BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengubah desain revitalisasi Taman Teuku Umar, pihaknya membatalkan pembangunan fasilitas skatepark dan mengalihkan area tersebut menjadi ruang komunal bagi warga sekitar.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta dinas terkait mengakomodasi kekhawatiran warga terhadap potensi kebisingan. Kepala DPKP Kota Bandung Luthfi Firdaus mengonfirmasi perubahan desain tersebut, Jumat (6/11/2026).
Baca Juga: Kota Bandung dan Cianjur Berbagi Gelar di Hari Pertama Eksibisi Kabadd
Pihaknya menilai lokasi skatepark lebih ideal berada di area berisik seperti bawah jembatan layang Pasupati.
“Warga menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi kebisingan. Selain itu, dari sisi teknis lokasi skatepark idealnya di area berisik,” kata Luthfi.
Pemkot Bandung Kembalikan Nama Taman Teuku Umar dan Siapkan Lapangan Bola
Masyarakat menyambut positif pengerjaan revitalisasi taman yang terakhir menyentuh perbaikan pada 2016 lalu ini. Pihaknya meyakini pembenahan ini mampu mengubah kawasan taman dari kesan kotor dan tidak terawat.
Pemkot Bandung juga mengembalikan nama Taman Fitness menjadi Taman Teuku Umar sesuai kajian toponimi Disbudpar. Pihaknya mengerahkan 10 petugas penjaga untuk mengawal pemeliharaan kawasan taman secara optimal.
Luthfi memastikan penyesuaian desain tanpa skatepark ini tidak menambah pagu anggaran Rp3,1 miliar. Pihaknya memanfaatkan mekanisme Contract Change Order (CCO) untuk mengalihkan area menjadi ruang duduk terbuka.
Taman Teuku Umar terbaru bakal menghadirkan lapangan sepak bola mini rumput sintetis, jalur lari, serta area bermain anak.
“Fasilitas olahraga justru kami tingkatkan. Lapangan ini nantinya bisa anak-anak sekitar gunakan untuk berlatih,” tegas Luthfi.
(Yusuf Mugni)




