spot_imgspot_img
Sabtu 24 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Warga Majalengka Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Tabungan, Bank Sampah Ini Punya 62 Nasabah

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Warga Desa Kawunghilir, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka sukses mengubah sampah rumah tangga menjadi tabungan uang. Petugas mengambil langsung sampah warga dari rumah untuk proses penimbangan dan penjualan.

Program Bank Sampah Unit (BSU) Tunggul Rahayu ini bergulir sejak tahun 2025 di bawah kepemimpinan Kepala Desa Yosa Novita. Kini, BSU Tunggul Rahayu berdiri sebagai percontohan sukses pengelolaan sampah di Kecamatan Cigasong dengan 62 nasabah aktif.

Baca Juga: Karhutla Gunung Ciremai Tak Merembet ke Majalengka, Ini Hasil Pemantauan Drone

Ketua BSU Tunggul Rahayu, Irma Armilah, mengonfirmasi kelancaran program pengelolaan sampah di wilayahnya. Pihaknya memberikan kemudahan berupa layanan penjemputan sampah ke rumah-rumah warga.

“Kebetulan bank sampah kita berjalan, di Kecamatan Cigasong Desa Kawunghilir jadi percontohan untuk bank sampah, Alhamdulillah berjalan dengan baik,” ujar Irma, Sabtu (24/10/2026).

Sistem Jemput Bola dan Pemilahan Sampah

Irma menjelaskan, petugas mendatangi rumah warga saat volume sampah sudah terkumpul cukup banyak. Petugas langsung menimbang sampah, membawa barang ke gudang pemilahan, lalu menjualnya ke pengepul.

“Teknisnya kami jemput bola mengambil sampah ke warga-warga ketika sampah di rumah warga sudah terkumpul kita ambil, tidak tiap hari. Kalau udah banyak, ada sekarung kita ambil kita timbang nanti dibawa ke gudang, nanti dipilah-pilah oleh kita oleh pengurus, udah beres dijual ke BSI, kita nelpon nanti dari BSI datang,” jelas Irma.

Pengurus menetapkan harga sampah secara variatif sesuai jenis material, seperti bahan besi dan plastik. Warga menerima hasil penjualan dalam bentuk uang tunai yang bisa masuk ke dalam rekening tabungan.

“Kan nanti uangnya cash ya, nanti sama warga ditabung, diambilnya nanti sesuai kebutuhan,” ungkap Irma.

Jumlah nasabah BSU Tunggul Rahayu terus melonjak sejak berdiri pada tahun 2025. Pengurus memprediksi angka 62 konsumen aktif ini akan terus bertambah seiring tingginya antusiasme masyarakat.

“Bank Sampah Unit sudah berjalan sejak tahun 2025. Sampai sekarang baru 62 konsumen, tapi sepertinya akan bertambah lagi,” katanya.

Berdayakan Warga Hingga Sabet Bantuan BAZNAS RI

Program ini memberikan keuntungan ganda bagi masyarakat. Warga mendulang rezeki tambahan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dari tumpukan sampah.

“Warga yang ikut seneng, karena sampah yang mereka kumpulkan bisa jadi uang kemudian warga bisa tabung lama-lama kan jadi gede jumlah uangnya, Alhamdulillah ya kita berjalan,” ucap Irma.

Sebanyak tujuh petugas mengoperasikan BSU Tunggul Rahayu setiap hari. Tim pengangkut ini terdiri dari empat petugas perempuan dan tiga petugas laki-laki.

Berkat konsistensi pengelolaan limbah warga tersebut, BAZNAS menunjuk Desa Kawunghilir sebagai pusat pengembangan bank sampah. BSU Tunggul Rahayu juga akan menerima kucuran bantuan dana langsung dari BAZNAS RI.

(Jilly Ortega)

spot_img

Berita Terbaru