PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Seorang warga bernama Istiqomah (24) menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan uang proyek renovasi rumah. Korban merupakan warga Kedungwuluh, Desa Panyutran, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.
Oknum pemborong berinisial A membawa kabur uang milik korban. Istiqomah menanggung kerugian hingga Rp10 juta karena pelaku tak kunjung menggarap proyek dapur rumahnya.
Baca Juga: Monyet Liar Serbu Kebun Warga Pangandaran, Pisang hingga Kelapa Ludes Diserang
Kerja sama renovasi dapur ini bermula pada September 2026. Korban memilih pemborong tersebut karena pelaku pernah menggarap bagian depan rumahnya dengan lancar.
“Pada awal kesepakatan, pihak pemborong meminta uang muka sebesar Rp5 juta. Setelah DP diserahkan, kembali meminta tambahan dana secara bertahap dengan alasan untuk pembelian material yang kurang, hingga akhirnya meminta pelunasan total sebesar Rp10 juta dengan janji pengerjaan akan dimulai dalam kurun waktu satu minggu,” jelas Istiqomah, Sabtu (24/10/2026).
Modus Pelaku Pakai Foto Truk dari Google
Pelaku mengulur waktu pengerjaan setelah menerima uang pelunasan. Oknum borongan tersebut melontarkan berbagai alasan keterlambatan. Pelaku beralasan sedang memesan barang, mengalami kendala pengiriman material, hingga mengaku berada di kantor.
Kecurigaan korban makin menguat saat menerima pesan WhatsApp dari nomor asing. Nomor misterius itu mengaku sebagai kurir pengirim bahan bangunan. Nomor tersebut mengklaim armada truk pembawa material sudah tiba di area Tasikmalaya dan Banjar.
“Untuk meyakinkan saya, nomor itu mengirimkan foto sebuah truk bermuatan barang yang ditutupi terpal,” katanya.
Korban langsung melacak foto truk tersebut melalui mesin pencari Google. Hasil penelusuran membuktikan pelaku mengambil foto truk dari internet, bukan foto pengiriman material asli.
Korban Resmi Polisikan Pelaku ke Polres Pangandaran
Pelaku terus bergeming dan mengelak saat korban menagih kepastian. Oknum tersebut mengaku sedang mengalami kesulitan uang, berjanji menjual sepeda motor, hingga beralasan sakit parah.
Jengkel dengan ulah pelaku, korban memberi gertakan untuk membawa kasus ini ke jalur hukum. Korban mendesak pelaku mengembalikan seluruh uangnya secara utuh.
“Akhirnya saya berinisiatif melaporkannya ke Polres Pangandaran pada hari Rabu kemarin,” ucapnya.
Korban berharap polisi segera menindaklanjuti laporan tersebut. Ia menanti itikad baik pelaku untuk mengembalikan seluruh uang hasil perasannya.
(Sajidin)



