spot_imgspot_img
Sabtu 24 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lomba Folk Song di Ciamis Libatkan 23 Grup SMP, Dorong Bakat Seni Generasi Muda

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sebanyak 23 grup pelajar SMP mengikuti lomba folk song di Ciamis, Sabtu (24/10/2026). Komunitas Kandaga Budaya Sunda menggelar acara ini di Aula Dinas Pendidikan Ciamis.

Kegiatan ini membuka ruang kreativitas bagi para siswa. Selain itu, kompetisi ini menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap seni musik vokal.

Baca Juga: HUT PGRI 2026, Puluhan Tim Voli Putri Ciamis Bersaing Menuju Kompetisi Kabupaten

Para peserta mendapat kesempatan emas untuk mengasah bakat vokal. Mereka juga belajar menyelaraskan nada serta melatih kekompakan tim di atas panggung.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman, memberikan apresiasi tinggi terhadap acara ini. Menurutnya, pemerintah harus terus mendukung potensi anak muda di bidang seni dan budaya.

“Kesempatan untuk berkarya menjadi bagian penting dalam mendorong kreativitas pelajar. Karena itu, kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti sebagai perlombaan sesaat, tetapi mampu berkembang menjadi ruang pembinaan bakat yang berkelanjutan,” ungkap Andang.

Andang meminta panitia untuk memperluas jangkauan lomba pada masa depan. Dengan begitu, lebih banyak pelajar dari berbagai sekolah bisa ikut serta.

Disbudpora Ciamis: Kerja Sama Tim Kunci Utama

Kepala Disbudpora Ciamis, Dian Budiana, menjelaskan beberapa kriteria penilaian lomba. Juri menilai kualitas vokal, ketepatan irama, harmonisasi, hingga kekompakan tim.

Menurut Dian, tampil dalam grup vokal memerlukan kerja sama yang kuat. Setiap anggota harus saling mengisi agar menghasilkan pertunjukan yang indah.

“Kemampuan individu harus dipadukan dengan keselarasan suara dan pemahaman terhadap peran masing-masing agar menghasilkan penampilan yang optimal,” jelas Dian.

Dian memandang acara ini sebagai wadah silaturahmi antar-pelajar pecinta musik. Kompetisi ini melampaui urusan perebutan trofi semata.

“Yang paling utama adalah bagaimana silaturahmi di antara para pelajar yang mencintai dunia olah vokal, khususnya folk song,” ungkapnya.

Dian menambahkan, lomba ini membantu guru mengevaluasi hasil latihan siswa di sekolah. Sekolah pun makin terdorong untuk mengaktifkan ekstrakurikuler seni.

Mendorong Budaya Berkesenian Jadi Agenda Rutin

Ketua Panitia, Yayat Sullivan, berharap lomba folk song ini bisa menjadi agenda tahunan. Kegiatan seni yang konsisten bisa menghidupkan kembali tradisi berlatih musik di tengah masyarakat.

Yayat mengenang masa lalu saat kelompok vokal tumbuh subur di pelosok desa dan kecamatan.

“Kegiatan latihan kelompok vokal cukup berkembang di berbagai lingkungan, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan,” kenangnya.

Keikutsertaan 23 grup SMP kali ini menjadi modal awal yang manis. Kolaborasi antara komunitas, sekolah, dan pemerintah daerah akan menciptakan ruang pembinaan yang terarah bagi anak muda Ciamis.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru