CIAMIS, FOKUSJabar.id: Persoalan akurasi data menjadi perhatian Bupati Ciamis Jawa Barat (Jabar), Herdiat Sunarya dalam kegiatan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita (3B) non-PAUD di Gedung KH Irfan Hielmy, Kompleks Islamic Center Ciamis, Selasa (29/9/2026).
Herdiat mengungkapkan adanya perbedaan cukup jauh antara angka stunting berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dengan hasil pendataan langsung yang di lakukan Pemerintah Kabupaten Ciamis.
BACA JUGA:
Bangun Tatar Galuh, Pemkab Ciamis Dorong Ormas Manfaatkan Teknologi Digital
Berdasarkan SSGI, angka stunting di Kabupaten Ciamis tercatat sebesar 20,23 persen. Sementara hasil pendataan pemerintah daerah secara door to door menunjukkan angka sekitar 4,4 persen.
“Kami tidak melakukan survei, tetapi melakukan sensus door to door. Seluruh OPD kami tugaskan untuk memiliki wilayah binaan, sekaligus melakukan pembinaan dan intervensi secara langsung,” kata Bupati Ciamis.
Menurutnya, pendataan tersebut di lakukan dengan melibatkan jajaran di tingkat lapangan, termasuk melalui Posyandu. Data yang di peroleh kemudian menjadi bahan pemerintah daerah dalam melakukan intervensi terhadap keluarga sasaran.
Herdiat mengakui terdapat perbedaan antara hasil SSGI dengan data yang di miliki Pemkab Ciamis. Karena itu, ia berharap terdapat penyelarasan agar pemerintah memiliki dasar data yang sama dalam menentukan kebijakan penanganan stunting.
“Antara SSGI dengan data kami memang ada perbedaan. Kami berharap ini bisa diluruskan dan diselaraskan, sehingga kita mempunyai dasar data yang sama dan akurat untuk melakukan intervensi,” katanya.
Ia menegaskan, persoalan tersebut menjadi penting karena penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan program, tetapi juga membutuhkan data sasaran yang tepat.
BACA JUGA:
PBB-P2 Ciamis Sudah 80 Persen, Bapenda Kejar Target Rp25,8 Miliar hingga Akhir Tahun
Di sisi lain, Herdiat mengapresiasi peran kader TPK yang berada langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, kader menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi keluarga sasaran dapat terpantau dan intervensi pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mungkin tidak memiliki banyak kemampuan dari sisi materi, tetapi kami mempunyai semangat untuk terus bekerja. Semangat gotong royong masyarakat Ciamis juga luar biasa,” pungkasnya.
(Mia)



