PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Hamparan bunga berwarna pink, putih dan kuning yang membuat Jalan Ruko Grand Pangandaran viral karena mirip musim sakura di Jepang ternyata berasal dari pohon Tabebuya.
Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kabupaten Pangandaran, Atikah mengatakan, pohon Tabebuya di Pangandaran tidak hanya ada di Grand Pangandaran saja.
BACA JUGA:
Liburan ke Pangandaran Kini Bisa Pakai City Tour 24 Jam, Ini Tarif dan Fasilitasnya
“Pohon tabebuya yang ada pertamanya di sekitar jalan tol, jalan masuk tol ke Pantai Barat. Terus di Taman PCS ada dua pohon karena mungkin musim kemarau jadi kekeringan,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).
Namun populasi terbanyak memang berada di sepanjang jalan ruko Grand Pangandaran. Pohon tersebut sengaja di tanam sejak awal pembangunan taman Kabupaten Pangandaran pada tahun 2014.
“Itu di tanamnya dulu ketika awal pembangunan taman Kabupaten Pangandaran tahun 2014-an,” katanya.
Karena keindahannya saat mekar, DLH berencana mengembangkan ke taman-taman lain di Pangandaran.
“Rencananya kami sudah membicarakan sama teman-teman pengurus taman. Kalau di setek bisa hidup akan mencoba, karena dilihat indah. Kami berencana akan kembangkan di tempat-tempat taman yang lain,” ucapnya.
Soal waktu mekar, Tabebuya di Pangandaran tahun ini sudah mekar dua kali, di awal dan akhir tahun.
“Yang saya ketahui sudah 2 kali, awal dan akhir tahun,” katanya.
Keunikan pohon ini, bunganya justru mekar saat musim panas atau kemarau ketika pasokan air kurang. Daunnya berguguran, tapi bunganya tumbuh lebat.
BACA JUGA:
Gerobak Kusut Mbah Deden Hadir di Tengah Operasi Patuh Lodaya Pangandaran
Saat hujan turun, bunga Tabebuya akan cepat berguguran. Pemandangan ini terlihat sangat indah.
“Ini sangat-sangat indah sekali. Ketika sekarang ada hujan dikit sudah pada berguguran,” ujarnya.
Sementara untuk perawatan, DLH mengakui keterbatasan personel. Dari total 157 petugas termasuk pesapon, yang bertugas di taman hanya 43 orang.
“Kesulitannya di sumber daya, di keuangannya. Jadi tidak sekaligus terurus. Pemupukan ada se-kemampuan,” tuturnya.
Untuk pembersihan bunga yang berguguran, tidak ada biaya tambahan karena sudah menjadi tanggung jawab pesapon yang memang sudah di gaji.
Limbah bunga dan daun kering dikumpulkan dan dibawa ke TPS 3R untuk digiling menjadi kompos. Sementara sampah residu dibawa ke TPA.
(Sajidin)



