spot_imgspot_img
Selasa 20 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pertalite Sulit Dicari di Majalengka, Antrean SPBU Jatipamor Tembus 30 Menit

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Pengemudi kendaraan di Kabupaten Majalengka mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Selain berburu SPBU yang buka, warga harus mengular dalam antrean panjang.

Salah seorang pengemudi, Ade Abdullatif, merasakan langsung masa-masa sulit mendapatkan Pertalite ini. Waktu antrenya membengkak dari sepuluh menit menjadi setengah jam lebih.

Baca Juga: Kemarau Panjang di Majalengka, PDAM Salurkan 100 Tangki Air Bersih dalam 3 Bulan

“Sekarang agak sulit banget. Dari simpeureum sampai disini (pom jatipamor) cuma ada yang disini. Sudah empat hari, antreannya bisa setengah jam lebih,” kata Ade di SPBU Jatipamor Majalengka, Selasa (20/10/2026).

Ade menaruh harapan besar agar penyaluran Pertalite segera kembali normal seperti hari biasa.

Kekosongan SPBU Tetangga Pemicu Antrean Panjang

Penanggung Jawab SPBU Jatipamor Panyingkiran Fahmi Ulum menguraikan penyebab antrean kendaraan di tempatnya. Kekosongan pasokan pada SPBU tetangga memicu serbuan pembeli ke SPBU Jatipamor.

“Ya kalau menurut saya mah, pom sebelahnya ada yang kosong biasanya. Kalau ada yang antre tuh,” kata Fahmi.

Fahmi mengonfirmasi bahwa armada tangki Pertalite tetap mendistribusikan BBM setiap hari. Namun, truk pengangkut dari depot Pertamina mengalami keterlambatan pengiriman armada.

Perjalanan truk tangki membengkak dari tiga jam menjadi lima jam perjalanan.

“Kalau pengiriman mah setiap hari juga ada pengiriman, cuman agak telat aja,” ujarnya.

“Keterlambatan ini kurang tahu juga ya, Pak. Entah itu dari distribusi dari sananya atau dari sininya. Pokoknya kalau pengiriman itu tiap hari ada,” katanya.

Peningkatan Pembeli Menguras Stok Pertalite Lebih Cepat

Fahmi menegaskan bahwa kondisi stok Pertalite di SPBU Jatipamor tetap terkendali. Tempatnya menerima pasokan rutin sebanyak 8.000 liter Pertalite.

Meski begitu, lonjakan jumlah pembeli menguras persediaan Pertalite jauh lebih cepat dari kalkulasi biasa.

“Biasanya 8.000 liter itu untuk dua shift. Sekarang bisa satu shift setengah sampai setengah shift,” ungkapnya.

(Jilly Ortega)

spot_img

Berita Terbaru