spot_imgspot_img
Jumat 30 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sawarga Tasikmalaya 2026 Dibuka, Ada 93 UMKM hingga Pasar Sembako Murah

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Warga Tasikmalaya dan sekitarnya kini memiliki pilihan destinasi liburan akhir pekan yang menarik. Pemerintah menyelenggarakan perhelatan megah bertajuk “Sawarga Tasikmalaya 2026” untuk memeriahkan puncak Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya.

Festival tahunan ini berlangsung selama tiga hari mulai 30 Oktober hingga 1 November 2026. Panitia mengubah kawasan Jalan Pemuda dan Taman Kota menjadi pusat selebrasi seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Baca Juga: Potret Ketimpangan, Gubuk Reyot di Pusat Kota Tasikmalaya

Ajang pameran interaktif ini melibatkan sedikitnya 93 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pilihan. Dinas KUMKM Indag Kota Tasikmalaya bersinergi dengan Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya untuk memamerkan produk unggulan lokal.

Kepala Dinas KUMKM Indag Kota Tasikmalaya Sofyan Zainal menegaskan komitmen Pemkot menghadirkan pengalaman berkesan bagi seluruh pengunjung.

“Sawarga Tasikmalaya itu selain menjadi puncak Hari Jadi Kota Tasik ke-25, juga menampilkan berbagai potensi unggulan kota. Di dalamnya kami padukan ragam karya, rasa, dan pesona agar masyarakat dapat merasakan langsung kekayaan potensi daerahnya,” ungkap Sofyan Zainal, S.STP.

Eksplorasi 3 Zona Interaktif di Kawasan Taman Kota

Panitia menyusun tiga zonasi pameran untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pengunjung:

  • Zona Ragam Karya: Etalase ini menampilkan 9 produk kreatif unggulan seperti kriya bambu WeCraft dan produk herbal ekspor.
  • Zona Ragam Rasa: Berkolaborasi dengan Mambo Kuliner, area ini menyajikan aneka jajanan pasar otentik dan kuliner hits kekinian.
  • Zona Ragam Pesona: Pengunjung dapat menikmati dekorasi estetik Kampung Payung Geulis, pertunjukan budaya, serta workshop edukatif.

Selain itu, Pepmatas memprakarsai Pasar Sembako Murah di area eks Setda Lama. Fasilitas ini membantu masyarakat memenuhi kebutuhan harian dengan harga terjangkau.

Strategi Lokasi Jantung Kota dan Penggerak Ekonomi

Pemkot Tasikmalaya memilih kawasan Jalan Pemuda dan Taman Kota berdasarkan kalkulasi matang. Lokasi pusat kota ini sangat efektif menyerap antusiasme ribuan pengunjung tanpa mengganggu lalu lintas.

“Jalan Pemuda juga hanya sebagian saja yang ditutup, yaitu area dekat Bakso Laksana dan depan gedung FKPPI, serta area depan eks Setda Lama di depan Taman Kota,” jelas Sofyan merinci skema rekayasa lokasi.

Kolaborasi lintas instansi ini melibatkan Pemkot Tasikmalaya, Bank Indonesia, Dekranasda Kota Tasikmalaya, serta dukungan Dekranasda Jabar. Integrasi ini memicu perputaran uang sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah.

“Harapan kami, ajang ini memicu perputaran ekonomi dan menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi serta inflasi,” katanya.

“Kami ingin menghidupkan perekonomian dengan mempromosikan produk-produk unggulan Kota Tasikmalaya secara masif agar dikenal luas, baik oleh warga lokal maupun wisatawan dari luar kota. Apalagi lokasinya sangat dekat dengan area hotel, sehingga selain merayakan hari jadi, ada dampak ekonomi riil yang tercipta,” tutup Sofyan optimistis.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru