BANDUNG, FOKUSJabar.id: Campus League Badminton Regional Bandung tahun 2026 telah menyelesaikan pertandingannya di kategori individu di GOR Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Rabu (16/9/2026).
Para juara di nomor tunggal putra, putri, ganda putra, putri, ganda campuran dan 3v3 pun lahir dari turnamen yang melibatkan student-athlete dari 23 kampus di Bandung, Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi hingga Cimahi.
BACA JUGA:
GOL 5 Menit! Persib Tumbangkan FC Seoul di Laga Perdana ACL Two 2026/2027
Head of Competition Campus League, Dave Leopold mengaku sangat bangga sekaligus bersyukur dengan sambutan hangat masyarakat Kota Kembang dan sekitarnya terhadap penyelenggaraan Campus League Badminton Regional Bandung.
Nomor pertandingan 3v3 yang di adaptasi dari format latihan atlet profesional menjadi sorotan dalam turnamen kali ini.
“Tujuan dari penyelenggaraan turnamen yakni mendorong student-athlete yang belum percaya diri atas kemampuan mereka namun ingin bertanding dan kategori 3v3 bisa mewadahi semangat mereka,” kata Dave saat di temui di sela-sela pelaksanaan pertandingan kategori beregu, Kamis (17/9/2026).
Secara jam terbang dan kerja sama tim, Dave menuturkan jika nomor 3 versus 3 menyuguhkan pertandingan yang seru dan menarik.
Pihaknya pun akan tetap mempertahankan format kompetisi badminton di Campus League di kategori individu dengan enam nomor pertandingan.
Pada musim perdana, Campus League mengadopsi sistem skor terbaru yang di perkenalkan Badminton World Federation (BWF).
Untuk kategori perseorangan, pertandingan di mainkan dengan format best of three games hingga 15 poin (15×3). Sementara kategori beregu menggunakan format skor kumulatif 55 poin sesuai regulasi terbaru BWF.
“Campus League pun telah mendapat persetujuan PBSI untuk menggunakan poin 15 sebagai ajang sosialisasi. Secara pertandingan lebih cepat, seru dan menarik. Dan para student-athlete menyukai sistem poin ini sebagai pemanasan untuk menjadi atlet profesional,” Dave menambahkan.
Di partai puncak 3v3, tim STKIP Pasundan Cimahi yang di motori Agnia Sri Rahayu, Rangga Arda Rheta dan Deandra Ikhsan Gunawan meladeni Alya Zafira, Muhammad Irsya Mubarok serta Ardha Tanu Widarma sebagai wakil Universitas Gunadarma.
Trio Agnia-Rangga-Deandra menyudahi perlawanan tim Gunadarma dengan skor 15-10 dan 15-5.
BACA JUGA:
Rela Terbang Bandung-Seoul, Bobotoh Siap Bikin Stadion Piala Dunia Seoul Membiru
Di nomor tunggal putri, perwakilan Universitas Padjadjaran (Unpad), Maria Veronica Ngadien Prawesti berhasil keluar sebagai kampiun.
Pada partai final, Maria mampu menundukkan utusan Universitas Gunadarma, Alya Zafira melalui pertandingan dua set langsung 15-9 dan 15-12.
Sementara pada nomor tunggal putra, perjalanan Nopriansyah Adi Gunawan (Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi) cukup mulus.
Usai mengalahkan unggulan empat, Triyugo Frediqke Sunandar Hidayat (Universitas Trisakti Jakarta) 15-12, 15-9 di babak semifinal, Nopriansyah tampil stabil dengan melibas unggulan tiga Muhammad Bagus Suyarto (Universitas Budi Luhur Jakarta) 15-12, 16-14.
BACA JUGA:
PSGC Ciamis Kalah dari Persikad, Coach Herkis Langsung Pasang Target Wajib Menang
Lalu di partai ganda putra, perwakilan Universitas Trisakti Jakarta yakni Gilang Pramunantio/Miftah Ilman Khatami harus mengakui ketangguhan Fajar Putra Setiawan/Ridho Ma’sum Firdaus yang menjadi wakil Universitas Komputer Indonesia (Unikom).
Fajar/Ridho berhasil menang atas wakil Universitas Trisakti dalam laga dua set 15-10 dan 17-15.
Pada partai final terakhir di kategori individu yakni ganda campuran, Muhammad Halim As Sidiq/Citra Murdiningrum Surono dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) keluar sebagai juara.
Wakil UNJ tersebut menundukkan pasangan Khaddhaffy Allrhenandhy/Alya Ardelia sebagai wakil Universitas Budi Luhur Jakarta dalam dua set langsung, 15-13 dan 15-10.
Usai kategori individu rampung, Campus League Badminton Regional Bandung berlanjut ke kategori beregu Kamis-Jumat (17-18/9/2026).
Penerapan sistem skor terbaru dari BWF yakni 55 poin kumulatif dalam kompetisi beregu, di prediksi akan memberi keseruan dan peta persaingan sengit antartim yang berlaga.
“Ini lebih menarik karena menang di set pertama dan kedua, tidak menjamin sebuah tim bisa unggul sampai akhir. Itu tergantung strategi pelatih dalam menempatkan pemain penentu. Kami juga ingin para pemain, perangkat pertandingan dan yang terlibat turnamen ini lebih familier. Makin terbiasa tentu akan makin baik,” Dave menegaskan.
Pada Campus League Badminton Regional Bandung tahun 2026, di ikuti oleh 23 tim perguruan tinggi di Jawa Barat dan Jakarta.
Jawa Barat di wakili student-athlete dari ITB, Politeknik Negeri Bandung, STIE STAN Indonesia Mandiri, Telkom University, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Komputer Indonesia.
BACA JUGA:
Kabar Gembira Warga Ciamis! Tiket PSGC vs Sumsel United Diskon, Mulai Rp25 Ribu
Universitas Kristen Maranatha, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Widyatama, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Gunadarma Depok, Universitas Ibn Khaldun Bogor, President University Bekasi dan STKIP Pasundan Cimahi.
Sementara Jakarta di wakili Budi Luhur University, Institut Kesehatan Hermina, UNJ, Universitas Bhayangkara, Universitas Bina Nusantara, Universitas Esa Unggul, Universitas Pertamina, dan Universitas Trisakti.
(ageng)



