingkungan perumahan kembali terwujud.
(Sajidin)




