TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Tasikmalaya kembali menggelar kunjungan lapangan ke kampung binaan melalui kegiatan Bina Wilayah (Binwil).
Ketua Umum TP-PKK Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri, memimpin langsung kunjungan Binwil di Kampung Binaan PKK, wilayah Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, pada Rabu (16/9/2026). Sejumlah pengurus TP-PKK tingkat kota, kecamatan, kelurahan, serta Camat Cecep Ridwan dan para lurah ikut turun ke lapangan.
Baca Juga: Ratusan Warga Tasikmalaya Serbu Bakti Sosial Yonif TP 939, Ada Cek Kesehatan hingga Obat Gratis
Kunjungan Binwil ini menjadi bagian dari monitoring dan evaluasi pelaksanaan program PKK di tingkat kecamatan.
Namun, Ketua TP-PKK Kota Tasikmalaya menemukan catatan kritis mengenai tingginya kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak di wilayah Kecamatan Cipedes.
TP-PKK Tekankan Peran Pokja 1 Tekan Kasus Kekerasan Anak
Ketua TP-PKK Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri, menyoroti kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak di Kecamatan Cipedes yang tergolong tinggi jika membandingkannya dengan wilayah lain. Ia meminta seluruh pihak memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini.
dr. Elvira menekankan pentingnya peran Kelompok Kerja (Pokja) 1 TP-PKK untuk meningkatkan pembinaan dan pendampingan kegiatan keluarga di Kecamatan Cipedes.
Ia menjelaskan bahwa Pokja 1 memegang fungsi strategis dalam membina karakter keluarga, menghayati dan mengamalkan Pancasila, serta menggerakkan gotong royong guna mencegah kekerasan terhadap anak sejak dari lingkungan keluarga.
“Di Cipedes ini kasus pelecehan seksual termasuk kekerasan terhadap anak tergolong tinggi. Maka dari itu saya tekankan Pokja 1 untuk lebih meningkatkan pembinaan kegiatan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ungkap dr. Elvira.
Ia menilai minimnya ketahanan keluarga, lemahnya komunikasi antara orang tua dan anak, serta terbatasnya pemahaman pola asuh memicu maraknya kasus kekerasan seksual dan KDRT. Oleh karena itu, kader harus terus menggencarkan edukasi keluarga.
“10 program pokok PKK ini, harus benar-benar di implementasi dan diperkuat. Agar kita mampu mengatasi dan menyelesaikan sejumlah persoalan sosial di wilayah ini,” terangnya.
Program Ayam Petelur Jadi Solusi Penanganan Stunting dari Hulu
Selain memetakan persoalan kekerasan, dr. Elvira turut menaruh perhatian besar pada penanganan kasus stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama di Kota Tasikmalaya.
Pihaknya telah menyalurkan program bantuan ayam petelur di wilayah binaan untuk meningkatkan kualitas gizi keluarga, khususnya bagi anak-anak yang berisiko stunting.
“Melalui program tersebut, telur hasil panen dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga. Sehingga asupan gizi anak menjadi lebih baik dan terpenuhi,” paparnya.
“Untuk stunting, kita sudah menurunkan program ayam petelur yang hasilnya untuk meningkatkan kualitas gizi. Ini bagian dari upaya kita menekan angka stunting dari hulu,” imbuhnya.
Ia berharap pelaksanaan 10 program pokok PKK oleh setiap Pokja mampu mengubah perilaku masyarakat menuju pola hidup bersih dan sehat. Kemudian juga memantapkan ketahanan pangan, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi keluarga.
Kepadatan Penduduk Cipedes Pemicu Munculnya Berbagai Masalah Sosial
dr. Elvira memaparkan bahwa posisi Kecamatan Cipedes sebagai kawasan padat penduduk memicu tingginya kerawanan sosial. Mulai dari kekerasan anak, pelecehan seksual, pinjaman online (pinjol), hingga masalah stunting dan ekonomi.
“Cipedes Sebagai wilayah yang padat penduduk, tentu menimbulkan berbagai permasalahan sosial. Untuk itu diperlukan adanya kolaborasi dan kerja sama seluruh elemen masyarakat dan lintas sektoral,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara TP-PKK, pemerintah kecamatan, kelurahan, kader di kewilayahan, serta tokoh masyarakat dapat menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Cipedes secara berkelanjutan.
Pihaknya menargetkan Kampung Binaan PKK di Kelurahan Panglayungan menjadi percontohan pembinaan keluarga ideal. Keluarga yang mampu mencegah kekerasan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Seda)



