MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Kemarau panjang menekan ketersediaan air bersih di Kabupaten Majalengka. Perumda Air Minum Tirta Bhakti Raharja (PDAM) Majalengka merespons krisis air ini secara intensif.
PDAM Majalengka menggelontorkan sekitar 100 tangki air bersih dalam tiga bulan terakhir. Petugas mengirimkan bantuan langsung ke pemukiman warga yang terdampak kekeringan.
Baca Juga: Inilah Target Golkar Majalengka di Pemilu 2029
Kepala Bagian Teknik PDAM Rolan Rosisendra menyampaikan hal tersebut mewakili Direktur PDAM Sri Rahayu Damayanti. Penyaluran air ini menjalankan petunjuk langsung dari Bupati Majalengka Eman Suherman.
PDAM menjalin kolaborasi erat bersama BPBD, Polres Majalengka, dan Batalyon YTP Talaga Manggung untuk menanggulangi dampak bencana kemarau.
Alur Permohonan Air Bersih Melalui BPBD Majalengka
Masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih wajib mengajukan permohonan resmi melalui BPBD. Petugas BPBD kemudian meneruskan permintaan tersebut kepada tim teknis PDAM.
“Kalau ada desa atau wilayah yang minta bantuan, pasti diarahkan ke BPBD. Baru BPBD koordinasi ke kita, karena kita sudah ada MoU. Kalau ada bencana kekeringan, kita bantu dengan mengerahkan mobil tangki,” kata Rolan, Selasa (20/10/2026).
Rolan mencatat angka 100 tangki menjadi rekor bantuan air terbesar sepanjang sejarah penanganan kekeringan oleh PDAM.
“Kayaknya bantuan terbesar deh. Kebetulan kita juga pernah rapat sama BPBD bahwa tahun ini ada bencana kekeringan. Jadi BPBD itu memitigasi dari awal bahwa kita harus siap-siap,” katanya kepada FOKUSJabar.
Debit Mata Air Drop, PDAM Tunda Pemasangan Sambungan Baru
Musim kemarau ekstrem memangkas debit sumber air baku milik PDAM. Penurunan pasokan air ini memaksa PDAM mengurangi durasi distribusi ke rumah pelanggan.
“Musim kemarau ini otomatis sumber air, terutama di mata air, pastilah sedikitnya ada drop. Kemarin agak terganggu juga, harus diakui, ada beberapa wilayah yang terganggu pelayanannya,” jelasnya.
Untuk menjaga kestabilan layanan 31.000 pelanggan aktif, PDAM menunda sebagian permohonan sambungan baru. Kebijakan ini mencegah krisis air yang lebih parah pada pelanggan lama.
“Kita bukan menolak, kita pending dulu. Kasihan juga kan setelah dipasang airnya enggak ada,” ujarnya.
Saat ini jaringan distribusi PDAM baru menjangkau 14 dari total 26 kecamatan di Kabupaten Majalengka.
Kembangkan Proyek Hibah PUPR dan Kelola Mata Air Cilongkrang
PDAM terus mencari jalan keluar untuk menambah kapasitas pasokan air. PDAM memperjuangkan program hibah APBN dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Proyek konstruksi pusat ini memproyeksikan tambahan debit air sebesar 40 liter per detik. Pasokan baru ini siap melayani wilayah Majalengka, Cigasong, dan Panyingkiran.
“Ini murni dari APBN, dari Kementerian PUPR. Segala proses lelang sampai pelaksana mereka yang menunjuk. PDAM sebagai pengelola saja, penerima saja,” katanya.
Selain itu, PDAM terus mengoptimalkan pemanfaatan Mata Air Cilongkrang di Kecamatan Maja. Petugas tetap memperhitungkan alokasi air agar tidak mengganggu kebutuhan warga lokal.
“Banyak mata air di wilayah Majalengka, tapi enggak bisa sepenuhnya dipergunakan sama PDAM. Itu kan kebutuhan masyarakat sekitar juga. Intinya kita berusaha untuk memenuhi kekurangan air ini,” pungkasnya.
(Jilly Ortega)



