spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ini Dugaan Penyebab Kebakaran Hutan Jati di Cicapar Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Hutan jati milik Perhutani seluas 5 hektare di petak 94A dan  94D RPH  Cicapar Blok Batu Kelir Gunung Nini, Dusun Citaman Desa Cicapar Kecamatan Banjarsari  Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) terbakar hebat, Minggu (4/10/2026) malam.

Di duga kuat kebakaran di picu pembukaan lahan baru dengan cara membakar semak-semak yang di tinggalkan pelaku.

BACA JUGA:

12 Hektare Kebun Karet PT Bantardawa di Ciamis Kebakaran

Daun-daun jati kering yang berguguran menjadi bahan bakar utama, membuat kobaran api sulit di kendalikan dan merambat dengan cepat.

Demikian di sampaikan Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi pengendalian dan penanganan kebakaran, Trisyanto.

Menurut Trisyanto, petugas piket Damkar Pos WMK Banjarsari menerima laporan kebarkan hutan jati milik Perhutani di amuk si jago merah.

“Petugas Damkar pos WMK Banjarsari langsung bergerak menuju lokasi kejadian,” ungkap Dia, Senin (5/10/2026).

Dia menyebut, kobaran api cukup besar melahap 5 haktare hutan jati milik Perhutani.

“Posisi api yang sedang membakar lahan itu berada di daerah ketinggian dan terlihat dari kejauhan membuat warga panik,” ucapnya.

Trisyanto menuturkan, saat ini api yang membakar lahan hutan jati itu sudah dalam kondisi padam berkat kerja sama dengan masyarakat, aparat desa, TNI-Polri dan relawan.

BACA JUGA:

Lahan Ilalang Terbakar di Cisaga Ciamis, Api Nyaris Merembet ke Permukiman Warga

“Api saat ini sudah berhasil di kendalikan dan di padamkan,” ungkapnya.

Kebakaran hutan jati ini menjadi peringatan keras bagi kita semua. Di musim kemarau, daun jati kering sangat mudah tersulut api.

Pembakaran hutan yang di sengaja dapat di kenakan sanksi pidana. Oleh karena itu, masyarakat di minta untuk lebih peduli dan segera melapor jika menemukan titik api sekecil apapun agar tidak menjadi bencana yang lebih besar.

Hangusnya hutan jati ini bukan hanya merusak alam, tapi juga merugikan warga. Pohon jati yang seharusnya menjadi tabungan masa depan, kini hanya menyisakan arang.

Warga berharap, kejadian serupa tidak terulang lagi dan meminta semua pihak untuk bersama-sama menjaga hutan, karena hutan adalah sumber kehidupan.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru