PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Jajaran Polres Pangandaran menggelar kegiatan salat Subuh keliling di Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM), Desa Emplak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 04.30 WIB ini menghadirkan 587 santri.
Baca Juga: Kisah Mistis Tiga Terowongan Belanda di Pangandaran
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari memimpin langsung rombongan. Ia hadir bersama Wakapolres Kompol Glatiko Nagiewanto, jajaran pejabat utama Polres, dan Kapolsek Kalipucang Iptu Ridwan.
Pimpinan Ponpes PSM, Kyai Sahlan Husain, menyambut hangat kedatangan rombongan kepolisian tersebut.
Perkuat Sinergi Melalui Prinsip SETIA
Seusai salat Subuh berjamaah, Ikrar memberikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menegaskan pentingnya silaturahmi untuk mempererat komunikasi antara polisi dan warga pesantren.
“Kedatangan kami di sini pada prinsipnya adalah untuk bersilaturahmi dan membangun komunikasi yang baik. Keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, melainkan tanggung jawab kita bersama,” kata Ikrar.
Dalam kesempatan itu, Ikrar mengenalkan prinsip Senyum, Empati, Transparan, Ikhlas, dan Aman (SETIA) sebagai pedoman kerja anggota Polres Pangandaran. Ia turut menggemakan slogan “Polisi Bersama Masyarakat”.
Ikrar menegaskan komitmen Polri untuk terus bertransformasi menjadi lembaga yang masyarakat cintai dan percayai, bukan institusi yang warga takuti.
Edukasi Lalu Lintas dan Layanan Gratis Call Center 110
Ikrar juga menyoroti pentingnya ketertiban berlalu lintas di jalan raya. Ia meminta para santri selalu mematuhi aturan berkendara dan menghindari penggunaan knalpot brong.
Selain itu, Polres Pangandaran mengimbau santri dan masyarakat luas untuk memanfaatkan layanan gratis Call Center 110 jika memerlukan bantuan darurat kepolisian.
Acara berlanjut dengan sesi dialog interaktif. Para santri memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan pertanyaan dan aspirasi secara langsung kepada Kapolres.
Ikrar berharap program Subuh keliling ini mampu merangkul para tokoh agama serta generasi muda demi menjaga kondusivitas wilayah Pangandaran.
(Sajidin)



