spot_imgspot_img
Kamis 24 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rp72 M Dikebut, SOR Mangunreja Tasikmalaya Rampung Desember

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kelanjutan pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Mangunreja Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) memasuki tahap krusial.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyiapkan anggaran sekitar Rp72 milyar melalui APBD Perubahan 2026 yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

BACA JUGA:

Dicky Candra: Mahasiswa Jangan Hanya Kejar Gelar Sarjana

Anggaran tersebut akan di gunakan untuk sejumlah pekerjaan strategis. Mulai dari pembangunan jalan dan jembatan penghubung hingga tribun timur stadion.

Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya meminta pekerjaan tidak sekadar di mulai. Tetapi harus benar-benar tuntas sesuai batas waktu yang di tetapkan.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Gumilar Akhmad Purbawisesa mengatakan, kebutuhan anggaran untuk melanjutkan pembangunan SOR Mangunreja di perkirakan mencapai sekitar Rp72 milyar.

Berdasarkan paparan dalam rapat kerja Komisi III bersama Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPU-TRPP-LH), Rabu (23/9/2026), sejumlah pekerjaan yang akan di biayai meliputi pembangunan pagar harmonika kawasan sepanjang 1,2 kilometer di akses menuju SOR dengan estimasi Rp3 milyar.

Kemudian, pagar keliling stadion di perkirakan membutuhkan Rp3-4,3 milyar. Pembangunan lapangan sepak bola di alokasikan sekitar Rp1,79 milyar dan pematangan lapangan sekitar Rp544 juta.

Pekerjaan dengan porsi anggaran terbesar adalah pembangunan Tribun Timur yang di perkirakan mencapai Rp35,5 milyar.

Sementara pembangunan jalan dan jembatan penghubung SOR membutuhkan sekitar Rp25,3-26,3 milyar.

“Jadi total anggaran untuk melanjutkan pembangunan SOR yang di laksanakan di anggaran perubahan 2026, Oktober sampai Desember nanti adalah sekitar Rp72 milyar,” ujar Gumilar.

BACA JUGA:

Bank BJB Tasikmalaya Salurkan 300 Paket Bantuan, Ada Perlengkapan Sekolah dan Sembako

Menurutnya, tahapan pengadaan di targetkan berlangsung melalui sistem mini kompetisi pada akhir September. Setelah itu, pekerjaan di rencanakan mulai 1 Oktober 2026 dan harus selesai paling lambat akhir Desember.

Dengan waktu efektif sekitar tiga bulan, Komisi III meminta Pemkab Tasikmalaya memperhitungkan seluruh risiko sejak awal. Termasuk waktu produksi material pabrikasi yang di sebut dapat memerlukan waktu hingga sekitar 1,5 bulan.

“Ketika SPMK turun maka harus gercep. Jangan ada lagi drama, apalagi mengenai bahan pabrikasi yang katanya membutuhkan waktu sampai 1,5 bulan pembuatannya,” tegas Gumilar.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar memilih penyedia jasa konstruksi yang memiliki kemampuan teknis dan rekam kerja yang memadai.

“Jangan asal pilih karena kedekatan,” ujarnya.

Kepala DPU-TRPP-LH Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha membenarkan bahwa kelanjutan proyek SOR Mangunreja mencakup pembangunan jalan dan jembatan penghubung, tribun timur, pagar keliling stadion, pematangan lahan, lapangan sepak bola serta jogging track.

Deden menjelaskan, angka pada masing-masing item pekerjaan masih dalam proses verifikasi pemerintah provinsi.

“Anggaran masih dalam tahap verifikasi di pemerintah provinsi. Di program masih input RKA. Jika sudah di setujui DPA yang di setujui nanti akan keluar nilainya. Tapi gambaran kebutuhan anggaran SOR sudah di sampaikan ke Komisi III,” jelasnya.

Anggota Komisi III sekaligus Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Aang Budiana menyoroti aspek waktu dan kualitas pekerjaan.

Menurutnya, proyek dengan nilai besar tersebut harus di kendalikan sejak awal agar tidak melewati batas waktu maksimal 120 hari kerja.

Ia berharap, seluruh pekerjaan sudah selesai paling lambat 28 Desember 2026.

Aang juga meminta pemerintah mengantisipasi kondisi cuaca. Khususnya dalam pekerjaan pembangunan jembatan yang berpotensi terdampak hujan pada Oktober hingga Desember.

“Jangan sampai terjadi proyek ‘Mega Sangkuriang’ seperti tahun 2021 pembangunan di Ciawi pernah terjadi, sehingga merugikan semua pihak,” katanya.

Selain mengejar target waktu, ia menekankan agar pembangunan tetap mengutamakan spesifikasi teknis dan standar kualitas. Sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak juga di nilai perlu di lakukan sejak awal.

BACA JUGA:

Dari Jalan hingga Penanganan Banjir, 907 Proyek Pemkot Tasikmalaya Diresmikan

Aang berharap, pembangunan tersebut turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Khususnya dalam pekerjaan yang memungkinkan melibatkan tenaga lokal.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan SOR Mangunreja di harapkan menjadi salah satu fasilitas olahraga utama sekaligus ikon baru Kabupaten Tasikmalaya yang dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

(Farhan Kamil)

spot_img

Berita Terbaru