TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kawasan Olahraga Dadaha di Kota Tasikmalaya kembali memicu sorotan tajam masyarakat. Kompleks olahraga yang menjadi pusat pembinaan atlet daerah ini menyimpan kondisi infrastruktur yang sangat memprihatinkan.
Masalah fisik gedung olahraga mencuat saat perhelatan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBSI Jawa Barat 2026 bergulir, Sabtu (24/10/2026). Para atlet dan penonton mengeluhkan ketidaknyamanan fasilitas di dalam arena pertandingan.
Baca Juga: Kejurprov Bulutangkis Jabar Berakhir di Kota Tasikmalaya, Para Juara Bersiap Menuju Kejurnas
GOR Susi Susanti yang menjadi venue utama ajang bulu tangkis tersebut menyajikan sirkulasi udara buruk. Suasana dalam gedung terasa panas dan pengap seperti ruangan sauna.
“Di dalam GOR Susi Susanti itu pengap sekali, udaranya panas. Tidak jarang peserta yang pingsan karena kepanasan,” ungkap salah seorang pelatih tim di lokasi pertandingan, Sabtu (24/10/2026).
Selain hawa panas, toilet di area gedung olahraga tersebut memicu kritik pedas karena terkesan kotor dan berbau tak sedap.
Atap Bocor Ancam Keselamatan Atlet di GOR Sukapura
Kondisi buruk juga melanda GOR Sukapura yang mengalami kerusakan atap serius. Kebocoran atap membuat air hujan masuk hingga membasahi permukaan lantai arena.
Kondisi lapangan yang licin membahayakan keselamatan fisik para atlet yang sedang memburu kemenangan.
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, H. Asep Goparullah, mengakui bahwa seluruh gedung di kawasan Dadaha membutuhkan perbaikan total. Pihaknya kini telah mengajukan anggaran pembenahan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Informasinya, mudah-mudahan revitalisasi kawasan Dadaha, termasuk gedung-gedung olahraga, bisa terealisasi pada 2028,” ujar Asep Goparullah.
Asep menyebut keterbatasan APBD Kota Tasikmalaya menjadi kendala utama pembenahan fasilitas. Oleh karena itu, Pemkot sangat mengandalkan bantuan dana dari provinsi demi mewujudkan kompleks olahraga yang modern dan layak bagi atlet.
(Abdul Latif)



