CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pertanahan (DPUTRP) bergerak cepat menangani dampak longsor tebing di Dusun Cinutug, Desa Selacai, Kecamatan Cipaku. Petugas memasang instalasi pipa darurat untuk menyalurkan kembali aliran air irigasi Nanggela menuju wilayah timur.
Langkah darurat ini menyasar penyelamatan area pesawahan dan kolam ikan warga di Kecamatan Cipaku, Sukadana, hingga Cisaga yang menghadapi risiko kekeringan.
Baca Juga: 12 Hektare Kebun Karet PT Bantardawa di Ciamis Kebakaran
Petugas Sempat Hentikan Aliran Air Irigasi
Saat bencana longsor menerjang, petugas sengaja menghentikan aliran air irigasi Nanggela. Langkah tersebut bertujuan mencegah resapan air yang berpotensi memperparah kondisi tebing yang ambrol.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Ani Supiani mengonfirmasi penanganan darurat di lokasi kejadian.
“Untuk sementara dilokasi titik longsor sudah dipasang pipa untuk mengalirkan air ke wilayah hilir,” kata Ani Supiani, Minggu (4/10/2026).
Ani menjelaskan bahwa saluran irigasi Nanggela memegang peranan sangat vital bagi ribuan hektar lahan pertanian dan perikanan warga. Pemerintah daerah mengambil tindakan instan agar para petani tidak mengalami kerugian akibat gagal panen.
“Tadi pihak DPUPR Ciamis telah memasang pipa sehingga air irigasi itu bisa mengalir ke arah hilir dari titik lokasi bencana,” ucapnya.
Pasokan Air Kembali Menjangkau Lahan Warga
Pemasangan pipa darurat ini membuat pasokan air kembali mengalir lancar menuju area hilir. Upaya ini langsung meredam ancaman kekeringan yang sempat membayangi para pemilik sawah dan kolam ikan.
Ani menambahkan, pengelola irigasi memang menerapkan sistem giliran pasokan air saat musim kemarau menerjang kawasan tersebut.
“Karena saat musim kemarau air irigasi Nangela itu memang pasokan air nya dilakukan giliran,” ungkapnya.
(Husen Maharaja)



