spot_imgspot_img
Sabtu 10 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tolak Pasien Hamil Kembar, Komisi 2 Segera Panggil RS Mitra Idaman

BANJAR, FOKUSJabar.id: Ketua Komisi II DPRD Kota Banjar, Rossi Hernawati angkat bicara soal kasus penolakan pasien ibu hamil kembar oleh Rumah Sakit (RS) Mitra Idaman.

Rossi mengaku sangat prihatin atas insiden yang telah di alami oleh  Rini Marini, ibu hamil kembar asal Desa Jajawar Kecamatan/Kota Banjar.

BACA JUGA:

Ibu Hamil Kembar Mengaku Ditolak saat Hendak Melahirkan, Dinkes Banjar Turun Tangan

“Saya sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Seharusnya tidak ada lagi penolakan pasien. Terlebih ibu yang akan melahirkan dalam kondisi darurat seperti melahirkan bayi kembar. Ini soal nyawa, soal kemanusiaan,” tegas Rossi, Sabtu (10/10/2026).

Kasus ini di pastikan tidak akan menguap begitu saja. Sebagai pimpinan komisi yang membidangi sektor kesehatan, Rossi akan segera bergerak cepat untuk meminta pertanggungjawaban pihak rumah sakit Mitra Idaman.

Dalam waktu dekat, manajemen RS Mitra Idaman akan di panggil secara resmi ke Gedung DPRD.

“Kami akan memanggil manajemen RS Mitra Idaman untuk klarifikasi secara resmi terkait penolakan. Apakah soal prosedur BPJS, ketersediaan ruangan, atau kelalaian SDM? Semua harus di buka terang benderang.” ujar Rossi.

Langkah tegas ini diambil agar akar permasalahan dapat di investigasi secara mendalam. Sekaligus memberikan efek jera agar tidak ada lagi institusi medis yang mempermainkan keselamatan pasien demi alasan administratif belaka.

Desakan Keras untuk Dinas Kesehatan

Tidak hanya membidik pihak rumah sakit, Rossi juga menyoroti peran pengawasan dari instansi berwenang.

Ia secara terbuka mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil tindakan administratif yang nyata.

“Kami mendorong Dinkes Kota Banjar untuk segera memberikan teguran keras dan melakukan evaluasi mendalam terhadap RS Mitra Idaman,” pintanya.

Menurutnya, izin operasional serta komitmen moral pelayanan publik sebuah fasilitas kesehatan harus di evaluasi secara berkala.

Sebuah rumah sakit, kata Rossi, sudah sepatutnya menjunjung tinggi etika kedokteran di atas kepentingan bisnis semata.

BACA JUGA:

Akan Lahiran, Ibu Hamil Ditolak RS Mitra Idaman Banjar

“Jangan sampai rumah sakit lebih mengedepankan profit dibanding keselamatan pasien,” katanya.

Evaluasi Total Layanan Kesehatan Banjar

Rossi menegaskan bahwa kasus viral ini harus menjadi titik balik atau momentum perbaikan sistem pelayanan kesehatan secara menyeluruh di Kota Banjar.

Pihaknya berjanji akan mengawal proses penanganan kasus ini hingga tuntas tanpa kompromi.

“Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas agar tidak ada lagi warga Banjar yang mengalami kejadian serupa,” pungkas politisi Partai Gerindra ini.

(Agus Purwadi)

spot_img

Berita Terbaru