PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Gerombolan monyet liar menyerbu kawasan perkebunan milik warga di Dusun Cikarang, Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Serangan mendadak satwa ini membuat para petani resah lantaran kera-kera tersebut merusak dan menghabiskan aneka tanaman pangan serta buah-buahan yang siap panen.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Jalur Banjar–Pangandaran, Truk Mundur Hantam Dua Mobil
Kemunculan kawanan monyet ini terindikasi kuat akibat dampak musim kemarau panjang yang memicu kekeringan serta menipisnya cadangan makanan di habitat aslinya. Kondisi kritis tersebut memaksa kawanan monyet keluar hutan, menerobos perkebunan, hingga menyisir area permukiman warga.
Kepala Desa Karangmulya, Wahyuman, mengonfirmasi bahwa fenomena invasi monyet liar ini baru pertama kali melanda wilayahnya. Selama ini, para petani menggarap lahan mereka dengan aman tanpa gangguan satwa.
“Ini kejadian pertama, mungkin karena kemarau panjang banyak monyet yang turun,” ujar Wahyuman di sekitar lokasi perkebunan warga di Karangmulya, Sabtu (24/10/2026).
Hasil Kebun Ludes Dimakan Kawanan Kera
Wahyuman menerangkan bahwa pemerintah desa telah mengantongi laporan langsung dari para penggarap lahan di RT 25 Dusun Cikarang. Petani mengeluhkan serbuan kera yang menimbulkan kerugian materiil tidak sedikit.
Kawanan kera menggasak berbagai jenis tanaman, seperti pisang, singkong, sawo, kelapa, hingga kacang tanah. Monyet-monyet tersebut memakan habis seluruh buah di kebun, bahkan tak menyisakan tanaman yang baru saja berbuah.
“Warga kami merasa resah dan sangat dirugikan. Tanaman-tanaman yang baru berbuah juga sudah diserang. Pokoknya sudah tidak aman,” tegas Wahyuman.
Wahyuman memperkirakan kawanan monyet mulai menginvasi wilayahnya sejak empat hingga lima bulan belakangan, bertepatan dengan datangnya musim kemarau. Monyet-monyet ini bergerak secara berkelompok dan memencar ke beberapa titik kebun.
“Dulu tidak ada, aman-aman saja. Mungkin karena kemarau berkepanjangan sehingga kera-kera itu datang ke wilayah kami. Tapi kami juga tidak tahu kenapa jumlahnya cukup banyak,” ucap Wahyuman.
BKSDA Turun Tangan Lakukan Pemantauan Lapangan
Merespons aduan warga, pihak desa meneruskan laporan ke tingkat kecamatan hingga akhirnya petugas Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Resort Pangandaran menerjunkan tim langsung ke lokasi kejadian.
Kepala KSDA Resort Pangandaran, Kusnadi, menyatakan bahwa pihaknya menyisir lokasi penyerangan segera setelah menerima laporan resmi dari pemerintah desa.
“Tim dari BKSDA langsung terjun ke lapangan dan alhamdulillah sudah bertemu dengan masyarakat. Di lokasi, kami akan memastikan keberadaan kera tersebut,” kata Kusnadi.
Meskipun demikian, hingga Sabtu sore pukul 14.30 WIB, petugas di lapangan belum menjumpai keberadaan gerombolan monyet tersebut secara fisik.
Kusnadi menegaskan, BKSDA akan memperketat pemantauan secara intensif mengingat kawanan monyet sudah menyebar ke area kebun yang cukup luas sehingga menyulitkan pengawasan langsung.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pengecekan. Pemantauan akan lebih masif lagi karena mereka menyebar, sehingga tidak bisa dipantau langsung,” pungkas Kusnadi.
(Sajidin)



