CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pelatih PSGC Ciamis, Eka Ramdani menyambut positif keikutsertaan timnya di ajang League Cup 2026/2027.
Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain muda PSGC untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak.
BACA JUGA:
Taekwondo Jabar Upgrage Kualitas dan Kapabilitas Wasit
PSGC Ciamis tergabung di Grup F bersama dua tim yang berkompetisi di Liga 1 (Garudayaksa FC dan PSS Sleman). Kondisi tersebut membuat persaingan di grup di prediksi cukup berat bagi Laskar Singacala.
Namun, Eka melihat keikutsertaan PSGC di League Cup bukan semata-mata soal hasil akhir. Kompetisi ini di nilai penting untuk memberikan pengalaman bertanding kepada pemain yang selama kompetisi liga belum mendapatkan banyak kesempatan.
“Kalau saya secara pribadi, adanya League Cup ini bagus untuk memberikan kesempatan kepada pemain-pemain yang mungkin di liga tidak dapat menit bermain. Di League Cup mereka bisa mendapatkan menit bermain,” ujar Eka.
Ia menilai, kesempatan bermain yang lebih banyak akan membantu pemain muda PSGC berkembang. Baik dari sisi kemampuan maupun mental bertanding.
Terlebih, PSGC akan menjalani dua kompetisi yang di mulai pada November mendatang. Eka memastikan, jumlah pemain yang di miliki saat ini cukup untuk menghadapi padatnya agenda tersebut.
“Sekarang ada 33 pemain, termasuk tiga kiper. Saya pikir sebenarnya cukup untuk bisa memainkan dua kompetisi. Tinggal nanti kita lihat siapa yang siap untuk pertandingan,” katanya.
Tak Gentar Hadapi Tim Liga 1
Meski berada satu grup dengan tim Liga 1, Eka tidak ingin PSGC merasa inferior. Apalagi, regulasi League Cup membatasi tim Liga 1 hanya bisa memainkan maksimal tiga pemain asing.
Menurutnya, aturan tersebut membuat persaingan antara klub Liga 1 dan Liga 2 menjadi lebih berimbang.
“Kalau aturannya seperti itu bagus. Saya pikir jadi tidak terlalu jomplang terkait kualitas tim. Tim Liga 2 dan Liga 1 bisa lebih kompetitif,” ucapnya.
BACA JUGA:
Debut Manis Kevin Pasha Bersama PSGC Ciamis, Bidik Kemenangan atas Adhyaksa FC
Eka pun memilih pendekatan nothing to lose saat PSGC menghadapi Garuda Yaksa dan PSS Sleman.
Secara kualitas di atas kertas, kedua tim Liga 1 tersebut memang lebih di unggulkan. Namun, Eka percaya sepak bola selalu memiliki peluang menghadirkan kejutan.
“Kalau saya lebih ke nothing to lose. Secara kualitas di atas kertas tentunya tim-tim Liga 1 lebih di unggulkan. Tapi sepak bola ini banyak kejutan. Tinggal bagaimana kita bisa menciptakan kejutan-kejutan itu,” tuturnya.
Garudayaksa FC Banyak Berubah
Eka memiliki pengalaman menangani Garudayaksa FC pada kompetisi Liga 2 sebelumnya. Namun, ia menyebut PSGC tidak bisa menjadikan materi Garuda Yaksa sebelumnya sebagai gambaran menghadapi League Cup.
Pasalnya, komposisi pemain Garudayaksa FC telah mengalami perubahan cukup besar setelah promosi ke Liga 1.
“Komposisi pemain tentunya sangat berbeda jauh. Ada perubahan mungkin hampir 70 persen. Ketika bertemu nanti seperti bertemu tim yang berbeda, karena sudah banyak berubah dari materi pemain dan staf kepelatihan,” jelasnya.
Menurut Eka, perubahan tersebut terjadi karena Garudayaksa FC harus menyesuaikan diri dengan persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Minta Suporter Tak Beri Tekanan Berlebihan
Di tengah persiapan menghadapi dua kompetisi, Eka juga menitipkan pesan kepada suporter PSGC Ciamis.
Ia berharap, dukungan terhadap Laskar Singacala tetap di berikan secara positif. Terutama karena skuad PSGC saat ini banyak di huni pemain muda.
Eka meminta suporter tidak memberikan tekanan yang sama seperti ketika mendukung klub dengan materi pemain yang lebih matang.
“Saya berharap tetap di-support secara positif. Karena banyak pemain muda di sini, jangan di samakan ketika mendukung. Tuntutannya juga jangan di samakan,” katanya.
Menurutnya, dukungan positif dari suporter justru sangat di butuhkan agar para pemain muda bisa berkembang tanpa terbebani tekanan berlebihan.
“Jangan sampai mereka merasa tertekan berada di sini. Kehadiran suporter sangat berpengaruh,” pungkasnya.
(Mia)



