FOKUSJABAR.ID: Ketua Presidium Pembentukan Kabupaten Pangandaran, Supratman, menanggapi santai polemik penolakan perayaan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran.
Sejumlah pihak, sebelumnya menilai pesta perayaan hari jadi tersebut berlebihan di tengah musibah kemarau panjang.
Baca Juga: 14 Tahun Pangandaran, Ketua Presidium Ungkap Mimpi Besar yang Belum Terwujud
Supratman menilai narasi penolakan tersebut keliru dan terkesan sekadar mencari simpati publik.
Ia menegaskan fenomena kemarau dan kekeringan melanda hampir seluruh wilayah Indonesia akibat faktor alam, bukan hanya terjadi di Pangandaran.
“Karena kemarau itu di mana-mana. Emang sekarang Pangandaran krisis air bersih? Masyarakat masih bisa minum air. (Kemarau) Itu melanda seluruh Jawa, seluruh Indonesia,” ujar Supratman di kediamannya, Senin (12/10/2026).
Dana Hiburan Murni dari BJB dan Bank Indonesia
Supratman lantas meluruskan kesalahpahaman publik terkait sumber alokasi anggaran kegiatan hiburan Milangkala.
Ia memastikan dana penyelenggaraan acara tersebut sama sekali tidak menyedot APBD maupun APBN.
“Itu bukan dari APBD. Yang nanti itu dari BJB sama BI. Yang membiayainya bukan APBD,” katanya.
Supratman menjelaskan bahwa kucuran dana dari Bank BJB dan Bank Indonesia merupakan bentuk kepedulian terhadap pariwisata daerah.
“Itu kan rasa simpati kelompok-kelompok mereka. Dari BJB, dari BI. Karena dilihat dari sisi pariwisata, Pangandaran perlu dapat dukungan agar lebih mendunia,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa momentum perayaan Milangkala menjadi sarana strategis mempromosikan potensi wisata demi menggaet wisatawan mancanegara maupun domestik.
(Sajidin)



